Nanda Pratiwi
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Medan

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN BUDIDAYA HORTIKULTURA TANAMAN HIAS DI DESA SUKA MERIAH SIOSAR Martina Restuati; Ahmad Shafwan Pulungan; Ani Sutiani; Nanda Pratiwi; Rahmad Gultom
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v23i3.7470

Abstract

                                              Abstrak Upaya yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan bagaimana cara membudiyadaan tanaman hias hortikultural melalui empat tahapan: (1) pemamparan materi tentang gambaran umum tentang tanaman hias hortikultural,  yang meliputi definisi tanaman hias, manfaat tanaman hias, langkah-langkah melaksanakan penanaman tanaman hias, (2) Penanaman tanaman hias, perawatan dan pengendalian hama (3) Pemanfaatan tanaman hias sebagai objek wisata, (4)  review terhadap pelatihan yang telah dilaksanakan serta menarik kesimpulan. Kegiatan ini berlangsung dengan respon yang sangat baik dari para peserta agar kiranya dapat dipertimbangkan oleh pihak-pihak terkait. Mereka berharap agar kegiatan sejenis terus berlangsung tiap tahun, sekalipun dalam tema yang berbeda, akan tetapi adanya pertemuan antara warga dengan berbagai peneliti di bidang pendidikan, pelatihan dan Agrowisata menjadikan kegiatan ini sebagai sarana tukar pikiran untuk kemajuan Agrowisata. Kata kunci: Anggrek, Agrowisata, Hortikultura, Tanaman Hias Abstract Efforts are being made on service activities is to provide training on how to cultured ornamental horticultural through four stages: (1) Material explaning on the general idea of the ornamental horticultural, which includes the definition of ornamental plants, the benefits of ornamental plants, steps in planting crops ornamental, (2) Planting ornamental plants, maintenance and pest control (3) Utilization of ornamental plants as a tourist attraction, (4) a review of the training that has been carried out and draw conclusions. This activity takes place with a very good response from the participants so that would be considered by the relevant parties. They hoped that similar activities continue to take place every year, albeit in a different theme, but the meeting between the residents with various researchers in the fields of education, training and Agro make this activity as a means of exchange of ideas for the advancement of agro tourism. Keywords: Orchid, Agro Tourism, Horticulture, Ornamental Plants
PENGEMBANGAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI LINGKUNGAN KAMPUS FMIPA UNIMED Martina Restuati; Ahmad Shafwan S. Pulungan; Ricky Andi Syahputra; Ani Sutiani; Pasar Maulim Silitonga; Nanda Pratiwi; Rahmad Gultom
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i1.709

Abstract

Universitas Negeri Medan sebagai kampus yang memiliki Jurusan Biologi yang mempelajarai berbagai jamur dan pekembangannya dalam matakuliah mikrobiologi serta didukung oleh lahan yang mendukung untuk melakukan pengembangan jamur. Mengingat cukup potensi budidaya jamur tiram di Unimed khususnya FMIPA diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan bagaimana cara pengembangan tanaman jamur tiram melalui lima tahapan, yaitu : (1) pemamparan materi tentang pengemasan jamur tiram, (2) perizinan usaha jamur tiram, (3) sertifikasi halal produk jamur tiram, (4) Pendampingan perizinan dan sertifikasi halal, (5) review terhadap pelatihan yang telah dilaksanakan serta menarik kesimpulan. Dengan diberikannya pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan pengembangan budidaya tanaman jamur tiram akan menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk pengembangan yang lebih maksimal sehingga dapat dipasarkan ke supermarket dan memberikan income generate bagi FMIPA Unimed khususnya Jurusan Biologi. Dengan diberikannya pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan budidaya tanaman jamur tiram akan menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk pengembangan yang lebih maksimal dan pemberian pelatihan budidaya jamur tiram dan dihasilkan akan memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Kegiatan ini dapat membantu mahasiswa sebagai bekal untuk berwirausaha dan sebagai sarana pembelajaran. Selain itu kegiatan ini akan membantu untuk mewujudkan impian FMIPA Unimed menjadikan menjadi kampus penghasil jamur tiram.
Hubungan Asupan MSG dan Makanan Cepat Saji terhadap Fungsi Hormon serta Gangguan Sistem Reproduksi pada Mahasiswa Ennita Fauziah; Alfi Nura S; Talita Salsabilah; Rifka Denisa; Damaiyani Damaiyani; Nanda Pratiwi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7242

