Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR Encep Andriana; Mudmainah Vitasari; Yuvita Oktarisa; Dyan Novitasari
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 3, No 2 (2017): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.785 KB) | DOI: 10.30870/jpsd.v3i2.2139

Abstract

Abstrak. Kearifan lokal merupakan salah satu khasanah kekayaan budaya bangsa yang patut untuk dilestarikan. Upaya pelestarian kearifan lokal dapat dilakukan dengan memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada siswa, terutama bagi siswa sekolah dasar sebagai pondasi awal dalam membentuk karakter siswa.  Mengenalkan kearifan lokal pada pembelajaran di sekolah dasar dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan konten kearifan lokal dalam bentuk multimedia untuk memudahkan dan menarik perhatian siswa dalam belajar.  Pengembangan multimedia berbasis kearifan lokal ini diintegrasikan pada mata pelajaran IPA, mengingat IPA merupakan mata pelajaran yang erat kaitannya dengan lingkungan sekitar. Metode penelitian ini dengan menggunakan research and development (R & D) dengan tiga fase, yang terdiri dari fase analisis keperluan, fase desain, fase pengembangan dan implementasi. Berdasarkan hasil pengembangan multimedia diperoleh hasil bahwa multimedia IPA berbasis kearifan lokal disekolah dasar sangat layak digunakan. Kata kunci: IPA, Kearifan lokal, Multimedia   Abstract. Local wisdom is one of the treasures of the nation's cultural riches that deserve to be preserved. Efforts to preserve local wisdom can be done by introducing the values of local wisdom to students, especially for primary school students as the initial foundation in shaping the character of students. Introducing local wisdom in primary school learning can be done by integrating local wisdom content in the form of multimedia to facilitate and attract students' attention in learning. Development of multimedia-based local wisdom is integrated in science subjects, given the natural science is a subject that is closely related to the surrounding environment. This research method using research and development (R & D) with three phases, consisting of phase of requirement analysis, design phase, development phase and implementation. Based on the results of multimedia development obtained the result that multimedia-based IPA based on local wisdom basic school very worthy to use Keywords: Natural Science, Local Wisdom, Multimedia
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Proses Kognitif dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Ully Arta Miladia; Abdul Fatah; Yuvita Oktarisa
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 2 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i2.20373

Abstract

This study aims to develop deep learning-based instructional materials on the topic of states of matter and their changes, to determine the feasibility of the developed materials, and to examine their effectiveness in improving students’ cognitive process skills. The study employed a modified 4D Research and Development (R&D) model consisting of the define, design, develop, and limited dissemination stages. The participants were 35 fourth-grade students at SDN Serdang 1, Banten Province, Indonesia. The developed products included learning outcomes, learning objective sequences, teaching modules, student worksheets, Canva-based learning media, and assessment instruments. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and pretest–posttest assessments. The data were analyzed using descriptive percentage analysis and normalized gain (N-gain). The results showed that the developed instructional materials were categorized as highly feasible in terms of content, media, and language aspects. Furthermore, the effectiveness test indicated a moderate improvement in students’ cognitive process skills after the implementation of the instructional materials. The highest improvement was observed in applying skills (C3), followed by analyzing (C4) and evaluating (C5). These findings indicate that deep learning-based instructional materials can effectively support meaningful science learning and improve elementary school students’ cognitive process skills. Therefore, the developed instructional materials may serve as an alternative instructional model aligned with the demands of 21st-century education.
MODIF (Modul Digital Flipbook) Berbasis Multi Representasi untuk Meningkatkan Literasi Sains pada Materi Gerak Lurus Tiaroh Tiaroh; Rudi Haryadi; Yuvita Oktarisa
JURNAL PENA EDUKASI Vol. 12 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v12i1.2538

