Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN PASIR ABU GUNUNG MERAPI PROPINSI YOGYAKARTA DENGAN VARIASI PENEKANAN HARIAN Ayi Wawan; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.801

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan Pasir Abu Gunung Merapi Provinsi Yogyakarta sebagai bahan pengganti Pasir untuk mengurangi penggunaan jumlah pasir pada beton. Penelitian ini dilakukan dengan cara perbandingan volume, KB1 (1 : 1 : 1) menghasilkan kuat tekan 707,955 Kg/Cm², KB2 (1,5 : 1 : 1) menghasilkan kuat tekan 609,305 Kg/Cm², KB3 (2 : 1 : 1) menghasilkan kuat tekan 586,094 Kg/Cm², KB4 (1 : 2 : 3) menghasilkan kuat tekan 400,401 Kg/Cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 dan 28 hari terhadap 4 buah benda uji. Pada hasil pengujian kuat tekan ini nilai optimum terjadi pada campuran KB1 (1 : 1 : 1) yaitu sebesar 707,955 Kg/Cm², sedangkan untuk beton yang mengalami penurunan nilai kuat tekan yang paling rendah pada campuran beton normal  KB4 (1 : 2 : 3) yaitu sebesar 400,401 Kg/Cm. Pasir Abu Gunung Merapi Provinsi Yogyakarta sangat baik dipakai untuk bahan pengganti pasir pada beton normal
PENGARUH PENGGUNAAN PRODUK SEMEN TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON Fallih Iqbari Muhammad; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.803

Abstract

Secara umum, pembangunan di seluruh wilayah Indonesia menggunakan material beton, dimana salah satu bahan pembuatannya adalah semen. Pertimbangannya terletak pada segi kemudahan untuk mendapatkan dan kemudahan dalam segi penggunaan. Terdapat berbagai macam produk semen yang ada di Indonesia, hal tersebut membuat tingkat penggunaan semen akan berbeda sesuai dengan kemampuan semen itu sendiri terutama untuk mengikat material lain yang ada di beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kuat tekan pada beton dengan mengunakan berbagai jenis produk semen. Adapun jenis produk semen yang peneliti gunakan ialah, Semen Tiga Roda, Semen Gresik, Semen Padang, Semen Holcim, Semen Batu Raja, serta semen Tonasa. Dengan membuat 12 benda uji berdimensi kubus 15 x 15 x 15 cm dan kuat tekan rencana K-175 atau 14,5 MPa. Pengujian yang dilakukan berupa slump test (uji slump) dan uji kuat tekan beton pada umur 7 hari dan 14 hari. Hasil dari penelitian ini dapat mengetahui perbandingan kuat tekan beton dengan beberapa jenis produk semen. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh dari beton dengan menggunakan semen padang dan semen tonasa pada umur beton 14 hari yang mencapai 12,89 MPa. Sedangkan hasil kuat tekan terendah diperoleh dari beton dengan menggunakan semen holcim pada umur beton 14 hari yang mencapai 9,78 MPa.
PEMANFAATAN ABU SEKAM SEBAGAI FILLER PADA AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA UJI LABORATORIUM Ajeng Kartika Candra Pramesti; Bakhtiar Abu Bakar; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.804

Abstract

Sekam padi adalah salah satu bentuk limbah pertanian yang masih sering kita jumpai di daerah persawahan. Namun limbah sekam padi masih dinilai berdaya guna rendah. Pada penelitian ini digunakan abu sekam variasi subsitusi pada agregat halus dalam campuran beton yaitu sebesar 20%, 40%, dan 50%.  Dengan pengujian yang dilakukan berupa slump test (uji slump) dan uji kuat tekan beton pada umur 7 hari dan 14 hari. Hasil dari uji kuat tekan penelitian ini, nilai kuat tekan tertinggi diperoleh dari beton dengan agregat halus tersubsitusi abu sekam 20% pada umur beton 14 hari yaitu mencapai 10,70 MPa. Sedangkan hasil uji tekan beton terendah dari beton tersubsitusi abu sekam 50% pada umur 7 hari yaitu mencapai 0,92 MPa.
KAJIAN KUAT TEKAN BETON SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DARI LIMBAH PEMOTONGAN BATU MARMER DAN AGREGAT KASAR DARI LIMBAH PEMOTONGAN BATU KAPUR Dewi Fitriani; R. Didin Kusdian; Bakhtiar Abu Bakar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.808

