Syamsuddin Laude
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PRODUKTIVITAS TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) PADA LAHAN KAKAO DENGAN TINGKAT PEMANGKASAN YANG BERBEDA Diana Ramadhani Putri; Abdul Hadid; Syamsuddin Laude
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 4 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada berbagai tingkat pemangkasan kakao. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan, yaitu P0 (tanpa pemangkasan kakao), P1 (pemangkasan kakao 50 cm), P2 (pemangkasan kakao 100 cm), P3 (pemangkasan kakao 150 cm), P4 (pemangkasan kakao 200 cm), P5 (pemangkasan kakao 250 cm). Dengan demikian, terdapat 6 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai tingkat pemangkasan kakao berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan jumlah daun, saat munculnya bunga, cabang produktif, jumlah buah dan berat buah tanaman tomat kecuali tinggi tanaman. Pada perlakuan dengan tingkat pemangkasan kakao 150 cm (P3) menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang baik dibandingkan perlakuan lainnya.
TINGKAT KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK MANGGA (Mangifera indica L.) PADA BERBAGAI PANJANG DAN POSISI PENYISIPAN ENTRIS Jufran Jufran; Syamsuddin Laude; Muhardi Muhardi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang entris dan posisi penyisipan entris pada batang bawah yang tepat untuk sambung pucuk mangga (Mangifera indica L.). Penelitian dilaksanakan di Balai Benih Hortikultura (BBH) Sidera, Kabupaten Sigi, dimulai pada bulan Juli sampai September 2017. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 2 faktor. Faktor pertama yaitu panjang entris (10 cm, 12,5 cm, dan 15 cm) dan faktor kedua yaitu posisi penyisipan entris (ditengah buku dan dibawah buku). Terdapat enam kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Setiap unit percobaan menggunakan lima tanaman sehingga terdapat 90 tanaman sebagai unit pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dan perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang entris 12,5 merupakan panjang entris yang tepat terhadap jumlah daun dengan rata-rata 6,83 helai dan panjang entris 15 merupakan panjang entris yang ideal terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata 26,02 cm. posisi penyisipan yang tepat yaitu ditengah buku dengan rata-rata jumlah daun 6,40 helai. presentase entris mati yang terendah terdapat pada panjang entris 15 cm dengan rata-rata entris mati 3,33 %. Presentase entris dorman yang terendah terdapat pada panjang entris 12,5 cm dengan rata-rata entris dorman 0,00 %.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS AIR CUCIAN BERAS Syamsuddin Laude; Chitra Anggraini Salingkat; Rahmat Rahmat
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2021. Penelitian bertempat di Green House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Palu, Sulawesi Tengah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 : Tanpa perlakuan (kontrol), P1 : Air cucian beras 500 ml/tanaman, P2 : Air cucian beras 1000 ml/tanaman, P3 : Air cucian beras 1.500 ml/tanaman dan P4 : Air cucian beras 2000 ml/tanaman. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan (15) satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri 3 polibag percobaan untuk pengukuran pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis air cucian beras 2000 ml/tanaman memberikan hasil terbaik pada semua pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN STEK MAWAR (Rosa sp) PADA BERBAGAI WAKTU PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH Windrawati K. Lawadang; Syamsuddin Laude
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan stek mawar pada berbagai waktu perendaman ekstrak bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tutung, Kecamatan Walea Kepulauan, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2020 dan metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan lama perendaman, yaitu L0 (Tanpa Perendaman), L1 (6 Jam Perendaman), L2 (12 Jam Perendaman), L3 (18 Jam Perendaman), L4 (24 Jam Perendaman). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh waktu perendaman ekstrak bawang merah terhadap parameter jumlah tunas dan jumlah bunga. Waktu perendaman ekstrak bawang merah selama 24 jam (L4) mampu menghasilkan jumlah tunas dan jumlah bunga tertinggi masing-masing 7,22 dan 3,45, namun waktu perendaman ekstrak bawang merah selama 24 jam (L4) tidak berbeda dengan waktu perendaman ekstrak bawang merah selama 18 jam (L3).
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (SOLANUM MELONGENA L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI LIMBAH CAIR TAHU Andi Alifa Aprilya Mukti Utami; Syamsuddin Laude
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu, yang dilaksanakan di Tinggede, Kabupaten Sigi, Kecamatan Marawola, Sulawesi Tengah, pada bulan Oktober 2020 sampai dengan Januari 2021. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan yaitu T0 = Tanpa Limbah cair tahu, T1 = Limbah cair tahu dengan konsentrasi 15%, T2 = Limbah cair tahu dengan konsentrasi 30%, T3 = Limbah cair tahu dengan konsentrasi 45%, T4 = Limbah cair tahu dengan konsentrasi 60%, T5 = Limbah cair tahu dengan konsentrasi 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian berbagai konsentrasi pupuk limbah cair tahu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. Konsentrasi 75% memberikan nilai rata-rata tertinggi pada berat segar buah pertanaman yaitu 255,56 g.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (CAPSICUM ANNUUM L.) Fandhy Abdillah; Syamsuddin Laude
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1879

