Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Tingkat Kepuasan Pengolah Ikan Terhadap Pelayanan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Marengkeng, Yayuk S; Tangke, Umar; Deni, Sitkun; Laisouw, Ruslan
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1597

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus mengenai tingkat pelayanan pelabuhan terhadap pengolah ikan di PPN Ternate. Pelayanan yang diteliti mengenai pelayanan ketersediaan bahan baku untuk pengolahan ikan, pelayanan pendistribusian, dan pelayanan jasa seperti pelayanan menangani keluhan pengguna layanan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu metode pengambilan sampel dengan tujuan dan pertimbangan tertentu, dimana sampel yang dipilih dianggap memenuhi ciri spesifik dan karakteristik yang diharapkan. Jumlah sampel yang diambil adalah 12 pengolah ikan dengan rincian 3 pengolah ikan pindang, 6 pengolah ikan asap (fufu), dan 3 pengolah ikan asin. Hasil penelitian dapat bahwa :tingkat kepuasan pengolah ikan (CSI) terhadap pelayanan yang diberikan oleh PPN Ternate terhadap Pengolah ikan dikategorikan “Cukup Memuaskan” dengan perolehan CSI sebesar 59,93 %, faktor-faktor yang menentukan tingkat kepuasan pengolah ikan yang perlu mendapatkan perbaikan pelayanan karena kinerjanya belum dinilai memuaskan oleh pengolah ikan di PPN Ternate adalah ketersediaan jumlah bahan baku untuk produksi pengolahan ikan, ketersediaan fasilitas/jasa, seperti penyewaan alat transportasi untuk pendistribusian hasil olahan bagi pengolah ikan pindang, ketersediaan sarana/media untuk menyampaikan keluhan pengguna layanan (pemasaran, jasa transportasi) di pelabuhan, dan Faktor-faktor yang menentukan tingkat kepuasan yang kinerjanya sudah memuaskan dan perlu dipertahankan adalah kualitas bahan baku sesuai dengan harapan pengolah, kecepatan proses pembelian bahan baku, biaya pelayanan yang jelas dan konsisten mengenai penyewaan fasilitas, seperti tempat pemasaran, kemudahan prosedural pemasaran hasil olahan di pasar pelabuhan, dan kondisi fisik tempat pembelian bahan baku.
Tinjauan Sumber Suplai Dan Mutu Ikan Yellowfin Tuna Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Fokatea, Hardin; Tangke, Umar; Laisouw, Ruslan
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 6 No 1 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i1.1828

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan November sampai Desember 2017, dengan tujuan untuk mengingitifikasi sumber suplai ikan dan mutu yellowfin tuna di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan sampling dan observasi. Aspek yang diteliti yaitu mutu dan perdagangan ikan tuna di PPN Ternate. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui pengumpulan tally sheet hasil pembongkaran kapal tuna hand line dengan teknik sampling dan observasi terhadap proses pembongkaran ikan tuna hand line di pelabuhan sekaligus melakukan wawancara langsung terhadap pelaku perikanan tuna seperti pemilik tuna landing center (TLC), nelayan, karyawan perusahaan, checker, supir mobil box pengangkut ikan tuna, tim enumerator pelabuhan. Hasil penelitian didapat bahwa sumber bahan baku produk ikan yellowfin tuna di PPN Ternate selama tahun 2013 sampai tahun 2016 umumnya berasal dari perairan Provinsi Maluku Utara melalui beberepa kabupaten/kota terutama dari daerah Halmahera Selatan, Pulau Morotai, Kabupaten Sula dan Kota Ternate, dimana produksi ikan yellowfin tuna per kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara selama tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 yang merupakan bahan baku oleh perusahaan di PPN Ternate. Selain itu terdapat pula bahwa hasil dari pengecekan (grading) dapat digolongkan menjadi dua belas tingkatan mutu atau grade yaitu A3, A2F, AF, A2, A+, A, A-, B+, B, B-, C/reject, dan D/Oba, dimana grade A-, B+, B, B-, R/C dan O/D merupakan produksi ikan yellowfin tuna untuk produk lokal dan nilai mutu A3, A2F, AF, A2, A+ dan A untuk produk tuna ekspor.
Analisis Penanganan Ikan Madidihang di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Provinsi Maluku Utara Lamadrasi, Risman; Tangke, Umar; Laisouw, Ruslan
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 6 No 1 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i1.1832

