Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Efektivitas Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiactica L.) Sebagai Anti Kontaminan Dalam Pertumbuhan Kultur Jaringan Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Tedjo MZ Alya Hasna Irbah Septiani; Florentina Kusmiyati; Budi Adi Kristanto
Agroteknika Vol 5 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v5i1.147

Abstract

Kentang merupakan tanaman yang mengandung tingkat karbohidrat tinggi sehingga menjadi pangan alternatif pengganti beras. Kultur jaringan menjadi teknik perbanyakan tanaman kentang yang sering digunakan karena dapat menghasilkan bibit kentang dalam jumlah banyak sekaligus. Namun, permasalahan yang sering terjadi pada kultur jaringan adalah kontaminasi oleh mikroorganisme. Penanganan kontaminasi bisa dilakukan dengan menambahkan bahan bersifat menekan pertumbuhan mikroorganisme seperti pegagan. Pegagan mengandung senyawa triterpenoid yang bersifat antimikrobial dan antifungal. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji efektivitas konsentrasi ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) sebagai anti kontaminan pada pertumbuhan kultur jaringan kentang var. Tedjo MZ. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan empat kali ulangan. Faktor yang digunakan adalah konsentrasi ekstrak daun pegagan; C0: 0%, C1: 2,5%, C2:5%, C3: 7,5% dan C4: 10%. Parameter yang diamati adalah panjang akar, panjang cabang, jumlah daun, tinggi planlet, waktu pertama kontaminasi, persentase kontaminasi jamur dan bakteri serta persentase keberhasilan kultur jaringan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak pegagan pada berbagai konsentrasi belum memberikan dampak signifikan pada seluruh parameter. Pemberian ekstrak pegagan pada media planlet kentang terlihat menghambat pertumbuhan planlet kentang daripada perlakuan kontrol, hal ini dapat disebabkan zat senyawa yang terdapat pada ekstrak pegagan bersifat toksik bagi planlet. Perlakuan kontrol memberikan hasil terbaik pada parameter waktu pertama kontaminasi, persentase kontaminasi jamur dan bakteri, persentase keberhasilan kultur jaringan, panjang akar, panjang cabang, jumlah daun dan tinggi planlet.
Kajian Penambahan Kinetin dan 2,4-D terhadap Pertumbuhan Kultur Jaringan Tanaman Pisang Barangan (Musa paradisiaca L.) pada Fase Subkultur Amalia Wulannanda; Syaiful Anwar; Florentina Kusmiyati
Agroteknika Vol 6 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i1.161

Abstract

Pisang (Musa paradisiaca L.) adalah salah satu buah yang paling populer dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu tanaman pisang yang memiliki potensi untuk dibudidayakan yaitu pisang barangan. Upaya dalam menyediakan bibit yang unggul dalam waktu singkat dan dalam jumlah banyak salah satunya melalui kultur jaringan. ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) Kinetin dan 2,4-D yang dikombinasikan dengan seimbang mampu memacu proses morfogenesis pada eksplan. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh konsentrasi Kinetin dan 2,4-D yang berbeda terhadap pertumbuhan kultur jaringan pisang barangan pada fase subkultur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 4x4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Kinetin; 0 mg/L (K0), 2,5 mg/L (K1), 5 mg/L (K2), 7,5 mg/L (K3). Faktor kedua adalah konsentrasi 2,4-D; 0 mg/L (D0), 0,5 mg/L (D1), 1 mg/L (D2), 1,5 mg/L (D3). Parameter yang diamati adalah waktu muncul tunas, persentase kemunculan tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah akar, dan jumlah daun. Data dianalisis ragam (ANOVA), jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada parameter persentase kemunculan tunas dan jumlah daun terbaik dicapai oleh perlakuan konsentrasi Kinetin 0 mg/l dan 2,4-D 0 mg/l (K0D0). Perlakuan konsentrasi Kinetin 5 mg/l berpengaruh nyata pada parameter jumlah tunas, tinggi tunas, dan jumlah akar, sedangkan pada parameter waktu muncul tunas terbaik terdapat pada perlakuan konsentrasi Kinetin 2,5 mg/l. Penambahan 2,4-D menyebabkan penurunan pada semua parameter sehingga tidak dianjurkan untuk tahap subkultur.
Co-Authors A'yuni Fatkhi Fajriyati Afni Harfina Afni Harfina Akbar, Sifron Alya Hasna Irbah Septiani Amalia Wulannanda Andariza, Isna Panca Anggih Noor Alamsyah Anto Budiharjo Awang Ghosypea Azka, Millati B. Herwibawa Bagus Herwibawa Bakhtiar, Ikrima Farishani Budi Kristanto Chelsea, Fiorentina Civic Julian Pradewa Deviyanti, Vania Mulya Dharmasika, Intan Dwi Retno Lukiwati Dwi Sulastri Dwitomo, Antonius Bagas Elfira, Yolanda Eny Fuskhah Fauziah, Rosita Husnun Febryan Taufiq Fiona Fajarditta Firda Lailatus Sa’adah Hakim Adil Herwibawa, B. Holyness Nurdin Singadimedja Intan Dharmasika K. Karno Karno Karno Khodijah Wafia Kristanto, Budi Adi Kristanto, Budi Adi Lika Alfariatna Lulu Fatikhatul Maryamah Maulana Azhar Adipraja Muhammad Akhlish Muhammad Akhlishil Ishlah Muhimmatul Ifadah Muhimmatul Ifadah Mumtahanah, Zulfa Naila Nabilatus Sunayya Nabilatus Sunayya Nanik Nurhana Natalia Indah Widyasmara Noor Fitriya Mirta Liana Nurhana, Nanik Nurmila Karimah Nurmufiidah, Rahma Nurul Anisa Nurul Fajriyah Nurul Shintawati Oktaviana Limbong pamungkas, wahyu widi kusuma Prameswari Permata Insani Purbajanti, Endang Purwoko, Agus Putra, Fajrin Pramana R. Djoko Soetrisno Rafaella C. Megananda Rafaella Chandraseta Megananda Rahmatika, Wardah Naila Ramadan, Bimastyaji Surya Riska Devita Aprianti Rizal Try Nofiyanto Roessali, Wiludjeng Rokhimun Tolib Roselyn, Melfina Rulia Ervina Dewi Sari Noor Hidayah Sari, Yunita Mahda Sembiring Depari, Muhammad Mukhlis Sifron Akbar Solichah, Urip Jamiati Sri Sangkawati Sachro Sriyana, Ignatius Sudarman, Adriani Darmawati Suharyani Suharyani Sumarsono Sumarsono Susilo Budiyanto suswati suswati Sutarno Sutarno Syaiful Anwar Velly Dontor Nahampun Widiyarso, Salsabila Mumtaz Widyati Slamet Yafizham, Yafizham Yanuar Rizqiani Zulfaa, Latifah