Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Penggunaan Multimedia Matematika Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan MCPS dan Mathematical Habits of Mind Siswa Sekolah Dasar Wahid Umar; In Hi Abdullah; Hasanuddin Usman
EDUKASI Vol 21, No 1 (2023): EDISI MEI 2023
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v21i1.5907

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Mathematical Creative Problem Solving (MCPS) melalui penggunaan multimedia matematika interaktif bagi siswa SD. Penelitian kuasi eksperimen dengan posttest control group design ini melibatkan 136 siswa kelas IV dan V dari dua jenjang Sekolah Dasar Negeri di Kota Tidore Kepulauan, yang masing-masing terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi: butir soal tes kemampuan MCPS dan mathematical habits of mind (MHM). Data penelitian untuk skor tes awal, tes akhir, dan gain ternormalisasi kemampuan MCPS dianalisis dengan menggunakan ANOVA dua jalur dan Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan MCPS dan disposisi MHM secara signifikan antara siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan multimedia matematika interaktif (kelas eksperimen) dan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional (kelas kontrol) berdasarkan kedua level sekolah (tinggi dan sedang). Hasil Penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan MCPS siswa SD yang mendapatkan pembelajaran menggunakan multimedia matematika interaktif lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari kedua level sekolah.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Representasi Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Soft Skills Abdullah, In Hi; Usman, Hasanuddin
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 1 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i1.736

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa, sebagai akibat dari penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis soft skills dan pembelajaran konvensional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP dari tiga SMP di Kota Ternate yang tergolong dalam kategori klaster sekolah tinggi, sedang, dan rendah. Pada masing-masing sekolah dipilih secara acak dua kelas, satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran kontekstual berbasis soft skills dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan awal matematis, tes kemampuan pemahaman matematis, tes kemampuan representasi matematis, pedoman observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa yang memperoleh pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis soft skills lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbasis soft skills pada setiap klaster sekolah dan kemampuan awal matematis, lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.
Application of Newton Polynomial Interpolation Method in Determining the Continuity of Functions Represented by Tabulated Discrete Points Putra, Huraidi Darma; Laisouw, Ruslan; Sultan, Muzakir Hi.; Usman, Hasanuddin
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 6 No 2 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i2.2090

Abstract

Most people are only familiar with functions that have been formulated explicitly y=f(x)) or implicitly (f(x,y)=0) However, functions obtained by researchers and engineers based on experimental data or field observations often do not have a known formula, and are therefore only represented in the form of tabulated discrete points. To determine the continuity of a tabulated function obtained from observational data, a function formula from the data is required. Consequently, the condition for the continuity of a function, where 〖lim〗┬(x→c)⁡〖f(x)=f(c)〗cannot be met. The problem in this research is to utilize data on the number of poor people from 2015-2021 and predict the monthly number of poor people using the Newton polynomial interpolation method with Maple. It also aims to prove the continuity of functions represented by tabulated discrete points by showing whether 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)=p(c)〗 or 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)≠p(c)〗. Based on the research results, it was found that Newton polynomial interpolation can be used to estimate the monthly number of poor people based on annual data, provided the conditions are met: the data represents a function, and the data table interval is changed to (1 )/12. The estimated function (Newton polynomial) p(x) obtained, in the form: (0.0121666) x^5-(122.7059942) x^4+ ( 4.950193546*〖10〗^5 ) x^3-( 0.985008654*〖10〗^8 ) x^2+(1.0070 35027*〖10〗^12)x-(4.062567218*〖10〗^14 ) has been proven to demonstrate the continuity of a function represented by tabulated discrete points by showing that 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)=p(c)〗 for each point.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Representasi Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Soft Skills In Hi Abdullah; Hasanuddin Usman
BIOSAINSTEK Vol 5 No 1 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i1.736

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa, sebagai akibat dari penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis soft skills dan pembelajaran konvensional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP dari tiga SMP di Kota Ternate yang tergolong dalam kategori klaster sekolah tinggi, sedang, dan rendah. Pada masing-masing sekolah dipilih secara acak dua kelas, satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran kontekstual berbasis soft skills dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan awal matematis, tes kemampuan pemahaman matematis, tes kemampuan representasi matematis, pedoman observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa yang memperoleh pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis soft skills lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Peningkatan kemampuan pemahaman dan representasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kontekstual berbasis soft skills pada setiap klaster sekolah dan kemampuan awal matematis, lebih tinggi daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.
Application of Newton Polynomial Interpolation Method in Determining the Continuity of Functions Represented by Tabulated Discrete Points Huraidi Darma Putra; Ruslan Laisouw; Muzakir Hi. Sultan; Hasanuddin Usman
BIOSAINSTEK Vol 6 No 2 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i2.2090

