Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH INTENSITAS NAUNGAN DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PRODUKSI DAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) Muammar Zhafar Aziz; Karno Karno; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.8114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas naungan berbeda serta interval penyiraman berbeda terhadap produksi dan kandungan minyak atsiri jahe merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – November 2021 di Greenhouse dan analisis parameter pengamatan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan percobaan Split Plot dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Petak utama (main plot) adalah intensitas naungan yaitu A1 (tanpa naungan), A2 (naungan 40%) dan A3 (naungan 80%). Anak petak (sub plot) adalah interval penyiraman yaitu B1 (1 hari ), B2 (3 hari ) dan B3 (5 hari ). Bahan yang digunakan adalah tanaman jahe merah umur 6 bulan. Parameter pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar rimpang, luas  daun dan rendemen minyak atsiri. Data dianalisis ragam dan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa intensitas naungan berpengaruh terhadap berat kering tajuk. Variasi interval penyiraman hingga 5 hari  menunjukkan perbedaan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar tajuk, berat kering tajuk, berat segar rimpang dan luas  daun. Intensitas naungan dan interval penyiraman tidak berpengaruh terhadap kandungan minyak atsiri jahe merah.
APLIKASI SITOKININ DAN NANOSILIKA TERHADAP HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) VARIETAS GROBOGAN YANG MENGALAMI GENANGAN SAAT FASE AWAL PEMBUNGAAN Renata Wahyu Kurniawardani; Budi Adi Kristanto; Karno Karno
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.9065

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh aplikasi sitokinin dan nanosilika terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) varietas Grobogan yang mengalami genangan saat fase awal pembungaan. Tujuan penelitian adalah mengkaji aplikasi hormon sitokinin, nanosilika, dan interaksi keduanya terhadap peningkatan ketahanan kedelai pada genangan, pertumbuhan, serta hasil tanaman. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap, terdiri 4x4 perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor pertama (konsentrasi sitokinin) : kontrol (S0), 15 ppm sitokinin (S1), 30 ppm sitokinin (S2), 45 ppm sitokinin (S3). Faktor kedua (konsentrasi nanosilika) yaitu kontrol (N0), 100 ppm (N1), 200 ppm (N2) dan 300 ppm (N3). Data dianilisis dengan ANOVA taraf 5%, apabila tedapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa aplikasi sitokinin berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar, berat kering akar, jumlah daun, jumlah daun hijau, dan luas daun, sedangkan nanosilika berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan berat kering akar.
PENGARUH INTENSITAS NAUNGAN DAN KONSENTRASI TRIAKONTANOL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI MERAH BESAR Natasya Kendy Hayyuning Karuniasari; Sutarno Sutarno; Budi Adi Kristanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i1.9127

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki permintaan dan peluang pasar yang tinggi, namun produktivitasnya tidak stabil akibat suhu lingkungan yang tidak optimal sehingga pembentukan bunga menjadi buah rendah. Naungan dapat menurunkan suhu lingkungan dan triakontanol dapat memicu pembentukan bunga dan buah sehingga mengurangi bunga dan buah yang gugur. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh naungan dan triakontanol terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah besar. Penelitian dilakukan di Desa Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, serta Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Maret – Juli 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) pada Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 4 petak utama dan 4 anak petak dengan 3 ulangan. Petak utama berupa intensitas naungan (N) (0%, 15%, 30%, 45%). Anak petak berupa konsentrasi triakontanol (T) (0 ppm, 2,5 ppm, 5 ppm, 7,5 ppm). Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman, luas daun, kadar klorofil, berat segar dan kering tajuk, jumlah bunga dan buah, serta berat buah berpengaruh terhadap pemberian naungan dan triakontanol. Jumlah daun dan persentase bunga menjadi buah hanya berpengaruh terhadap pemberian triakontanol dan umur berbunga hanya berpengaruh terhadap pemberian naungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian naungan 45% dan triakontanol 7,5 ppm menghasilkan pertumbuhan dan produktivitas terbaik pada tanaman cabai merah besar. 
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PENYEMPROTAN BIOPESTISIDA BABANDOTAN TERHADAP INTENSITAS KERUSAKAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN Oktaviana Limbong; Budi Adi Kristanto; Florentina Kusmiyati
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.23.2.84-91

Abstract

[EFFECT OF CONCENTRATION AND TIME INTERVAL OF BABANDOTAN BIOPESTICIDE SPRAYING ON THE INTENSITY OF DAMAGE AND YIELD OF KAILAN]. Biopesticides from Ageratum conyzoides plants are used as an alternative in pest control. The used of synthetic pesticides was widespread as an effort in pest and disease control because it worked effectively and quickly, but caused resistance and resurgence of pests were bad impact on the environment for long term. The content of active compounds in Ageratum conyzoides plants such as flavonoids, anthraquinone, tannins, terpenes, phenols, saponins, alkaloids and steroids worked as controllers of various cultivated plant pests. This study aims to determine the spraying concentration and interval of spraying Ageratum conyzoides on the intensity of damage and yield of kailan plants. This research was conducted in November 2020 - January 2021 at Agroecotechnopark research land, Diponegoro University, Semarang. The experimental design used was a factorial Randomized Complete Block Design with 3 replications. The first factor was spraying concentration (10%, 30% and 50%) and the second factor was interval of spraying (once every 5 days, 10 days and 15 days). The variables observed were absolute damage rate, relative damage rate, plant height, number of leaves and fresh weight of kailan. Data were analyzed by Analysis of Variance followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test). The results showed that Ageratum conyzoides biopesticide was able to control pests and and to support kailan growth. Spraying babandotan biopesticide at a concentration of 50% has been able to reduce the rate of crop damage by pests, supported vegetative growth, and increased kailan growth to provide optimal yield. Spraying time interval did not affect all variables.