Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Plankton potential as bioindicator of trophic status of Lokop River Leuser Ecosystem Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Rianjuanda Djamani
Depik Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.3.25034

Abstract

Lokop is one of the villages in East Aceh which has a watershed in the Leuser Ecosystem. Human activities have the potential to disrupt the Trophic Status of Lokop River, such as the use of pesticides for agriculture, household waste and the use of potassium for fishing. It is necessary to research the quality of the waters in the Lokop River. The plankton community present in river waters can be an indicator of environmental pollution by analyzing the saprobic index. This study aims to determine the index of plankton diversity and water quality in the Leuser Ecosystem of the Lokop River through the saprobic index. The research was conducted at three stations. A sampling of plankton was taken in the form of a 10 cc filtrate and five replications were carried out for each study site. Water quality measurements include pH, TDS, Temperature, transparancy, depth, and current. 11 potential species can be used as pollution indicators in the Lokop River, namely Cladophora sp, Diatoma elongatum, Fragilaria capucina, Oedogonium sp., Gonatozygon sp, Lyngbya agardh, Melosira sp., Merismopedia punctata, Microspora sp, Pinnularia sp, Synedra ulna. The plankton diversity index is in the medium category. Based on the Saprobic Index, the level of pollution at the research site was not to lightly loaded of organic pollution and lowly loaded of organic pollution.Keywords:IsoprobikPlanktonBioindicatorLokop
DIVERSIFIKASI PEMBUATAN TEMPE GEMBUS BERBAHAN DASAR AMPAS TAHU GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK PEMBUAT TAHU DI DESA MEURANDEH LAMA, KOTA LANGSA Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Juliati Juliati; Syahriandi Syahriandi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17514

Abstract

ABSTRAKDesa Meurandeh Lama merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Sebagian masyarakat merupakan pengusaha kecil dan menengah, salah satunya kelompok masyarakat yang aktif dalam usaha pembuatan tahu. Peningkatan produksi tahu selain memberikan dampak positif dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, juga memberi dampak negatif berupa meningkatnya limbah ampas tahu yang dapat menimbulkan bau dan pencemaran udara. Limbah ampas tahu saat ini hanya dijadikan sebagai makanan ternak. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan mitra terkait proses produksi pengolahan limbah ampas tahu dengan cara dimanfaatkan untuk dijadikan tempe gembus serta pemasaran melalui media online (Digital Marketing). Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pembuatan tempe gembus berbahan dasar limbah ampas tahu, pelatihan dan pendampingan design produk tahu dan tempe gembus, pelatihan dan pendampingan pemasaran produk tahu dan tempe gembus dengan sistem Digital Marketing. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini yaitu kelompok masyarakat dapat membuat produk tempe gembus dari limbah ampas tahu, memasarkan produk  tahu dan tempe gembus melalui media online (Digital Marketing). Produk tempe gembus yang dihasilkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya mitra  di Desa Meurandeh Lama, Kota Langsa Kata kunci: diversifikasi; tempe;  gembus; langsa. ABSTRACTMeurandeh Lama Village is one of village in Langsa Lama District, Langsa City. Most of the community are low and midlle businessman, such as group of community that actively in tofu production. The increase of tofu production not only have positive impact with the increase of community income, but also have negative impact in increasing the tofu waste production that causes odour and pollution. So far, the tofu waste only used as cattle food. This community service activities aim to solve partner problems related to the production process of processing tofu dregs waste by using it to make tempe gembus and marketing it through online media (Digital Marketing). The method used is training and making tempe gembus made from tofu waste, training and assistance in designing tofu and tempe gembus products, training and marketing assistance for tofu and tempe gembus products with the Digital Marketing system. The tempe gembus product produced can improve the economy of the community, especially partners in Meurandeh Lama Village, Langsa City. Keywords: difercification; tempe; gembus; langsa
IMPLEMENTASI SISTEM CONVEYOR APARTEMENT PADA PETERNAK BURUNG PUYUH DI DESA PAYA BUJOK TUNONG Andri Yusman Persada; Juliati Juliati; Ainul Yusna Harahap; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Teuku Fadlon Haser; Wahdaniah Wahdaniah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.342-347

