Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan di RSUD Sukoharjo Yulianti, Tri; Anggraini, Lusi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v17i2.12261

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic with high prevalence and it can increase the risk of the complications, if it not handled properly. Medication adherence is one of the determining factor to achive therapeutic outcome. This research aims to determine the affecting factors of adherence in  diabetes mellitus type 2 outpatient at RSUD Sukoharjo in 2020. This research type is  cross sectional with a purposive sampling technique. A total of 85 patients diabetes mellitus type 2 outpatient at RSUD Sukoharjo with inclusion criteria received OAD therapy (Oral Antidiabetic Drugs) or a combination of OAD with insulin for at least 1 month, recruited in this study. The data was collected from medical records and questionnaires. Adherence was measured by using the MARS 5 questionnaire (Medication Adherence Report Scale 5). Factors contributing to medication adherence was analyzed by using chi-square test. The results showed that 37 respondents (43.5%) were obedient. The significant factors of medication adherence are monthly income (p-value = 0.018 and OR = 2.887), Medication (p - value = 0.007 and OR = 3,551), the frequency of treatment (p-value = 0.006 and OR = 3,529) and blood glucose level (p-value = 0.006 and OR = 3,529).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan di RSUD Sukoharjo Tri Yulianti; Lusi Anggraini
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v17i2.12261

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic with high prevalence and it can increase the risk of the complications, if it not handled properly. Medication adherence is one of the determining factor to achive therapeutic outcome. This research aims to determine the affecting factors of adherence in  diabetes mellitus type 2 outpatient at RSUD Sukoharjo in 2020. This research type is  cross sectional with a purposive sampling technique. A total of 85 patients diabetes mellitus type 2 outpatient at RSUD Sukoharjo with inclusion criteria received OAD therapy (Oral Antidiabetic Drugs) or a combination of OAD with insulin for at least 1 month, recruited in this study. The data was collected from medical records and questionnaires. Adherence was measured by using the MARS 5 questionnaire (Medication Adherence Report Scale 5). Factors contributing to medication adherence was analyzed by using chi-square test. The results showed that 37 respondents (43.5%) were obedient. The significant factors of medication adherence are monthly income (p-value = 0.018 and OR = 2.887), Medication (p - value = 0.007 and OR = 3,551), the frequency of treatment (p-value = 0.006 and OR = 3,529) and blood glucose level (p-value = 0.006 and OR = 3,529).
Ketepatan Pemilihan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Surakarta Tri Yulianti; Ardian Chiburdanidze
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.657 KB)

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang berhubungan denganmorbiditas dan mortalitas yang tinggi. Ketika diagnosis hipertensisudah ditegakkan, pengobatan antihipertensi jangka panjang diikutidengan monitoring penggunaan obat merupakan hal yang pentingdilakukan. Kesesuaian pemilihan obat dapat meningkatkankeberhasilan terapi hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk melihat ketepatan pemilihan obat antihipertensi pada pasienhipertensi di salah satu rumah sakit di Surakarta. Penelitian inimerupakan penelitian observasional, dengan rancangan crosssectional dan analisis dilakukan secara deskriptif. Dilakukan di polirawat jalan salah satu rumah sakit pemerintah di Surakarta. Pasienhipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta yang mendapatkanpengobatan antihipertensi menjadi kriteria inklusi penelitian ini.Selama penelitian ini, terdapat 99 pasien yang memenuhi kriteriainklusi. Data didapatkan dari rekam medis pasien dan data ketikapasien kontrol rawat jalan. Dilakukan analisis ketepatan pemilihanobat meliputi kategori ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatanpasien dan ketepatan dosis berdasarkan pedoman The 7th Report ofThe Joint National Committee on Prevention, Detection andTreatment of High Blood Pressure (JNC VII). Didapatkan hasilbahwa kebanyakan pasien dalam penelitan ini, berjenis kelaminperempuan (51%) dengan usia kisaran 45-60 tahun (46%). Sebanyak36% memiliki penyakit penyerta yang dapat memperburuk penyakitkardiovaskuler, yaitu hiperlipidemia (42%) diikuti oleh diabetesmellitus (39%). Golongan obat antihipertensi tunggal yang palingbanyak digunakan adalah golongan ACE-inhibitor (32%) sedangkankombinasi antihipertensi terbesar adalah kombinasi ACE-inhibitordan Calsium Channel Blocker (10%). Berdasarkan hasil evaluasiketepatan didapatkan pasien dengan tepat indikasi 100%, tepat obat97,97%, tepat pasien 97.97% dan tepat dosis adalah 63,63%.
Faktor-Farktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Sukoharjo Tahun 2020 Novi Khamilia; Tri Yulianti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.144 KB)

