Rahmi Dewanti
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

METODE DEMONSTRASI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN FIQIH Rahmi Dewanti; A Fajriwati
PILAR Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas metode demonstrasi pada mata pelajaran fiqih kelas VII di MTS Guppi Sapakeke, upaya-upaya apa saja yang dilakukan untuk peningkatan efektivitas metode demonstrasi dalam mata pelajaran fiqih kelas VII di MTS GuppiSapakeke, faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan metode demonstrasi dalam mata pelajaran fiqih kelas VII di MTS GuppiSapakeke. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru Fiqih dan Peserta Didik. Instrument penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut: 1) Penggunaan metode demonstrasi yang dilakukan terhadap siswa kelas VII MTS GuppiSapakeke yaitu sangat efektif di karenakan siswa dapat secara langsung setelah di jelaskan maksud dan tujuannya siswa bisa langsung menyaksikan guru fiqih untuk memberikan contoh terhadap siswa sehingga siswa dapat menyaksikan secara langsung lalu peserta didik pun ikut serta mempraktekkan kegiatan tersebut seperti tayamum, wudhu dan sholat. 2) Upaya-upaya yang dilakukan yaitu: langkah awal mejelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan penggunaan metode demonstrasi sesuai dengan materi yang diajarkan.Menyiapkan siswa agar bisa lebih fokus pada materi yang akan diajarkan. Adanya diskusi atau sharing setelah penggunaan metode demonstrasi terhadap siswa. 3) faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat yaitu: fartor pendukungnya adalah dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan kongkrit, dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari dengan tepat dan jelas, dapat menambah pengalaman anak didik, proses pengajaran lebih menarik, dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran bersifat kongkrit, siswa dirangcang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri. Faktor yang kedua yaitu penghambat, faktor-faktor tersebut bisa berasal dari siswa, guru, sarana, prasarana, keterbatasan waktu dan sebagainya.
Pendidikan Profetik dalam Kitab Arba’in Nawawiyah (Telaah Hadits Pertama, Kedua, dan Kesebelas) Syafaat Rudin; Rahmi Dewanti; Abbas Baco Miro; Syamsu Rijal
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 4 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v8i4.348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode Pendidikan Rasulullah SAW secara umum untuk pendidik serta untuk para peserta didik yang disimpulkan dari Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas didalam kitab Hadits Arba’in Nawawiyyah. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang bertumpu pada kajian dan telaah teks. Hasil penelitian menunjukkan Metode pendidikan Rasulullah secara umum didalam Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas dalam kitab Arba’in Nawawiyah yaitu menggunakan Metode Hiwar (tanya-jawab), Metode jawāmi’ul kalim (menggunakan kalimat-kalimat yang ringkas namun memiliki makna yang luas dan mandalam), Metode tamṡil (memberikan contoh dan permisalan). Adapun Metode pendidikan Rasulullah untuk para pendidik di dalam Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas pada Kitab Arba’in Nawawiyah yaitu pendidik bersifat dengan akhlak yang mulia, Mendidik secara bertahap dan mengkhususkan sebagian anak didik dengan ilmu tertentu, sedangkan  Metode pendidikan Rasulullah untuk para peserta didik di dalam Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas pada Kitab Arba’in Nawawiyah yaitu tentang beradab terhadap pendidik, bersemangat didalam belajar dan bertanya kepada pendidik.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN MELALUI PROGRAM I‘DAD LUGAWY DI MA‘HAD AL-BIRR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Sumiati Sumiati; La Sahidin; Rahmi Dewanti; Muhammad Ali Bakri