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan kepada peternak puyuh di Desa Paya Bujok Tunong. Pengabdian ini bertujuan membantu mitra menyelesaikan masalah rutinitas pembersihan kotoran puyuh dan manajemen kandang. Kegiatan pengabdian terdiri dari beberapa kegiatan yaitu survey,  sosialisasi dan sharing session, pembuatan dan implementasi sistem conveyor apartement, serta evaluasi dan pendampingan. Manajemen kandang menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan beternak puyuh. Pembersihan kotoran puyuh dilakukan secara rutin agar tidak menimbulkan bau yang kurang sedap. Limbah kotoran puyuh memiliki bau yang lebih menyengat daripada kotoran sapi. Evaluasi dan pendampingan dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali selama 2 bulan semenjak kandang siap untuk digunakan. Setelah kegiatan ini selesai mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi sistem conveyor apartement. Rutinitas membersihkan kandang menjadi lebih cepat dan mudah. Selain itu, hasil produksi telur puyuh juga meningkat. Hasil tambahan dari penggunaan sistem conveyor apartement berupa pupuk kandang dari kotoran puyuh.
PEMANFAATAN HAMA KEONG EMAS (Pomacea canaliculata) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN IKAN GUNA MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN Suri Purnama Febri; Teuku Fadlon Haser; Syardiansah Syardiansah; Andri Yusman Persada; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Radhiah Radhiah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.817-822

Abstract

Kandungan protein keong emas hampir mencapai 56,77%, sementara ikan memiliki 60 hingga 70% protein. Oleh karena itu, tepung ikan dapat dikurangi atau diganti dalam formulasi pakan dengan tepung keong emas, sebagai komponen pakan alternatif. Akan tetapi selama ini keong emas hanya menjadi hama bagi para petani di sawah. Oleh karena itu, hama keong yang potensial dapat dimanfaatkan sebagai komponen dalam pakan potensial, yang merupakan solusi alternatif pada permasalahan mitra. Kegiatan PKM yang telah diselesaikan: 1) memberikan pengetahuan tentang dampak positif dan negatif akibatt kehadiran keong emas; 2) pendampingan serta pelatihan pembuatan pakan alternatif; dan 3) pendampingan serta pengemasan pakan alternatif. Di akhir kegiatan, mitra mendapatkan informasi mengenai komposisi keong emas dan bagaimana keong emas dapat digunakan sebagai sumber nutrisi pengganti. Untuk lebih menghemat biaya pengeluaran pakan ikan, mitra juga semakin mahir dalam membuat pakan pengganti yang dihasilkan dari keong emas.. 
PENGHAMBATAN EKSTRAK ETANOL DAUN Manihot esculenta DAN Sansevieria trifasciata TERHADAP PENETASAN KEONG MAS Harlita Harlita; Fitriani Fitriani; Kartika Aprilia Putri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5084

Abstract

Hama keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu jenis hama yang menyerang tanaman padi pada fase vegetatif. Hama ini menyerang tanaman padi mulai dari pesemaian sampai tanaman padi berumur empat minggu setelah tanam. Serangan hama ini dapat mengakibatkan jumlah anakan tanaman padi berkurang sehingga dapat menurunkan produktivitas tanaman padi sebesar 90%. Oleh karena itu diperlukan upaya yang optimal untuk mengendalikan hama keong mas yaitu dengan menggunakan daun ubi dan lidah mertua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemggunaan ekstrak daun Manihot utilissima P. dan Sanseviera trifasciatas P. sebagai ovisida hama keong mas dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun Manihot utilissima P. Dan Sansevieria trifasciata P.yang paling optimal sebagai ovisida keong mas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021 di Laboratorium Dasar Universitas Samudra. Rancanagan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga sampel yang digunakan berjumlah 24 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan ektrak daun ubi dan lidah mertua sebagai ovosida hama keong mas. Aplikasi ektrak daun ubi dan lidah mertua dapat dapat meningkatkan persentase telur tidak menetas sebesar 68,11% pada hari ke 14 setelah perlakuan, menurunkan berat telur keong mas sebesar 1,23 gr. Dengan demikian dapat disimpulkam bahwa semakin tinggi konsentrasi ektrak yang digunakan maka efektivitas ektrak sebagai biofungisda semakin meningkat.
Inventaris Jenis Fitoplankton Di Pulau Pusong, Langsa, Aceh Andri Yusman Persada; Zidni Ilman Navia; Andini Saputri; Kartika Aprilia Putri; Beni Al Fajar
Elkawnie Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v5i1.4494