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Provinsi Maluku Utara pada bulan April 2023 dengan tujuan untuk mengidentifikasi penanganan yang diterapkan pada kapal penangkap madidihang di PPN Ternate, menentukan pengaruh penanganan terhadap mutu madidihang yang didaratkan di PPN Ternate dan menentukan bentuk penanganan yang tepat pada kapal penangkap madidihang di PPN Ternate. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilakukan di PPN Ternate, studi kasus yaitu pengujian secara terinci terhadap suatu objek dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. Pada kasus ini mengamati pengaruh penanganan madidihang yang dilakukan saat di laut dan saat pembongkaran dilakukan terhadap mutu madidihang dengan pengamatan dilakukan pada dua kapal yaitu: kapal hand line dan kapal long boat. Hasil Penelitian didapat bahwa Penanganan yang diterapkan kapal hand line lebih baik, berdasarkan pada tampilan ikan madidihang yang didaratkan, lebih cemerlang serta kurangnya goresan pada bagian tubuh dan proporsi cacatnya (berdasarkan pada bobot madidihang kurang dari 17 kg) lebih kecil (5%) daripada kapal pancing tonda, tampilan kurang cemerlang dan terdapat banyak goresan pada tubuh madidihang yang didaratkan dan proporsi cacatnya lebih besar (berdasarkan pada bobot madidihang kurang dari 17 kg), sebesar 27%.
Application of Newton Polynomial Interpolation Method in Determining the Continuity of Functions Represented by Tabulated Discrete Points Putra, Huraidi Darma; Laisouw, Ruslan; Sultan, Muzakir Hi.; Usman, Hasanuddin
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 6 No 2 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i2.2090

Abstract

Most people are only familiar with functions that have been formulated explicitly y=f(x)) or implicitly (f(x,y)=0) However, functions obtained by researchers and engineers based on experimental data or field observations often do not have a known formula, and are therefore only represented in the form of tabulated discrete points. To determine the continuity of a tabulated function obtained from observational data, a function formula from the data is required. Consequently, the condition for the continuity of a function, where 〖lim〗┬(x→c)⁡〖f(x)=f(c)〗cannot be met. The problem in this research is to utilize data on the number of poor people from 2015-2021 and predict the monthly number of poor people using the Newton polynomial interpolation method with Maple. It also aims to prove the continuity of functions represented by tabulated discrete points by showing whether 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)=p(c)〗 or 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)≠p(c)〗. Based on the research results, it was found that Newton polynomial interpolation can be used to estimate the monthly number of poor people based on annual data, provided the conditions are met: the data represents a function, and the data table interval is changed to (1 )/12. The estimated function (Newton polynomial) p(x) obtained, in the form: (0.0121666) x^5-(122.7059942) x^4+ ( 4.950193546*〖10〗^5 ) x^3-( 0.985008654*〖10〗^8 ) x^2+(1.0070 35027*〖10〗^12)x-(4.062567218*〖10〗^14 ) has been proven to demonstrate the continuity of a function represented by tabulated discrete points by showing that 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)=p(c)〗 for each point.
Peran Ayah Dalam Pembentukan Karakter Anak Di Rumah Umagap, Wirda Az; Laisouw, Ruslan
AL-WARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama Vol 16, No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/al-wardah.v16i2.1022

Abstract

Ayah merupakan sosok kepala keluarga sehingga memiliki kedudukan yang penting dan mulia. Ayah merupakan pemimpin bagi istri dan anak-anaknya, oleh karenanya ayah sangat bertanggung jawab dalam kehidupan mereka dan kelak akan dimintai pertanggung jawabannya dihadapan Allah SWT (Adnan Hasan Salih Baharits, 1996). Ayah berperan untuk menentukan bagaimana pembentukan karakter anak sejak masih kanak-kanak hingga dewasa. Selain itu, dukungan ayah diperlukan untuk perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Peran ayah masih berlanjut saat bayi tumbuh menjadi balita. Pada usia balita, anak akan lebih aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak memiliki ketertarikan untuk mengeksplor hal-hal baru di sekelilingnya. Peran ayah untuk anak adalah sebagai seorang pemandu. Dimana pemandu akan membantu anak dalam menjelajahi rasa ingin tahu yang ia miliki. Namun, tidak lupa ayah juga memberikan batasan rasa ingin tahu sang buah hati. Peran ayah untuk anak tidak kalah penting dengan peran ibu, apalagi untuk membentuk karakter anak yang baik.
EDUKASI DAN REIBOSASI PROPAGUL MANGROVE DI DESA INDOMUT KABUPATEN HALMAHERA SELATAN PROPINSI MALUKU UTARA Az Umagap, Wirda; Madoan, Muhamad; Bashir, Mutmainnah; Josen, Chantika; Laisouw, Ruslan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.48-52

