Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika Unand

Prakiraan Intensitas Curah Hujan Menggunakan Metode Fuzzy Logic Berdasarakan Tipe Pola Hujan Faqih Nurrohman; Muhammad Arsyad; Agus Susanto; Adi Prasetiyo
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.401-408.2023

Abstract

Indonesia memiliki tiga tipe pola hujan yaitu pola monsunal, pola ekuatorial, dan pola lokal yang berpotensi memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas penerbangan. Untuk meminimalisir dampak yang tidak diinginkan diperlukan prakiraan intensitas curah hujan menggunakan metode fuzzy logic khususnya di wilayah Medan (pola ekuatorial), Jakarta (pola monsunal), dan Sorong (pola lokal) yang merupakan wilayah dengan penerbangan tersibuk di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data dengan rentang waktu 3 jam yang terdiri dari data input seperti K-Index, Precipitable Water, kelembapan relatif lapisan 850 mb, kelembapan relatif lapisan 700 mb, dan kelembapan relatif lapisan 500 mb yang digunakan untuk memprakirakan intensitas curah hujan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini didominasi oleh output tidak hujan dan hujan ringan sedangkan akurasi yang didapatkan pada penelitian ini secara umum diatas 80% dengan wilayah Jakarta merupakan wilayah dengan akurasi tertinggi dibandingkan wilayah Medan dan Sorong.
Evaluasi Kerentanan Seismik Wilayah Kota Mamuju Pasca Gempa Bumi 15 Agustus 2021 Menggunakan Data Microtremor Ramadhan Priadi; Muhammad Arsyad; Agus Susanto
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.75-81.2024

Abstract

Pada tanggal 15 Januari 2021, pukul 02.28 WITA 2021 terjadi gempa bumi signifikan dengan magnitudo M 6,2 di wilayah pesisir barat pulau Sulawes. Gempa bumi tesebut disebabkan oleh aktivitas sesar lokal Mamuju dengan pola patahan naik (Thrust Fault). Gempa bumi majene-Mamuju memberikan dampak kerusakan yang besar pada konstruksi bangunana yang berada dipermukaan khususnya pada wilayah kota Mamuju yang menjadi ibukota wilayah Sulawesi Barat. Perlu adanya evaluasi untuk menganalisis dan memodelkan ancaman dampak gempa bumi di wilayah kota Mamuju. Salah satu motode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kerentanan seismik suatu wilayah dapat menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Data yang digunakan merupakan data sinyal microtremor dari hasil pengukuran lapangan sebanyak 39 titik menggunakan portable seismometer TDS-303 jenis short period. Terdapat empat parameter output yang dapat digunakan untuk menganalisis dan engevaluasi kerentanan seismik yaitu frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0), indeks kerentanan seismik (Kg), dan periode dominan (T0). Dari hasil pengukuran di lapangan, maka output HVSR tersebut dapat dipetakan untuk mengiterpretasikan sebaran data secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan jika wilayah kota Mamuju memiliki nilai frekuensi dominan (f0) antara 0,608 Hz-0,97 Hz, faktor amplifikasi (A0) antara 1,01-7,69, indeks kerentanan seismik (Kg) antara 0,468-73,886, dan periode dominan (T0) antara 0,09 s-1,64 s. Dari hasil tersebut wilayah kota Mamuju yang berada dekat dengan pesisir pantai memiliki potensi kerentanan terhadap bahaya gempa bumi yang jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan wilayah yang berada di sebelah selatan. Hal ini juga didukung oleh hasil perhitungan ketebalan sedimen yang berkisar antara 7,6 m-130,2 m dengan wilayah utara jauh lebih tebal dari wilayah sebelah selatan. Sehingga wiilayah pesisir kota Mamuju relatif lebih rentan terhadap potensi amplifikasi gelombang seismik dipermukaan.
Analisis Hubungan Suhu, Kelembapan Dan Curah Hujan Di Tana Toraja Dengan Fenomena Perubahan Iklim Santonius Sandi Pabontongan; Pariabti Palloan; Agus Susanto
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.4.557-563.2024

Abstract

The impact of climate change has emerged as a strategic issue threatening the national interests and environment, particularly in the context of Tana Toraja in the tropical region of Indonesia. The process of climate change, influenced by both natural factors and human activities, has led to a global increase in temperatures and climate anomalies. The risks of natural disasters, especially those related to rainfall such as floods, landslides, and the spread of diseases, are on the rise. The Indonesian government needs to design region development strategies with low greenhouse gas emissions and control deforestation. This study employs a qualitative descriptive method and utilizes data from the Pongtiku Toraja Meteorological Station from 2000 to 2019 to analyze the patterns of climate change and the impact of the El-Nino Southern Oscillation (ENSO) in Tana Toraja. The research findings indicate a decrease in the annual average air temperature, an increase in air humidity, and a shift in rainfall patterns towards an equatorial climate type. The impact of ENSO on air temperature, humidity, and rainfall is variable. Predictions suggest a decrease in rainfall, but combined analyses show an average increase of 4.5% per year until 2029. This conclusion provides a holistic overview of climate dynamics in Tana Toraja, crucial for understanding and planning adaptation for the future.