Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH INTENSITAS NAUNGAN DAN KONSENTRASI TRIAKONTANOL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI MERAH BESAR Natasya Kendy Hayyuning Karuniasari; Sutarno Sutarno; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.9127

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki permintaan dan peluang pasar yang tinggi, namun produktivitasnya tidak stabil akibat suhu lingkungan yang tidak optimal sehingga pembentukan bunga menjadi buah rendah. Naungan dapat menurunkan suhu lingkungan dan triakontanol dapat memicu pembentukan bunga dan buah sehingga mengurangi bunga dan buah yang gugur. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh naungan dan triakontanol terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah besar. Penelitian dilakukan di Desa Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, serta Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Maret – Juli 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) pada Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 4 petak utama dan 4 anak petak dengan 3 ulangan. Petak utama berupa intensitas naungan (N) (0%, 15%, 30%, 45%). Anak petak berupa konsentrasi triakontanol (T) (0 ppm, 2,5 ppm, 5 ppm, 7,5 ppm). Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman, luas daun, kadar klorofil, berat segar dan kering tajuk, jumlah bunga dan buah, serta berat buah berpengaruh terhadap pemberian naungan dan triakontanol. Jumlah daun dan persentase bunga menjadi buah hanya berpengaruh terhadap pemberian triakontanol dan umur berbunga hanya berpengaruh terhadap pemberian naungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian naungan 45% dan triakontanol 7,5 ppm menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas terbaik pada tanaman cabai merah besar. 
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PENYEMPROTAN BIOPESTISIDA BABANDOTAN TERHADAP INTENSITAS KERUSAKAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN Oktaviana Limbong; Budi Adi Kristanto; Florentina Kusmiyati
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.23.2.84-91

Abstract

[EFFECT OF CONCENTRATION AND TIME INTERVAL OF BABANDOTAN BIOPESTICIDE SPRAYING ON THE INTENSITY OF DAMAGE AND YIELD OF KAILAN]. Biopesticides from Ageratum conyzoides plants are used as an alternative in pest control. The used of synthetic pesticides was widespread as an effort in pest and disease control because it worked effectively and quickly, but caused resistance and resurgence of pests were bad impact on the environment for long term. The content of active compounds in Ageratum conyzoides plants such as flavonoids, anthraquinone, tannins, terpenes, phenols, saponins, alkaloids and steroids worked as controllers of various cultivated plant pests. This study aims to determine the spraying concentration and interval of spraying Ageratum conyzoides on the intensity of damage and yield of kailan plants. This research was conducted in November 2020 - January 2021 at Agroecotechnopark research land, Diponegoro University, Semarang. The experimental design used was a factorial Randomized Complete Block Design with 3 replications. The first factor was spraying concentration (10%, 30% and 50%) and the second factor was interval of spraying (once every 5 days, 10 days and 15 days). The variables observed were absolute damage rate, relative damage rate, plant height, number of leaves and fresh weight of kailan. Data were analyzed by Analysis of Variance followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test). The results showed that Ageratum conyzoides biopesticide was able to control pests and and to support kailan growth. Spraying babandotan biopesticide at a concentration of 50% has been able to reduce the rate of crop damage by pests, supported vegetative growth, and increased kailan growth to provide optimal yield. Spraying time interval did not affect all variables.  
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Generasi Muda untuk Berkarir di Bidang Pertanian dan Peternakan (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Kalibagor Kabupaten Banyumas): Factors Influencing Young People's Interest in Pursuing Careers in Agriculture and the Role of Livestock Farming as a Key Supporting Sector for Agribusiness Dita Indah Kartika; Siwi Gayatri; Budi Adi Kristanto
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 28 No 2 (2026): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.28.2.108-121.2026

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan berbagai faktor yang berkaitan dengan motivasi, lingkungan sosial, peran lembaga pendidikan, dan latar belakang keluarga, serta (2) menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap minat generasi muda untuk berkarier di sektor pertanian salah satunya subsektor peternakan. Sekolah ini dipilih secara purposive karena memiliki program unggulan agribisnis pertanian dan peternakan yang membekali siswa dengan kompetensi teknis dan pengalaman praktis dalam manajemen unggas dan peternakan. Dengan demikian, sektor peternakan menjadi komponen penting dalam membentuk kesiapan karier siswa di bidang pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei kuantitatif dengan melibatkan 124 responden sebagai sampel dari 410 siswa kelas XII. Pemilihan responden dilakukan melalui teknik stratified random sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, lingkungan sosial, peran lembaga pendidikan, dan latar belakang keluarga berpengaruh signifikan terhadap minat karier generasi muda di sektor pertanian, di mana agribisnis peternakan, memainkan peran penting dalam mengarahkan aspirasi karier siswa.