Abstract

Perkembangan infrastruktur yang semakin pesat membuat kebutuhan akan material infrastruktur semakin banyak pula. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut diiringi pula dengan banyaknya limbah. Untuk mengantisipasi banyaknya limbah yang tidak terpakai lagi, maka pada penelitian ini direncanakan pembuatan beton dengan substitusi agregat halus dari limbah batu marmer dan agregat kasar dari limbah batu kapur untuk mengoptimalkan penggunaan limbah yang ada. Selain material tersebut juga digunakan material lain, yaitu pasir, kerikil semen dan air. Kuat tekan beton yang direncanakan yaitu K 300 atau f’c 25 Mpa dengan campuran yang direncanakan yaitu beton 1 : 2 : 3 dan dengan persentase penambahan limbah sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Umur beton yang direncanakan yaitu 7, 14 dan 28 hari. Pembuatan benda uji yaitu 10 buah dengan cetakan kubus 15 x 15 x 15 cm. Untuk kuat tekan beton paling besar didapatkan pada umur beton 28 hari dengan persentase 50% limbah yaitu f’c 49,47 Mpa.
FAKTOR-FAKTOR BERPENGARUH TERHADAP PERCEPATAN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN UNDERPASS BULAK KAPAL KOTA BEKASI Ridwan Saepulrohman; Abdul Chalid; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 1 (2023): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i1.2602

Abstract

Percepatan pembangunan proyek konstruksi merupakan upaya antisipasi terjadinya keterlambatan proyek konstruksi, namun harus tetap memperhatikan faktor biaya dan mutu. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi Faktor-faktor berpengaruh terhadap percepatan proyek konstruksi pembangunan underpass Bulak Kapal Kota Bekasi, dilakukan dengan cara membuat kuesioner yang berisi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi percepatan pembangunan proyek konstruksi. Kuesioner diberikan kepada pekerja yang tergabung dalam proyek pembangunan underpass Bulak Kapal Kota Bekasi. Data kemudian diolah dan dianalisis, analisis dilakukan berdasarkan nilai hasil uji korelasi dan regresi. Hasil analisis uji korelasi dan regresi menunjukan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi percepatan proyek konstruksi pembangunan underpass Bulak Kapal Kota Bekasi adalah faktor kontraktor yang meliputi Kedisiplinan tim proyek, Memberikan motivasi kepada pekerja, Ketersediaan dana pendamping untuk hal-hal bersifat emergency, Memberikan reward atas tercapainya setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan, Melakukan pengecekan langsung lokasi material yang akan dikirim ke proyek, Menambah jumlah alat, Menambah tenaga kerja, Menambah jam kerja atau lembur, Pekerjaan yang dibebankan kontraktor utama, Menyediakan tenaga kerja sesuai dengan keahliannya dengan nilai korelasi Coefficient sebesar 0.149.
Analysis of Helicopter Landing Pad Planning in the Nagreg Area Ruhiyat, Ade; Kusdian, R. Didin
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 7 No. 2 (2026): Devotion: Journal of Community Research
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v7i2.25634

Abstract

Road congestion along the Cileunyi–Nagreg corridor in West Java intensifies annually during the Eid homecoming period, yet the development of a heliport as an alternative solution remains underexplored. This study examines the urgency of heliport development in Nagreg and calculates the structural dimensions of its concrete slab system, including beam dimensions, slab thickness, and reinforcement requirements. Structural analysis was performed to determine internal forces and load redistribution under dead loads, live loads, and earthquake loads. Beam and slab elements were designed to ensure structural strength and stability, with reinforcement calculated based on the ratio of steel area to concrete area. The beam dimensions were determined as 200/400 mm in the x-direction and 203.75/407.5 mm in the y-direction. The concrete slab thickness was calculated to be 12 cm and reinforced with Ø12 mm bars at 120 mm spacing. Strength verification of the slab confirmed that the nominal moment capacity (Mn = 11.436 kNm) exceeds the required ultimate moment (Mu = 5.529 kNm), thereby confirming structural safety and compliance with applicable standards. The study concludes that heliport construction in Nagreg is technically feasible and structurally viable, offering a strategic alternative to mitigate recurring congestion. These findings provide a foundational technical framework for heliport development in similarly congested corridors. Further research is recommended to assess economic feasibility, environmental impact, and integration with regional transportation master plans.
Manajemen Lalu Lintas di Kawasan Perlintasan Sebidang Kereta Api di Jalan Raya Kadungora, Kabupaten Garut Rizki, Muhammad Ilham; Hendarto, Sri; Kusdian, R. Didin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6195

