Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN PASIR ABU GUNUNG MERAPI PROPINSI YOGYAKARTA DENGAN VARIASI PENEKANAN HARIAN Ayi Wawan; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.801

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan Pasir Abu Gunung Merapi Provinsi Yogyakarta sebagai bahan pengganti Pasir untuk mengurangi penggunaan jumlah pasir pada beton. Penelitian ini dilakukan dengan cara perbandingan volume, KB1 (1 : 1 : 1) menghasilkan kuat tekan 707,955 Kg/Cm², KB2 (1,5 : 1 : 1) menghasilkan kuat tekan 609,305 Kg/Cm², KB3 (2 : 1 : 1) menghasilkan kuat tekan 586,094 Kg/Cm², KB4 (1 : 2 : 3) menghasilkan kuat tekan 400,401 Kg/Cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 dan 28 hari terhadap 4 buah benda uji. Pada hasil pengujian kuat tekan ini nilai optimum terjadi pada campuran KB1 (1 : 1 : 1) yaitu sebesar 707,955 Kg/Cm², sedangkan untuk beton yang mengalami penurunan nilai kuat tekan yang paling rendah pada campuran beton normal  KB4 (1 : 2 : 3) yaitu sebesar 400,401 Kg/Cm. Pasir Abu Gunung Merapi Provinsi Yogyakarta sangat baik dipakai untuk bahan pengganti pasir pada beton normal
PENGARUH PENGGUNAAN PRODUK SEMEN TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON Fallih Iqbari Muhammad; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.803

Abstract

Secara umum, pembangunan di seluruh wilayah Indonesia menggunakan material beton, dimana salah satu bahan pembuatannya adalah semen. Pertimbangannya terletak pada segi kemudahan untuk mendapatkan dan kemudahan dalam segi penggunaan. Terdapat berbagai macam produk semen yang ada di Indonesia, hal tersebut membuat tingkat penggunaan semen akan berbeda sesuai dengan kemampuan semen itu sendiri terutama untuk mengikat material lain yang ada di beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kuat tekan pada beton dengan mengunakan berbagai jenis produk semen. Adapun jenis produk semen yang peneliti gunakan ialah, Semen Tiga Roda, Semen Gresik, Semen Padang, Semen Holcim, Semen Batu Raja, serta semen Tonasa. Dengan membuat 12 benda uji berdimensi kubus 15 x 15 x 15 cm dan kuat tekan rencana K-175 atau 14,5 MPa. Pengujian yang dilakukan berupa slump test (uji slump) dan uji kuat tekan beton pada umur 7 hari dan 14 hari. Hasil dari penelitian ini dapat mengetahui perbandingan kuat tekan beton dengan beberapa jenis produk semen. Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh dari beton dengan menggunakan semen padang dan semen tonasa pada umur beton 14 hari yang mencapai 12,89 MPa. Sedangkan hasil kuat tekan terendah diperoleh dari beton dengan menggunakan semen holcim pada umur beton 14 hari yang mencapai 9,78 MPa.
PEMANFAATAN ABU SEKAM SEBAGAI FILLER PADA AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA UJI LABORATORIUM Ajeng Kartika Candra Pramesti; Bakhtiar Abu Bakar; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.804

Abstract

Sekam padi adalah salah satu bentuk limbah pertanian yang masih sering kita jumpai di daerah persawahan. Namun limbah sekam padi masih dinilai berdaya guna rendah. Pada penelitian ini digunakan abu sekam variasi subsitusi pada agregat halus dalam campuran beton yaitu sebesar 20%, 40%, dan 50%.  Dengan pengujian yang dilakukan berupa slump test (uji slump) dan uji kuat tekan beton pada umur 7 hari dan 14 hari. Hasil dari uji kuat tekan penelitian ini, nilai kuat tekan tertinggi diperoleh dari beton dengan agregat halus tersubsitusi abu sekam 20% pada umur beton 14 hari yaitu mencapai 10,70 MPa. Sedangkan hasil uji tekan beton terendah dari beton tersubsitusi abu sekam 50% pada umur 7 hari yaitu mencapai 0,92 MPa.
KAJIAN KUAT TEKAN BETON SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DARI LIMBAH PEMOTONGAN BATU MARMER DAN AGREGAT KASAR DARI LIMBAH PEMOTONGAN BATU KAPUR Dewi Fitriani; R. Didin Kusdian; Bakhtiar Abu Bakar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 1 No. 1 (2021): SIMTEKS
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v1i1.808