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2022): Jurnal el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pembelajaran al-Qur’an melalui program I‘dãd Lugawy di Ma‘had al-Birr berjalan sesuai dengan tujuan dan harapan Ma’had. Penerapan fungsi manajemen berupa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi telah terlaksana dengan baik. Perencanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan silabus dan RPS, pengorganisasian dan pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas dilakukan oleh dosen dengan membagi mahasiswa dalam beberapa kelompok dan memuraja’ah hafalan sebelum disetorkan ke dosen, dan di akhir pembelajaran dilakukan evaluasi perpekan, saat UTS dan UAS. Faktor kendala penerapan manajemen pembelajaran alQur’an di Ma’had al-Birr terdiri dari 2 faktor yaitu : pertama; input mahasiswa yang tidak diseleksi, semua yang mendaftar diterima baik mampu membaca alQur’an maupun tidak mampu, kedua; faktor lingkungan mahasiswa yang tinggal di luar asrama, pengajar tidak dapat mengontrol hafalan mereka sebagaimana mahasiswa berasrama. Faktor pendukung penerapan manajemen pembelajaran al-Qur’an terdiri dari dosen yang ahli dalam bidangnya, kurikulumnya berbahasa arab, sarana dan prasarana yang dimiliki cukup lengkap, dana atau anggaran yang mencukupi kebutuhan operasional, dan manajemen kepemimpinan
Analisis Nilai-nilai Pendidikan Terhadap Rukhsah Ibadah dalam Islam Masykur; Rahmi Dewanti; M. Ilham Muchtar; Tabhan Syamsu Rijal
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i2.497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1. Nilai-nilai Pendidikan Islam pada pelaksanaan Ibadah dalam Islam, 2. Penerapan Nilai-Nilai Pendidikan Islam terhadap Rukhsah Ibadah dalam Islam, 3. Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam terhadap Rukhsah Ibadah dalam Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data penelitian berasal dari bahan-bahan yang tertulis yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam, khususnya menyangkut nilai pendidikan dalam rukhsah ibadah dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Nilai-nilai pendidikan Islam pada pelaksanaan ibadah dalam Islam yaitu: keimanan, kejujuran, pendekatan kepada Allah Swt, keseimbangan hidup, persaudaraan. 2. Penerapan nilai-nilai pendidikan Islam terhadap rukhsah ibadah meliputi: nilai akidah yaitu: a) keikhlasan dalam ibadah. b) kesetaraan. Sedang nilai akhlak yaitu: a) kejujuran. b). kesabaran, c) rasa syukur atas nikmat, d) kepedulian sosial, 3) Analisis nilai-nilai pendidikan Islam terhadap rukhsah ibadah dalam Islam meliputi: nilai akidah karena berkaitan dengan keikhlasan seseorang dalam menjalankan ibadah, dimata Allah Swt semua manusia berkedudukan sama (setara). Sedang nilai akhlak karena berkaitan dengan sikap jujur, dimana orang yang beribadah akan menunaikan syarat dan rukun ibadah meski tidak ada orang yang memperhatikan, serta melatih sikap sabar dalam menjalankan ibadah, juga mengandung nilai kepedulian sosial terhadap sesama manusia sebagai rasa syukur atas anugerah Allah Swt.
Pendidikan Dalam Perspektif Hadis Nabi Muhammad Saw Irsyadah Ibrahim; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15467

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep pendidikan dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW serta kontribusinya terhadap penguatan pendidikan Islam di era kontemporer. Dalam pandangan Islam, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan sebagai proses pembentukan manusia secara menyeluruh yang mencakup aspek intelektual, etis, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari kitab-kitab hadis utama, seperti Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah, dan Sunan al-Tirmidzi, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan tema kajian. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis, sementara analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik terhadap hadis-hadis yang memiliki muatan pendidikan (hadis tarbawi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Nabi SAW menegaskan pentingnya kewajiban menuntut ilmu, penanaman adab dan etika dalam proses pembelajaran, serta pendidikan ibadah yang dilaksanakan melalui keteladanan, pembiasaan, praktik langsung, dan tahapan pembelajaran secara bertahap (tadarruj). Selain itu, pendidik dipandang sebagai figur sentral dalam internalisasi nilai dan pembentukan karakter peserta didik. Temuan ini mengindikasikan perlunya perubahan paradigma pendidikan Islam dari orientasi kognitif semata menuju pendekatan yang lebih integratif, dengan menyeimbangkan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual. Dengan demikian, hadis Nabi SAW berperan penting sebagai landasan normatif dan pedagogis dalam mewujudkan sistem pendidikan Islam yang holistik, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kata kunci: hadis tarbawi, pendidikan Islam, adab, pendidikan ibadah, paradigma pendidikan