Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : TEKNOSIAR

Studi Penggunaan Serat Ijuk Sebagai Bahan Tambahan Dalam Campuran Beton Mutu Normal Mikael Wora
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 1 (2013): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.057 KB)

Abstract

Eksperimental ini dilakukan untuk mengetahui besar nilai kuat tekan dan kuat tarik beton yang telah tercampur dengan bahan tambahan serat ijuk, sehingga disebut beton berserat. Beton berserat dapat mempengaruhi terhadap kualitas beton secara umum. Dalam penelitian menggunaan serat ijuk dengan bervariasi ukuran panjang mulai 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Perbandingan berat serat terhadap semen yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3% untuk setiap perilaku. Sedangkan material seperti agregat halus dan ageregat kasar, maupun semen adalah kondisi standar. Speciment benda uji bentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 68 buah. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik beton dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian dari 4 perilaku: Beton normal (tanpa serat ijuk) kuat tekan 23,11 MPa dan kuat tarik 2,04 MPa, Ketika beton menggunkana serat ijuk 1%, 2% dan 3% kekuatan tekan menurun dari 23. Mpa ke 19.81 Mpa. Sedangkan kekuatan Tarik eningkat dari 2.04 Mpa ke 3.21 Mp.Maka disimpulkan bahwa semakin panjang serat ijuk nilai kuat tekan beton menurun, sedangkan nilai kuat tarik beton akan meningkat.
Studi Evaluasi Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Beton Pada Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Internasional Surabaya Mikael Wora
TEKNOSIAR Vol. 7 No. 2 (2013): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.746 KB)

Abstract

Paper ini menyajikan tentang besar daya dukung pondasi tiang pancang beton, pondasi tiang pancang beton adalah jenis pondasi dalam yang berfungsi untuk memikul beban yang disalurkan dari struktur atas bangunan gedung Rumah Sakit Internasional Surabaya kedalam tanah.Tujuan studi untuk mengetahui besar daya dukung pondasi tiang pancang beton yang digunakanan sesuai kondisi tanah yang berada dibawah bangunan sebagai pijakan, agar bangunan tersebut tetap nyaman. Metode analisis yang digunakan antara lain : Metode Cone Penetrasi Tes (CPT) dan Standart Penetrasi Test (SPT) adalah data hasil penyelidikan dilapangan serta Paulos dan Davis adalah rumus empris. Hasil analisis metode CPT memperoleh daya dukung sebesar 161,45 kN, metode SPT daya dukung sebesar 128,3 kN, Metode Paulos dan Davis untuk tiang tunggal daya dukung sebesar 108,34 kN dan tiang kelompok daya dukung sebesar 965,42 kN. Hasil analisi menyimpulkan bahwa pondasi tiang pancang beton digunakan karena dapat memikul beban layan yang diberikan.
Pengaruh Waktu Perendaman Beton Dalam Air Laut Dapat Menurun Kualitas Beton Mikael Wora; Yuventinus Segu
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.051 KB)

Abstract

Lingkungan agresif dapat membawa dampak yang merugikan terhadap kualitas beton karena lingkungan ini banyak mengandung zat-zat kimia yang bersifat reaktif terhadap unsur-unsur dalam beton sehingga dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi pada beton. Biasanya pada air laut yang banyak mengandung garam sulfat. Benda uji berbentuk silinder ukuran 15 cm x 30 cm dan mutu beton rencana f’c = 25 Mpa. Perencanaan Campuran beton berdasarkan metode SK-SNI-T-15-1990-03. Waktu rendam di air laut berumur 3,7, 14, 21, dan 28 hari dan rendam langsung di air laut lokasi pantai Ende. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil yang peneleitian beton yang tidak direndam dengan air laut kuat tekan 25,75 Mpa dan kuat tarik 3,13 Mpa, Beton yang direndam di air laut; umur 3 hari kuat tekan 24,40 mpa dan kuat tarik 2,78 Mpa, umur 7 hari kuat tekan 23,96Mpa dan kuat tarik 2,63Mpa, umur 14 hari kuat tekan 23,47 Mpa dan kuat tarik 2,62 Mpa, umur 21 hari kuat tekan 22,39 Mpa dan kuat tarik 2,48 Mpa, umur 28 hari kuat tekan 21,32 Mpa dan kuat tarik 2,26 Mpa. Maka disimpulkan bahwa beton yang terendam di air laut semakin lama direndam maka kekuatannya semakin menurun.
Penggunaan Sebagian Pasir Laut Sebagai Pengganti Agregat Halus Dalam Campuran Beton Dapat Meningkatkan Mutu Beton Mikael Wora; Arnold S. Da’o
TEKNOSIAR Vol. 9 No. 1 (2015): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.308 KB)

Abstract

Studi eksperimental kekuatan beton dengan menggunakan pasir laut sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton. Perencanaan Campuran beton berdasarkan metode SK-SNI-T-15-1990-03. Persentase pasir laut yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Benda uji yang berbentuk kubus ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm berjumlah 120 buah, masing-masing perilaku berjumlah 20 buah dan mutu beton rencana K-200. Pengujian kekuatan beton pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian pemeriksaan fisik bahan terhadap pasir Pasir laut Pantai Ndao Ende; kadar lumpur yang terkandung 3,9% dari yang ditentukan < 5%, berat jenis pasir 3.07 kg/cm³ dari yang disyaratkan 2,50 kg/cm³ dan masuk dalam zona III. Hasil kuat tekan mengunakan pasir laut 0% 234,48 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 10% 273,94 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 20% 244,98 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 30% 232,30 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 40% 205,59 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 50% 165,66 kg/cm². Hasil menunjukkan bahwa pasir laut dapat digunakan dalam campuran beton sebesar 10-20% dan meningkatkan mutu beton mencapai 16,83 % dari beton normal.