Abstract

Plankton merupakan organisme kecil yang melayang di dalam badan air pada perairan dan memiliki kemampuan bergerak yang pasif. Perubahan kondisi lingkungan menentukan kehadiran komunitas plankton yang hadir. Plankton terbagi menjadi fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton merupakan plankton yang dapat melakukan fotosintesis. Salah daerah pesisir yang berada di Kota Langsa adalah Pulau Pusong. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui  jenis fitoplankton apa saja yang terdapat di perairan sekitar Pulau Pusong dan kondisi lingkungan di perairan sekitar Pulau Pusong. Pencuplikan sampel plankton di perairan Pulau Pusong dilakukan sebanyak empat titik sampling. Pengukuran sampel air dilakukan dengan tiga ulangan. Ada 30 jenis fitoplankton yang diperoleh yang terdiri dari genus yaitu Bacillaria, Bacteriastrum, Biddulphia, Ceratium, Chaetoceros, Coscinusdiscus, Dactyliosolen, Dithylum, Eucampia, Leucosolonia, Merismopedia, Navicula, Nitzschia, Odentella, Planktonella, Pseudo-nitzschia, Pyrocystis, Rhizosolenia, dan Thalassionema.
Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Probiotik Alami dalam Budidaya Ikan Air Tawar Berkelanjutan Bagi Siswa SMK Perikanan Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Herlina Putri Endah Sari; Kartika Aprilia Putri
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1839

Abstract

Penggunaan antibiotik secara berlebihan pada budidaya ikan dapat menyebabkan resistensi bakteri dan pencemaran lingkungan. Penggunaan probiotik berbahan herba merupakan pendekatan alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan ikan dalam budidaya. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi inang, termasuk ikan. Probiotik dapat meningkatkan pencernaan, memperkuat sistem imun, dan mengurangi penyakit pada ikan. Selain itu, probiotik juga dapat mengurangi kebutuhan akan pakan konvensional dan meningkatkan efisiensi pakan, sehingga dapat menurunkan biaya produksi budidaya perikanan. Pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar diharapkan dapat memberikan alternatif yang lebih ekonomis dan efektif mitra .Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pembuatan probiotik yang ramah lingkungan dalam budidaya perikanan. Kegiatan PKM dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu koordinasi dengan mitra, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Mitra mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan probiotik berbahan ekstrak herba. Instrumen evaluasi berupa 20 soal pilihan ganda Data hasil pre-test dan post-test dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan nilai rata-rata, persentase peningkatan hasil belajar, dan perhitungan gain score untuk mengetahui efektivitas pelatihan Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 30 taruna-taruni. Nilai hasil rata-rata pretes dan postes meningkat dari 43,67 menjadi 82,10.
PROGRAM MAHASISWA BERDAMPAK : PEMULIHAN PASCABANJIR BANDANG MELALUI PENYEDIAAN AIR BERSIH, REHABILITASI LINGKUNGAN, DAN HIDROPONIK SISTEM APUNG DI DESA KOTA LINTANG, ACEH TAMIANG Beni Al Fajar; Herlina Putri Endah Sari; Muhammad Isra; Fitriani; Kartika Aprilia Putri; Sara Gustia Wibowo; Zulfan Arico; Rahmatul Fajri; Ratna Lestari
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/mardika.v4i1.14909

