Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

SERAPAN UNSUR HARA NITROGEN DAN PHOSPOR BEBERAPA TANAMAN LEGUM PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA Fajarditta, Fiona; Sumarsono, Sumarsono; Kusmiyati, Florentina
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.852 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji serapan unsur hara nitrogen dan phospor pada tanaman legum pada jenis tanah yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tanah alluvial yang di ambil dari daerah Kabupaten Rembang, tanah latosol yang di ambil dari daerah Kecamatan Tembalang, Semarang; benih legum, meliputi: kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), calopo (Calopogonium mucunoides), turi (Sesbania grandifora), lamtoro (Leucaena leucocephala), dan orok-orok ( Crotalaria juncea L). Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (split plot) dengan 3 ulangan. Perlakuan jenis tanaman sebagai petak utama, yaitu turi, lamtoro, calopo, kaliandra, dan orok-orok. Perlakuan jenis tanah sebagai anak petak, yaitu tanah latosol dan tanah alluvial. Parameter yang diamati adalah serapan N dan P oleh akar dan tajuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa serapan nitrogen tajuk, nitrogen akar, dan phospor tajuk angka tertinggi terlihat pada tanaman kaliandra di tanah latosol berturut-turut yaitu 2,23; 0,41; dan 3,41; sedangkan phospor akar angka tertinggi terlihat pada tanaman lamtoro di tanah latosol (0,67). Pada angka nitrogen tajuk, nitrogen akar, phospor tajuk, dan phospor akar terendah secara berurutan pada tanah alluvial terlihat pada tanaman kaliandra, turi, dan calopo; kaliandra, lamtoro dan calopo; kaliandra, turi, dan calopo; kaliandra, turi, calopo, dan lamtoro. Sedangkan bila di lihat dari persentase laju penurunan nitrogen tajuk, nitrogen akar, phospor tajuk, dan phospor akar terlihat persentase tertinggi pada tanaman kaliandra (92,70%; 87,53%; 93,28%; dan 88,27%), sedangkan persentase laju penurunan terendah nitrogen tajuk, phospor tajuk, dan phospor akar terlihat pada tanaman orok-orok (40,33%; 28,07%; dan 51,98%), sedangkan nitrogen akar terlihat pada tanaman turi (58,28%). Simpulan penelitian adalah serapan nitrogen dan phospor oleh tajuk dan akar legum pada tanah latosol lebih baik dibandingkan tanah alluvial.Kata kunci : alluvial; latosol; legum; nitrogen; phosporABSTRACTThe purpose of this study was to assess the uptake of elements nitrogen and phosphorus of legume crops on different soil types. The material used in this study was alluvial soil taken from areas Rembang district, latosol soil taken from areas Tembalang district, Semarang; seed legumes, include: Calliandra calothyrsus Meissn (kaliandra), Calopogonium mucunoides (calopo), Sesbania grandifora (turi), Leucaena leucocephala (lamtoro), and Crotalaria juncea L (orok-orok). The design used was split plot design (split plot) with 3 replications. The main plot was legumes plants, there are Sesbania grandifora, Leucaena leucocephala, Calopogonium mucunoides, Calliandra calothyrsus Meissn, and Crotalaria juncea L. The sub plot was soil types latosol soil and alluvial soil. Parameters measured were N and P uptake by the roots and crown. The results showed that crown nitrogen uptake, root nitrogen and phosphorus highest editorial looks at the plants in the ground Calliandra calothyrsus Meissn latosol row is 2.23; 0.41; and 3.41, while the roots of the highest visible phosphorus in plants Leucaena leucocephala in latosol soil (0.67). In figures crown nitrogen, nitrogen root, crown phosphorus, and phosphorus lowest root sequentially on alluvial soil seen in plants Calliandra calothyrsus Meissn, Sesbania grandifora, and Calopogonium mucunoides; Calliandra calothyrsus Meissn, Leucaena leucocephala, and Calopogonium mucunoides; Calliandra calothyrsus Meissn, Sesbanian grandifora, and Calopogonium mucunoides; Calliandra calothyrsus Meissn, Sesbania grandifora, Calopogonium mucunoides, and Leucaena leucocephala. Meanwhile, when seen from the decline in the percentage of nitrogen crown, root nitrogen, phosphorous crown and root seen the highest percentage of phosphorus in plants Calliandra calothyrsus Meissn (92.70%, 87.53%, 93.28% and 88.27%), while the percentage of the lowest rate of decline in crown nitrogen, phosphorous crown and root phosphorous visible on the plant Crotalaria juncea L (40.33%; 28.07%; and 51.98%), while nitrogen seen in plant roots Sesbania grandifora (58.28%). Conclusions of research are nitrogen and phosphorus uptake by the crown and on the ground legume roots latosol better than alluvial soil.Key word : alluvial; latosol; legumes; nitrogen; phosphor
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) PADA BERBAGAI UPAYA PERBAIKAN TANAH SALIN Suswati, Suswati; Sumarsono, Sumarsono; Kusmiyati, Florentina
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput benggala (Panicum maximum) pada berbagai upaya perbaikan tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca, Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari : kontrol (P0), gypsum (P1), abu sekam padi (P2), pupuk kandang (P3), gypsum dan abu sekam padi (P4), gypsum dan pupuk kandang (P5) dan abu sekam padi dan pupuk kandang (P6). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar, produksi bahan kering dan nisbah daun batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbaikan tanah salin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar dan produksi bahan kering tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nisbah daun batang.Kata kunci : tanah salin, pertumbuhan dan produksi, rumput benggala
PENGARUH METODE PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) Suharyani, Suharyani; Kusmiyati, Florentina; Karno, Karno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.006 KB)