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang tumbuh pada daerah pesisir, parairan pantai, muara suangai dan zona estuari. Dilihat dari bentuk pertumbuhannya baik secara horisontal maupun fertikal, maka ekosistem Mangrove memiliki beberapa fungsi yang sangat penting, diantaranya fungsi ekonomi, fungsi ekologi dan fungsi biologi. Reboisasi hutan mangrove dapat memperbaiki ekosistem pesisir, memperbaiki taraf hidup masyarakat sekitarnya dengan hasil hutan dan perikanan. Edukasi diharapkan dapat memberikan pemahaman kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove, dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat setempat. berisi pokok-pokok pengabdian, seperti tujuan, metode dan hasil pengabdian. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan manfaat ekosistem mangrove, dan Mengadakan reboisasi propagul mangrove sebagai upaya dalam menciptakan regenerasi pertumbuhan mangrove dan dapat mempertahankan kestabilan pertumbuhan ekosistem mangrove. Kegiatan Pengabdian dilakukan di Desa Indomut Kabuaten Halmahera Selatan. Metode yang digunakan dengan menggunakan tahapan persiapan, tahapan edukasi dan tahapan reboisasi untuk penanaman propahul mangrove. Berdasarkan pada kegiatan ini yang dilaksanakan di Desa Indomut bersama masyarakat melakukan penanaman propagul mangrove di wilayah pesisir hutan mangrove sebagai ekosisitem mangrove adalah secara edukasi dapat mendorong partisipasi aktif dalam upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem mangrove, yang terpenting adalah untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir, Reboisasi Proses penanaman propagul mangrove di desa Indomut bersama masyarakatdengan  Jumlah propagul mangrove yang ditemukan dan sudah ditanami berjumlah 50 pohon, dan masih berlajut pada pengelolaan propagul mangrove agar lebih bermanfaat bagi masyarakat di desa Indomut
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbasis Modul Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sari, Diah Prawitha; Nur, Isman M; Laisouw, Ruslan; Usman, Hasanuddin; Sultan, Muzakir Hi; Awal, Yani
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 5 No 2 (2024): Juli - Desemeber 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v5i2.731

Abstract

Diperlukan adanya inovasi model pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan matematika siswa adalah model pembelajaran kooperatif berbasis modul. Pembelajaran berbasis modul lebih efisien dibandingkan dengan pembelajaran konvensional cenderung bersifat klasik. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul. (2) untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII berjumlah 23 orang. Analisis data pada penelitian ini adalah membandingkan skor tes awal dan skor tes akhir untuk mengetahui peningkatan setelah memperoleh pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh. (1) hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan skor rata-rata tes awal 19,35, sedangkan skor rata-rata tes akhir 75,43. (2) model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa mencapai 0,70 (kategori tinggi). Disarankan kepada peneliti selanjutnya perlu mengkaji model pembelajaran terintegrasi dengan kemampuan berpikir matematika siswa. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek penelitian karena subjek pada penelitian disediakan hanya satu kelas yang berjumlah 23 orang.
EDUKASI DAN REIBOSASI PROPAGUL MANGROVE DI DESA INDOMUT KABUPATEN HALMAHERA SELATAN PROPINSI MALUKU UTARA Az Umagap, Wirda; Madoan, Muhamad; Bashir, Mutmainnah; Josen, Chantika; Laisouw, Ruslan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.48-52

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang tumbuh pada daerah pesisir, parairan pantai, muara suangai dan zona estuari. Dilihat dari bentuk pertumbuhannya baik secara horisontal maupun fertikal, maka ekosistem Mangrove memiliki beberapa fungsi yang sangat penting, diantaranya fungsi ekonomi, fungsi ekologi dan fungsi biologi. Reboisasi hutan mangrove dapat memperbaiki ekosistem pesisir, memperbaiki taraf hidup masyarakat sekitarnya dengan hasil hutan dan perikanan. Edukasi diharapkan dapat memberikan pemahaman kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove, dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat setempat. berisi pokok-pokok pengabdian, seperti tujuan, metode dan hasil pengabdian. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan manfaat ekosistem mangrove, dan Mengadakan reboisasi propagul mangrove sebagai upaya dalam menciptakan regenerasi pertumbuhan mangrove dan dapat mempertahankan kestabilan pertumbuhan ekosistem mangrove. Kegiatan Pengabdian dilakukan di Desa Indomut Kabuaten Halmahera Selatan. Metode yang digunakan dengan menggunakan tahapan persiapan, tahapan edukasi dan tahapan reboisasi untuk penanaman propahul mangrove. Berdasarkan pada kegiatan ini yang dilaksanakan di Desa Indomut bersama masyarakat melakukan penanaman propagul mangrove di wilayah pesisir hutan mangrove sebagai ekosisitem mangrove adalah secara edukasi dapat mendorong partisipasi aktif dalam upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem mangrove, yang terpenting adalah untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir, Reboisasi Proses penanaman propagul mangrove di desa Indomut bersama masyarakatdengan  Jumlah propagul mangrove yang ditemukan dan sudah ditanami berjumlah 50 pohon, dan masih berlajut pada pengelolaan propagul mangrove agar lebih bermanfaat bagi masyarakat di desa Indomut
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Melalui Pendekatan Matematika Realistik Nur, Isman M; Sultan, Muzakir Hi; Laisouw, Ruslan; Usman, Hasanuddin; Awal, Yani; Rumakat, Maya; Buamona, Fachmi
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1101

