Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Profetik dalam Kitab Arba’in Nawawiyah (Telaah Hadits Pertama, Kedua, dan Kesebelas) Syafaat Rudin; Rahmi Dewanti; Abbas Baco Miro; Syamsu Rijal
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 4 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v8i4.348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode Pendidikan Rasulullah SAW secara umum untuk pendidik serta untuk para peserta didik yang disimpulkan dari Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas didalam kitab Hadits Arba’in Nawawiyyah. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang bertumpu pada kajian dan telaah teks. Hasil penelitian menunjukkan Metode pendidikan Rasulullah secara umum didalam Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas dalam kitab Arba’in Nawawiyah yaitu menggunakan Metode Hiwar (tanya-jawab), Metode jawāmi’ul kalim (menggunakan kalimat-kalimat yang ringkas namun memiliki makna yang luas dan mandalam), Metode tamṡil (memberikan contoh dan permisalan). Adapun Metode pendidikan Rasulullah untuk para pendidik di dalam Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas pada Kitab Arba’in Nawawiyah yaitu pendidik bersifat dengan akhlak yang mulia, Mendidik secara bertahap dan mengkhususkan sebagian anak didik dengan ilmu tertentu, sedangkan  Metode pendidikan Rasulullah untuk para peserta didik di dalam Hadits yang pertama, kedua, dan kesebelas pada Kitab Arba’in Nawawiyah yaitu tentang beradab terhadap pendidik, bersemangat didalam belajar dan bertanya kepada pendidik.
Pengaruh Pendidikan Keuangan, Sosial Ekonomi, dan Teknologi Finansial terhadap Inklusi Keuangan Syariah Pada Kalangan Milenial di Indonesia Loso Judijanto; Eko Sudarmanto; Fajar Rahmat Aziz; Syafaat Rudin; Muslahuddin As'ad
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i02.1013

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh edukasi keuangan, faktor sosioekonomi, dan teknologi keuangan terhadap inklusi keuangan syariah di kalangan milenial di Indonesia melalui analisis kuantitatif. Sampel yang terdiri dari 250 partisipan memberikan wawasan tentang profil demografis, perilaku keuangan, dan tingkat keterlibatan mereka dengan keuangan syariah. Statistik deskriptif menunjukkan tingkat inklusi keuangan syariah yang moderat di kalangan milenial yang disurvei. Hasil model pengukuran menunjukkan keandalan dan validitas dari variabel-variabel yang diukur, termasuk pendidikan keuangan, faktor sosioekonomi, keterlibatan teknologi keuangan, dan inklusi keuangan syariah. Pemodelan Persamaan Struktural (SEM-PLS) menunjukkan jalur yang kuat yang menghubungkan pendidikan keuangan, faktor sosioekonomi, dan teknologi keuangan dengan inklusi keuangan syariah. Pengujian hipotesis mengkonfirmasi signifikansi dan kekuatan hubungan ini. Nilai R-Square dan Q2 menggarisbawahi kekuatan penjelas dan relevansi prediktif model. Analisis komparatif dengan tren global menunjukkan adanya pola yang konvergen dan unik. Implikasi praktis menyarankan intervensi yang ditargetkan untuk meningkatkan pendidikan keuangan, mengatasi kesenjangan sosial ekonomi, dan memanfaatkan teknologi keuangan untuk mempromosikan inklusi keuangan Islam. Penelitian ini diakhiri dengan keterbatasan, jalan untuk penelitian di masa depan, dan penekanan pada peran penting strategi yang disesuaikan dalam mendorong inklusi keuangan syariah di kalangan milenial Indonesia.
Pandangan Masyarakat Kelurahan Tompobalang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Terhadap Kewajiban Ayah Dalam Memberikan Nafkah Anak Pasca Perceraian Nurul Hafizhah; Mukhlis Bakri; Syafaat Rudin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat Kelurahan Tompobalang, Kabupaten Gowa, serta perspektif hukum Islam mengenai kewajiban nafkah ayah terhadap anak pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Tompobalang memandang pemberian nafkah anak oleh ayah setelah perceraian sebagai sebuah kewajiban mutlak, sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perkawinan. Dari perspektif hukum Islam, hal ini juga dikukuhkan sebagai kewajiban ayah, di mana nafkah harus diberikan kepada anak laki-laki hingga dewasa dan anak perempuan hingga menikah. Dapat disimpulkan bahwa baik norma sosial masyarakat setempat maupun hukum Islam selaras dalam mewajibkan ayah untuk tetap memenuhi hak finansial anak meskipun telah terjadi perceraian.
Uang Panai’ Tinggi dan Dampaknya terhadap Pemenuhan Hak-Kewajiban Pasutri: Analisis Hukum Islam Dini Mariani; Abbas Baco Miro; Syafaat Rudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi uang panai' di Desa Pattiroang, Kecamatan Kajang, telah bertransformasi dari bentuk penghormatan kepada perempuan menjadi alat penentu posisi sosial dan prestise keluarga. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh beban tinggi uang panai' terhadap pemenuhan hak dan kewajiban pasangan suami istri setelah menikah dalam sudut pandang hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, sosiologi hukum, dan maqashid al-syari’ah, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik uang panai' sering kali mengandung elemen takalluf (tekanan di luar batas kemampuan) yang berdampak pada pelanggaran prinsip hifz al-mal akibat utang passolo dan sikap israf (pemborosan). Beban finansial di awal pernikahan terbukti menghalangi pemenuhan nafkah yang sesuai, yang pada akhirnya merusak prinsip mu’asyarah bil ma’ruf. Situasi ini juga mengancam hifz an-nasl karena dapat memicu konflik, penundaan usia menikah, dan bahkan perceraian. Disimpulkan bahwa praktik ini perlu direformasi melalui asas taisir (kemudahan) dan wasathiyyah (jalan tengah) sehingga nilai tradisi tetap terjaga tanpa mengorbankan kesejahteraan keluarga. Dianjurkan kepada pemerintah desa dan tokoh agama untuk memperkuat pendidikan mengenai pernikahan yang logis dan mendukung musyawarah adat yang berimbang