Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Media Google Meet Sebagai Pembelajaran Kelas Virtual dengan bantuan Software GeoGebra terhadap Kemampuan Spasial pada pokok bahasan Ruang Dimensi Tiga di Kelas XII SMA Negeri 1 Air Batu T.A 2020/2021 Siti Rahmawati; Anil Hakim Syofra; Sri Rahma Dewi Saragih
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jems.v10i1.11078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifitasan media Google Meet sebagai pembelajaran kelas virtual terhadap kemampuan spasial peserta didik pada pokok bahasan ruang dimensi tiga. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan soal tes kepada peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Air Batu sebanyak 34 peserta. Soal tes yang diberikan kepada peserta didik sebanyak 5 soal uraian yang ditinjau dari kemampuan spasial. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Dari hasil analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil validasi ahli sebesar 85,7% dan berada pada kriteria sangat valid, dari 34 siswa yang menjawab soal, 31 siswa yang tuntas dalam pembelajara ndan 3 orang siswa masih di bawah KKM, hasil keefektifan pembelajaran matematika sebesar 82,8 dengan katagori efektif ditinjau dari kemampuan spasial siswa
Analisis Kemampuan Representasi Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita HOTS Pada Materi Statistika Menggunakan Media Pembelajaran Daring Dengan Cisco Webex Di Kelas XII SMK Negeri 1 Air Joman T.A 2021/2022 Juwita Rizky Br Dmk; Anil Hakim Syofra; Sri Rahmah Dewi Saragih; Desniarti Desniarti
JEMS: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jems.v10i1.11307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita HOTS statistika ditinjau dari kemampuan representasi siswa di kelas XII SMK Negeri 1 Air Joman Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 13 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Air Joman Tahun Ajaran 2021/2022. Instrumen soal yang digunakan dalam penelitian ini berupa 3 butir soal berbentuk uraian yang mengacu pada indikator kemampuan representasi siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Dengan jumlah rata-rata yang didapat dari hasil tes soal uraian yaitu 85,71%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa siswa melakukan kesalahan pada indikator kesatu yaitu memahami menulis sebesar 15,38%, indikator kedua yaitu menggambar sebesar 38,46%, indikator ketiga yaitu ekspresi matematika sebesar 84,61%.  Dengan demikian diperoleh ada pengaruh terhadap pembelajaran dengan bantuan Cisco Webex yang ditinjau dari kemampuan representasi siswa pada materi statistika kelas XII SMK Negeri 1 Air Joman
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN VIA WHATSAPP TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI LOGIKA mitra pasaribu; sri Rahmah Dewi Saragih; Ely Syafitri
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 6, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jmp.v6i2.2514

Abstract

AbstractThis study ass to describe the effectrvencss of students in solving logic problems ia terms of the mathematical communication skills of students in class X1 of SMA Swadaya in Academic Year  2020 / 2021 . the subjek of the study  are 14 student  of class X1 of private High School in Academic Year 2020/2021.The instrument in this research are 3 essay questions which refers to indicators of  mathematical communication skills. Determination of the sample is done using the total , Sampling technique, Based on the results of data processing, 12 students (85,7%) are belonged to “Hight" category because they are able to complate the three indicators of mathematical communication skills hingt, and 5 students (14,2%) are in medium Category, because they are sbic to complete the three indicators of mathematical communication ability well but are wrong in writing symbols. Keywords: Mathematical Logic, Mathematical Communication Skills, WhatsApp Media. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikann keefektifan siswa dalam menyelesaikan soal logika  ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas XI SMA Swasta SwadayaTahun Ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 20 siswa kelas X1 SMA Swasta Swadaya Tahun Ajaran 2020/2021. Instrumen soal yang digunakan dalam penelitian ini berupa 3 butir soal berbentuk essay yang mengacu pada indikator kemampuan komunikasi matematis. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Total Sampling.Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh sebanyak 12 siswa (85,7%) termasuk dalam kategori “Tinggi”  karena mampu menyelesaikan ketiga indikator kemampuan komunikasi mmatematis tersebut dengan sangat baik, dan 5 siswa (14,2%) termasuk dalam kategori “Sedang” karena mampu menyelesaikan ketiga indikator kemampuan komunikasi mmatematis tersebut dengan  baik namun salah dalam menulis simbol. 
PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL PAIR CHECK TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATAKULIAH PERENCANAAN PENGAJARAN Sri Rahmah Dewi Saragih
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 3, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.39 KB) | DOI: 10.36294/jmp.v3i2.481

