Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Integrasi RTH Produktif: Solusi Ekonomi Kreatif danĀ Kesehatan Lingkungan Indra Maryam; Malikuddin Surgani Wahid; Rusman S; Hendrik Hendrik; Nurkalbih Ramadhani Yusuf; Winny Angraini Ashari; Ahmad Hunain Supyan; Wahyu Hidayat; Muhammad Iqbal Padli
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/b77wy663

Abstract

Pembangunan perkotaan yang pesat sering kali memicu degradasi lingkungan dan hilangnya lahan hijau, yang berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat. Masalah utama di RW 04 Kelurahan Rampoang adalah banyaknya lahan tidur yang tidak terkelola dan hanya menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Produktif sebagai solusi ekonomi kreatif dan kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang melibatkan warga sebagai mitra aktif melalui tahapan observasi, edukasi, implementasi wall gardening, serta monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan adanya transformasi kognitif yang signifikan, di mana pemahaman warga mengenai RTH Produktif meningkat drastis dari rata-rata 45% menjadi 85%. Secara fisik, lahan marginal telah berhasil diubah menjadi area produktif yang dikelola secara mandiri oleh Kelompok Wanita Tani (KWT). Kesimpulannya, integrasi RTH produktif tidak hanya memperbaiki estetika dan kesehatan lingkungan, tetapi juga memperkuat resiliensi ekonomi dan kemandirian pangan lokal masyarakat perkotaan. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan komunitas mampu menciptakan solusi praktis bagi tantangan lingkungan masa depan
Spatial Modeling of Coastal Flood Vulnerability Driven by Land Subsidence and Sea Level Rise Based on Altimetry and Geospatial Data Wahyu Hidayat
Structures, Infrastructure, Planning, Implementation, and Legislation Vol. 2 No. 1 (2026): April,2026
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/sipil.v2i1.480

Abstract

Coastal regions in Indonesia are currently facing unprecedented risks from the convergence of global climatic shifts and localized geological instability. This study investigates the intensifying vulnerability of the Jakarta-Bekasi coastal corridor, highlighting it as a critical zone within the broader context of regional climate adaptation. The objective is to evaluate the synergistic impact of eustatic sea-level rise and aggressive land subsidence on permanent inundation projections through 2030. Utilizing a quantitative geospatial design, the research integrates satellite altimetry from the Sentinel-6 mission with terrestrial geodetic data from 12 Continuous Operating Reference Stations (CORS) across a 12,500-hectare study area. Key variables include vertical land motion rates and sea surface height anomalies, processed through high-resolution Digital Elevation Models (DEMNAS). Results indicate that localized land subsidence, peaking at 11.2 cm per year, is the primary driver of flood risk, rendering Relative Sea Level Rise () significantly more destructive than global eustatic averages. Statistical analysis confirms that subsidence accounts for 82% of the variance in coastal inundation expansion, with critical hotspots in the Penjaringan and Muara Gembong sectors. These findings imply that current coastal defense structures are nearing functional failure due to the rapid erosion of operational freeboards. Consequently, the study concludes that regional resilience necessitates a shift from static engineering to adaptive water management and the implementation of Nature-based Solutions. Future research should prioritize AI-driven predictive modeling and volumetric building load analysis to enhance long-term mitigation strategies.
Evaluasi Kepatuhan Spasial: Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Terhadap Dinamika Pembangunan Kota Makassar Nur Ilmi Admaja; Hendri; Malikuddin Surgani Wahid; Wahyu Hidayat
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.482

Abstract

Pertumbuhan ekonomi dan investasi yang pesat di Kota Makassar mendorong tingginya permintaan lahan usaha, yang apabila tidak dikendalikan berpotensi menimbulkan eksternalitas negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan pembangunan kota. Instrumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) berperan krusial menjamin kepastian hukum pelaku usaha sekaligus mengendalikan pemanfaatan ruang pasca-pemberlakuan sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Namun, realitas lapangan menunjukkan disparitas antara izin yang diterbitkan dan pemanfaatan ruang aktual, yang mengindikasikan celah pengawasan dan risiko keberlanjutan investasi. Penelitian ini mengevaluasi data spasial 26 perusahaan/pemohon KKPR dengan total lahan 365.443,92 m² (36,54 Ha) di Kota Makassar menggunakan analisis tumpang susun (overlay analysis) berbasis GIS dan analisis deskriptif-kuantitatif. Hasil kajian menunjukkan 62,92% (22,99 Ha) lahan dinyatakan Sesuai dan 37,08% (13,55 Ha) Tidak Sesuai dengan arahan pola ruang RTRW Kota Makassar berdasarkan Perda No. 7 Tahun 2024. Pelanggaran terbesar terjadi pada zona Gudang (7,84 Ha) akibat pengembangan Real Estate, diikuti RTH (1,96 Ha) dan Badan Air/Sungai (0,98 Ha). Faktor penyebab utama meliputi belum tersedianya RDTR komprehensif, tekanan nilai ekonomi lahan, lemahnya pengawasan KKPR, inkonsistensi RTRW, dan rendahnya literasi tata ruang pelaku usaha. Kajian merekomendasikan percepatan RDTR, penegakan hukum tata ruang, dan sistem monitoring GIS real-time guna mewujudkan iklim investasi tertib dan berkelanjutan di Kota Makassar.
Analisis Kerawanan Banjir Kabupaten Nabire Priyah Putra; Indra Maryam; Nurkalbhi Ramadhani Yusuf; Hendrik; Wahyu Hidayat
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18789

Abstract

Kawasan pesisir Kabupaten Nabire menghadapi ancaman banjir yang semakin kompleks akibat perubahan tata guna lahan yang tidak terkendali dan karakteristik fisik wilayah yang rentan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan tingkat serta sebaran spasial kerawanan banjir di kawasan pesisir Nabire menggunakan metode weighted overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Enam parameter dianalisis: curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian lahan, tata guna lahan, jenis tanah, dan jarak dari sungai, dengan pembobotan multikriteria. Hasil analisis menunjukkan dominasi kelas kerawanan Tinggi (38,22%; 3.822,1 Ha) dan Sedang (31,54%; 3.154,8 Ha), dengan lebih dari 45% wilayah pada kelas Tinggi hingga Sangat Tinggi. Kawasan permukiman padat di sempadan sungai, tambak, dan muara merupakan zona kerawanan tertinggi, sementara hutan mangrove berfungsi sebagai penyangga alami. Temuan ini mengimplikasikan perlunya revisi RTRW, rehabilitasi mangrove, pengendalian alih fungsi lahan di dataran banjir, dan peningkatan kapasitas infrastruktur drainase sebagai langkah mitigasi yang komprehensif.