Abstract

Perkembangan infrastruktur yang semakin pesat membuat kebutuhan akan material infrastruktur semakin banyak pula. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut diiringi pula dengan banyaknya limbah. Untuk mengantisipasi banyaknya limbah yang tidak terpakai lagi, maka pada penelitian ini direncanakan pembuatan beton dengan substitusi agregat halus dari limbah batu marmer dan agregat kasar dari limbah batu kapur untuk mengoptimalkan penggunaan limbah yang ada. Selain material tersebut juga digunakan material lain, yaitu pasir, kerikil semen dan air. Kuat tekan beton yang direncanakan yaitu K 300 atau f’c 25 Mpa dengan campuran yang direncanakan yaitu beton 1 : 2 : 3 dan dengan persentase penambahan limbah sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Umur beton yang direncanakan yaitu 7, 14 dan 28 hari. Pembuatan benda uji yaitu 10 buah dengan cetakan kubus 15 x 15 x 15 cm. Untuk kuat tekan beton paling besar didapatkan pada umur beton 28 hari dengan persentase 50% limbah yaitu f’c 49,47 Mpa.
FAKTOR-FAKTOR BERPENGARUH TERHADAP PERCEPATAN KONSTRUKSI PEMBANGUNAN UNDERPASS BULAK KAPAL KOTA BEKASI Ridwan Saepulrohman; Abdul Chalid; R. Didin Kusdian
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 1 (2023): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i1.2602

Abstract

Percepatan pembangunan proyek konstruksi merupakan upaya antisipasi terjadinya keterlambatan proyek konstruksi, namun harus tetap memperhatikan faktor biaya dan mutu. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi Faktor-faktor berpengaruh terhadap percepatan proyek konstruksi pembangunan underpass Bulak Kapal Kota Bekasi, dilakukan dengan cara membuat kuesioner yang berisi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi percepatan pembangunan proyek konstruksi. Kuesioner diberikan kepada pekerja yang tergabung dalam proyek pembangunan underpass Bulak Kapal Kota Bekasi. Data kemudian diolah dan dianalisis, analisis dilakukan berdasarkan nilai hasil uji korelasi dan regresi. Hasil analisis uji korelasi dan regresi menunjukan bahwa faktor-faktor yang paling mempengaruhi percepatan proyek konstruksi pembangunan underpass Bulak Kapal Kota Bekasi adalah faktor kontraktor yang meliputi Kedisiplinan tim proyek, Memberikan motivasi kepada pekerja, Ketersediaan dana pendamping untuk hal-hal bersifat emergency, Memberikan reward atas tercapainya setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan, Melakukan pengecekan langsung lokasi material yang akan dikirim ke proyek, Menambah jumlah alat, Menambah tenaga kerja, Menambah jam kerja atau lembur, Pekerjaan yang dibebankan kontraktor utama, Menyediakan tenaga kerja sesuai dengan keahliannya dengan nilai korelasi Coefficient sebesar 0.149.
Kajian Kondisi Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan 3 Metode, Pci Astm D6433, Ikp Pd 01-2016-B, Dan Metode Bina Marga 1990 Pada Ruas Jalan Ciawi-Singaparna Sta 0+000 - Sta 5+000 Nuruzzaman, Wildan; Hendarto, Sri; Kusdian, R. Didin
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1141