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan secara total yang dapat berdampak pada kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 dan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan yang melakukan terapi di RSUD Sukoharjo tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini diperoleh sampel sebanyak 85 pasien rawat jalan di poliklinik penyakit dalam RSUD Sukoharjo bulan Januari-Februari 2020. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan diagnosis DM tipe 2 dengan atau tanpa komplikasi dan penyakit penyerta, pasien DM tipe 2 dengan usia ≥ 18 tahun dan mendapatkan terapi obat antihiperglikemik oral atau obat antidiabetik oral dan insulin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner DQLCTQ (Diabetes Quality of Life Clinical Trial Questionnaire) dan rekam medik pasien. Analisis statistik menggunakan uji independent sample t-test dan regresi linear berganda. Hasil kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Sukoharjo adalah baik dan faktor yang berpengaruh yaitu jenis kelamin (p= 0,046) dan penghasilan (p= 0,08). Sedangkan faktor usia, indeks masa tubuh (IMT), pendidikan, pekerjaan, lama menderita, polifarmasi, kadar gula darah, komplikasi, komorbiditas dan asuransi tidak berpengaruh terhadap kualitas hidup dengan p-value >0,05.
The Relationship between Dagusibu Knowledge and Practice in the Community in Tegalyoso Village, South Klaten Distric Devi Rahmawati; Tri Yulianti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.797 KB)

Abstract

Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang atau disingkat DAGUSIBU adalah cara penggunaan dan pengelolaan obat dengan benar. Dengan adanya pengetahuan tentang DAGUSIBU di masyarakat menjadi lebih sadar terhadap penggunaan dan pengelolaan obat dengan bijak dan benar. Pengetahuan adalah salah satu faktor yang akan mempengaruhi terbentuknya praktik dalam penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan praktik DAGUSIBU masyarakat Di Kelurahan Tegalyoso Kecamatan Klaten Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental (observasional) dengan desain penelitian cross sectional. Subjek dipilih secara Purposive Sampling sebanyak 220 responden. Pengujian hubungan pada penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman. Berdasarkan uji korelasi spearman didapatkan nilai sig. (2-tailed) 0,000 dan r=0,624 yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan praktik DAGUSIBU. Informasi mengenai DAGUSIBU paling banyak didapatkan dari apoteker. Semakin baik pengetahuan maka praktik DAGUSIBU masyarakat juga semakin baik. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan praktik masyarakat mengenai cara mendapatkan, menggunakan dan menyimpan obat sudah baik. Namum, pengetahuan dan praktik masyarakat pada cara membuang obat masih kurang dan perlu ditingkatkan.
Evaluation of Rationality and Effectiveness of Antibiotics Use in Geriatric Patients Diagnosed with Urinary Tract Infections in the Inpatient Installation of One Hospital in Surakarta Dias Santoso Putri; Tri Yulianti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.587 KB)

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi terbanyak kedua yang terdiagnosa di rumah sakit dan sering terjadi pada orang yang sudah lanjut usia, di atas usia 60 tahun. Tingginya jumlah pemakaian antibiotik dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan seperti resistensi bakteri terhadap antibiotik yang merupakan ancaman global pada kesehatan. Penyebab dari bakteri yang resisten adalah ketidakbijakan dalam penggunaan antibiotik. Peresepan tanpa indikasi yang jelas dan pentuan dosis yang keliru merupakan sebagian contoh dari ketidakrasionalan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penggunaan antibiotik yang rasional dan mengetahui efektivitas dari antibiotik yang digunakan untuk terapi pada geriatri di intalasi rawat inap salah satu rumah sakit di Surakarta. Penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional yang menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Data pasien dianalisis mengenai ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan pasien, ketepatan dosis, dan efektivitas penggunaan antibiotik. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 24 pasien. Hasil evaluasi kerasionalan penggunaan antibiotik menunjukkan ketepatan indikasi sebanyak 24 kasus (100%), ketepatan obat sebanyak 23 kasus (95,83%), ketepatan pasien sebanyak 24 kasus (100%), ketepatan dosis sebanyak 22 kasus (91,67%). Efektivitas terapi yang dapat dievaluasi sebanyak 13 kasus efektif (54,17%), 1 kasus tidak efektif (4,17%), dan 10 kasus tidak bisa dievaluasi efektivitasnya (41,67%). Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran informasi mengenai kerasionalan penggunaan antibiotik, sehingga kekurangan yang masih ada dalam penelitian ini dapat diperbaiki di penggunaan antibiotik pada pasien khususnya pada kelompok geriatri.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI COMMON COLD PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN NGAWI Jihan Putri Dyawara; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.99

