Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengambilan Logam Cd(Cadmium) Dengan Tongkol Jagung Sebagai Adsorben Priyono Kusumo; Sri Mulyaningsih; Agustien Zulaidah; Meilani C
Neo Teknika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Neoteknika Volume 8 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v8i1.1908

Abstract

Tongkol jagung (janggel) merupakan bagian dalam jagung setelah biji biji jagung dipipil. Limbah tanaman jagung terdiri dari batang jagung hampir sebesar 50%, daun jagung sebesar 20%, tongkol jagung(Janggel) sebesar 20% dan kulit jagung sebesar 10% dari total produksi hasil samping tanaman jagung berdasarkan berat kotor.Limbah tongkol jagung (Janggel) dapat dimanfaatkan untuk membuat briket arang aktif. Selanjutnya arang aktif dari limbah tongkol jagung (janggel) ini dapat digunakan sebagai bahan penyerap (adsorben). Kandungan senyawa karbon yang ada dalam tongkol jagung cukup tinggi, yang terdiri dari selulosa sebesar 41% dan hemiselulosa sebesar 36%. Kandungan senyawa karbon yang cukup tinggi dalam tongkol jagung menyebabkan tongkol jagung mempunyai potensi yang besar sebagai bahan pembuat arang aktif. Dalam proses adsorben sebagai zat aktivator kimia digunakan HCL karena mempunyai sifat higroskopis sehingga  dapat mengurangi kadar air yang ada pada arang aktif. Aplikasi penggunaan arang aktif dari tongkol jagung ini sebagai adsorben untuk meminimalisasi kandungan ion logam berat Cd(II) dimana saat proses adsorben  menggunakan Asam Klorida (HCl) sebagai aktivatornya.Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode anova, dari penelitian ini telah diketahui bahwa variabel suhu dan waktu berpengaruuh dalam penelitian ini. Kondisi optimum yang dicapai pada suhu 60°C pada waktu 60 menit tercapai 1,8277 ppm dengan kadar 40,50% dengan pH 7. Kata Kunci : Arang aktif, Adsorben, Aktivasi, Logam berat
PUPUK ORGANIK CAIR PENYANGGA PEREKONOMIAN DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG Priyono Kusumo; Mega Kasmiyatun; Retno Ambarwati; Agustien Zulaidah; Ardine Athalia Christian
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 9, No 16 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat desa Susukan di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang hampir sebagian besar penduduknya mendapat dampak negatif dari pandemik Covid-19 yang cukup besar, tidak sedikit masyarakat mendapat PHK sehingga tingkat perekonomian didaerah tersebut mengalami penurunan yang menyebabkan penurunan kesejahteraan masyarakat setempat. Salah satu solusi yang ditawarkan dengan meilhat peluang dan mudah dilakukan yaitu kewirausahaan pembuatan pupuk organik cair oleh masyarakat baik secara individual maupun secara kelompok dengan sasaran pasar baik dalam wilayah maupun luar wilayah desa Susukan. Keefektifitas dalam kewirausahaan pupuk organik cair ini diharapakan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, kreatif dalam memajukan desa dengan dimilikinya ikon baru yang dikenal oleh wilayah lain. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat desa Susukan tentang bahan baku dan langkah cara pembuatan pupuk organik cair. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melakukan penyuluhan dan menunjukan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Masyarakat menjadi paham dan mengerti dari kegunaan bahan baku serta cara pembuatan pupuk organik air yang ekonomis untuk kewirausahaan di dan setelah masa pandemik covid-19, bertumbuhnya kreatifitas kemampuan masyarakat dalam menangani permasalahan perekonomian. Kesimpulannya masyarakat desa Susukan Sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Rekomendasi yang diberikan yaitu perlu diadakan kegiatan yang berkelanjutan mengenai “Praktik Langsung Oleh Warga dan Penjelasan Perhitungan Ekonomi”di Desa Susukan supaya masyarakat lebih memiliki persiapan yang matang menuju dunia pasar. Kata kunci: pupuk organik cair, kebersihan, peluang, pandemic, Susukan
PENENTUAN PARAMETER KINETIKA PERTUMBUHAN MIKROBA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN REAKTOR HYBRID UPFLOW ANAEROBIC SLUDGE BLANKET (HUASB) sandi kurniawan; Mega Kasmiyatun; Priyono Kusumo
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v3i2.3185