Abstract

This study aims to determine whether there is a significant influence between mathematical problem solving abilities of students who are taught using cooperative learning pair check model is higher than the mathematical problem solving abilities of students who are taught by the lecture method in Mathematics teaching planning courses. The population in this study were all V semester students of the Mathematics Education Study Program FKIP UNA, taking a sample of two semesters totaling 72 students through a purposive sampling technique. The results of the study from the experimental semester obtained an average pretest of 65.1 and posttest average of 80.8. Whereas from the semester of control the average pretest was 65.5 and the posttest average was 75.1. Analysis of posttest data using the t test at the level of α = 0.05 obtained tcount = 2.75 while t table = 1.98 turned out t_count> t_tabel so that Ho is rejected and Ha is accepted. Then it can be concluded that the mathematical problem solving abilities of students taught by using the pair check learning model are higher than the students' mathematical problem solving abilities taught by the lecture method.
Application of Fuzzy C-Means Algorithm for Clustering Customers Oktaviana Nirmala Purba; Dian Novianti Sitompul; Tua Holomoan Harahap; Sri Rahmah Dewi Saragih; Rizka Fahruza Siregar
Hanif Journal of Information Systems Vol. 1 No. 1 (2023): August Edition
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/hanif.v1i1.8

Abstract

Today's fierce business competition requires companies to focus on the needs desired by consumers.This makes companies have to think about how to manage customer data so that it can be utilized properly for the development of marketing strategies.And Grouping (cluster) customers based on their respective characteristics can be an alternative in solving these problems.In clustering (cluster) customers there are several data mining clustering methods that can be used, one of which is the Fuzzy C-Means (FCM) method. FCM is a clustering algorithm where one object can be a member of several clusters and FCM cluster boundaries are vague. The output of FCM is a row of cluster centers and several degrees of membership for each data point. In this clustering, customers will be divided into 4 customer clusters namely Golden, Silver, Bronze, and Iron with the variables used as a reference are the final purchase date, purchase frequency and total purchase. The data used is customer transaction data for the period September - December 2015. The total data is 709 transactions from 75 customers. After the data is processed with the Fuzzy C-Means method, the final results show that the iteration ends at the 30th iteration with a change in the objective function of 9.8. The resulting customer clusters are Golden: 27, Silver: 15, and Bronze: 33 with a cluster validity of 0.596277.
PELATIHAN APLIKASI PhET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR (SD) Sri Rahmah Dewi Saragih; Eva Margaretha Saragih; Amanda Rizky Aulia Putri; Juni Yanti; Miftahul Husna Sirait; Eukaristo Sotar Duga Purba
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v6i1.6401

Abstract

Abstract: This study aims to describe the use of Physics Education Technology (PhET) applications as interactive learning tools for elementary school students. Science education at the elementary level often faces challenges because many concepts are abstract and difficult for children to understand. To overcome this, this study uses two approaches that include the planning stage, selection of suitable simulations, and implementation of PhET in the classroom. This approach also involves the process of observation, assessment of concept understanding, and analysis of student responses to the learning methods used. The researcher used a descriptive qualitative method by observing directly, conducting interviews with teachers, and administering simple formative tests. The results of the study show that the use of PhET can help children understand abstract mathematical concepts, such as the relationship between fractions and decimals, through interactive visualizations and digital object manipulation. In addition, students also showed an increase in learning motivation, curiosity, and activity in discussions. Thus, the PhET application can be an innovative and effective learning medium in improving the quality of mathematics learning at the elementary school level. Keywords: Interactivity, Mathematics, PhET Learning Media, Elementary School, Simulation.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan aplikasi Physics Education Technology (PhET) sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi siswa Sekolah Dasar. Pembelajaran sains di tingkat dasar sering kali menghadapi tantangan karena banyak konsep yang bersifat abstrak dan susah dipahami oleh anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menggunakan dua pendekatan yang mencakup tahap perencanaan, pemilihan simulasi yang cocok, serta penerapan PhET dalam kelas. Pendekatan ini juga melibatkan proses observasi, penilaian pemahaman konsep, serta analisis respons siswa terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengamati langsung, melakukan wawancara dengan guru, serta memberikan tes formatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PhET dapat membantu anak-anak memahami konsep matematika yang abstrak, seperti hubungan antara pecahan dan desimal, melalui visualisasi yang interaktif dan manipulasi objek digital. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar, rasa ingin tahu, dan keaktifan dalam berdiskusi. Dengan demikian, aplikasi PhET dapat menjadi media pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Dasar. Kata Kunci: Interaktivitas, Matematika, Media Pembelajaran PhET, Sekolah Dasar, Simulasi.
Pendampingan Penerapan Standart Mutu Pendidikan TK Darussalam Serdang Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Indonesia Emas 2045 Sri Rahayu; Anshoruddin Anshoruddin; Sri Rahma Dewi Saragih; Muhamer Sukri Sitorus; Dita Khairani Hasibuan
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 5 No. 2 (2025): Artikel Pengabdian Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v5i2.7249