Abstract

Perubahan pola konsumsi mahasiswa di era modern menyebabkan meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan bahan tambahan seperti monosodium glutamat (MSG) yang berdampak pada fungsi hormon dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara asupan MSG dan makanan cepat saji terhadap fungsi hormon serta gangguan sistem reproduksi mahasiswa. Metode yang digunakan ialah studi literatur deskriptif kualitatif dengan menganalisis berbagai hasil penelitian dari jurnal nasional dan internasional lima tahun terakhir. Berdasarkan hasil kajian, konsumsi MSG berlebih dapat memicu stres oksidatif yang mengganggu sumbu hipotalamus–hipofisis–gonad (HHG), menurunkan kadar hormon estrogen, progesteron, dan testosteron, serta mengganggu siklus menstruasi dan kualitas sperma. Makanan cepat saji yang tinggi lemak, gula, dan garam berkontribusi terhadap resistensi insulin dan ketidakseimbangan metabolik yang berdampak pada gangguan hormon seks. Kombinasi kedua faktor tersebut dapat menyebabkan dismenore, penurunan kesuburan, dan disfungsi hormonal jangka panjang. Sebagai solusi, mahasiswa disarankan untuk mengurangi konsumsi MSG dan makanan cepat saji, meningkatkan asupan makanan bergizi seimbang yang kaya antioksidan seperti buah dan sayuran, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga teratur dan manajemen stres guna menjaga fungsi hormon dan sistem reproduksi tetap optimal.
Studi Tinjauan Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Manusia dalam Proses Penyerapan Nutrisi Putri Patricia Pandiangan; Ester Ester; Lamtiurma Lumbantoruan; Hairen Br Kaban; Gebytha Yani Ndaha; Nanda Pratiwi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7279

Abstract

Sistem pencernaan manusia melibatkan kerja sama organ dan kelenjar untuk menerima, mencerna, menyerap, dan mengeluarkan sisa makanan. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka terhadap literatur ilmiah terkini mengenai anatomi, fisiologi, proses absorpsi nutrisi, serta gangguan pada sistem pencernaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa organ utama—mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus—bersama kelenjar ludah, hati, kantung empedu, dan pankreas, berperan penting dalam pencernaan dan penyerapan zat gizi. Faktor sosial-ekonomi, perilaku makan, edukasi melalui media pembelajaran, serta pemberian probiotik terbukti memengaruhi efisiensi pencernaan dan kualitas nutrisi. Kajian histologi pada jejunum sapi Bali dan pankreas ikan lele lokal memberikan gambaran struktur lapisan organ yang mendukung fungsi fisiologis. Kesimpulannya, pemahaman sistem pencernaan penting untuk edukasi kesehatan, perbaikan nutrisi, dan penelitian komparatif pada hewan.
Antibacterial Potential of Red Betel Leaf (Piper crocatum) Extract for Women’s Reproductive Health Amkani Angelita Pakpahan; Hughes Bazura; Rafli Susanto; Theresia Saurina Febriadella Hutabarat; Yutha N Manda; Nanda Pratiwi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7286

Abstract

This study looks at how red betel (Piper crocatum) extract can help keep women's reproductive health in good condition using natural methods. The research used a descriptive qualitative approach, mainly by looking at existing scientific articles and data from journals and databases between 2015 and 2025. The focus was on finding out which active ingredients are in red betel, how they fight bacteria, and why they might be useful in preventing infections in the female reproductive system. The research shows that red betel has compounds like flavonoids, alkaloids, tannins, and phenolics that work together to stop harmful bacteria from growing, especially Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa. These compounds fight bacteria in several ways, such as breaking down the bacterial cell walls, stopping important enzymes from working, and messing up the bacteria's energy processes. Studies also show that using red betel in the form of a decoction can help reduce symptoms like vaginal discharge while keeping the good bacteria in the vagina balanced. Compared to man-made antiseptics, red betel has similar antibacterial effects but causes less irritation and is less likely to lead to bacteria becoming resistant. This makes it a promising option for a safe and eco-friendly natural alternative in feminine hygiene and women's health care. More research is needed to find the best way to extract these compounds and to test their effectiveness through proper clinical studies.
Kajian Litelatur : Ganguuan Sistem Reproduksi Pada Perempuan dan Laki-Laki Di Era Modern Najwa Sarip Sarip; Adinda Rizky Pratiwi; Amelia Sasmita Br Sianturi; Fanny Hafifa; Vio Joana Sari; Nanda Pratiwi
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2025.23.3.575-585

