Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI IMPLEMENTASI SMART GOVERNANCE DI KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PADA PROGRAM RINDU CAPIL DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL) Sri Wahyuni; Alwi Alwi; Nur Indrayati Nur Indar
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 7, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v7i3.6175

Abstract

AbstactThe development of increasingly smart technology makes theconcept smart not only applied to various devices, but to various systems or arrangements. One of them that sticks out lately is theconcept smart city. Smart governance is the spearhead ofplanning smart city. The focus of the study in this research is smart governance, where smart governance has implications for improving the quality of public services by utilizing information technology so that its implementation is more efficient and better by looking atimplementation strategies smart governance ranging from legislation, technology use, vision, and collaboration. To answer the research questions used qualitative research approaches and methods with descriptive analysis. The results of the study indicate that the level ofimplementation strategy smart governance at the Makassar City Population and Civil Registration Service has not yet fully run optimally.Keywords: Smart City, Smart Governance, Strategy, Implementation AbstarkPerkembangan teknologi yang semakin pintar membuat konsep smart tak hanya diterapkan pada berbagai perangkat, tetapi pada berbagai sistem atau tatanan. Salah satunya yang mencuat akhir-akhir ini adalah konsep smart city. Smart governance merupakan ujung tombak perencanaan smart city. Adapun fokus kajian dalam penelitian ini adalah smart governance, dimana smart governance berimplikasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga pelaksanaannya lebih efisien dan lebih baik dengan melihat strategi implementasi smart governace mulai dari legislasi, penggunaan teknologi, visi, dan kolaboratif. Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini digunakan pendekatan dan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat startegi implemetasi smart governance di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar belum sepenuhnya berjalan dengan optimal.Kata Kunci : Smart City, Smart Governance, Strategi, Implementasi
Peran Personal Resource dalam Mengurangi Stress pada Petugas Lapas Sri Wahyuni; Elvita Bellani; Muh. Zukahir
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i1.4776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran personal resource dalam hal ini psychological capital dalam mengurangi stres kerja pada petugas Lapas. Responden pada penelitian ini sebanyak 115 orang. Alat Ukur yang digunakan adalah psychological capital questionare (PCQ-12) yang berjumlah 12 item dan skala stres kerja yang berjumlah 18 item. Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan analisis regresi sederhana. Hasil model regresi sederhana mengkonfirmasi prediksi bahwa psychological capital berkontribusi negatif terhadap stres kerja R2 = .08, F(1, 112) = 10.52, p = .001, B = -0.30. Semakin tinggi psychological capital maka semakin rendah stress kerja, demikian pula sebaliknya. Kata Kunci: Psychological Capital, Stres Kerja, Petugas Lapas
Optimasi Ruang Pejalan Kaki Di Jalan Pengayoman Kota Makassar Rohana Rohana; Salmiah Zainuddin; Sri Wahyuni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1181

Abstract

Abstrak   Penggunaan ruang pejalan kaki di Jalan Pengayoman sepanjang 2,1 km, termasuk kategori tidak memenuhi standar kelayakan penyediaan sarana dan prasarana, ditinjau dari beberapa aspek yang berhubungan/berkaitan erat secara signifikan dengan kenyamanan. Para Pengendara dan Pedagang Kaki Lima (PKL), mengokupasi jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan general consept design mengenai optimasi ruang pejalan kaki sebagai pembentuk citra kota yang ramah lingkungan. Penggunaan metode penelitian yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara analisis deskriptif untuk mewujudkan optimasi sebagai output penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruang pejalan kaki di masing-masing elemen, memiliki beberapa data analisis yang sama dalam beberapa penilaian, namun yang paling signifikan yaitu mengenai kenyamanan non fisik sehingga ruang pedestrian yang saat ini digunakan tidak sesuai dalam standar kategori LOS (Level of Service). Arahan optimasi diprioritaskan penambahan elemen-elemen terkait kenyamanan. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu perwujudan konsep kota yang berwawasan lingkungan sehingga penerapan perwujudan P2KH pada lokasi penelitian cukup berpotensi untuk di implementasikan.Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan   Kata kunci: optimasi, pedestrian, kenyamanan     Abstract   The use of pedestrian space on Jalan Pengayoman along the 2.1 km, falls into the category of not meeting the appropriateness standards for the provision of facilities and infrastructure, viewed from several aspects that are significantly related/closely related to comfort. Driver and Street Vendors (PKL) occupied the pedestrian lane. The research aims to formulate a general concept design regarding the optimization of pedestrian space as forming the image of a Sustainable City. Use of research methods that combine qualitative and quantitative approaches with descriptive analysis to realize optimization as research output. The results of the analysis show that the pedestrian space in each element has some of the same analysis data in several assessments, but the most significant is regarding non-physical comfort so the pedestrian space currently in use does not comply with the LOS (Level Of Service) category standards. The optimization direction prioritizes adding elements related to comfort. The sustainable concept is one embodiment of the concept of an environmentally friendly city, so the implementation of the P2KH embodiment at the research location has the potential to be implemented.   Keywords: optimization, pedestrian, comfort