Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

METODE HYPNOTEACHING TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA Rudi Haryadi; Agni Yusifa
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v5i1.70

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pentingnya psikologi dalam pembelajaran fisika dan menguji apakah metode hypnoteaching dapat membantu siswa agar lebih mudah dalam menghadapi pembelajaran terkhusus fisika. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau penelitian kepustakaan dengan mengambil sumber bacaan dari data sekunder yang dikumpulkan melalui buku, jurnal ilmiah, artikel dan sumber-sumber lain yang relevan dengan masalah penelitian. Jenis penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikologi belajar amat penting bagi setiap orang, akan sangat terasa betapa pentingnya pengetahuan tentang psikologi belajar itu, apabila seorang guru diserahi tanggung jawab seorang pemimpin, baik seorang pemimpin perkumpulan keagamaan, perkumpulan olah raga, kesenian, sekolah, dan sebagainya. Salah satu pelajaran yang siswa banyak mengalami kesulitan yaitu pada pelajaran fisika. Hypnoteaching mudah diterapkan oleh semua guru karena tidak perlu menggunakan alat bantu apapaun dalam melakukan metode ini sehingga sangat cocok untuk digunakan di seluruh pelosok sekolah Indonesia. Selain itu, metode hypnoteaching merupakan metode yang menggunakan teknik komunikasi yang persuasif dan sugestif dengan tujuan agar peserta didik mudah memahami materi pelajaran.
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI ALJABAR Heni Pujiastuti; Rudi Haryadi; Ely Solihati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.097 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3392

Abstract

Tujuan pengembangan modul matematika berbasis kontekstual ini untuk mempermudah peserta didik dalam memahami materi aljabar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Model ini terdiri dari lima buah tahapan yaitu assessment analysis, design, development, implementation dan evaluation. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII. Data yang diolah dalam penelitian ini dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon siswa dengan skala likert. Berdasarkan keseluruhan  penilaian produk  oleh  ahli  materi  diperoleh  skor  85,4%, yang  termasuk  dalam  kriteria  nilai sangat layak. Sedangkan  keseluruhan penilaian  produk  oleh  ahli  media diperoleh skor 78,5%, yang termasuk dalam kriteria nilai layak. Dari hasil yang didapatkan dari angket pernyataan terkait minat siswa terhadap modul mendapatkan skor rata-rata dari kesepuluh siswa tersebut yaitu 46.2. Berdasarkan dari  hasil  penilaian  tersebut  maka modul  yang  dikembangkan  dengan pendekatan  kontekstual  dinyatakan sangat layak untuk digunakan pada pembelajaran materi aljabar serta dapat meningkatkan minat belajar siswa.Kata kunci: Aljabar; kontekstual; minat belajar; modul matematika. AbstractThe purpose of developing this contextual-based mathematics module is to make it easier for students to understand algebraic material. This research is a development research with the research method used in this study is the ADDIE model. This model consists of five stages, namely assessment analysis, design, development, implementation and evaluation. The subjects of this study were class VII junior high school students. The data processed in this study were collected through validation sheets of material experts and media experts, as well as student response questionnaires with a Likert scale. Based on the overall assessment of the product by material experts, it was obtained a score of 85.4%, which is included in the very feasible score criteria. While the overall product assessment by media experts obtained a score of 78.5%, which is included in the criteria for a decent score. And the results obtained from the questionnaire statement related to students' interest in the module got the average score of the ten students, namely 46.2. Based on the results of this assessment, the module developed with a contextual approach is declared feasible for use in learning algebraic material and it can increase student interest in learning.Keywords: Algebra; contextual; learning interest; mathematics module
DEVELOPMENT OF MATHEMATICS TEACHING MATERIALS BASED ON SCIENTIFIC APPROACH FOR MATHEMATICS LEARNING Heni Pujiastuti; Rudi Haryadi; Faizal Ridwan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.794 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.2902