Abstract

Abstract: Reproductive system disorders in both females and males are among the major causes of declining fertility rates worldwide. This literature review aims to identify various types of reproductive disorders, their causes, and their impacts on health and fertility. In females, common disorders include cervical cancer, endometriosis, polycystic ovary syndrome (PCOS), uterine myoma, pelvic inflammatory disease, and infertility caused by hormonal imbalance or obesity. In males, common reproductive issues include prostate cancer, varicocele, hypogonadism, erectile dysfunction, and infertility due to poor sperm quality or autonomic nervous system disorders. Major risk factors include sexually transmitted infections (STIs), unhealthy lifestyles, stress, pollution, and chemical exposure. Recent studies also highlight the potential of modern therapies, such as stem cell transplantation, to repair damaged reproductive tissues. The findings emphasize the importance of reproductive health education, early screening, and healthy lifestyle practices to prevent and manage reproductive system disorders in both sexes. Keywords: Reproductive Disorders, Infertility, Hormones, Sexually Transmitted Infections, Stem Cells Abstrak: Gangguan sistem reproduksi pada manusia, baik perempuan maupun laki-laki, merupakan salah satu penyebab utama menurunnya tingkat kesuburan secara global. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis gangguan reproduksi, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap kesehatan dan fertilitas. Pada perempuan, gangguan umum meliputi kanker serviks, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), mioma uteri, radang panggul, serta infertilitas akibat kelainan hormonal atau obesitas. Sementara pada laki-laki, gangguan yang sering terjadi meliputi kanker prostat, varikokel, hipogonadisme, disfungsi ereksi, dan infertilitas akibat penurunan kualitas sperma atau gangguan sistem saraf otonom. Faktor risiko utama mencakup infeksi menular seksual (IMS), pola hidup tidak sehat, stres, serta paparan polusi dan bahan kimia. Sejumlah penelitian juga menyoroti potensi terapi modern, seperti transplantasi sel punca, dalam memperbaiki jaringan reproduksi yang rusak. Hasil kajian menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi, pemeriksaan dini, dan penerapan gaya hidup sehat untuk mencegah serta mengelola gangguan sistem reproduksi pada kedua jenis kelamin. Kata Kunci: Gangguan Reproduksi, Infertilitas, Hormon, Infeksi Menular Seksual, Sel Punca
Exploring students’ conceptual understanding and cognitive processes in human anatomy learning in the Biology Education Program Universitas Negeri Medan Rahmad H. Gultom; Aristo Hardinata; Dina Handayani; Shofia Lubis; Nanda Pratiwi
Jurnal Edukasi Biologi Vol 12, No 2 (2026): Jurnal Edukasi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edubio.v12i2.28029

Abstract

Human anatomy learning in biology education often faces challenges, including difficulties with 3D spatial visualization, high cognitive load, and persistent misconceptions in topics such as the digestive, circulatory, and respiratory systems, which contribute to low conceptual understanding. Although previous studies have identified these learning difficulties, limited research has examined the relationship between students’ conceptual understanding and cognitive processes in anatomy learning, particularly in Biology Education programs in Indonesia. This preliminary study aims to analyze the conceptual understanding and cognitive processes of Biology Education students at Universitas Negeri Medan using an exploratory mixed-methods approach involving 60 students from semesters 4–6. Data were collected through a two-tier diagnostic test (reliability = 0.85), think-aloud protocols based on the revised Bloom’s Taxonomy, classroom observations, and semi-structured interviews, and analyzed using SPSS 26. The findings show that most students were in the moderate and low categories of conceptual understanding, with cognitive processes dominated by lower- to mid-level skills (remembering 22%, understanding 30%) and limited higher-order thinking skills (HOTS). Misconceptions were found, including viewing enzyme function only as a metabolic process. Observations and interviews also revealed students’ dependence on rote memorization and passive learning. These findings highlight the need for adaptive, AI-based, and visually interactive anatomy learning to foster deeper understanding and support curriculum innovation in biology education.