Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH VARIASI LATIHAN DUMBBELL TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT LENGAN DAN KEMAMPUAN SLAP Manik, Juan Sebastian Veron; Siahaan, David; Manik, Syahputra
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 9 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/so.v9i2.64928

Abstract

Power otot lengan adalah kemampuan otot-otot lengan untuk menghasilkan daya atau tenaga dalam melaksanakan gerakan-gerakan penting dalam olahraga hoki, seperti menembak, menggiring, dan menendang bola. Slap pass atau menampar bola adalah teknik memukul bola dengan posisi tongkat yang sangat rendah. Teknik ini menjadi salah satu yang paling sering digunakan dalam permainan hoki, terutama saat akan mengoper bola, baik untuk operan jarak dekat maupun jarak jauh. Meskipun demikian, teknik ini lebih sering digunakan untuk mengoper bola dengan jarak yang lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi latihan dumbbel terhadap peningkatan power otot lengan dan kemampuan slap atlet putra Unimed hockey club tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Jumlah subyek penelitian yang digunakan sebanyak 10 atlet dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang signifikan variasi latihan dumbbell terhadap peningkatan power otot lengan atlet putra Unimed Hockey Club Tahun 2024 dengan thitung sebesar 5,38 > ttabel 1,83 pada taraf signifikan α = 0,05dengan dk=n-1 (10-1= 9). (2) Terdapat pengaruh yang signifikan variasi latihan dumbbell terhadap kemampuan slap atlet putra Unimed Hockey Club Tahun 2024 dengan dengan thitung sebesar 35,08 nilai ttabel pada taraf signifikan α = 0,05dengan dk=n-1 (10-1= 9). Kata kunci: Variasi, Latihan, Dumbbell, Power, Slap, Hockey
The Effect of Core Stability Training Variations on Crescent Kick Speed in Pencak Silat Athletes at SMPN 29 Medan Manihuruk, Hotmaon Tio Raja Br; Siahaan, David
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 8 No. 2 (2025): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v8i2.1725

Abstract

This study aimed to investigate the impact of core stability training variations on the speed of the crescent kick among Pencak Silat athletes from the Lapan Penjuru club at SMPN 29 Medan in 2024. Lapan Penjuru is a dedicated Pencak Silat training program integrated into the school. The research employed an experimental method using a one-group pretest-posttest design. The population consisted of 20 student-athletes, from which 8 participants were selected through purposive sampling. The training intervention was conducted over six weeks, with sessions held three times a week. Data analysis using a paired-sample t-test revealed a calculated t-value (tₒ) of 10.93, which exceeds the critical t-table value of 1.89 at a significance level of α = 0.05 with 7 degrees of freedom. These results led to the rejection of the null hypothesis (H₀) and the acceptance of the alternative hypothesis (Hₐ). Therefore, it can be concluded that variations in core stability training have a significant positive effect on improving crescent kick speed among Pencak Silat athletes at SMPN 29 Medan.
Acute effect of functional exercise through the use of battle rope on skeletal muscles of tennis court student-athletes Mahmuddin; Prima, Asep; Siahaan, David; Ardilla, Rafika
Journal Sport Area Vol 9 No 2 (2024): August
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2024.vol9(2).14658