Abstract

Wilayah pesisir memiliki sumber daya alam yang berpotensi cukup besar untuk pengembangan ternak ruminansia. Hal ini didukung oleh banyaknya lahan marginal yang dapat digunakan untuk mendukung ketersediaan hijauan pakan. Namun ketersediaan hijauan pakan sering menjadi masalah karena sulitnya hijauan pakan untuk tumbuh di wilayah pesisir yang memiliki tanah dengan kadar garam (NaCl) yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode perbaikan tanah salin terhadap serapan nitrogen dan fosfor rumput benggala (Panicum maximum). Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP selama 5 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dan 7 perlakuan (T0 : Kontrol; T1 : gypsum (0,02 kg/pot);T2 : abu sekam padi (0,01 kg/pot); T3 : pupuk kandang (1,30 kg/pot); T4 : gypsum (0,02 kg/pot) dan abu sekam padi (0,01 kg/pot); T5 : gypsum (0,02 kg/pot) dan pupuk kandang (1,30 kg/pot); T6 : abu sekam padi (0,01 kg/pot) dan pupuk kandang (1,30 kg/pot). Parameter yang diamati adalah (1) serapan nitrogen, (2) serapan fosfor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perbaikan tanah salin pada perlakuan gypsum dan pupuk kandang dapat meningkatkan serapan nitrogen dan fosfor pada tanah salin. Kesimpulan adalah penyerapan nitrogen dan fosfor oleh rumput benggala tertinggi dengan pemberian perlakuan gypsum dan pupuk kandang.Kata kunci : Rumput benggala, nitrogen, fosfor, tanah salin.Abstract The coastal area has a potential resource for livestock development. This is supported by large areas of marginal land that can be used for forage production. However, forage production in coastal areas is often limited by saline soil which has high sodium concentration. This study aimed to assess the effect of saline soil improvement methods on nitrogen and phosphorus uptake of Bengagala grass (Panicum maximum). The experiment was conducted for 5 months at the Greenhouse of Forage Science Laboratory, Department of Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science and Agriculture, Diponegoro University. The experiment was arranged based on completely randomized Design (CRD) with 3 replications and 7 treatments (T0: Control; T1: gypsum (0.02 kg/pot), T2: rice husk ash (0.01 kg/pot); T3: animal manure (1.30 kg/pot); T4: gypsum (0.02 kg/pot) and rice husk ash (0.01 kg/pot), T5: gypsum (0.02 kg/pot) and animal manure (1.30 kg/pot); T6: rice husk ash (0.01 kg/pot) and animal manure (1.30 kg/pot). Parameters observed were (1) absorption of nitrogen, (2) absorption of phosphorus. The results showed that the treatment of gypsum and animal manure increased uptake of nitrogen and phosphorus in saline soil. It can be concluded that the treatment of gypsum and animal manure resulted in the highest nitrogen and phosphorus uptake by Benggala grass.Key word: Benggala grass, nitrogen, phosphorous, saline soil.
KARAKTERISTIK FISIOLOGI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) PADA TANAH SALIN YANG DIPERBAIKI Pradewa, Civic Julian; Sumarsono, Sumarsono; Kusmiyati, Florentina
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.696 KB)