Abstract

Abstract: This research was motivated because many students still struggle with reading graphic or pictorial questions. In addition, the low scientific literacy, according to the PISA score, is also the background of this research. This study aimed to determine the level of feasibility, practicality and effectiveness of the digital flipbook module based on multi-representation to improve the scientific literacy skills of grade XI students in straight motion material. This R&D research uses the ADDIE model. This research was completed with a final percentage result of 80.9%, which was categorized as feasible. This research was conducted through five stages: analysis, design, and development. Implementation and evaluation. The validation of material experts obtained results of 81.8% with a very feasible category, media validation of 84.1% with a very feasible category, validation of question instruments of 78.7% with a viable category, N-Gain of 84.5% with a very effective category, and student responses of 75.6% with a practical category.Keywords: module; multi-representation; scientific literacy. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya peserta didik yang masih kesulitan saat membaca soal grafik maupun bergambar. Selain itu, rendahnya literasi sains menurut skor PISA juga menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Tingkat kelayakan, kepraktisan serta keefektifan dari modul digital flipbook berbasis multi representasi untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik kelas XI pada materi gerak lurus. Metode pada penelitian ini menggunakan desain R&D dengan model ADDIE. Penelitian ini telah selesai dikembangkan dengan hasil akhir persentase rata-rata sebesar 80,9% yang dikategorikan layak. Penelitian ini dilakukan melalui lima tahapan, yaitu analisis, perancangan, pengembangan. Implementasi, dan evaluasi. Persentase uji kelayakan diperoleh hasil sebesar 81,8% dengan kategori sangat layak, validasi media sebesar 84,1% dengan kategori sangat layak, validasi instrumen soal sebesar 78,7% dengan kategori layak, persentase keefektifan berdasarkan skor N-Gain sebesar 84,5% dengan kategori sangat efektif, dan persentase kepraktisan dari hasil respon siswa sebesar 75,6% dengan kategori praktis.Kata kunci: literasi sains; modul; multi representasi. 
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Praktikum Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke fitriyah; Rudi Haryadi; Yuvita Oktarisa
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 8 No 1 (2025): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v8i1.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan praktikum terhadap keterampilan proses sains siswa dalam materi elastisitas dan hukum hooke, serta mengetahui peningkatan keterampilan proses sains siswa melalui penggunaan model pembelajaran tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Cibadak dengan menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Fase F1 sebagai kelas eksperimen dan XI Fase F2 sebagai kelas kontrol, dengan masing-masing kelas berjumlah 30 siswa. Data penelitian diperoleh melalui instrumen tes keterampilan proses sains. Setelah diberikan perlakuan,rata-rata KPS siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan nilai gain sebesar 0,54, yang termasuk dalam kategori gain sedang. Sementara itu,kelas kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih rendah dengan nilai gain 0,47 yang juga berada dalam kategori gain sedang. Maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.
Analisis Daerah Rawan Longsor Di Kabupaten Serang Menggunakan Metode Smorph (Slope Morphology) Rahmawati Sasani; Yayat Ruhiat; Yuvita Oktarisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8343

Abstract

Kabupaten Serang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah hingga kawasan perbukitan dengan lereng yang curam. Variasi morfologi tersebut menyebabkan perbedaan tingkat kestabilan lahan, sehingga beberapa area menjadi lebih rentan terhadap pergerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kerawanan tanah longsor di Kabupaten Serang dengan menggunakan metode SMORPH (Slope Morphology), yang berfokus pada parameter bentuk lereng dan kemiringan lereng sebagai indikator utama potensi longsor. Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Peta kemiringan lereng dihasilkan menggunakan tools slope, sedangkan peta bentuk lereng diperoleh melalui tools curvature. Kedua peta tersebut kemudian dioverlay untuk menghasilkan peta tingkat kerawanan longsor berdasarkan klasifikasi matriks SMORPH. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi wilayah rawan longsor secara lebih sistematis dan spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Serang tergolong dalam kategori kerawanan longsor rendah dengan luas mencapai 107.670,74 hektar atau sekitar 73,47% dari total wilayah. Sementara itu, kategori kerawanan sedang mencakup luas 20.173,75 hektar atau sebesar 13,77%. Adapun wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi memiliki luas 8.701,82 hektar atau sekitar 12,76%. Daerah dengan kerawanan tinggi umumnya tersebar di Kecamatan Bojonegara, Mancak, dan Padarincang, yang didominasi oleh kemiringan lereng yang curam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya mitigasi bencana serta perencanaan tata ruang wilayah yang lebih aman dan berkelanjutan.