Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Asesmen terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Kolaboratif Pedesaan: Kasus Dusun Trucuk, Kabupaten Bantul, Indonesia Depari, Catharina
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 11 No. 2 (2023): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/11202346563

Abstract

To address poverty, many rural communities mobilized tourism at the grassroots level in Indonesia. Such manners raised the government’s concern about potential social-environmental problems, motivating them to collaborate with academia to develop responsible tourism through placemaking. Meanwhile, studies evaluating the success/failures of placemaking in the rural context remain limited. This article aims at qualitatively assessing the capacity of rural placemaking to motivate community participation by using the Trucuk sub-village in Bantul Regency as the case study. Methods employed are semi-structured interviews, observations, and document reviews. Using the theories of Arnstein, Innes and Booher, and Project for Public Space as its framework, this study found that the lack of community participation from the ground rules establishment and negotiations of power redistribution, awareness development of making use of local capital to affect outcomes, and diverse opinions in planning led to declining interest of the community in participating. Future planning should address those issues by ensuring the involvement of diverse groups within the community, employing innovative and interactive methods to foster participation, evaluating the representativeness of the tourism awareness group, and setting a considerable limit on the authority’s dominance in the planning.
Pemetaan Aset Resiliensi berbasis Komunitas Kawasan Beresiko Bencana Banjir di Kampung Nelayan Tambakrejo, Semarang Utara Depari, Catharina; Setyonugroho, Gregorius Agung
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11556

Abstract

Meningkatnya kerentanan penduduk di sepanjang pantai utara Jawa, termasuk Kampung Nelayan Tambakrejo, terhadap banjir rob merefleksikan adanya kebutuhan mendesak akan perencanaan kawasan wisata bahari terpadu yang mencakup strategi mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset-aset komunitas yang dianggap berharga dan dapat meningkatkan resiliensi terhadap dampak banjir rob. Metode penelitian dilaksanakan melalui wawancara semi terstruktur, kuesioner, observasi lapangan, tinjauan literatur, dan Participatory Asset Mapping (PAM), yang melibatkan warga terdampak menggunakan aplikasi Google My Maps untuk memetakan asset-aset terkait dengan resiliensi masyarakat. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap aset-aset resiliensi komunits melalui penjaringan opini warga dalam proses pengumpulan data. Instrumen yang digunakan meliputi Google My Maps berbasis partisipasi responden, kuesioner melalui Google Forms, dan pedoman untuk teknik pelaksanaan pemetaan. Kata Kunci—kampung nelayan, banjir rob, participatory asset mapping, resiliensi masyarakat
Perancangan Kawasan Wisata Berbasis Partisipasi Komunitas dan Karakter Lokal di Dusun Trucuk, Desa Triwidadi, Bantul Depari, Catharina Dwi Astuti; Cininta, Mutiara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.6920

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Namun, faktor seperti minimnya kesiapan daerah dalam pembangunan dan sumber daya manusia, ditambah dengan dampak global pandemik telah memukul sektor pariwisata hingga berujung pada meningkatnya angka kemiskinan di tanah air termasuk di Kabupaten Bantul. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kalurahan Triwidadi menjalin kerjasama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada tahun 2022. Berkaitan dengan hal ini, kegiatan pengabdian yang dipaparkan dalam makalah ini bertujuan untuk memberikan pendampingan perencanaan kepariwisataan di salah satu padukuhan, Trucuk, dengan menekankan pada analisis SWOT dan desain fasilitas wisata sebagai generator pertumbuhan ekonomi. Metode pengabdian yang diterapkan pada kegiatan ini didasarkan pada pendekatan partisipasi masyarakat dan karakter lokal. Secara praksis, kegiatan pengabdian senantiasa melibatkan partisipasi warga dalam proses perencanaan demi menghasilkan desain yang merefleksikan karakter lokal. Desain yang diusulkan dalam pengabdian adalah riverwalk, souvenir center dan dermaga sungai, serta panggung budaya di pinggir Kali Progo sebagai atraksi utama wisata dan puncak pergerakan publik melalui koridor lingkungan yang secara spasial perlu ditingkatkan legibilitasnya. Sebagai kesimpulan, kuatnya ikatan sosial dan potensi wisata dusun dapat menjadi modal perencanaan kawasan wisata namun perlu didukung oleh inteventarisasi aset lokal dan data multidisiplin yang komprehensif.
Pemetaan terhadap Resiliensi Pemukim Kawasan Rawan Bencana II Merapi Studi Kasus: Huntap Karang Kendal Depari, Catharina
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i1.8231

