Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Dumbeg Sebagai Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Desa Genjahan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora Anggara, Arfan Bita; Wuryani, Emy; Widiarto, Tri
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 10 (2024): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i10.608

Abstract

Sekarang ini banyak masyarakat yang lebih memilih mengkonsumsi jajanan modern, seperti: kue balok, cupcake, donat modern, dll. dan mulai melupakan jajanan tradisional salah satunya yaitu jajanan dumbeg. Hal ini karena jajanan tradisional tersebut sudah jarang dibuat setiap hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi atau gambaran mengenai Dumbeg sebagai simbol kearifan lokal masayarakat Desa genjahan Kecamatan jiken Kabupaten Blora serta faktor-faktor yang penyebab sulitnya menemukan dumbeg. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. bahwa faktor-faktor penyebab dumbeg tidak lagi banyak ditemukan adalah faktor tradisi yang berbeda di setiap daerah, karena makanan tersebut hanya disajikan pada saat acara tertentu saja. Seperti pada saat tradisi sedekah bumi. Pelaksanaan tradisi sedekah bumi ini dilaksanakan satu tahun sekali setelah panen tiba. Di Kota Blora tradisi sedekah bumi masih dilestarikan di setiap desa, banyak anggapan bahwa jajanan tradisional ini rasanya terlalu legit sehingga banyak masyarakat yang jarang menyukai jajanan tradisional ini. Nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diambil dari jajanan tradisional dumbeg yaitu nilai toleransi, nilai gotong royong, dan nilai religius. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengenalkan dan melestarikan jajanan tradisional dumbeg, antara lain adalah melalui media sosial, kegiatan praktek pembuatan untuk genasi muda, dan pemasaran di pasar tradisional.
Analysis of UMKM Taxpayer Compliance in Rural Areas of Semarang Regency: Case Study of Government Regulation (PP) 23 of 2018 Widiarto, Tri; Sugiyanto, Sugiyanto
Cognitionis Civitatis et Politicae Vol. 1 No. 6 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/politicae.v1i6.1829

Abstract

This study analyzes the tax compliance of MSMEs in rural areas of Semarang Regency regarding the implementation of Government Regulation 23/2018. Using a qualitative approach, this research involved interviews and observations of 30 MSME owners. Data shows that out of 24,567 MSMEs, only 45% are registered as taxpayers with a tax return reporting compliance rate of 62.3%. Factors affecting tax compliance include geographical distance, income level, digital literacy, and seasonal income patterns. MSMEs located more than 20 kilometers from the tax office have 23% lower compliance rates, while 65% of MSME owners are unfamiliar with online tax reporting systems. The findings indicate the need for an integrated approach to improving MSME tax compliance in rural areas, including strengthening socialization, increasing service accessibility, and developing adaptive taxation systems.