Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Plankton potential as bioindicator of trophic status of Lokop River Leuser Ecosystem Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Rianjuanda Djamani
Depik Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.3.25034

Abstract

Lokop is one of the villages in East Aceh which has a watershed in the Leuser Ecosystem. Human activities have the potential to disrupt the Trophic Status of Lokop River, such as the use of pesticides for agriculture, household waste and the use of potassium for fishing. It is necessary to research the quality of the waters in the Lokop River. The plankton community present in river waters can be an indicator of environmental pollution by analyzing the saprobic index. This study aims to determine the index of plankton diversity and water quality in the Leuser Ecosystem of the Lokop River through the saprobic index. The research was conducted at three stations. A sampling of plankton was taken in the form of a 10 cc filtrate and five replications were carried out for each study site. Water quality measurements include pH, TDS, Temperature, transparancy, depth, and current. 11 potential species can be used as pollution indicators in the Lokop River, namely Cladophora sp, Diatoma elongatum, Fragilaria capucina, Oedogonium sp., Gonatozygon sp, Lyngbya agardh, Melosira sp., Merismopedia punctata, Microspora sp, Pinnularia sp, Synedra ulna. The plankton diversity index is in the medium category. Based on the Saprobic Index, the level of pollution at the research site was not to lightly loaded of organic pollution and lowly loaded of organic pollution.Keywords:IsoprobikPlanktonBioindicatorLokop
DIVERSIFIKASI PEMBUATAN TEMPE GEMBUS BERBAHAN DASAR AMPAS TAHU GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK PEMBUAT TAHU DI DESA MEURANDEH LAMA, KOTA LANGSA Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Juliati Juliati; Syahriandi Syahriandi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17514

Abstract

ABSTRAKDesa Meurandeh Lama merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Sebagian masyarakat merupakan pengusaha kecil dan menengah, salah satunya kelompok masyarakat yang aktif dalam usaha pembuatan tahu. Peningkatan produksi tahu selain memberikan dampak positif dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, juga memberi dampak negatif berupa meningkatnya limbah ampas tahu yang dapat menimbulkan bau dan pencemaran udara. Limbah ampas tahu saat ini hanya dijadikan sebagai makanan ternak. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan mitra terkait proses produksi pengolahan limbah ampas tahu dengan cara dimanfaatkan untuk dijadikan tempe gembus serta pemasaran melalui media online (Digital Marketing). Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pembuatan tempe gembus berbahan dasar limbah ampas tahu, pelatihan dan pendampingan design produk tahu dan tempe gembus, pelatihan dan pendampingan pemasaran produk tahu dan tempe gembus dengan sistem Digital Marketing. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini yaitu kelompok masyarakat dapat membuat produk tempe gembus dari limbah ampas tahu, memasarkan produk  tahu dan tempe gembus melalui media online (Digital Marketing). Produk tempe gembus yang dihasilkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya mitra  di Desa Meurandeh Lama, Kota Langsa Kata kunci: diversifikasi; tempe;  gembus; langsa. ABSTRACTMeurandeh Lama Village is one of village in Langsa Lama District, Langsa City. Most of the community are low and midlle businessman, such as group of community that actively in tofu production. The increase of tofu production not only have positive impact with the increase of community income, but also have negative impact in increasing the tofu waste production that causes odour and pollution. So far, the tofu waste only used as cattle food. This community service activities aim to solve partner problems related to the production process of processing tofu dregs waste by using it to make tempe gembus and marketing it through online media (Digital Marketing). The method used is training and making tempe gembus made from tofu waste, training and assistance in designing tofu and tempe gembus products, training and marketing assistance for tofu and tempe gembus products with the Digital Marketing system. The tempe gembus product produced can improve the economy of the community, especially partners in Meurandeh Lama Village, Langsa City. Keywords: difercification; tempe; gembus; langsa
IMPLEMENTASI SISTEM CONVEYOR APARTEMENT PADA PETERNAK BURUNG PUYUH DI DESA PAYA BUJOK TUNONG Andri Yusman Persada; Juliati Juliati; Ainul Yusna Harahap; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Teuku Fadlon Haser; Wahdaniah Wahdaniah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.342-347

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan kepada peternak puyuh di Desa Paya Bujok Tunong. Pengabdian ini bertujuan membantu mitra menyelesaikan masalah rutinitas pembersihan kotoran puyuh dan manajemen kandang. Kegiatan pengabdian terdiri dari beberapa kegiatan yaitu survey,  sosialisasi dan sharing session, pembuatan dan implementasi sistem conveyor apartement, serta evaluasi dan pendampingan. Manajemen kandang menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan beternak puyuh. Pembersihan kotoran puyuh dilakukan secara rutin agar tidak menimbulkan bau yang kurang sedap. Limbah kotoran puyuh memiliki bau yang lebih menyengat daripada kotoran sapi. Evaluasi dan pendampingan dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali selama 2 bulan semenjak kandang siap untuk digunakan. Setelah kegiatan ini selesai mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi sistem conveyor apartement. Rutinitas membersihkan kandang menjadi lebih cepat dan mudah. Selain itu, hasil produksi telur puyuh juga meningkat. Hasil tambahan dari penggunaan sistem conveyor apartement berupa pupuk kandang dari kotoran puyuh.
PEMANFAATAN HAMA KEONG EMAS (Pomacea canaliculata) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN IKAN GUNA MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN Suri Purnama Febri; Teuku Fadlon Haser; Syardiansah Syardiansah; Andri Yusman Persada; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Radhiah Radhiah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.817-822