Abstract

Most people are only familiar with functions that have been formulated explicitly y=f(x)) or implicitly (f(x,y)=0) However, functions obtained by researchers and engineers based on experimental data or field observations often do not have a known formula, and are therefore only represented in the form of tabulated discrete points. To determine the continuity of a tabulated function obtained from observational data, a function formula from the data is required. Consequently, the condition for the continuity of a function, where 〖lim〗┬(x→c)⁡〖f(x)=f(c)〗cannot be met. The problem in this research is to utilize data on the number of poor people from 2015-2021 and predict the monthly number of poor people using the Newton polynomial interpolation method with Maple. It also aims to prove the continuity of functions represented by tabulated discrete points by showing whether 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)=p(c)〗 or 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)≠p(c)〗. Based on the research results, it was found that Newton polynomial interpolation can be used to estimate the monthly number of poor people based on annual data, provided the conditions are met: the data represents a function, and the data table interval is changed to (1 )/12. The estimated function (Newton polynomial) p(x) obtained, in the form: (0.0121666) x^5-(122.7059942) x^4+ ( 4.950193546*〖10〗^5 ) x^3-( 0.985008654*〖10〗^8 ) x^2+(1.0070 35027*〖10〗^12)x-(4.062567218*〖10〗^14 ) has been proven to demonstrate the continuity of a function represented by tabulated discrete points by showing that 〖lim〗┬(x→c)⁡〖p(x)=p(c)〗 for each point.
Pengembangan Pembelajaran Abad 21 Berbasis Hots Matematis Melalui Strategi Mathematical Habits Of Mind Wahid Umar; Hasanuddin Usman
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 1 No. 2 (2021): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v1i2.937

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan konsep dan kemampuan berpikir matematis atau HOTS matematis siswa dalam pembelajaran Abad 21 melalui strategi MHM. Dalam Wekipedia menyebutkan bahwa abad 21 merupakan abad yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga menuntut kita (SDM) sebuah negara untuk menguasai berbagai keterampilan termasuk HOTS matematis atau kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran abad 21 menggeser paradigma secara umum, memberikan ruang gerak lebih luas pada aspek perkembangan dan tugas belajar siswa di sekolah. Konteks ini muncul sebagai implikasi dari pengembangan high order thinking skill matematis melalui strategi MHM yang perlu dioptimalkan dalam proses pembelajaran sebagaimana prinsip-prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013. Prinsip-prinsip pembelajaran abad 21 juga menjadi dasar pijakan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pembiasaan (conditioning) dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Melalui kebiasaan berpikir matematis akan membentuk dan menumbuhkan disposisi matematis yaitu keinginan, kesadaran, dan dedikasi yang kuat pada diri siswa untuk belajar matematika dan melaksanakan berbagai kegiatan matematika. Dalam artikel ini dapat di batasi ruang lingkup pembahasan yaitu tentang pengembangan pembelajaran abad 21 berbasis HOTS matematis melalui strategi MHM yang dapat dikembangkan pada siswa SMP disertai dengan rasionalisasi dan contoh pembelajarannya. Oleh karena itu, pembahasan terdiri dari: hakekat mathematical habits of mind, dan strategi MHM dalam pembelajaran abad 21 berbasis HOTS matematis.
Penentuan Umur Simpan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Rica-Rica Dalam Kemasan Kaleng Rosani Hi Syarif; Umar Tangke; Ruslan A. Daeng; Hasanuddin Usman
JURNAL SAINS SOSIAL DAN HUMANIORA (JSSH) Vol. 3 No. 1 (2023): JSSH : Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora
Publisher : Lembaga Penellitian, Pengabdian dan Publikasi (LP3M), UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/jssh.v3i1.1538