Abstract

Limbah cair tahu mengandung beban organik yang tinggi hal ini dikarenakan limbah cair tahu mengandung senyawa organik seperti karbohidrat, protein dan lemak Salah satu pengolahan yang tepat dengan menggunakan Reaktor Hybrid Uplow Anaerobic Sludge Blanket (HUASB). Reaktor ini memiliki kelebihan dalam mempertahankan konsentrasi biomassa, laju beban yang tinggi  pada operasinya, kemampuan mengendap yang baik, dan pemisahan padat-cair yang baik. Model Monod diaplikasikan untuk mengetahui nilai parameter kinetika dalam mendesain dan mengoperasikan bioreaktor sehingga menghasilkan konsentrasi effluent yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi  (25, 50, 75 dan 100 %) terhadap nilai parameter kinetika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai parameter kinetika yang baik pada konsentrasi 75% yaitu konstanta pemanfaatan substrat (k) 2.0876 g l-1 d-1, Konstanta setengah jenuh (Ks) 2.58559 g l-1, yield coefficient (Y) 3.3475 g TSS/g COD,  decay constant (kd)  0.5159 d-, dan laju pertumbuhan maksimum (µm) 6.9882 g/L dengan nilai koefisien regresi (R2) mencapai 0.94.Kata Kunci: limbah cair tahu, kinetik parameter, HUASB
KARAKTERISTIK MODIFIKASI PATI KULIT SINGKONG (Manihot Esculenta) DENGAN PROSES ASETILASI Rudi Firyanto; Priyono Kusumo; Febrina Putri Romadhoni
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v9i1.9987

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah argoindustri pengolahan ketela pohon seperti industri tepung tapioka, industri farmasi dan industri pokok makanan. kulit singkong dapat menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, antara lain diolah menjadi tepung mocaf, pati dan bahan pangan yang lainnya. Metode asetilasi adalah salah satu metode yang dapat dilakukan dalam proses modifikasi pati kulit singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu pemanasan dan pH larutan awal terhadap swelling power, solubility dan kadar gugus karboksil pada starch acetate yang dihasilkan. Variabel suhu pada penelitian ini yaitu (350C, 450C, 550C, dan 650C) dan variabel pH (6, 7, 8, dan 9). Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai swelling power dan solubility semakin meningkat dengan bertambahnya suhu pemanasan karena meningkatnya kecepatan reaksi asetilasi. Hasil optimum swelling power diperoleh pada perlakuan pH 8 dan suhu pemanasan 65oC sebesar 29,3 g/g. Hasil optimum % solubility pada perlakuan suhu pemanasan 65oC dengan pH 9 sebesar 26,4%. Kenaikan % gugus karboksil cenderung konstan setiap penambahan suhu pemanasan. Hasil optimum % gugus karboksil pada perlakuan pH 8 dengan suhu pemanasan 650C sebesar 0,075%. % gugus karboksil sesuai dengan syarat pati termodifikasi dengan mempergunakan bahan kimia untuk produk pangan (JECFA) bahwa kadar gugus karboksil maksimal yang diperoleh dari proses asetilasi tidak lebih dari 1,1 %.
PENGARUH BENTUK BAHAN ISIAN DALAM KOLOM EKSTRAKSI CAIR-CAIR TERHADAP PERUBAHAN DIAMETER TETESAN FASA TERDISPERSI Kusumo, Priyono
Serat Acitya Vol 1, No 1 (2012): Peradaban Kehidupan Masa Kini
Publisher : FEB UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.814 KB) | DOI: 10.56444/sa.v1i1.14

