Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Posttraumatic stress disorder among sexual harassment victims: the role of social support, resilience, and religious coping Eko Sujadi; Muhd Odha Meditamar; Muhammad Fadhli; Jafar Ahmad; Yuserizal Bustami; Syaiful Indra
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 2: June 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i2.21952

Abstract

Female students are still at risk of experiencing sexual harassment, which can lead to posttraumatic stress disorder (PTSD). This study investigated the impact of social support on PTSD female students who have been sexually harassed, as mediated by the resilience and religious coping. Out of a total of 1,439 female students who filed online self-reports, 170 female students reported being sexually harassed by lecturers, male students, and administrative officers. The PTSD checklist–civilian version (PCL-C), Multidimensional scale of perceived social support, brief resilience scale, and brief religious coping scale (RCOPE) were used to collect data. Partial least squares (PLS) modeling was used to test the developed hypothesis. This study found that social support, resilience, and religious coping all had an impact on PTSD. Furthermore, social support has an indirect effect on PTSD through resilience and religious coping. Because resilience and coping are mediators in recovering PTSD and that both can be intervened and modified, a training program specifically designed to improve both is needed to overcome the PTSD symptoms experienced by sexual harassment victims.
Pengembangan Modul Dalam Memperkuat Resiliensi Keluarga Pada Masa Pandemi Covid-19 Untuk Mewujudkan Pernikahan Yang Sakinah, Mawaddah, Dan Rahmah Syaiful Indra
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.4625

Abstract

Pandemi Covid-19 menghadirkan ancaman stabilitas keluarga. Keluarga menghadapi kenyataan dan ketakutan akan kehilangan serta kesedihan. Tujuan penelitan untuk menganalisis a) proses pengembangan modul dalam memperkuat resiliensi keluarga untuk mewjudkan pernikahan samarah, b) kelayakan modul dalam memperkuat resiliensi keluarga untuk mewjudkan pernikahan samarah. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian research and development (RnD). Model yang digunakan dalam skema RnD yakni potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk. Instrumen dikembangkan oleh peneliti yang digunakan dalam mengukur kelayakan modul. Hasil dan proses dalam pengemabangan modul dengan tahapan mengidentifikasi potensi dan masalah, pengumpalan data, desain produk, dan validasi desain. Terdapat 5 orang reviwer ahli dalam bidangnya. Setelah melewati tahapan dengan sistematis, serta melewati uji kelayakan melalui expert judgment maka modul tersebut telah layak untuk digunakan. Oleh sebab itu rangkaian yang dilaksanakan secara sistematis dapat disimpulkan bahwa modul telah layak digunakan. Kata Kunci: modul resiliensi keluarga, covid-19, pernikahan
Analysis of the Role and Strategies of Public Speaking in Building Self-Confidence Sari, Ratna; Indra, Syaiful; Andriyani, Juli
An-Nadwah Vol 30, No 1 (2024): Januari - Juni (INPRESS)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/an-nadwah.v30i1.20395

Abstract

The low proficiency in public speaking among students is not a trivial issue, as public speaking significantly influences the enhancement of students' self-confidence when speaking in public. This skill is not only relevant in the educational context but is also crucial in the professional world. The aim of this study is to analyze the role and strategies of public speaking in developing the self-confidence of engineering students at Kolej Vokasional Nibong Tebal, Pulai Pinang. The research method employed is qualitative, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis technique used is descriptive analysis following the Miles and Huberman model. The results indicate that factors contributing to the low public speaking proficiency and self-confidence among engineering students at Kolej Vokasional Nibong Tebal, Pulai Pinang, include the lack of formal training in public speaking, limited opportunities for practice in real situations, insufficient foundational knowledge of public speaking techniques, high levels of anxiety and fear when speaking in public, lack of environmental support, challenges in using the medium of instruction, and previous negative experiences. Public speaking plays a crucial role in building self-confidence through the enhancement of self-efficacy, anxiety management, as well as social support and positive feedback. To improve public speaking and develop self-confidence among engineering students at Kolej Vokasional Nibong Tebal, a directed and effective strategy is required. This includes integrating public speaking into the curriculum, organizing workshops and intensive training, encouraging participation in practical activities, and providing mentoring and coaching programs.
Evaluasi Dampak Game Based Learning dalam Era Pendidikan Digital: Systematic Literature Review Syaiful Indra; Sujadi, Eko; Putra, Hastha Purna
Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Vol. 17 No. 1 (2025): Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-riwayah.v17i1.1843

Abstract

The future of education faces complex challenges related to technology adaptation, curriculum relevance, and educational accessibility. An innovative approach that continues to gain momentum is Game-Based Learning (GBL) and gamification, which aim to enhance student engagement, motivation, and learning outcomes through interactive game elements. This study investigates the GBL approach and its impact within the context of digital education. The method used is a Systematic Literature Review (SLR), analyzing recent literature from 2023 to 2024. The findings indicate that GBL incorporates advanced technologies such as Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), and artificial intelligence (AI)-powered interactive platforms. These technologies have proven effective in supporting project-based learning, promoting digital literacy, and personalizing educational experiences to meet individual student needs. Furthermore, gamification—using narrative elements, challenges, and rewards—has been shown to increase curiosity and deepen engagement in the learning process. In conclusion, GBL and gamification present significant potential to foster dynamic, interactive, and inclusive learning environments. When designed effectively, these methods can not only improve learning motivation but also equip students with the skills necessary to tackle the challenges of the digital age. Further research is essential to address implementation obstacles and ensure the optimal integration of these approaches into the broader education system
Gambaran Kestabilan Emosi Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi Syaiful Indra; Rizka Heni; Winda
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i1.4162

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kestabilan emosi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metodologi deskriptif. Subjek yang akan diteliti dalam penelitian ini berjumlah 4 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa gambaran kestabilan emosi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh lebih didominasi oleh emosi negatif daripada emosi positif. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara yang menunjukkan 3 dari 4 mahasiswa didominasi oleh emosi negatif selama proses pengerjaan skripsi berlangsung. Adapun emosi yang dirasakan yaitu sensitif, stres, takut, khawatir, cemas, frustasi, dan pesimis. Meskipun begitu, terdapat 1 informan yang lebih didominasi emosi positif yaitu optimis dan semangat. Kondisi emosi yang dimiliki selama pengerjaan skripsi disebutkan mengganggu performa informan dalam menyelesaikan skripsinya.
Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Remaja Fiza Fatmila; Ismiati; Syaiful Indra
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i2.4376

Abstract

Fatherless menjadi suatu fenomena yang sangat sering ditemukan pada kalangan anak-anak remaja. Fenomena fatherless dapat disebabkan oleh perceraian dan kematian. Kondisi ini dapat mengganggu dan akan menjadikan suatu hambatan dalam proses perkembangan emosional pada remaja. Keadaan ini juga bisa membuat remaja kesulitan dalam mengontrol emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak fatherless terhadap perkembangan emosional remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah remaja pada usia 12-15 tahun yang mengalami fatherless disebabkan oleh perceraian dan kematian. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kondisi fatherless sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi remaja. Adapun dapat dilihat dari ketika ia kesulitan dalam mengontrol emosi, perasaan sedih, iri, sebagian ada yang menunjukkan perasaan lebih mampu dalam mengelola emosinya karena adanya dukungan dari keluarga seperti ibu. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadikan rujukan yang dapat berkontribusi secara ilmiah dan praktis baik bagi orang tua, pendidik, konselor maupun pembuat kebijakan untuk mendukung remaja yang mengalami fatherless dalam kesejahteraan emosi dan sosial yang sehat.