Abstract

Kandungan protein keong emas hampir mencapai 56,77%, sementara ikan memiliki 60 hingga 70% protein. Oleh karena itu, tepung ikan dapat dikurangi atau diganti dalam formulasi pakan dengan tepung keong emas, sebagai komponen pakan alternatif. Akan tetapi selama ini keong emas hanya menjadi hama bagi para petani di sawah. Oleh karena itu, hama keong yang potensial dapat dimanfaatkan sebagai komponen dalam pakan potensial, yang merupakan solusi alternatif pada permasalahan mitra. Kegiatan PKM yang telah diselesaikan: 1) memberikan pengetahuan tentang dampak positif dan negatif akibatt kehadiran keong emas; 2) pendampingan serta pelatihan pembuatan pakan alternatif; dan 3) pendampingan serta pengemasan pakan alternatif. Di akhir kegiatan, mitra mendapatkan informasi mengenai komposisi keong emas dan bagaimana keong emas dapat digunakan sebagai sumber nutrisi pengganti. Untuk lebih menghemat biaya pengeluaran pakan ikan, mitra juga semakin mahir dalam membuat pakan pengganti yang dihasilkan dari keong emas.. 
Plankton potential as bioindicator of trophic status of Lokop River Leuser Ecosystem Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Rianjuanda Djamani
Depik Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.3.25034

Abstract

Lokop is one of the villages in East Aceh which has a watershed in the Leuser Ecosystem. Human activities have the potential to disrupt the Trophic Status of Lokop River, such as the use of pesticides for agriculture, household waste and the use of potassium for fishing. It is necessary to research the quality of the waters in the Lokop River. The plankton community present in river waters can be an indicator of environmental pollution by analyzing the saprobic index. This study aims to determine the index of plankton diversity and water quality in the Leuser Ecosystem of the Lokop River through the saprobic index. The research was conducted at three stations. A sampling of plankton was taken in the form of a 10 cc filtrate and five replications were carried out for each study site. Water quality measurements include pH, TDS, Temperature, transparancy, depth, and current. 11 potential species can be used as pollution indicators in the Lokop River, namely Cladophora sp, Diatoma elongatum, Fragilaria capucina, Oedogonium sp., Gonatozygon sp, Lyngbya agardh, Melosira sp., Merismopedia punctata, Microspora sp, Pinnularia sp, Synedra ulna. The plankton diversity index is in the medium category. Based on the Saprobic Index, the level of pollution at the research site was not to lightly loaded of organic pollution and lowly loaded of organic pollution.Keywords:IsoprobikPlanktonBioindicatorLokop
PENGHAMBATAN EKSTRAK ETANOL DAUN Manihot esculenta DAN Sansevieria trifasciata TERHADAP PENETASAN KEONG MAS Harlita Harlita; Fitriani Fitriani; Kartika Aprilia Putri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5084

Abstract

Hama keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu jenis hama yang menyerang tanaman padi pada fase vegetatif. Hama ini menyerang tanaman padi mulai dari pesemaian sampai tanaman padi berumur empat minggu setelah tanam. Serangan hama ini dapat mengakibatkan jumlah anakan tanaman padi berkurang sehingga dapat menurunkan produktivitas tanaman padi sebesar 90%. Oleh karena itu diperlukan upaya yang optimal untuk mengendalikan hama keong mas yaitu dengan menggunakan daun ubi dan lidah mertua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemggunaan ekstrak daun Manihot utilissima P. dan Sanseviera trifasciatas P. sebagai ovisida hama keong mas dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun Manihot utilissima P. Dan Sansevieria trifasciata P.yang paling optimal sebagai ovisida keong mas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021 di Laboratorium Dasar Universitas Samudra. Rancanagan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga sampel yang digunakan berjumlah 24 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan ektrak daun ubi dan lidah mertua sebagai ovosida hama keong mas. Aplikasi ektrak daun ubi dan lidah mertua dapat dapat meningkatkan persentase telur tidak menetas sebesar 68,11% pada hari ke 14 setelah perlakuan, menurunkan berat telur keong mas sebesar 1,23 gr. Dengan demikian dapat disimpulkam bahwa semakin tinggi konsentrasi ektrak yang digunakan maka efektivitas ektrak sebagai biofungisda semakin meningkat.