Abstract

Peningkatan kualitas perkerasan jalan merupakan kebutuhan penting untuk mendukung mobilitas dan perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi perkerasan dan menentukan rencana pemeliharaan pada ruas Jalan Ciawi–Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya segmen STA 0+000–STA 5+000. Tiga metode penilaian digunakan, yaitu Pavement Condition Index (PCI) ASTM D6433, Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) PD 01-2016-B, dan metode Bina Marga 1990. Survei lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan, diikuti analisis statistik deskriptif, uji normalitas, serta uji perbedaan nilai menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar metode. PCI menghasilkan nilai kondisi yang lebih rinci berbasis karakteristik kerusakan, sedangkan IKP memberikan skor yang lebih ringkas dan aplikatif di lapangan. Metode Bina Marga cenderung menghasilkan penilaian lebih konservatif karena klasifikasi kerusakan yang lebih sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak ada satu metode yang paling unggul untuk seluruh kondisi. Pemilihan metode penilaian dan strategi pemeliharaan jalan disarankan disesuaikan dengan kebutuhan teknis, tingkat detail data yang diharapkan, dan kondisi lapangan pada ruas studi.   Improving road pavement quality is a crucial requirement to support regional mobility and economy. This study aims to examine pavement conditions and determine maintenance plans on the Ciawi–Singaparna Road section, Tasikmalaya Regency, specifically the STA 0+000–STA 5+000 segment. Three assessment methods were used: the Pavement Condition Index (PCI) ASTM D6433, the Pavement Condition Index (IKP) PD 01-2016-B, and the Bina Marga 1990 method. A field survey was conducted to identify the type and extent of damage, followed by descriptive statistical analysis, normality tests, and ANOVA tests. The results showed significant differences between the methods. The PCI produced more detailed condition scores based on damage characteristics, while the IKP provided more concise and applicable scores in the field. The Bina Marga method tended to produce more classification assessments due to its simpler damage classification. These findings indicate that no single method is superior for all conditions. The selection of assessment methods and road maintenance strategies is recommended to be adjusted to technical needs, the level of data detail expected, and field conditions on the study section.  
Kajian Pengaruh Adanya Pasar Terhadap Kinerja Jalan (Studi Kasus Jalan Ciawi Tasikmalaya) Kadarusman, Nita Rahayu; Hendarto, Sri; Kusdian, R. Didin
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1220

Abstract

Peningkatan populasi dan mobilitas kendaraan di kawasan pusat kota berimplikasi pada meningkatnya aktivitas lalu lintas di ruas Jalan Pasar Ciawi, yang berpotensi menurunkan kinerja jalan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah hambatan samping, yang bersumber dari aktivitas pejalan kaki, kendaraan keluar–masuk, kendaraan lambat, serta parkir di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat hambatan samping dan pengaruhnya terhadap kinerja Jalan Pasar Ciawi. Metode penelitian menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data survei primer lalu lintas dan aktivitas sisi jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruas jalan berada pada kondisi kinerja sedang, dengan hambatan samping pada kategori sedang yang secara signifikan berkontribusi terhadap penurunan kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam aktivitas perdagangan tertinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian dan penataan aktivitas sisi jalan sebagai upaya peningkatan kinerja ruas jalan perkotaan. Secara akademik, penelitian ini memperkuat peran hambatan samping sebagai variabel kunci dalam evaluasi kinerja jalan perkotaan berbasis PKJI 2023, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi perencanaan lalu lintas di kawasan komersial.   The increase in population and vehicle mobility in the downtown area has implications for increased traffic activity on Jalan Pasar Ciawi, which has the potential to reduce road performance. One of the main factors influencing this condition is side barriers, which originate from pedestrian activity, vehicle entry and exit, slow-moving vehicles, and on-road parking. This study aims to analyze the level of side barriers and their impact on the performance of Jalan Pasar Ciawi. The research method uses the 2023 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) with a descriptive approach based on primary survey data of traffic and roadside activities. The analysis results indicate that the road section is in a moderate performance condition, with side barriers in the moderate category that significantly contribute to reduced capacity and smooth traffic flow, especially during peak trading hours. These findings emphasize the importance of controlling and managing roadside activities as an effort to improve the performance of urban roads. Academically, this study strengthens the role of side barriers as a key variable in evaluating urban road performance based on the 2023 PKJI, while also providing practical implications for traffic planning in commercial areas.  
Manajemen Lalu Lintas di Kawasan Perlintasan Sebidang Kereta Api di Jalan Raya Kadungora, Kabupaten Garut Rizki, Muhammad Ilham; Hendarto, Sri; Kusdian, R. Didin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6195