Abstract

Standar mutu pendidikan anak usia dini merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen sekolah, dan kompetensi pendidik. TK Darussalam Desa Serdang menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, lemahnya pengelolaan administrasi, serta rendahnya capaian akreditasi yang berdampak pada mutu layanan pendidikan. Program pendampingan ini menunjukkan peningkatan kuantitatif sederhana, antara lain peningkatan jumlah peserta didik sebesar ±20% dan peningkatan partisipasi orang tua sekitar ±30% setelah penerapan program. Penelitian ini bertujuan mendampingi TK Darussalam dalam penerapan standar mutu pendidikan melalui penguatan manajemen sekolah dan tata kelola pendidikan sebagai upaya mendukung transformasi PAUD menuju Indonesia Emas 2045. This service introduces a community-based quality assurance model yang memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas pendidik, serta mendorong pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas tenaga pendidik, penerapan manajemen sekolah yang lebih terstruktur, perbaikan tata kelola pendidikan, meningkatnya keterlibatan orang tua, serta terbentuknya budaya mutu dalam penyelenggaraan PAUD. Selain itu, terjadi peningkatan jumlah peserta didik, perbaikan kualitas pembelajaran, dan kesiapan lembaga dalam memenuhi standar mutu pendidikan dan akreditasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan berbasis standar mutu pendidikan efektif dalam memperkuat tata kelola pendidikan, manajemen sekolah, dan kualitas PAUD, serta berpotensi direplikasi sebagai model penguatan PAUD berbasis mutu secara nasional.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN REACT BERBANTUAN APLIKASI GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Ulina Agustina Harahap; Sri Rahmah Dewi Saragih
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6609

Abstract

Abstract: The aim of this research is to outline the implementation of the REACT method, supported by the Geogebra software, to improve critical thinking skills employing a qualitative approach. The information for this research was gathered from studies conducted with students at Yapim Simpang Kawat Private High School. The techniques for collecting data in this research included observations and interviews, interviews, assessments of critical thinking skills, and documentation. The techniques for data analysis encompass multiple steps, which include calculating the results of student tests and categorizing the level of critical thinking skills both on an individual basis and collectively for the class. The findings of this study indicate that among 36 students, 25 demonstrated critical thinking skills classified as "high", 2 students showed critical thinking skills classified as "medium", while the remaining 9 students were categorized with "low" critical thinking abilities. Based on the test outcomes, regarding question number 1, 79% of the students provided the right answer while 21% did not; for question number 2, 79% were correct and 21% were incorrect; concerning question number 3, 78% got it right and 22% did not; in question number 4, 73% answered correctly and 27% answered wrongly; for question number 5, 68% were correct and 32% were incorrect; lastly, for question number 6, 69% of students provided the correct answer and 31% were incorrect. Consequently, the critical thinking skills level in class X at Yapim Simpang Kawat Private High School is 74%, categorizing it as good. Keywords: REACT, Critical Thinking, GeoGebra Application                    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan penerapan metode REACT, yang didukung oleh perangkat lunak Geogebra, untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi untuk penelitian ini dikumpulkan dari studi yang dilakukan dengan siswa di SMA Swasta Yapim Simpang Kawat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi dan wawancara, penilaian keterampilan berpikir kritis, dan dokumentasi. Teknik analisis data mencakup beberapa langkah, yang meliputi menghitung hasil tes siswa dan mengkategorikan tingkat keterampilan berpikir kritis baik secara individu maupun secara kolektif untuk kelas. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dari 36 siswa, 25 menunjukkan keterampilan berpikir kritis yang diklasifikasikan sebagai "tinggi", 2 siswa menunjukkan keterampilan berpikir kritis yang diklasifikasikan sebagai "sedang", sementara 9 siswa lainnya dikategorikan dengan kemampuan berpikir kritis "rendah". Berdasarkan hasil tes, terkait pertanyaan nomor 1, 79% siswa memberikan jawaban yang benar sedangkan 21% tidak; untuk pertanyaan nomor 2, 79% benar dan 21% salah; terkait pertanyaan nomor 3, 78% menjawab dengan benar dan 22% tidak; dalam pertanyaan nomor 4, 73% menjawab dengan benar dan 27% menjawab salah; untuk pertanyaan nomor 5, 68% benar dan 32% salah; terakhir, untuk pertanyaan nomor 6, 69% siswa memberikan jawaban yang benar dan 31% salah. Akibatnya, tingkat keterampilan berpikir kritis di kelas X di SMA Swasta Yapim Simpang Kawat adalah 74%, mengkategorikannya sebagai baik. Kata Kunci: React, Berpikir Kritis, Aplikasi Geogebra
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL Sri Rahmah Dewi Saragih; Putri Lidiana Permata Sari; Raihana Tresna Suciati; Riska Amelia Putri; Rizki Aulia; Sri Dita Arianti; Ayu Safira; Hikmatun Hasanah; Hariyanti Hariyanti; Ramona Harahap; Amalia Amalia; Intan Zarina Manurung; Hilya Putri
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2776

