Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PENGARUH KEMUNDURAN MUTU TERHADAP KANDUNGAN GIZI IKAN BETOK (Anabas testudineus) DARI DAERAH MANDOR Lemae Lemae; Leni Lasmi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2491

Abstract

Ikan segar memiliki kelemahan yaitu mudah mengalami kerusakan atau kemunduran mutu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemunduran mutu terhadap kandungan proksimat dan kualitas fisik Ikan Betok yang mana pengamatan dilakukan pada suhu ruang dengan interval pengamatan 0 jam, 6 jam dan 24 jam setelah kematian ikan. Nilai orgoleptik diuji merujuk berdasarkan SNI 01-2346-2006, uji pH merujuk pada metode Waryani et al 2014, Analisis Kadar Air merujuk pada SNI 01-2354.2-2006, Analisis Kadar Abu merujuk pada SNI 01-2354.1-2006, Analisis Kadar Lemak merujuk pada SNI 01-2354.3-2006 dan analisis Protein merujuk pada Sudarmadji et al 2007. Berdasarkan hasil pengamatan, nilai organoleptik Ikan Betok pada setiap perlakuan berturut-turut 8,47, 6,607, 1,99. sedangkan nilai pH pada ikan betok berturut-turut 5,83, 4,88, 5,66. Nilai hasil uji proksimat berupa nlai kadar air berturut turut 80,07, 77,76, 86,32, nilai kadar abu berturut turut 1,71, 1,52, 1,76, nilai kadar lemak berturut-turut yaitu 3,24, 2,6, 2,02, nilai kadar protein berturut-turut yaitu 9,75, 9,12 dan 7,5. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa nilai organoleptik, kadar protein dan kadar lemak mengalami penurun pada setiap perlakuan, nilai pH ikan, kadar air dan kadar abu mengalami penurunan pada interval 0 jam ke 6 jam kemudian naik kembali pada interval 24 jam.
Penerapan Teknik Pembesaran Ikan Lele Bagi Santri Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin Kabupaten Kubu Raya Dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Susilawati; Jumadi Sudarso; Sarmila Sarmila; Farid Mudlofar; Agus Setiawan; M. Idham Shilman; Hylda Khairah Putri; Wahyu Wira Pratama; Suparmin Suparmin; Leni Lasmi
Kapuas Vol. 6 No. 1 (2026): Kapuas: Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya, memiliki potensi budidaya ikan air tawar untuk pembibitan maupun budidaya. Salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah ikan lele (Clarias sp.). Produksi ikan lele untuk konsumsi cukup besar, namun belum mampu memenuhi permintaan pasar. Pengembangan usaha budidaya ikan lele dapat ditingkatkan dengan merangsang generasi usia produktif untuk aktif di usaha terkait, mengingat permintaan pasar yang masih terbuka lebar. Stimulan ini dapat dilakukan sejak dini, misalnya dengan memberikan penyuluhan, motivasi, dan keterampilan kepada siswa SMA, serta bekal untuk berwirausaha setelah lulus sekolah. Salah satu SMA yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha budidaya ikan lele ini adalah Pondok Pesantren Khulafaur Rasyidin (PPKR), karena jumlah siswanya cukup banyak dan saat ini belum memiliki mata pelajaran Muatan Lokal, seperti budidaya ikan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kompetensi penerapan teknologi budidaya ikan lele secara efektif dan efisien, serta menumbuhkan motivasi untuk berwirausaha di bidang budidaya ikan. Tahapan kegiatan PKM dimulai dengan melakukan sosialisasi, survei, dan diskusi, memberikan penyuluhan, dan mengimplementasikan aplikasi pembesaran ikan lele yang dibimbing secara efektif. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan mendapatkan apresiasi yang baik dari pihak sekolah dan yayasan, serta antusiasme dan respon positif dari siswa putra maupun putri ditunjukkan dengan adanya diskusi interaktif. Kegiatan pembesaran ikan lele secara umum berjalan lancar, mulai dari pembuatan bak terpal, penyiapan wadah, penebaran benih, pemberian pakan, pengambilan sampel, pengukuran kualitas udara, dan melakukan analisis usaha. Proses budidaya selama 90 hari masa pemeliharaan menghasilkan survival rate (SR) dan pertumbuhan yang baik. Luaran dari PKM ini berupa publikasi pada media masa cetak/elektronik Pontianak Post, media Polnep, Jurnal Kapuas, Perjanjian kerja sama (PKS), serta Video kegiatan PKM dengan durasi kurang lebih 5 menit yang diupload ke channel youtube Program Studi Budidaya Perikanan IKP Polnep.