Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Student Centered Approach pada Pembelajaran Taman Kanak-Kanak Kelompok B (Studi Kasus di Sekolah Laboratorium Rumah Citta) Suwarjo Suwarjo; Ika Budi Maryatun; Nurul Kusumadewi
Jurnal Pendidikan Anak Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i1.2924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan student centered approach pada pembelajaran TK kelompok B, di sekolah laboratorium Rumah Citta. Objek penelitian adalah proses pembelajaran TK kelompok B, di sekolah laboratorium Rumah Citta. Permasalahan ini diteliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data-data penelitian dikumpulkan melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan model analisis interaktif. Data-data hasil penelitian diuji kembali keabsahannya dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian penerapan student centered approach pada pembelajaran TK kelompok B di sekolah laboratorium Rumah Citta dilakukan dengan beberapa tahap, antara lain: (1) perencanaan pembelajaran yang meliputi administrasi, pemilihan tema dan perencanaan program; (2) pelaksanaan pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat dan kegiatan akhir; (3) evaluasi pembelajaran yaitu evaluasi pelaksanaan pembelajaran dan penilaian tahap perkembangan anak. Pembelajaran yang menggunakan student centered approach diterapkan dengan cara memberi kesempatan pada anak untuk bereksplorasi mencari pengetahuan dan pengalaman anak. Penerapan student centered approach dapat menstimulasi perkembangan anak lebih aktif bergerak, mampu memecahkan masalah, mengerti konsep sebab-akibat, berani mengungkapkan pendapat, bekerjasama dan tolong menolong. Media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran yang menggunakan student centered approach berupa APE dan barang bekas. Sedangkan sumber belajar yang digunakan adalah anak, buku, internet, guru, orang yang ahli dalam bidangnya, dan lingkungan. Proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran area yang nenitik beratkan pada kegiatan bermain.   Kata kunci: Pembelajaran Berpusat pada Siswa, teaching kindergarten, kinderg-arten group B
Effectiveness of song-and-movement creative arts on children’s motor skills during the transition to Primary School Palupi, Warananingtyas; Novitasari, Danella Ayu; K.P., Alyana Suciparasati; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Kusumadewi, Nurul; Sholeha, Vera; Ricardos, Glenn Webforges D.
Journal of Early Childhood Care and Education Vol. 9 No. 1 (2026): (In Progress)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v9i1.14930

Abstract

Purpose – Gross motor readiness is an important but often undervalued aspect of children’s transition from early childhood education to primary school. Although song-and-movement activities are widely used in Indonesian PAUD settings, their effects on children’s gross motor readiness are still rarely tested through structured intervention and standardized indicators. This study therefore examined the effectiveness of a structured song-and-movement intervention on gross motor development among preschool children during the transition to primary school. Design/methods/approach – A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was used with 16 children aged 5–6 years in a PAUD institution in Karanganyar, Indonesia. The intervention was conducted over 8 weeks in 16 sessions using the “Aramsamsam” song-and-movement activity. Gross motor skills were assessed through five indicators: balance, strength, agility, coordination, and flexibility. Data were analysed using Shapiro-Wilk and paired-samples t-test. Findings – Children’s mean gross motor score increased from 8.81 (SD = 2.316) at pretest to 14.75 (SD = 3.088) at post-test. The difference was statistically significant (t = -20.102, df = 15, p < .001), with a very large effect size (Cohen’s d = 5.026; Hedges’ g = 4.899). The largest gains were found in coordination (1.43) and balance (1.37). Research implications/limitations – The findings suggest that structured rhythm-based movement activities may enhance motor readiness during school transition. However, the absence of a control group limits causal interpretation. Further randomized studies are recommended. Practical implications – Structured rhythm-based movement activities can be incorporated into early childhood classrooms as a playful strategy to support children’s motor readiness for school transition. Originality/value – This study contributes empirical evidence from Indonesia on the role of rhythm-structured song-and-movement activities in enhancing specific gross motor domains during the transition to primary school.