Abstract

Background Problems: There has not been much research on how exercise strategies affect muscle soreness and activation patterns. Research Objectives: This study examines the acute effects of rope-based functional training on muscle group pain response in student athletes at the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Medan tennis court. Methods: An experimental method and a pre-post-test time series design were used for analysis. Seven samples were selected using purposive sampling. All participants engaged in a warm-up, a central phase of rope training with a maximum of three sets per exercise, ten hand swing repetitions, a one-minute break between sets, and a cooling phase. Three 100-mm VAS and painometer data collection sessions were conducted. At a 0.05 significance level, the research data was examined using one-way ANOVA for normal data and Friedman for aberrant data. Both studies used SPSS 16.0. Findings and Results: The trial demonstrated that rope training induces soreness in all working muscles. However, no muscle group exhibited discomfort above 50 mm. Conclusion: In order to optimally activate muscles, determine exercise doses and blood lactate levels in relation to muscle discomfort, it is necessary to understand how battle rope training reduces muscular soreness and improves muscle activation in student-athletes on the tennis court. This understanding can inform the development of personalised training programmes and injury prevention techniques.
Pengaruh Latihan Mach Speed dan Variable Speed terhadap Kecepatan Lari 60 Meter pada Sprinter Putra Club Medan Utara David Siahaan; David Febri Sirait
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v6i2.5013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Mach Speed dan Variable Speed terhadap performa lari sprint 60 meter pada atlet putra Klub Medan Utara tahun 2025, serta membandingkan efektivitas kedua metode latihan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest group design yang melibatkan 14 atlet yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok latihan Mach Speed dan kelompok latihan Variable Speed. Data dikumpulkan melalui tes lari sprint 60 meter dan dianalisis menggunakan paired sample t-test serta independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan Mach Speed memberikan peningkatan yang signifikan terhadap performa sprint (Sig. 0,006 < 0,05), dengan rata-rata kecepatan meningkat dari 6,05 m/s menjadi 7,04 m/s. Latihan Variable Speed juga menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan (Sig. 0,000 < 0,05), dengan rata-rata kecepatan meningkat dari 5,67 m/s menjadi 7,52 m/s. Namun, hasil independent sample t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode latihan tersebut (Sig. 0,267 > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik latihan Mach Speed maupun Variable Speed sama-sama efektif dalam meningkatkan performa lari sprint 60 meter, tetapi tidak ada satu metode yang terbukti secara signifikan lebih efektif dibandingkan metode lainnya.
Evaluasi Keterampilan Dasar Tenis: Penerapan International Tennis Number bagi Mahasiswa David Siahaan; Manotar Sinaga; Yan Indra Siregar; Pangondian H Purba; Mawardinur Mawardinur
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol 6 No 3 (2026): September: Article in Progress
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v6i3.2192

Abstract

Study purpose. Success in tennis is largely determined by the mastery of correct fundamental techniques from an early stage. Without biomechanically sound and efficient basic techniques, students will find it difficult to develop advanced game tactics. Field observations indicate that students' skill levels remain highly varied and tend to fall within the low-to-moderate categories. The use of the International Tennis Number (ITN) standard is highly relevant as it is an objective international rating system designed to measure a player's accuracy, depth, and power. This study aims to analyze the fundamental tennis technical skills of Sports Coaching Education (PKO) students at University Negeri Medan based on the International Tennis Number (ITN) standards. Materials and methods. This research employs a quantitative descriptive design. The method used was a survey involving tests and measurements. The research subjects consisted of 126 respondents. The instrument utilized was the ITN On-Court Assessment, with data analyzed using descriptive statistics. Results. The results show that the majority of respondents (97.6%) possess basic tennis technical skills at a beginner level, with the most frequent classification being ITN Level 8 (46.8%). Half of the respondents (50%) demonstrated "poor" proficiency in groundstroke depth. Regarding groundstroke accuracy, most participants fell into the "very poor" category (57.9%). Respondents generally exhibited "poor" ability in both volley depth (61.1%) and service competence (62.7%). In contrast, the mobility level was predominantly categorized as "moderate" (42.9%). Conlusion. It is recommended that students engage in independent practice outside of lecture hours. Furthermore, the International Tennis Number (ITN) instrument should be implemented as a course completion standard or a prerequisite for students.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes Kelincahan Pada International Tennis Number (ITN) On Court Assesment untuk Pemain Tenis Pemula David Siahaan; Manotar Sinaga; Saipul Ambri Damanik; Pangondian Hotliber Purba
Dharmas Journal of Sport Vol 6 No 02 (2026): Dharmas Journal of Sport
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/djs.v6i02.2573

Abstract

Olahraga tenis mengharuskan atlet memiliki kemampuan untuk merubah arah gerak, reaksi yang baik serta keseimbangan. Kemampuan fisik untuk dapat merubah arah dengan cepat memungkinkan pemain untuk melakukan pukulan berulang sambil beradaptasi dengan kecepatan bola yang datang, mengantisipasi putaran bola dan juga sudut pukulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif validitas dan reliabilitas Tes Kelincahan pada ITN On Court Assesment untuk Pemain Tenis Pemula untuk tingkat mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis kuantitatif, berfokus pada studi evaluasi instrumen. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria ITN level 8, 9, dan 10, yang dikategorikan sebagai pemula. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kelincahan sebagai komponen dari ITN On Court Assesment. Analisis data dilakukan menggunakan koefisien korelasi Pearson dan Koefisien Korelasi Intraclass (ICC). Hasil menunjukkan bahwa komponen mobilitas menunjukkan validitas dengan koefisien korelasi -0,246 (p = .006). Instrumen tes kelincahan pada ITN On Court Assesment memperoleh koefisien ICC sebesar 0,668. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pelatih menggunakan dan menstandarkan hasil pengujian ini untuk menguji kelincahan pemain tenis pemula untuk mahasiswa di tingakt perguruan tinggi sehingga variabilitas data dapat diminimalkan.