Abstract

The training for creating digital technology-based mathematics learning media at SMA N 1 Pulau Rakyat on October 2, 2024, aimed to enhance the quality of mathematics education in the digital era. Involving one lecturer and eleven students, this activity adopted interactive methods to foster better student engagement in learning. Initial observations revealed that many students struggled to understand mathematical concepts due to conventional teaching methods. This training focused on introducing digital tools, where students learned to create learning media such as interactive posters and infographics. Evaluation results showed an increase in students' confidence in using technology and their interest in mathematics. Thus, this program not only improves mathematical understanding but also develops relevant technological skills, making students active creators in the learning process.Keywords: Learning media, Digital technology, Mathematics education, Student engagement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN APLIKASI GEOGEBRA SISWA Dita Niarti; Sri Rahmah Dewi Saragih
Diskrit: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine whether there is an influence of the Problem Based Learning learning model on problem solving abilities assisted by the GeoGebra application at UPTD of SMP N 2 Silau Laut in flat-sided geometric material, especially cubes and blocks. This type of research is quantitative research. The data collection technique used in this research is a quasi experiment, namely Pretest-Posttest Control Group Design. The samples taken are VIIIth-2 Class as an experimental class using the Problem Based Learning learning model assisted by the GeoGebra application and VIIIth-1 Class as a control class using a direct learning model where each class consisted of 30 people using the purposive sampling method. The research instrument taken was a posttest of problem solving abilities. After the learning was completed, a posttest was obtained with an average result of the experimental class 87,600 and an average of 78,400 of the control one. The t-test results obtained . Thus, is rejected and is accepted, and it can be concluded that there is an influence of the Problem Based Learning learning model on the problem solving abilities assisted by the GeoGebra application of students at UPTD of SMP N 2 Silau Laut.Keywords: Problem Based Learning, GeoGebra Application, Problem Solving Ability  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah berbantuan aplikasi GeoGebra di UPTD SMP N 2 Silau Laut dalam materi bangun ruang sisi datar terkhusus kubus dan balok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan quasy experiment yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel yang diambil adalah kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan aplikasi GeoGebra dan kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung dimana setiap kelas berjumlah 30 orang dengan memakai metode purposive sampling. Instrumen penelitian yang diambil adalah posttest kemampuan pemecahan masalah. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh posttest dengan hasil rata-rata kelas eksperimen dan rata-rata kelas kontrol . Hasil uji-t diperoleh . Maka ditolak dan diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah berbantuan aplikasi GeoGebra siswa di UPTD SMP N 2 Silau Laut.  Kata kunci: Problem Based Learning, Aplikasi Geogebra, Kemampuan Pemecahan Masalah