Abstract

Sejak erupsi 2010, majoritas pemukim Kawasan Rawan Bencana (KRB) III menetap di hunian tetap yang tersebar di 15 lokasi di Kecamatan Cangkringan. Warga Pelemsari khususnya memilih untuk tinggal di huntap Karang Kendal yang terletak tiga kilometer dari permukiman asalnya. Meskipun demikian, huntap tersebut masih masuk ke dalam zona KRB II yang mengindikasikan masih tingginya risiko pengungsi terhadap dampak erupsi. Guna meningkatkan kesiapan warga terhadap bencana, tim pengabdian mengusulkan peta evakuasi yang terintegrasi dengan informasi kerentanan warga. Selain itu, tim pengabdian merancang peta interaktif yang mendorong warga untuk melakukan pendataan secara berkala. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat di huntap Karang Kendal adalah meningkatkan ketahanan warga Pelemsari terhadap dampak erupsi melalui perencanaan peta evakuasi bencana yang terintegrasi dengan informasi distribusi kerentanan warga terhadap bencana berdasarkan kondisi demografis dengan atribut usia, gender, dan disabilitas. Metode pengumpulan data meliputi questionnaire surveys dan obervasi lapangan. Seluruh data kuesioner dihitung untuk menentukan kategori tingkat kerentanan warga berdasarkan jumlah anggota keluarga yang termasuk kategori populasi rentan bencana dan kemudian, diperlihatkan distribusinya di dalam huntap. Outcome utama dari kegiatan pengabdian adalah peta resiliensi warga yang kemudian dibangun pada area titik kumpul permukiman dengan melibatkan warga mulai dari tahap pengumpulan data hingga konstruksi peta.
Pemetaan Aset Wisata Berbasis Partisipasi di Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta Depari, Catharina; Herliana, Emmelia Tricia; Y.P. Suhodo Tjahyono, Y.P. Suhodo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i4.9432

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini diusulkan untuk menjawab permasalahan akan minimnya proses pelibatan masyarakat dalam perencanaan kepariwisataan dan merespon harapan warga dan para penggerak pariwisata di bantaran Kali Code akan pendampingan akademisi terhadap upaya lokal dalam memetakan aset wisata. Berlokasi di Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta, pemetaan aset wisata berbasis partisipasi dilaksanakan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat Departemen Arsitektur FT UAJY dengan melibatkan mahasiswa peserta Kerja Praktik sebagai fasilitator dan dengan menggunakan metode Focus Group Discussion dan teknologi digital. Tujuan dari pemetaan aset wisata adalah memberikan dasar bagi penyusunan masterplan kepariwisataan Kelurahan Cokrodiningratan berupa data jenis aset wisata yang dinilai vital oleh warga dan peta sebaran aset wisata melalui perencanaan berbasis partisipasi. Kegiatan ini melibatkan 6 mahasiswa dan 13 warga yang berasal dari RW V-XI dan berhasil menjaring sedikitnya 94 aset wisata yang dinilai vital sebagai atraksi wisata unggulan. Kata Kunci—pemetaan aset wisata, potensi wisata, Focus Group Discussion, partisipasi masyarakat
Developing Awareness of Environmental Assets to Improve Academic Performance Using Participatory Mapping: Membangun Kesadaran akan Aset Lingkungan untuk Meningkatkan Prestasi Akademik Menggunakan Pemetaan-berbasis Partisipasi Depari, Catharina Dwi Astuti
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i3.23551

Abstract

This article was developed based on a planning program that involved undergraduate students using Participatory Asset Mapping technique at a private university in Yogyakarta. Engaging 12 students across educational programs at Universitas Atma Jaya Yogyakarta, the program aims to identify environmental assets that, according to the participants, contribute to academic performance and recommend strategies for decision-makers at the university to improve the campus environmental quality. Integrating the PAM technique, Focus Group Discussion, and structured interviews at the data collecting phase and employing Excel for data calculation and NVivo for coding at the analysis phase, the program found nine critical assets in improving academic performance along with their meaning that are defined by the functions of the assets. The recommended strategies revolved around improving the assets’ facilities, accessibility, and service quality. The findings highlight the importance of engaging students in the university’s attempts to enhance the quality of its educational services.