Abstract

Berpikir kreatif penting bagi siswa saat mempelajari matematika. Siswa perlu berpikir kreatif agar mudah menyelesaikan masalah. Pendekatan pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah pembelajaran matematika realistik. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dan pembelajaran konvensional. (2) untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 40 siswa. Instrumen tes uraian terdiri dari empat soal dilengkapi dengan kunci jawaban. Data diperoleh dari hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Microsoft Office Excel dan SPSS dengan taraf nyata = 0,05. Hasil penelitian diperoleh, (1) hasil perhitungan N-Gain siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik meningkat 0,50 (kategori sedang), sedangkan siswa mempeoleh pembelajaran konvensional meningkat 0,40 (kategori sedang). (2) hasil analisis N-Gain guna mengukur besarnya mutu peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik lebih baik daripada siswa memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian selanjutnya melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini terbatas.
EDUKASI EKOSISTEM DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI LAUT BERBASIS MASYARAKAT DI PULAU SIBU KELURAHAN GURAPING KECAMATAN OBA UTARA KOTA SOFIFI PROPINSI MALUKU UTARA Az Umagap, Wirda; Matdoan, Muhammad; Laisouw, Ruslan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1317-1322

Abstract

Ekosistem laut adalah sistem kehidupan di lingkungan laut yang melibatkan interaksi antara organisme hidup (biotik) dan lingkungan fisik (abiotik) seperti suhu, salinitas, cahaya, dan arus laut. Ekosistem laut mencakup berbagai habitat mulai dari perairan dangkal hingga laut dalam dan memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan di bumi. Laut bahkan menghasilkan sekitar 50% oksigen di atmosfer melalui fotosintesis fitoplankton. Keanekaragaman hayati membuat ekosistem lebih produktif, stabil, dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Ekosistem laut adalah bagian penting dari kehidupan di bumi yang harus dijaga. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya anak muda, terhadap pentingnya pelestarian laut, kita dapat menjaga keberlanjutan ekosistem ini untuk generasi mendatang. Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati Laut memiliki beberapa fungsi yang sangat penting, diantaranya fungsi ekonomi, fungsi ekologi, fungsi social dan fungsi biologi. Ada juga memberikan ancaman bagi ekosistem dan keanekaragaman hayati laut seperti Overfishing, Pencemaran laut, Perubahan iklim, Pengasaman laut, dan Kerusakan habitat. Transformasi kimia di lautan karena penyerapan CO2 bisa menyebabkan penurunan air laut dan mengancam kehidupan biota seperti terumbu karang  kerang (bilvalvia). Edukasi diharapkan dapat memberikan pemahaman kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem laut dan keanekaragaman hayati yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat setempat. berisi pokok-pokok pengabdian, seperti tujuan, metode dan hasil pengabdian. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan manfaat ekosistem dan keanekaragaman laut. Metode yang digunakan dengan menggunakan tahapan persiapan, tahapan edukasi dan sosialisasi, serta tahap edukasi lapangan. Berdasarkan pada kegiatan ini yang dilaksanakan di Pulau Sibu bersama masyarakat pesisir  melakukan pengamatan di wilayah laut dan pesisirnya serta melihat dampak kerusakan yang akan terancam. Ekosistem laut dan keanekaragaman hayati laut merupakan komponen penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Ekosistem laut berperan dalam menjaga keseimbangan iklim, menyediakan oksigen, serta menjadi habitat jutaan organisme. Oleh karena itu, pengelolaan dan konservasi laut menjadi tanggung jawab bersama.