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium pengolahan hasil perikana pada bulan Januari 2023 dengna tujuan untuk menentukan umur simpan ikan cakalang rica-rica dalam kemasan kaleng yang di simpan pada suhu ruangan ± 25Cº. Penggunaan metode ASLT model Arrhenius dilakukan untuk dapat menentukan umur simpan produk ikan cakalag rica-rica pada suhu ruang. Hasil didapat bahwa umur simpan produk ikan cakalang rica-rica dalam kemasan kaleng pada suhu penyimpanan 25 C0, menggunakan model arrhenius ditentukan menggunakan reaksi ordo satu dengan persamaan Y=3,6926x -3,6893 dimana a= -3,6893 ;b =3,6926 kal/mol K0; k (konstanta arrhenius)= 0.0253/ hari, maka nilai t=223 hari atau 7,5 bulan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbasis Modul Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Diah Prawitha Sari; Isman M Nur; Ruslan Laisouw; Hasanuddin Usman; Muzakir Hi Sultan; Yani Awal
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 5 No 2 (2024): Juli - Desemeber 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v5i2.731

Abstract

Diperlukan adanya inovasi model pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan matematika siswa adalah model pembelajaran kooperatif berbasis modul. Pembelajaran berbasis modul lebih efisien dibandingkan dengan pembelajaran konvensional cenderung bersifat klasik. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul. (2) untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII berjumlah 23 orang. Analisis data pada penelitian ini adalah membandingkan skor tes awal dan skor tes akhir untuk mengetahui peningkatan setelah memperoleh pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh. (1) hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan skor rata-rata tes awal 19,35, sedangkan skor rata-rata tes akhir 75,43. (2) model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis modul dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa mencapai 0,70 (kategori tinggi). Disarankan kepada peneliti selanjutnya perlu mengkaji model pembelajaran terintegrasi dengan kemampuan berpikir matematika siswa. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek penelitian karena subjek pada penelitian disediakan hanya satu kelas yang berjumlah 23 orang.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Melalui Model Pembelajaran Terbimbing Isman M Nur; Muzakir Hi Sultan; Ruslan Ruslan Laisouw; Hasanuddin Usman; Maya Rumakat; Fachmi Buamona; Yani Awal
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 1 (2025): Januari- Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i1.906

Abstract

Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematis perlu ditingkatkan karena kemampuan untuk mengembangkan teknik dan strategi pemecahan masalah serta kemampuan untuk mensintesis masalah. Kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematis juga dialami peneliti pada saat melakukan observasi. Hasil observasi awal yang diperoleh peneliti masih dalam kategori rendah. Oleh karena itu, peneliti termotivasi melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran terbimbing untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP melalui model pembelajaran terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Instrumen ini berupa tes berbentuk uraian terdiri dari tiga butir soal yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Selanjutnya instrumen dapat divalidasi oleh dua validator ahli dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Teknik analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis data yang berwujud data numerik. Data numerik berupa skor yang didapat dari nilai pre-test dan post-test. Hasil analisis data post-test dapat ditemukan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan kategori (tinggi, sedang dan rendah). Hasil perhitungan N-Gain kelompok siswa yang diterapkan model pembelajaran terbimbing memperoleh peningkatan 0,45 tergolong sedang. Diharapkan penelitian selanjutnya perlu melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini terbatas.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Melalui Pendekatan Matematika Realistik Isman M Nur; Muzakir Hi Sultan; Ruslan Laisouw; Hasanuddin Usman; Yani Awal; Maya Rumakat; Fachmi Buamona
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1101

Abstract

Berpikir kreatif penting bagi siswa saat mempelajari matematika. Siswa perlu berpikir kreatif agar mudah menyelesaikan masalah. Pendekatan pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah pembelajaran matematika realistik. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dan pembelajaran konvensional. (2) untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pendekatan matematika realistik dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X berjumlah 40 siswa. Instrumen tes uraian terdiri dari empat soal dilengkapi dengan kunci jawaban. Data diperoleh dari hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Microsoft Office Excel dan SPSS dengan taraf nyata = 0,05. Hasil penelitian diperoleh, (1) hasil perhitungan N-Gain siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik meningkat 0,50 (kategori sedang), sedangkan siswa mempeoleh pembelajaran konvensional meningkat 0,40 (kategori sedang). (2) hasil analisis N-Gain guna mengukur besarnya mutu peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa memperoleh pembelajaran matematika realistik lebih baik daripada siswa memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian selanjutnya melakukan penelitian mengkaji model pembelajaran yang terintegrasi dengan kemampuan berpikir kreatif. Selain itu, mempertimbangkan jumlah subjek karena subjek yang disediakan dalam penelitian ini terbatas.