Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pilar

HUBUNGAN KERJA DAN KETENAGAKERJAAN PERSPEKTIF ISLAM Mawardi Pewangi
PILAR Vol 1, No 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja ialah orang yang hidupnya bergantung pada orang lain atau badan lembaga lain di mana dari orang itu atau badan lain tersebut Ia mendapat gaji. Orang lain serta badan tersebut disebut majikan. Firman Allah SWT dalam QS 51:56 yaitu penciptaan manusia adalah untuk beribadah maka pengertian ibadah yaitu tunduk dan seterusnya tidaklah terbatas pada ibadah mahdhah seperti salat zakat dan haji saja tetapi meliputi seluruh sikap dan tindakan manusia yang diridhai oleh Allah SWT termasuk didalamnya kegiatan mencari nafkah yang halal dan baik sehingga bekerja akan tergolong ke dalam rangkaian pengertian ibadah atau bernilai ibadah kepada Allah SWT. Suatu pekerjaan akan menjadi ibadah jika dimaksudkan demi melaksanakan perintah Allah swt.dan agar berkecukupan sehingga tidak meminta-minta kepada orang lain.Kata kunci: Tenaga Kerja; Falsafah; Profesi
URGENSI PEMBERIAN GANJARAN TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PAI SISWA DI MA AISYIYAH SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Nur Rafiani Bahar; Mawardi Pewangi
PILAR Vol 10, No 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui urgensi pemberian ganjaran pada siswa, Hambatan dan peluang pemberian ganjaran, dampak pemberian ganjarang dalam meningkatkan motivasi belajar PAI di MA Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun penelitian ini memakai sumber data primer dan sekunder. Metode yang digunakan dalam tekhnik. Pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi dan dianalisis dengan an alisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bentuk pemberian ganjaran pada siswa MA Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa: siswa diberi hadiah dan hukuman sesuai dengan perilaku yang dilakukan, siswa yang berprestasi diberikan ganjaran berupa pemberian hadiah berbentuk barang. Pemberian skor 100 sebagai alat control bagi siswa yang melakukan pelanggaran apabila melakukan pelanggaran maka skornya akan dikurangi sesuai jenis pelanggarannya. hambatan dan peluang pemberian ganjaran oleh guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MA Aisyiyah Sungguminasa Kabupaten Gowa faktor-faktor pendukung adanya konsep pemberian hukuman dan pujian serta pemberian skor yang diatur secara apik dalam tata tertib sekolah dan mendapat persetujuan siswa bersama orang tuanya merupakan faktor pendukung yang nyata. Sedangkan hal-hal yang menghambat, di antaranya, kurangya kewibawaan guru, faktor perbedaan siswa, kurang maksimalnya anak dalam menangkap materi.Kata Kunci: Pemberian Ganjaran; Motivasi Belajar Siswa.
Penerapan Metode Kisah Islami Dalam Menanamkan Nilai Akhlak Pada Anak Didik di SDN 352 Tobemba Kabupaten Luwu Mawardi Pewangi; Nafsiyah Nafsiyah
PILAR Vol 12, No 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode kisah islami dalam menanamkan nilai akhlak pada anak didik di SDN 352 Tobemba Kab. Luwu, dampak metode kisah islami dalam menanamkan nilai akhlak pada anak didik di SDN 352 Tobemba Kab. Luwu, faktor pendukung dan penghambat penerapan metode kisah islami dalam menanamkan nilai akhlak pada anak didik di SDN 352 Tobemba Kab. Luwu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan Guru. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa (1) Penerapan metode kisah islami dalam menanamkan nilai akhlak pada anak didik di SDN 352 Tobemba Kab. Luwu, dengan penerapan metode kisah islami dapat mengajarkan serta membiasakan peserta didik untuk meneladani dan meniru segala perbuatan terpuji yang dimiliki oleh tokoh-tokoh islam terutama Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan. Dengan begitu peserta didik akan terbiasa dengan berakhlakul karimah hingga dewasa. (2) Dampak metode kisah islami dalam menanamkan nilai akhlak pada anak didik di SDN 352 Tobemba Kab. Luwu, dampak keberhasilan seorang guru dalam menanamkan nilai akhlak pada anak didik tidak terlepas dari pengajaran akhlak yang sangat berkaitan dengan metode atau strategi yang dipakai guru dalam mengajar dikelasnya sesuai dengan materi yang disajikan. Adapun dampak dari metode kisah islami yaitu memberikan berbagai manfaat bagi anak didik yaitu sebagai media penyampai pesan, melatih emosi anak, dan membentuk kepribadian anak. (3) faktor pendukung dan penghambat metode kisah islami dalam menanamkan nilai akhlak pada anak didik di SDN 352 Tobemba Kab. Luwu, faktor pendukung yaitu adanya kebiasaan atau tradisi, lingkungan sekolah yang mendukung dan dukungan serta motivasi dari orangtua, adapun faktor penghambat yaitu latar belakang peserta didik yang kurang mendukung, lingkungan masyarakat (pergaulan), kurangnya sarana dan prasarana dan pengaruh tayangan televisi.Kata Kunci: Metode Kisah; Menanamkan Nilai Akhlak
Strategi Orang Tua Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Spiritual Anak Usia Dini Dalam Keluarga di Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar Mawardi Pewangi; Yuni Yuni
PILAR Vol 12, No 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak usia dini pada umumnya suka dengan dunia permainan, dimasa anak usia dini mereka akan lebih aktif, lincah dan energik sebab ini adalah fitrah yang ada pada anak. Strategi yang dilakukan oleh orang tua dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual anaknya ialah yang pertama fokus pada memahami sifat dan karakter anak sehingga penanaman kecerdasan spiritual dapat melekat pada dirinya, kemudian strategi selanjutnya ialah hal pertama yang harus dimiliki orang tua dalam mendidik anak ialah kesabaran. Untuk bisa meningkatkan nilai-nilai spiritual anak maka perlu memahami sifat dan karakter yang dimiliki oleh anak, penting untuk mengetahui kemauan anak. Contohnya ketika anak-anak suka menonton, maka sebagai orang tua kita bisa mengarahkan ke tontonan yang mendidik. Faktor penghambat orang tua dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual anak adalah kurangnya waktu kebersamaan dengan anak, penggunaan Handphone yang berlebihan serta faktor dari lingkungan di luar rumah.Kata Kunci: Strategi Orang Tua, Nilai-Nilai Spiritual, Anak Usia