Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Putu Beny Pradnyana; Desak Putu Anom Janawati
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.616 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i1.8013

Abstract

This research aimed at investigating the difference in science learning achievement between students studying through problem-based learning and those studying through conventional learning. 10 grade IV elementary school students were selected as research samples and they were divided into two groups: an experimental group and a control group. Those groups had been equalized by conducting Product moment analysis. This study utilized a post-test-only control group design. Learning achievement data were collected by using a multiple-choice test method. The test validity was examined by using Point Biserial while the test reliability was examined by using KR-20. Before testing the hypothesis, the data were processed with prerequisite test namely Normality Test (with a significance = 0.2), Variant Homogeneity Test (with a significance of 0.158), Box'M Test (with a significance = 0.146), and the Correlation Test between Dependent Variables / Multicollinearity (Tolerance and VIF =1). Then, the hypotheses were tested by using MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). The research finding showed that: there was a significant difference in science learning achievement between students studying through problem-based learning and those studying through conventional learning (F=5.574 and sig.=0.046; p<0.05).
Identifikasi Hambatan dan Tantangan dalam Implementasi Alat Evaluasi Digital untuk Pembelajaran Bahasa Inggris di Kelas VI SD N 2 Siangan Ni Kadek Intan Berliana Wati; Putu Beny Pradnyana
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v2i1.946

Abstract

This study aims to identify obstacles and challenges in the application of digital evaluation tools for English learning in grade VI of SD Negeri 2 Siangan. The method used was qualitative descriptive research, with data collection through questionnaires and interviews involving 31 students and grade VI teachers. The results of the study showed that 85% of students felt an increase in learning motivation after using digital evaluation tools, although 40% of students experienced difficulties, especially related to limited internet access. Interviews with teachers revealed that they felt trained enough to utilize this tool effectively. Limited infrastructure and lack of training for teachers were identified as major challenges. Therefore, this study recommends the need to improve technology infrastructure and training programs for teachers to optimize the use of digital evaluation tools in English learning.
ANALISIS KESIAPAN SISWA KELAS VI MENGGUNAKAN ALAT EVALUASI BERBASIS DIGITAL (KAHOOT) DI SDN 2 SIANGAN A.A Istri Mahayoni Citrayanti; Putu Beny Pradnyana
Satya Widya Vol. 41 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2025.v41.i1.p1-15

Abstract

This study aims to explore the extent of physical and mental readiness of sixth-grade students at SD Negeri 2 Siangan in participating in digital learning evaluations using Kahoot. The method employed is a descriptive qualitative approach, with data collected through questionnaires distributed to 31 students. The data analysis results indicate that most students demonstrate good readiness, both physically and mentally. The majority of students possess good concentration skills, a high motivation to learn, and the ability to manage stress effectively. Although many students are already accustomed to using smartphones for learning, some are still unfamiliar with digital evaluation methods. Some students also face physical challenges, such as fatigue, despite having healthy sleep and eating patterns. These findings emphasize the importance of physical and mental readiness, as well as environmental support, in ensuring the success of digital learning evaluations. Further research is expected to explore in greater depth the impact of digital evaluations on students' academic performance.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DENGAN KONSEP ETNOSAINS BALI PADA MATA PELAJARAN IPAS SEMESTER GANJIL UNTUK SISWA KELAS V SD Ni Luh Murti Wulansari; I Wayan Numertayasa; Putu Beny Pradnyana
Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pendidkan Dasar Rare Pustaka
Publisher : ITP Markandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/rarepustaka.v7i1.352

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran audio visual dengan konsep etnosains Bali pada mata Pelajaran IPAS semester ganjil untuk siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah Pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan menggunakan prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono dalam (Purnama, 2016). Penelitian ini dilaksanakan di SDN 6 Yangapi. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru di SDN 6 Yangapi, serta para ahli validasi. Terdapat 10 langkah prosedur pengembangan yang dikemukakan oleh sugiyono namun peneliti hanya menggunakan sampai Langkah kelima. Adapun kelima Langkah tersebut yaitu, (1) masalah serta potensi, (2) penghimpunan data, (3) desain produknya, (4) validasi, (5) revisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa dan guru membutuhkan media pembelajaran yang menampilkan gambar dan suara yang dapat menarik minat siswa, dengan mengkaitkan kehidupan sehari-hari ke dalam materi yang akan diajarkan. Berdasarkan hal tersebut, dikembangkan media pembelajaran audio visual dengan konsep etnosains kebudayaan Bali pada mata Pelajaran IPAS semester ganjil untuk siswa kelas V SD. Sedangkan Hasil Validasi media pembelajaran audio visual yang dikembangkan telah memenuhi kriteria "Sangat Valid" dari tinjauan kedua ahli, baik ahli materi maupun ahli media. Hal ini terbukti dari skor rata-rata validasi yang mencapai 10 untuk kedua validator, menempatkannya kategori "Sangat Valid" (X ? 8.2).
Restorasi Satua Bali Yang Beredar Di Lingkungan Bebalang Untuk Menambah Bahan Literasi Di SD Negeri 3 Bebalang, Bangli, Bali Luh Made Ayu Wulan Dewi; Putu Beny Pradnyana; I Wayan Numertayasa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRestorasi satua Bali ini bertujuan untuk mengembalikan dan memperkenalkan kembali kebudayaan Satua Bali di SD Negeri 3 Bebalang hal yang dilakukan dalam restorasi satua bali ialah guru sebagai informan utama untuk memahami pengalaman mereka dalam melaksanakan Satua Bali. Sehingga menjadi dasar perencanaan restorasi, termasuk penyusunan kegiatan sosialisasi dan klinik Satua Bali guna meningkatkan pemahaman serta partisipasi anak-anak. Setelah observasi dan diskusi dengan guru tim klinik satua Bali melaksanakan sosialisasi untuk mengenalkan konsep restorasi Satua Bali kepada siswa dan meningkatkan minat mereka. Klinik Satua Bali dijalankan dengan menerapkan metode kualitatif menggunakan pendekatan Phenomenological Research agar peserta terlibat maksimal. Hasil dari klinik ini kemudian dicatat dalam buku “Restorasi Satua Bali” yang mencakup materi klinik satua Bali. Proses restorasi diteruskan dengan menggunakan media laptop untuk mengetahui satua Bali dengan jangkauan lebih luas, kemudian anak-anak diajak berkontribusi untuk mengikuti lomba Satua Bali sebagai wujud aplikasi praktis dari pembelajaran. Melalui pendekatan Phenomenological Research, restorasi Satua Bali di SD Negeri 3 Bebalang berhasil meningkatkan pemahaman budaya dan literasi anak-anak sehingga memberikan dampak positif pada pengembangan pendidikan budaya di sekolah SD Negeri 3 Bebalang. Kata kunci: Satua Bali, Literasi
THE EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING ON STUDENTS’ SCIENCE LEARNING ACHIEVEMENT AT GRADE IV ELEMENTARY SCHOOLS Putu Beny Pradnyana; Desak Putu Anom Janawati
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 1 (2021): February
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/10.33578/jpfkip.v10i1.8013