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaksanakan sebagai upaya pemulihan pascabencana banjir bandang November 2025 yang menyebabkan kerusakan permukiman, fasilitas umum, akses air bersih, dan lahan pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, penyediaan air bersih, dan ketahanan pangan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan dilakukan melalui rehabilitasi lingkungan, pemasangan pompa air berbasis tenaga surya, penggunaan mesin penyemprot air, serta penerapan hidroponik sistem apung bersama Karang Taruna dan Kelompok Tani Simpur Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan rehabilitasi berhasil dilakukan pada 7 rumah, 1 sekolah, dan 3 musholla dengan peningkatan kebersihan 70–85%. Pompa air tenaga surya meningkatkan akses air bersih masyarakat hingga 65–75%, sedangkan hidroponik sistem apung menghasilkan 15–25 kg sayuran per siklus dengan peningkatan produksi 40–60%. Selain itu, kompetensi masyarakat dalam penggunaan teknologi meningkat hingga 80–90%. Program ini mendukung pemulihan sosial-ekologis pascabencana sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 2, 6, dan 11.
Plankton potential as bioindicator of trophic status of Lokop River Leuser Ecosystem Andri Yusman Persada; Suri Purnama Febri; Kartika Aprilia Putri; Herlina Putri Endah Sari; Rianjuanda Djamani
Depik Vol 11, No 3 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.3.25034

Abstract

Lokop is one of the villages in East Aceh which has a watershed in the Leuser Ecosystem. Human activities have the potential to disrupt the Trophic Status of Lokop River, such as the use of pesticides for agriculture, household waste and the use of potassium for fishing. It is necessary to research the quality of the waters in the Lokop River. The plankton community present in river waters can be an indicator of environmental pollution by analyzing the saprobic index. This study aims to determine the index of plankton diversity and water quality in the Leuser Ecosystem of the Lokop River through the saprobic index. The research was conducted at three stations. A sampling of plankton was taken in the form of a 10 cc filtrate and five replications were carried out for each study site. Water quality measurements include pH, TDS, Temperature, transparancy, depth, and current. 11 potential species can be used as pollution indicators in the Lokop River, namely Cladophora sp, Diatoma elongatum, Fragilaria capucina, Oedogonium sp., Gonatozygon sp, Lyngbya agardh, Melosira sp., Merismopedia punctata, Microspora sp, Pinnularia sp, Synedra ulna. The plankton diversity index is in the medium category. Based on the Saprobic Index, the level of pollution at the research site was not to lightly loaded of organic pollution and lowly loaded of organic pollution.Keywords:IsoprobikPlanktonBioindicatorLokop
Potensi Ekstrak Etanol Biji Pinang sebagai Moluskisida Terhadap Keong Mas Hadita Amila; Fitriani; Kartika Aprilia Putri; Yonadiah Dwitya; Mulia Safrida Sari; Ratna Lestari
JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA Vol 8 No 1 (2026): Biologica Samudra
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jbs.v8i1.14443

Abstract

The golden snail is a major pest in rice cultivation. This pest attacks the vegetative phase of the plant, so that reducing rice production. Various efforts to control gold snail pests have been carried out such as the use of chemical-based molluscicides. However, this can lead to pest resistance and environmental pollution. Therefore, an alternative effort was made by using extracts Areca seed as a molluscicide. The purpose of this study was to determine the effect of ethanol extract of young and old betel nut as a molluscicide and to determine the concentration of ethanol extract of young and old betel nut which was effective as a molluscicide against golden snail pests. The research was carried out at the Universitas Samudra Laboratory in January-March 2021. Experimental design used RAL with 8 treatments and 5 replications. The application of ethanol extract of old betel nut and areca nut had a significant effect on mortality of golden snail pest but was not significantly different between treatments. The application of a single extract of young and old areca nut seeds at a concentration of 30% was very effective in increasing the mortality of golden snails by 100%, both for golden snails aged 14 days, 26 days, 60 days and adult (wild) snails.