Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Geadidaktika

Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Ke Non Pertanian Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali Tahun 2006 - 2018 Muhammad Faruq Al Rosyid; Yasin Yusup; Pipit Wijayanti
GEADIDAKTIKA Vol 1, No 2 (2021): Geadidaktika Agustus 2021
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v1i2.47906

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pertumbuhan penduduk Kecamatan Banyudono tahun 2006 – 2018; (2) Mengetahui perubahan lahan penggunaan pertanian Kecamatan Banyudono tahun 2006 – 2018; dan (3) Mengetahui pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan lahan pertanian Kecamatan Banyudono pada tahun 2006 – 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah jumLah penduduk Kecamatan Banyudono tahun 2006 - 2018 dan perubahan penggunaan lahan pertanian yang terjadi di Kecamatan Banyudono tahun 2006 - 2018. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan observasi lapangan. Teknik analisis pertumbuhan penduduk dengan analisis dokumen pertumbuhan penduduk alami yang kemudian diklasifikasikan menjadi peta Pertumbuhan Penduduk, perubahan penggunaan lahan pertanian menggunakan metode tumpangsusun (Overlay) peta penggunaan lahan Kecamatan Banyudono 2006 dan 2018 kemudian dijadikan peta perubahan penggunaan lahan pertanian, analisis pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan lahan pertanian Kecamatan Banyudono tahun 2006 – 2018 menggunakan metode diskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Selama 12 tahun dari tahun 2006 sampai 2018 Kecamatan Banyudono mengalami pertambahan penduduk sebesar 4.271 Jiwa dengan angka pertumbuhan peduduk sebesar 0,81% (2) Pada tahun 2006 lahan pertanian Kecamatan Banyudono seluas 1.621,67 Ha dan pada tahun 2018 seluas 1.446,77 Ha, dalam kurun waktu 12 tahun mengalami perubahan penggunaan lahan pertanian sebesar 175,02 Ha (3) Pertumbuhan penduduk tidak berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan pertanian, karena faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan pertanian yaitu pembangunan industri, pengembangan wisata, dan proyek pembangunan jalan tol.
Strategi Pengembangan dan Pengelolaan Agrowisata Kebun Teh Jamus Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi Tahun 2020 Yahya Dion Tandiga; Mohammad Gamal Rindarjono; Pipit Wijayanti
GEADIDAKTIKA Vol 4, No 1 (2024): Geadidaktika Januari 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v4i1.69636

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui: (1) potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik tambahan Agrowisata Kebun Teh Jamus (2) usaha dalam mengelola kawasan Agrowisata Kebun Teh Jamus (3) strategi pengembangan Agrowisata Kebun Teh Jamus yang dilakukan pemerintah setempat maupun pengelola. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keruangan/spatial process. Penelitian ini memaparkan keseluruhan objek Agrowisata Kebun Teh Jamus dengan atraksi berupa 11 situs unggulan sebagai daya tarik yang dimilikinya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan untuk menganalisis potensi yang dimiliki, wawancara untuk menggali informasi mengenai upaya pengelolaan, serta dokumentasi. Hasil penelitian terkait potensi Agrowisata Kebun Teh Jamus dijelaskan berdasarkan pertumbuhan site/objek wisata yang tersebar di kawasan Agrowisara Kebun Teh Jamus selama periode tahun 2010, 2015, dan 2020 serta dengan melakukan penilaian berdasarkan parameter 4A (Atractions, Accessibilites, Amenities, Activities) menunjukkan kelas potensial hingga sangat potensial. Agrowisata Kebun Teh Jamus telah mengupayakan pengoptimalan usaha dalam rangka pengelolaan objek wisata yang meliputi aspek Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan, karakteristik tradisi petani, karakteristik agroindustri, fasilitas sarana dan prasarana, dan pemilihan lokasi wisata. Sedangkan strategi pengembangan yang cocok diterapkan yaitu strategi Strengths-Threats untuk 6 situs; Strengths­-Opportunities untuk 3 situs; dan Weaknesses-Opportunities untuk 2 situs yang dimiliki Agrowisata Kebun Teh Jamus.Kata Kunci: Agrowisata; Potensi Wisata; Pengelolaan Wisata; Strategi Pengembangan; Analisis SWOT.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Geografi Peserta Didik Kelas X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Kabupaten Klaten (Materi Pokok Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan) Shalahuddin Jundi Robbani; Pipit Wijayanti; Rita Noviani
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 2 (2023): Geadidaktika Agustus 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i2.67994

Abstract

AbstractThis study aims to determine 1) the level of ability of Problem Based Learning (PBL) learning model in improving Geography learning motivation in class X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten. 2) the level of ability of Problem Based Learning (PBL) learning model in improving Geography learning outcomes in class X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten. The method used was classroom action research method which was carried out as many as 2 cycles. The research subjects were students of class X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten as many as 30 students. Data collection instruments are tests, observation, documentation and interviews. The results showed: 1) The application of PBL learning model is proven to increase the learning motivation of students of class X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten on Basic Competency 3.7. Hydrosphere Dynamics and its Impact on Life. This is indicated based on the results of observations of cycle I to cycle II increased 30% from 70% to 100%. 2) The application of PBL learning model is proven to improve the learning outcomes of students of class X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten on Basic Competency 3.7. Hydrosphere Dynamics and its Impact on Life. This is shown based on the test results of cycle I to cycle II from 20 students who have completed (66.67%) to 25 students (83.33%), an increase of 16.67%. Keywords: Learning Model, PBL, Learning Motivation, Learning Outcomes
Pengembangan Media E-Learning Geografi Berbasis Google Sites Untuk Meningkatkan Spatial Critical Thinking Peserta Didik Pada Pembelajaran Geografi di Kelas X SMA Negeri 1 Boyolali Tahun 2022/2023 Hanan Sri Widyantoro; Singgih Prihadi; Pipit Wijayanti
GEADIDAKTIKA Vol 4, No 1 (2024): Geadidaktika Januari 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v4i1.73311

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui kebutuhan siswa terhadap penggunaan media e-learning geografi pada materi dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan untuk meningkatkan berpikir kritis spasial (2) dapat mengetahui kelayakan e-learning. -media pembelajaran geografi (3) keefektifan penggunaan media e-learning geografi pada materi dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan untuk meningkatkan berpikir kritis spasial siswa kelas X SMA N 1 Boyolali. Parameter yang digunakan dalam pengembangan ini adalah berpikir kritis spasial dengan analisis menggunakan uji t dan analisis n-gain score. Hasilnya adalah sebagai berikut: (1) kebutuhan siswa terhadap media e-learning geografi berbasis Google Sites diperoleh dari data analisis kebutuhan gaya belajar, pengalaman menggunakan media, visualisasi warna media, visualisasi font media dan analisis kritis spasial siswa. berpikir (2) pengembangan media e-learning geografi berbasis Google Sites layak dengan memperoleh skor modus 5 (Sangat Baik dalam skala likert) dari ahli materi, ahli media, guru, uji coba individu, dan uji coba kelompok, skor modus 4 (Baik) uji coba lapangan (3) media pembelajaran berbasis Google Sites dinyatakan efektif dalam meningkatkan berpikir kritis spasial, hal ini terlihat pada rata-rata pretest yang awalnya 67,64 menjadi 89,31 pada posttest setelah diberi perlakuan dengan Google Sites media e-learning geografi berbasis.Kata Kunci : Penelitian Pengembangan, E-Learning, Berpikir Kritis Spasial