Abstract

This research aimed at investigating the difference of science learning achievement between students studying through problem-based learning and those studying through conventional learning. 10 grade IV elementary school students were selected as research samples and they were divided into two groups: an experimental group and a control group. Those groups had been equalized by conducting Product moment analysis. This study utilized post-test only control group design. Learning achievement data were collected by using a multiple-choice test method. The test validity was examined by using Point Biserial while the test reliability was examined by using KR-20. Before testing the hypothesis, the data were processed with prerequisite test namely Normality Test (with a significance = 0.2), Variant Homogeneity Test (with a significance of 0.158), Box'M Test (with a significance = 0.146) and the Correlation Test between Dependent Variables / Multicollinearity (Tolerance and VIF =1). Then, the hypotheses were tested by using MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). The research finding showed that: there was a significant difference in science learning achievement between students studying through problem-based learning and those studying through conventional learning (F=5.574 and sig.=0.046; p<0.05).
YOGA ASANAS PRACTICE IN IMPROVING STUDENTS’ COGNITIVE POWER AS THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION Ni Putu Eni Astuti; Putu Beny Pradnyana
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 9 No. 5 (2020): October
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v9i5.8042

Abstract

This study aimed to describe the shift in cognitive abilities and the reinforcement of students’ character through yoga asanas practice. This qualitative descriptive study involved students of SDN 2 Sesetan, Denpasar, Bali. Data were collected through interviews and observations, then analyzed based on students’ learning concentration and character reinforcement during yoga extracurricular activities, as well as the systematic implementation and materials of yoga asanas. The findings revealed that: (1) yoga asanas improved students’ learning concentration by 71%, (2) yoga asanas strengthened students’ character, particularly in key aspects such as independence, religiosity, and integrity, by 85%, and (3) the type of yoga taught was Hatha Yoga, with main practices including Pavanamuktasana I, Hamsa Asana, Surya Namaskara, Chandra Namaskara, and Acro Yoga. The practice followed systematic steps including prayer, asana stretching, the core asana practice, asana relaxation, pranayama, and simple meditation.
PEMANFAATAN MEDIA INTERAKTIF CANVA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA UNTUK SISWA KELAS AWAL DI SD NEGERI 1 SONGAN Putu Pratiwi Warapsari; I Nengah Sueca; Putu Beny Pradnyana
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : ITP Marakandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/deiksis.v8i1.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan media interaktif Canva dalam pembelajaran membaca pada siswa kelas awal di SD Negeri 1 Songan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua orang guru kelas I dan II serta 40 siswa kelas awal yang terdiri atas 21 siswa kelas I dan 19 siswa kelas II. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Canva digunakan oleh guru sebagai media visual dan audio yang menampilkan cerita bergambar, infografis, dan kuis interaktif dalam pembelajaran membaca. Media ini berhasil meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa terhadap materi bacaan. Canva memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik belajar siswa kelas awal. Faktor pendukung keberhasilan pemanfaatan media ini meliputi tersedianya perangkat teknologi, koneksi internet di sekolah, dan kesiapan guru dalam mengelola media. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan perangkat di rumah, gangguan teknis, serta rendahnya literasi digital pada beberapa siswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan dukungan infrastruktur dan pelatihan berkelanjutan bagi guru agar pemanfaatan media digital semakin optimal dalam pembelajaran literasi dasar
PENERAPAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS IV SD INPRES MANTAWA C Siti Julaeha; I Nengah Sueca; Putu Beny Pradnyana
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : ITP Marakandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/deiksis.v8i1.426

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan keterampilan dasar yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar. Di kelas IV SD Inpres Mantawa C, ditemukan permasalahan berupa rendahnya kelancaran berbicara, keterbatasan kosakata, kurangnya kepercayaan diri, serta struktur kalimat yang tidak runtut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bercerita dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, menganalisis peningkatan kemampuan berbicara siswa, serta menelaah respon mereka terhadap kegiatan tersebut. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, melibatkan 15 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelancaran, keberanian, serta kemampuan siswa dalam menyusun cerita secara runtut dan ekspresif. Respon siswa pun sangat positif, tercermin dari antusiasme dan partisipasi aktif selama pembelajaran. Dengan demikian, metode bercerita terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan layak diterapkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.