Budiyono Budiyono
Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.,Tembalang, Semarang, Indonesia | Universitas Diponegoro

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Sanitasi Lingkungan di Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang Tahun 2016-2018 Rahmadani Dara Ayuningtyas; Budiyono Budiyono; Nikie Astorina Yunita Dewanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 2 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.19.2.170-176

Abstract

Latar Belakang: Lingkungan mempunyai andil yang paling besar terhadap status kesehatan.  Sanitasi lingkungan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan, terutama pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga, kepemilikan air bersih dan kepemilikan jamban. Sanitasi lingkungan merupakan salah satu factor terkait dalam kejadian diare.Metode: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kondisi sanitasi lingkungan di Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang tahun 2016-2018. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan analisis deskriptif. Variable dalam penelitian ini adalah cakupan pengelolaan sampah rumah tangga, cakupan pengelolaan limbah cair rumah tangga, cakupan kepemilikan air bersih dan cakupan kepemilikan jamban. Sampel dari penelitian ini adalah data sekunder terkait dengan kejadian diare dan sanitasi lingkungan di Puskesmas Tengaran tahun 2016-2018.Hasil: Hasil dari penelitain ini menunjukan bahwa pada tahun 2016-2018 cakupan pengelolaan sampah rumah tangga tertinggi berada di Desa Tengaran (91,8%), Desa Tegalrejo (87,6%), Desa Tengaran (98,5%). Pada tahun 2016-2018 cakupam pengelolaan limbah cair rumah tangga tertinggi berada di Desa Butuh (88,6%), Desa Bener (81,7%), Desa Tegalrejo (90,3). Pada tahun 2016-2018 cakupan kepemilikan air bersih tertinggi berada di Desa Patemon (100%, 100%, 96%). Pada tahun 2016-2018 cakupan kepemilikan jamban tertinggi berada di Desa Patemon (100%, 100%, 96,5%).Simpulan: Sanitasi lingkungan (pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair, kepemilikan air bersih, kepemilikan jamban) sudah tergolong baik. Sanitasi lingkungan di Puskesmas Tengaran tahun 2016-2018 merupakan salah satu faktor yang terkait dengan kejadian diare di Puskesmas Tengaran Kabupaten Semarang Tahun 2016-2018.Kata kunci: Sanitasi Lingkungan, Puskesmas Tengaran, Deskriptif ABSTRACT Title: Diarrhea And Environmental Sanitation In Tengaran Health Center Semarang District, 2016-2018 Background: The environment has the biggest contribution to health status. Environmental sanitation is an important factor that must be considered, especially management of household waste, management of household wastewater, ownership of clean water and ownership of latrines. Environmental sanitation is one of the factors in the incidence of diarrhea.Method: The purpose of this study was to describe the conditions of environmental sanitation at the Tengaran Health Center Semarang Regency in 2016-2018. This study is an observational study with a cross sectional approach and used descriptive analysis. Variables in this study are coverage of household waste management, coverage of household wastewater management, coverage of ownership of clean water and coverage of latrine ownership. The sample from this study is secondary data related to the incidence of diarrhea and environmental sanitation in Tengaran Health Center in 2016-2018.Result: The results of this study show that in 2016-2018 the highest coverage of household waste management was in Tengaran Village (91.8%), Tegalrejo Village (87.6%), Tengaran Village (98.5%). In 2016-2018, the highest level of household wastewater management was in the Need Village (88.6%), Bener Village (81.7%), Tegalrejo Village (90.3). In 2016-2018 the highest coverage of clean water ownership was in Desa Patemon (100%, 100%, 96%). In 2016-2018 the highest latrine ownership coverage was in Patemon Village (100%, 100%, 96.5%).Conclusion: Environmental sanitation (management of household waste, management of household wastewater, ownership of clean water, ownership of latrines) has been classified as good. Environmental sanitation in Tengaran Puskesmas in 2016-2018 is one of the factors associated with the incidence of diarrhea in the Tengaran Semarang Health Center in 2016-2018.Keywords: Environmental Sanitation, Tengaran Health Center, Descriptive
Faktor yang Berhubungan dengan Tekanan Darah pada Petani Penyemprot Tanaman Hortikultura di Desa Trayu Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Latifa Rachmawati; Suhartono Suhartono; Budiyono Budiyono
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 19, No 1 (2020): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.142 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.19.1.38-42