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Garut pada tahun 2024 sekitar 2,717,950 Jiwa dan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 460.397 unit. Aktivitas Transportasi antara Garut dan Bandung semakin meningkat setiap tahunnya hingga memicu berbagai masalah transportasi, salah satunya di area perlintasan sebidang kereta api di jalan Raya Kadungora, Kabupaten Garut. Keberadaan simpang sekitar seratus meter dari perlintasan sebidang menyebabkan kemacetan yang cukup panjang dan meningkatkan waktu perjalanan kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif solusi untuk mengatasi masalah ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan perhitungan untuk mendapatkan kinerja jalan di 5 ruas yang telah ditentukan dan dua simpang menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023). Hasil penelitian ini yaitu volume kendaraan tertinggi pada jam puncak berada di ruas 4 dengan volume 2606,4 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,81 pada hari kerja dan 3059 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,95 pada akhir pekan. Waktu urai kendaraan di perlintasan sebidang untuk arah Bandung-Garut lebih cepat dibandingkan kendaraan arah Garut-Bandung. Rekomendasi alternatif solusi manajemen lalu lintas terbaik yaitu peningkatan kapasitas jalan dengan peraturan larangan kendaraan parkir di ruas 4 dan 2, larangan belok kanan di simpang 2 bagi kendaraan arah Bandung- Garut, dan pemasangan APILL di simpang 2 serta ruang henti khusus kendaraan. Selain itu, alternatif pembangunan jalan flyover sepanjang 800meter dapat menurunkan rata-rata derajat kejenuhan dari 0,72 pada hari kerja menjadi tak lebih dari 0,65, serta dapat memangkas waktu perjalanan kendaraan.
Analysis of Helicopter Landing Pad Planning in the Nagreg Area Ruhiyat, Ade; Kusdian, R. Didin
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 7 No. 2 (2026): Devotion: Journal of Community Research
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v7i2.25634

Abstract

Road congestion along the Cileunyi–Nagreg corridor in West Java intensifies annually during the Eid homecoming period, yet the development of a heliport as an alternative solution remains underexplored. This study examines the urgency of heliport development in Nagreg and calculates the structural dimensions of its concrete slab system, including beam dimensions, slab thickness, and reinforcement requirements. Structural analysis was performed to determine internal forces and load redistribution under dead loads, live loads, and earthquake loads. Beam and slab elements were designed to ensure structural strength and stability, with reinforcement calculated based on the ratio of steel area to concrete area. The beam dimensions were determined as 200/400 mm in the x-direction and 203.75/407.5 mm in the y-direction. The concrete slab thickness was calculated to be 12 cm and reinforced with Ø12 mm bars at 120 mm spacing. Strength verification of the slab confirmed that the nominal moment capacity (Mn = 11.436 kNm) exceeds the required ultimate moment (Mu = 5.529 kNm), thereby confirming structural safety and compliance with applicable standards. The study concludes that heliport construction in Nagreg is technically feasible and structurally viable, offering a strategic alternative to mitigate recurring congestion. These findings provide a foundational technical framework for heliport development in similarly congested corridors. Further research is recommended to assess economic feasibility, environmental impact, and integration with regional transportation master plans.