Abstract

This study aims to develop mathematics learning based on a scientific approach to support learning mathematics in understanding mathematical concepts. This research method is to use research and development with 4D models. The 4D model consists of four steps: determining, designing, developing, and disseminating. The subjects of this study were junior high school students with an average age of 12 years. The instrument used is the feasibility aspect of the learning media. The technique used is seen from the feasibility of teaching material media. The results showed that the visual element was 87.50%, which means that this mathematics teaching material has an excellent visualization. The part of software engineering is 94.44%, which means that mathematics teaching materials are elementary to use and access. The implementation aspect is 83.33%, which means that mathematics teaching materials can be alternative support for increasing student motivation and self-regulation. The result for content accuracy is 87.5%, which means that mathematics teaching materials have perfect content accuracy. Then for the presentation aspect is 70.83% included in both categories. The evaluation aspect is 77.78%, which means the evaluation instruments in mathematics teaching materials are varied and quite tricky. The language used is 91.67%, which means the language used in mathematics teaching materials is very communicative, easy to understand, and students' cognitive development. The teaching material is suitable for mathematics learning for junior high school students based on the results obtained.
Penyesuaian Diri Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Kota Tangerang Terhadap Pembelajaran Fisika Melalui Media Daring Akibat Pandemi Covid-19 Rudi Haryadi; Nabila Fadiliani Zalfa
Khazanah Pendidikan Vol 15, No 1: Maret 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v15i1.9267

Abstract

Teaching challenges today require that teachers be able to present interesting learning media innovations. Likewise, in history learning, it is necessary to use innovative media so that students have an interest and interest in historical material. The Indonesian National History course I am a course that allows the use of teaching materials in the form of sticker album media. Broadly speaking, media can be humans, materials, or events that cause students to be able to acquire knowledge, skills or attitudes. The media complements other media in the form of textbooks as well as a learning environment in the form of a campus environment and its infrastructure and facilities. After analyzing the results of interviews and observations, the presence of learning media in the form of sticker albums is quite effective in facilitating lecture activities in general and facilitating the assessment of student assignments in particular. More than that, its presence can make history learning activities not monotonous in the sense that learning activities are centred on lecturers who use the lecture method while students listen passively.
PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA Rudi Haryadi
Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.083 KB) | DOI: 10.30870/gravity.v1i1.2508

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika pada mahasiswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan kontekstual bila dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, sikap mahasiswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, serta aktivitas mahasiswa dan dosen selama proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes (pretest-posttest control group design). Dalam penelitian ini, mahasiswa kelompok eksperimen mendapat pembelajaran dengan pendekatan kontekstual sedangkan mahasiswa kelompok kontrol mendapat pembelajaran secara konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Propinsi Banten. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, maka digunakan analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap data hasil pretes dan postes untuk mengetahui perbedaan rerata peningkatan kemampuan pemecahan masalah fisika pada mahasiswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan, analisis kualitatif dilakukan untuk menelaah sikap mahasiswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan kontekstual serta aktivitas mahasiswa dan dosen selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada mahasiswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada mahasiswa yang mendapat pembelajaran konvensional; (2) Sikap mahasiswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan kontekstual adalah positif; dan (3) Aktivitas mahasiswa dan dosen selama proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berlangsung kondusif.
PENGEMBANGAN WAHANA EDUKASI BERBASIS KETAHANAN PANGAN SEBAGAI AGROWISATA MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA BANYUBIRU, BANTEN Heni Pujiastuti; Rudi Haryadi
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 4 (2021): Jurnal PkM : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v4i4.8446

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat desa Banyubiru dengan menjadikan desa Banyubiru sebagai desa agrowisata berbasis ketahanan pangan. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui pengembangan wahana edukasi. Semua wahana tersebut dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan dan penyuluhan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan learning community. Subyek dari kegiatan ini hanya dipilih 50 masyarakat saja, yaitu 25 laki-laki dan 25 perempuan. Semuanya berumur lebih dari 20 tahun dan kurang dari 50 tahun. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari adanya penambahan wisatawan dalam satu bulan terakhir. Setiap minggu jumlah wisatawan naik 5%, dari jumlah pengunjung yang ada. Respon dari wisatawan pun sebesar 87% dari hasil wawancara yang telah kami lakukan. Hasil respon wisatawan menunjukkan hasil yang sangat baik bagi para wisatawan yang berkunjung. Selanjutnya hasil observasi terhadap kesadaran ketahanan pangan sebesar 75%, hal ini berarti masyarakat desa termasuk kategori baik dan sudah tahu bagaimana cara mengelola sumber daya alam menjadi desa agrowisata berbasis ketahanan pangan.
PENTINGNYA PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU Rudi Haryadi; Cindi Cludia
Academy of Education Journal Vol 12 No 2 (2021): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.419 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v12i2.448