Abstract

Research use saline soil from Kaliori, Rembang, Central Java, in green house and Plant and feed science Laboratorium, of animal husbandry and agricultural faculty, Diponegoro University. The research to evaluated Physiology Characteristic of Benggala grass that, wide leaf area, a chlorophyll, b chlorophyll, total chlorophyll, and nitrat reductase activty at repair of saline soil. Research use complete random progam, and duncan test with 3 rasio, and 7 treatment. Control (P0), gypsum (P1), ash hull of rice (P2), animal fertilizer (P3), gypsum and ash hull of rice combination (P4), gypsum and animal fertilizer combination (P5), ash hull of rice and animal fertilizer combination (P6). Repair of saline soil with gypsum and animal fertilizer combination (P5) have best effect, than other treatment. This effect give highest on the average at parameter of wide leaf area, and so of a chlorophyll, b chlorophyll, total chlorophyll, and nitrat reductase.Key word : Saline soil, Benggala grass, Leaf Area, chlorophyll, Nitract Reductase Activity.ABSTRACTPenelitian menggunakan tanah salin asal kecamatan Kaliori, Rembang Jawa Tengah dan dilaksanakan di rumah kaca dan Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, untuk mengkaji karakteristik fisiologi rumput benggala yaitu luas daun, klorofil a, b, dan total, serta aktivitas nitrat reduktase, pada tanah salin yang diperbaiki. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang di lanjutkan dengan uji jarak berganda duncan, yang terdiri 3 ulangan dan 7 perlakuan, yaitu kontrol (P0), gipsum (P1), abu sekam padi (P2), pupuk kandang (P3), kombinasi gipsum dan abu sekam padi (P4), kombinasi gipsum dan pupuk kandang (P5), kombinasi abu sekam padi dan pupuk kandang (P6). Perbaikan tanah salin menggunakan perlakuan kombinasi pupuk kandang gipsum (P5) memiliki pengaruh paling baik dibandingkan dengan perlakuan lain. Perlakuan kombinasi gipsum pupuk kandang, menunjukkan nilai rata-rata paling tinggi pada parameter luas daun, begitu pula pada klorofil a, klorofil b, klorofil total serta aktivitas nitrat reduktase.Kata kunci : Tanah Salin, Rumput Benggala, Luas Daun, Klorofil, Aktivitas Nitrat Reduktase.
Co-Authors A'yuni Fatkhi Fajriyati Afni Harfina Afni Harfina Akbar, Sifron Alya Hasna Irbah Septiani Amalia Wulannanda Andariza, Isna Panca Anggih Noor Alamsyah Anto Budiharjo Awang Ghosypea Azka, Millati B. Herwibawa Bagus Herwibawa Bakhtiar, Ikrima Farishani Budi Kristanto Chelsea, Fiorentina Civic Julian Pradewa Deviyanti, Vania Mulya Dharmasika, Intan Dwi Retno Lukiwati Dwi Sulastri Dwitomo, Antonius Bagas Elfira, Yolanda Eny Fuskhah Fauziah, Rosita Husnun Febryan Taufiq Fiona Fajarditta Firda Lailatus Sa’adah Hakim Adil Herwibawa, B. Holyness Nurdin Singadimedja Intan Dharmasika K. Karno Karno Karno Khodijah Wafia Kristanto, Budi Adi Kristanto, Budi Adi Lika Alfariatna Lulu Fatikhatul Maryamah Maulana Azhar Adipraja Muhammad Akhlish Muhammad Akhlishil Ishlah Muhimmatul Ifadah Muhimmatul Ifadah Mumtahanah, Zulfa Naila Nabilatus Sunayya Nabilatus Sunayya Nanik Nurhana Natalia Indah Widyasmara Noor Fitriya Mirta Liana Nurhana, Nanik Nurmila Karimah Nurmufiidah, Rahma Nurul Anisa Nurul Fajriyah Nurul Shintawati Oktaviana Limbong pamungkas, wahyu widi kusuma Prameswari Permata Insani Purbajanti, Endang Purwoko, Agus Putra, Fajrin Pramana R. Djoko Soetrisno Rafaella C. Megananda Rafaella Chandraseta Megananda Rahmatika, Wardah Naila Ramadan, Bimastyaji Surya Riska Devita Aprianti Rizal Try Nofiyanto Roessali, Wiludjeng Rokhimun Tolib Roselyn, Melfina Rulia Ervina Dewi Sari Noor Hidayah Sari, Yunita Mahda Sembiring Depari, Muhammad Mukhlis Sifron Akbar Solichah, Urip Jamiati Sri Sangkawati Sachro Sriyana, Ignatius Sudarman, Adriani Darmawati Suharyani Suharyani Sumarsono Sumarsono Susilo Budiyanto suswati suswati Sutarno Sutarno Syaiful Anwar Velly Dontor Nahampun Widiyarso, Salsabila Mumtaz Widyati Slamet Yafizham, Yafizham Yanuar Rizqiani Zulfaa, Latifah