Abstract

Common cold merupakan suatu penyakit gangguan pernafasan yang diawali dengan terjadinya batuk, hidung tersumbat, bersin-bersin, nyeri pada tenggorokan, demam ringan serta sakit kepala. Common cold dapat diterapi dengan cara swamedikasi. Swamedikasi yang baik dipengaruhi oleh pengetahuan dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada common cold. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ngawi, Jawa Timur. Jumlah responden penelitian adalah 100 orang. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Ngawi yang pernah melakukan swamedikasi common cold berusia 18 tahun–60 tahun dan tidak memiliki profesi sebagai tenaga kesehatan. Sumber data pada penelitian adalah kuesioner yang disebar menggunakan Google form yang sudah diuji kelayakannya dengan uji validiatas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linier melalui perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini pada pengetahuan mengenai swamedikasi common cold, terdapat 14% tingkat pengetahuan rendah, 30% tingkat pengetahuantinggi dan 56% responden dengan tingkat pengetahuan tinggi. Pada perilaku, 27% tingkat perilaku cukup, dan 73% responden memiliki perilaku yang baik. Berdasarkan hasil uji hipotesis, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi common cold pada masyarakat Kecamatan Ngawi, Jawa Timur (p<0,001).
EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI 5 PUSKESMAS KOTA CIREBON MENURUT PERMENKES NOMOR 74 TAHUN 2016 Maulyta Aidha Tsalsabilla; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.113

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu yang bertujuan mengenali, mencegah dan menangani masalah obat serta masalah kesehatan dengan apoteker sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya di Puskesmas. Apoteker menggunakan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di 5 Puskesmas Kota Cirebon menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di 5 Puskesmas wilayah Kota Cirebon pada 3-8 Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian 5 Puskesmas di Kota Cirebon mencapai 88,13% secara keseluruhan yang meliputi aspek pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis kakai sebesar 90,65%, aspek pelayanan farmasi klinik sebesar 72,53%, aspek sumber daya kefarmasian sebesar 89,34% dan aspek pengendalian mutu pelayanan kefarmasian sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa 5 Puskesmas di Kota Cirebon telah melaksanakan Standar Pelayanan Kefarmasian menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 dan perlu memaksimalkan pelayanan kefarmasian terutama aspek pelayanan farmasi klinik pada indikator monitoring efek samping obat (MESO) dan pemantauan terapi obat (PTO).
EVALUASI TERAPI ANTIVIRAL PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JUNI TAHUN 2018-JUNI TAHUN 2019 Kurnia Enggar Fitriani; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.132

Abstract

Hepatitis B kronis masih menjadi penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia sehingga membutuhkan perhatian untuk mencegah khusus karena bersifat menular dan dapat menyebabkan kerusakan hati yang permanen. Penyebab tingginya kejadian penyakit hepatitis B kronis karena ketidaktepatan terapi pada pasien hepatitis B kronis. Evaluasi terapi diperlukan untuk mengetahui ketidaktepatan terapi antiviral pada pasien hepatitis B kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan terapi antiviral dan ketepatan penggunaan terapi antiviral yang diberikan kepada pasien hepatitis B kronis di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada periode Juni tahun 2018 – Juni tahun 2019 yang ditinjau dari parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimetaldengan mengambil 60 data rekam medis dari 432 pasien hepatitis B kronis dengan kriteria inklusi yang meliputi pasien rawat inap yang didiagnosa hepatitis B kronis oleh dokter, mendapatkan terapi antiviral, dan data rekam medis yang mencantumkan data laboratorium seperti HBeAg, HBV DNA dan ALT. Analisis data metode deskriptif berdasarkan Konsensus Nasional Pelaksaan Hepatitis B 2012, Informatorium Obat Nasional Indonesia, Panduan Praktik Klinis RSUD Dr. Moewardi tahun 2018, dan Drug information Handbook Edition 17th. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (98,33%), dan ketepatan semua parameter (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis) (98,33%).
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SWAMEDIKASI MASYARAKAT PENGUNJUNG DI EMPAT APOTEK KABUPATEN BOYOLALI Wildha Putri Wijaya; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.144

Abstract

Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis gejala sakit serta merupakan bagian dari self care untuk menjaga kesehatan dan mengatasi penyakit. Kebiasaan masyarakat mendapatkan obat tanpa resep dokter di apotek karena lebih murah dan mudah mendapatkan informasi terkait obat. Namun, pengobatan sendiri ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pemilihan obat karena terbatasnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang obat dan penggunaannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku swamedikasi dan menganalisis ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, dan sikap dengan perilaku masyarakat pengunjung yang melakukan swamedikasi di empat apotek Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan cross sectional dan sumber data didapatkan melalui kuesioner kepada responden dalam bentuk angket yang sudah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 318 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji rank-spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan responden memiliki nilai persentase tingkat pengetahuan sebanyak (39,94%) dalam kategori cukup, sebanyak (90,57%) memiliki sikap yang positif, dan perilaku sebanyak (43,40%) berada pada kategori baik terhadap swamedikasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p-value 0,027), pengetahuan dengan perilaku (p-value 0,007), dan sikap dengan perilaku (p-value 0,000) dalam melakukan swamedikasi. Kontribusi penelitian ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemahaman swamedikasi yang tepat dalam pemilihan obat yang aman.