Abstract

Educational psychology learning means studying the psychological aspects of students so that the teacher has basic rules for applying effective learning techniques that are applied to certain student characteristics. Learning skills also involve communicated strategies in learning, regardless of whether students understand them well or not. In the educational process, a teacher is expected to face challenges in evaluating the different characteristics of each student. In educational psychology, the teacher will understand the differences in student personalities in learning and how to deal with these personality differences, so that by studying good educational psychology, the teacher can know the differences in student character and not be confused in dealing with them. In educational psychology, there is a lot of discussion about problems related to human development. Therefore, teachers can not only teach thematic subjects in the classroom, but also provide direction or guidance to students who need academic problems. In addition to providing solutions for students who have academic problems, teachers can also build social bonds with students so as to create a positive atmosphere in learning activities.
LITERATURE REVIEW: COGNITIVE CONFLICT APPROACH IN PHYSICS LEARNING TO OVERCOME THE MISCONCEPTION OF PHYSICS Siti Aniatu Sa'adah; Rudi Haryadi
ScienceEdu: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/se.v3i2.21482

Abstract

The misconception is one of the problems in learning physics at school. From several studies that have been done, it is found that many students have misconceptions that affect students in learning and understanding the concepts of physics. This study aims to collect data and analyze articles related to approach efforts. Cognitive conflict in physics learning to overcome misconceptions of physics. The design used is a literature review. The articles were collected using a search engine, namely Google Scholar. Based on the articles collected, the results showed that the students' failure to connect a physics concept that had been studied was a factor of physics my conception. This ultimately affects student learning outcomes. The role of the teacher in this learning is that students are used as learning objects as passive recipients of the information who only listen and take notes. And try to explore development. envision the ability of students to think critically which leads to the formation of a more independent student character.
Jurnal pengembangan media pembelajaran berbasis moodle Rudi Haryadi; Siti Badriah
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 10 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : FPMIPA IKIP PGRI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.432 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4657882

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran fisika berbasis aplikasi moodle dan mengetahui kualitas e-learning berbasis moodle pada media pembelajaran fisika yang akan digunakan oleh seorang pendidik saat melakukan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka, penelitian kajian pustaka yaitu suatu penelitian yang menggunakan metode mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan terkait pengembangan media pembelajaran fisiak berbasis moodle. Hasil kajian dari penelitian ini menunjukkan Dalam pengembangan media pembelajaran fisika berbasis moodle mampu memberikan dampak positif terhadap penilaian peserta didik dan mampu memberikan kualitas yang baik terhadap proses pembelajaran fisika. Serta dengan adanya pengembangan media pembelajaran fisika berbasis moodle ini mampu meningkatkan pembelajaran dan hasil pembelajaran peserta didik.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA BENTUK CERITA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Dase Erwin Juansah; Heni Pujiastuti; Rudi Haryadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.399 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5213

Abstract

Mata pelajaran matematika sangat penting dipelajari siswa, karena dalam matematika banyak permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Soal cerita matematika sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, karena soal tersebut mengedepankan permasalahan-permasalahan real yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dalam menyelesaikan soal matematika bentuk cerita pada siswa kelas VIII SMP pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang mengacu pada tes tertulis kemampuan menyelesaikan soal cerita dan tes wawancara. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah siswa SMP Negeri 3 Cilegon kelas VIII E semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 24 siswa. Dari 24 siswa akan diberikan lembar tes untuk memperoleh data berupa hasil jawaban siswa. Selanjutnya, akan dipilih 5 siswa berdasarkan jawaban yang telah diberikan untuk diwawancara., yang diambil dengan teknik purposive sampling (sampel tujuan). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal matematika berbentuk cerita dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Soal tes yang akan diberikan kepada siswa berbentuk soal cerita materi SPLDV yang terdiri dari 3 soal. Pada soal nomor 1, terdapat 24 siswa yang mampu memahami soal dengan baik yang berarti siswa mengetahui apa yang diketahui dan yang ditanyakan didalam soal, 24 siswa mampu mengerjakan soal matematika dan mengubahnya dari bentuk cerita kedalam model matematikanya, dan 20 siswa mampu melakukan perhitungan dengan benar. Pada soal nomor 2, terdapat 10 siswa yang mampu memahami soal dengan baik yang berarti siswa mengetahui apa yang diketahui dan yang ditanyakan didalam soal, 10 siswa mampu mengerjakan soal matematika dan mengubahnya dari bentuk cerita kedalam model matematikanya, dan hanya 8 siswa yang mampu melakukan perhitungan yang benar. Pada soal nomor 3, terdapat 22 siswa yang mampu memahami soal dengan baik, 22 siswa mampu mengerjakan soal matematika dan mengubahnya dari bentuk cerita kedalam model matematikanya, dan 18 siswa mampu melakukan perhitungan dengan benar. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal bentuk cerita pada materi SPLDV sudah baik.