Abstract

Proses ekstraksi cair-cair mengenal istilah fasa kontinyu yang dialirkan dari bagian atas kolom berisi umpan yang akan diekstraksi menggunakan solven yang dialirkan dalam bentuk dispersi atau tetesan dari bawah kolom melalui distributor dan disebut fasa terdispersi. Ukuran dispersi tetes pada media cair dalam kolom isian sangat beragam. Distribusi ukuran tetes tersebut berbeda pada posisi ketinggian kolom isian. Hal ini diakibatkan adanya peristiwa  penggabungan dan pemecahan tetesan selama tetesan tersebut bergerak keatas dalam kolom isian. Peristiwa penggabungan dan pemecahan tetesan dapat disebabkan berbagai faktor temasuk diantaranya karena adanya isian yang menghalangi gerakan tetesan. Ketidak seragaman ukuran tetes dalam kolom tersebut mempengaruhi laju proses perpindahan massa dari fasa kontinyu ke fasa terdispersi atau sebaliknya, karena adanya variasi luas permukaan kontak serta perubahan tetesnya. Pengamatan perubahan tetesan mulai saat pembentukan tetes hingga pergerakannya saat melewati sela-sela isian merupakan faktor penting untuk menggambarkan distribusi tetesan dalam kolom isian. Perubahan ukuran tetesan tersebut dipengaruhi oleh berbagai variabel operasi dan variabel fisik. Percobaan dilakukan dengan menggunakan kolom segi empat yang terbuat dari bahan transparan sehingga bagian dalam kolom dapat dilihat, dan digunakan  bahan isian berbentuk bola dari kaca dan raschig ring. Pengamatan dilakukan dengan membagi ketinggian kolom menjadi 6 segmen yang sama yaitu berjarak 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 cm dari dasar kolom dan diberi nama Z0 hingga Z5. Pengamatan perubahan tetesan dilakukan secara visual dan direkam dengan kamera digital pada segmen ketinggian tersebut. Dari gambar yang diperoleh dapat dihitung diameter dan jumlah tetesan yang terbentuk, kemudian dapat ditentukan distribusi ukuranya dan juga bisa diamati pergerakan tetes fasa terdispersi saat melewati celah-celah bahan isian bola kaca maupun raschig ring. Hasil percobaan menunjukkan bahwa distribusi ukuran tetes cenderung mengarah ke diameter yang lebih kecil seiring dengan bertambahnya jarak dari dasar kolom. Pergerakan tetes fasa terdispersi dalam kolom dipengaruhi oleh laju alir dan bahan isian yang digunakan.
Optimasi Waktu Reaksi dan pH terhadap Peningkatan Yield Eco Enzyme Teodora Dasilva; Syntia Nabila; Mega Kasmiyatun; Ery Fatarina Purwaningtyas; Priyono Kusumo
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2024): Desember : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/saintek.v3i2.672

Abstract

Eco enzyme is a biocatalyst obtained from a fermentation process involving microorganisms, and has the potential to be applied in various environmental and industrial fields. This research aims to determine the optimum conditions for the volume of eco enzyme, determine the most influential variables between time and pH used during the eco enzyme fermentation process and the chemical characteristics of the eco enzyme product which was fermented for three months. Optimization method using the Central Composite Design – Response Surface Methodology (RSM) method. The comparison made in eco enzyme fermentation is water: organic waste: molasses = 10: 3: 1 = 5000 ml: 1500 gr: 500 gr. Fermentation for 3 months resulted in optimum conditions for making eco enzyme found at a reaction time of 96.213 and a pH of 5.207, with a maximum % yield of 10.24. The most influential variable in this research is pH. FTIR test results show the strongest absorption in the -OH (hydroxyl) group with alcohol properties at a wavelength of 3307.99 cm⁻¹, with a low transmittance of 48.2%. This group has antimicrobial properties that support the growth of good bacteria and other microbes.