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Garut pada tahun 2024 sekitar 2,717,950 Jiwa dan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 460.397 unit. Aktivitas Transportasi antara Garut dan Bandung semakin meningkat setiap tahunnya hingga memicu berbagai masalah transportasi, salah satunya di area perlintasan sebidang kereta api di jalan Raya Kadungora, Kabupaten Garut. Keberadaan simpang sekitar seratus meter dari perlintasan sebidang menyebabkan kemacetan yang cukup panjang dan meningkatkan waktu perjalanan kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif solusi untuk mengatasi masalah ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan perhitungan untuk mendapatkan kinerja jalan di 5 ruas yang telah ditentukan dan dua simpang menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023). Hasil penelitian ini yaitu volume kendaraan tertinggi pada jam puncak berada di ruas 4 dengan volume 2606,4 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,81 pada hari kerja dan 3059 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,95 pada akhir pekan. Waktu urai kendaraan di perlintasan sebidang untuk arah Bandung-Garut lebih cepat dibandingkan kendaraan arah Garut-Bandung. Rekomendasi alternatif solusi manajemen lalu lintas terbaik yaitu peningkatan kapasitas jalan dengan peraturan larangan kendaraan parkir di ruas 4 dan 2, larangan belok kanan di simpang 2 bagi kendaraan arah Bandung- Garut, dan pemasangan APILL di simpang 2 serta ruang henti khusus kendaraan. Selain itu, alternatif pembangunan jalan flyover sepanjang 800meter dapat menurunkan rata-rata derajat kejenuhan dari 0,72 pada hari kerja menjadi tak lebih dari 0,65, serta dapat memangkas waktu perjalanan kendaraan.
ANALISIS PENGENDALIAN BANJIR DI PERSIMPANGAN JALAN SOEKARNO-HATTA GEDEBAGE KOTA BANDUNG DENGAN NORMALISASI SUNGAI DAN REVITALISASI DRAINASE Aris Hendradinata; Abdul Chalid; R. Didin Kusdian
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5759

Abstract

Banjir adalah tanah yang tergenang akibat dari luapan sungai, yang disebabkan oleh hujan deras, pasang tinggi, gelombang tinggi yang tidak biasa, atau pendangkalan akibat sedimentasi. Salah satu fenomena banjir yang telah lama terjadi adalah Banjir di sekitar persimpangan Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) dan Jalan Rumah Sakit Wilayah Gedebage Kota Bandung. Hal ini dikarenakan Intensitas hujan di daerah hulu (wilayah Ujungberung) yang cukup tinggi menyebabkan genangan banjir terjadi. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji rencana pengendalian banjir dengan normalisasi sungai di kawasan Gedebage Kota Bandung. Metode digunakan di dalam penelitian yaitu metode numerik dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran hidrologi dan hidraulika. Output penelitian berupa hasil simulasi banjir pada setiap kala ulang dengan 2 skenario yaitu eksisting dan normalisasi sungai. Hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh besaran debit banjir kala ulang 25 tahun pada setiap sungai di kawasan Gedebage yaitu di sungai Cisaranten sebesar 24.31 m3/detik, debit banjir di sungai Jajaway sebesar 3.58 m3/detik, debit banjir di sungai Cinambo sebesar 14.39 m3/detik, debit banjir di sungai Cipamulihan sebesar 7.19 m3/detik dan debit banjir di sungai Cilameta sebesar 6.69 m3/detik. Dari hasil simulasi dengan skenario eksisting yang telah dilakukan diperoleh peningkatan luas genangan dari kala ulang 5 tahun ke kala ulang 25 tahun yaitu meningkat dari 8,20 ha pada kala ulang 5 tahun meningkat menjadi 11,04 ha pada kala ulang 25 tahun. Untuk pengendalian banjir pada Kawasan Gedebage Kota Bandung adalah dengan melakukan normalisasi sungai khususnya pada Sungai Cinambo yang berperan penting pada limpasan banjir di Kawasan Gedebage. Dari hasil simulasi dengan skenario normalisasi sungai yaitu normalisasi Sungai Cinambo dan revitalisasi saluran drainase diperoleh penurunan luas genangan khususnya pada area perempatan yang menjadi tidak tergenang lagi. Dimana reduksi banjir dari hasil simulasi skenario normalisasi sungai dan revitalisasi saluran drainase adalah dapat mengurangi genangan sebesar 33%.