Abstract

Latar belakang: Pestisida merupakanxsalahxsatuxbahan kimia yang berbahaya. Adanya kandungan bahan – bahan – bahan aktif pada pestisida yang masuk kedalam tubuh manusia dengan berbagai jalur dapat menganggu proses asetilkolin, yang dapat mengakibatkan gangguan pada tekanan darah. Desa Trayu memiliki pekerjaan dengan mayoritas sebagai petani penyemprot hortikultura denganxjumlah sebanyak 416 orang (41,06%), dimana seluruh petani masih aktif menggunakan pestisida. Tujuan penelitianxinixadalahxuntukxmengetahui beberapaxfaktorxyangxberhubunganxdenganxtekananxdarah petani penyemprot hortikultura dixDesa TrayuxKecamatanxSumowonoxKabupaten Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 66 orang diambil dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Rank Spearman pada α 95%.  Hasil: Responden rata – rata berumur 50 tahun, dengan tingkat pendidikan didominasi Sekolah Dasar, dimana untuk penggunaan pestisida di Desa Trayu mencapai 100%. Sebanyak 34 responden (51,51%)  memiliki tekanan darah sistolik tinggi dan 46 responden (69,69%) memiliki tekanan darah diastolik tinggi. Hasil menujukkanxbahwa tidakxadaxhubunganxantaraxmasaxkerjaxdenganxtekananxdarahxsistolik (p value = 0,408). Terdapat hubungan pada variabelxmasaxkerjaxdenganxtekananxdarah diastolik (pxvalue = 0,022).xTerdapat hubungan antara jumlah campuran pestisida dengan tekanan darah sistolik (p value = 0,001). Tidak ditemukan adanyaxhubunganxjumlah campuran pestisidaxdenganxtekananxdarahxdiastolik (p value = 0,238). Ada hubungan antara variabel frekuensi penyemprotan dengan tekanan darah sistolik (p value = 0,041) dan tekanan darah diastolik (p value = 0,006).Simpulan: Frekuensi penyemprotan berhubungan dengan tekanan darah petani penyemprot tanaman hortikulturaKata kunci: tekanan darah, pestisida, petani penyemprot, tanaman hortikultura.ABSTRACT Title: The Analysis Factors Related to Blood Pressure on Horticulture Spraying Farmers in Trayu Village, Subdistrict Sumowono, District SemarangBackground: Pesticides are a dangerous chemical. The composition of active ingredients in pesticides that enter the human body with various pathways can interfere with the process of acetylcholine, which can disturbing blood pressure. The highest occupation in Trayu Village is horticulture sprayer, the total is 416 people (41,06%), where all farmers are actively using pesticides. Thexpurposexofxthis research was to determine severalxfactorsxrelated to blood pressure.Method: This research was an observational analytic study with a cross-sectional design. The sample of this study was 66 people taken by simple random sampling method. Blood pressure was measured using tensimeter. Data collection were gathered by interview using a questionnaire. Statistical analysis using Rank Spearman test with α 95%.Result: The average respondent is 50 years, with an education level dominated by elementary school, meanwhile the use of pesticides in Trayu Village reaches 100%. There were 34 respondents (51,51%) had high systolic blood pressure and 46 respondents (69,69%) had high diastolic blood pressure. xThexresultsxshowxthere is no correlation between a work period and systolic pressure (pxvaluex= 0,408). Therexisxaxcorrelation work period with diastolicxbloodxpressurex(pxvaluex=x0,022). Therexisxan associationxbetweenxthexamount of pesticide mixture with systolic blood pressure (p value = 0,001). There was no correlation between the amount of pesticide mixture with diastolic blood pressure (p value = 0,238). There was no association btween the variable frequency of srpaying with systolic blood pressure (p value = 0,041) and diastolic blood pressure (p value = 0,006).Conclusion: The frequency of spraying associated with the blood pressure of horticulture spraying farmers.Keywords: blood pressure, pesticides, spraying farmers, horticulture plants
Hubungan antara Kualitas Udara dalam Ruang dengan Kejadian Pneumonia pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang Devina Andan Sari; Budiyono Budiyono; Yusniar Hanani Darundiati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 3 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.809 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.3.12-18

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Di Indonesia, prevalensi pneumonia pada bayi hampir 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan pneumonia dengan balita. Kematian bayi yang disebabkan oleh pneumonia di Puskesmas Bandarharjo adalah 2 diantara 11 kematian bayi di Kota Semarang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas fisik udara dalam ruang dengan kejadian pneumonia pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah bayi yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sampel dalam penelitian sebanyak 61 bayi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data berasal dari hasil  wawancara terkait karakteristik bayi dan orang tua, status merokok anggota keluarga serta penggunaan anti nyamuk bakar. Data PM10, suhu, kelembaban dan intensitas cahaya diukur dengan menggunakan Personal Dust Sampler, thermo-hygrometer dan lux meter. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar debu terhirup sebesar 165μg/m3, suhu udara 30,3°C, kelembaban udara 69,3% dan intensitas cahaya 58,3 lux. Terdapat hubungan antara kadar debu terhirup (p=0,039), kelembaban udara (p=0,041), status merokok anggota keluarga (p=0,030), dan penggunaan anti nyamuk bakar (p=0,008) dengan kejadian pneumonia, sedangkan suhu udara (p=0,371), intensitas cahaya (p=0,295) tidak berhubungan dengan kejadian pneumonia.Simpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah  terdapat hubungan antara kualitas fisik udara dalam ruang rumah dengan kejadian pneumonia pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang.
Faktor Risiko Kejadian Green Tobacco Sickness (GTS) pada Buruh Tani Tembakau: Literature Review: Risk Factors for Green Tobacco Sickness (GTS) in Tobacco Farm Workers: Literature Review Audini Fathia Rizki; Nur Endah Wahyuningsih; Budiyono Budiyono
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i3.415

Abstract

Abstract Background: Background: Green Tobacco Sickness (GTS) is a form of nicotine poisoning caused by direct contact between the skin of tobacco farm workers and wet tobacco plants during the planting and harvesting process. This study aims to analyze the risk factors for the incidence of GTS in tobacco farmers. Method: The method used was a literature review. Articles were obtained from the online database Scopus, PubMed, ProQuest, Google Scholar, and Garuda Portal published during 2010-2020. The selected article used an observational study design and discussed the risk factors for the incidence of GTS in tobacco farmers. The assessment of the quality of the articles used guidelines from the Joanna Briggs Institute. Based on the article search, twelve articles were consisting of three articles from national journals and nine articles from international journals. Article analysis was carried out by comparing the percentage of significant variables in the entire article. This study resulted in the most dominant risk factor for GTS is the use of personal protective equipment with a percentage of 50% of the total articles.