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi ialah penurunan produktivitas cabai besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah besar. Penelitian telah dilaksanakan di Screen House Fakultas pertanian, Universitas Tadulako Palu yang berlansung mulai dari bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial (2 faktor). Faktor pertama dosis pupuk NPK (P) terdiri-dari 4 taraf, yaitu : P1 (tanpa pupuk NPK), P2 (dosis pupuk NPK 200 kg/ha), P3 (dosis pupuk NPK 250 kg/ha), P4 (dosis pupuk NPK 300 kg/ha). Faktor kedua media tanam (M) terdiri-dari 3 taraf yaitu : M1 (Tanah + Arang Sekam Padi 2:1), M2, Tanah + Serbuk Gegaji Kayu 2:1), M3 (Tanah + Arang Sekam + Serbuk Gergaji Kayu 2:1:1). Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Setiap satuan percobaan diwakili oleh 3 taanaman sehingga terdapat 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi yang nyata antara dosis pupuk NPK dan media tanam serta pengaruh tunggal media tanam terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan berat buah pertanaman. Sedangkan pengaruh tunggal dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah besar menunjukan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan berat buah pertanaman. Rata-rata berat buah tidak berbeda antara dosis pupuk NPK 250 kg/ha (P3) 245,27 g dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha (P4) 247,07 g.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah Varietas Lembah Palu (Allium wakegi Araki) pada Berbagai Waktu Penyiangan Gulma Syamsuddin Laude; Luqman Alhakim
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v30i1.1585

Abstract

Sulawesi Tengah khususnya Lembah Palu yang beriklim kering terdapat jenis bawang merah yang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Jenis bawang merah ini dikenal dengan nama bawang merah varietas lembah Palu dan kemudian menjadi produk olahan siap saji yang biasa disebut bawang goreng. Produksi bawang merah varietas lembah Palu akhir-akhir ini mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah teknik budidaya yang belum maksimal antara lain adanya gulma yang tumbuh bersama dengan bawang merah dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas lembah Palu telah dilaksanakan di Desa Oloboju Trans SP II Kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah mulai dari Bulan Juni sampai dengan September 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 (tiga) ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ α 0,05. Perlakuan adalah tanpa penyiangan (P0), penyiangan gulma umur 15 HST (P1), penyiangan gulma 30 HST (P2), penyiangan gulma 45 HST (P3) dan bebas gulma sampai panen (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyiangan gulma berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi perumpun, berat segar umbi perumpun, diameter umbi, berat kering umbi perumpun, hasil ha-1 dan berat kering gulma, namun tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap jumlah umbi perumpun. Bebas gulma selama pertumbuhan tanaman (P4) diperoleh hasil tertinggi yaitu 5,04 ton/ha, namun tidak berbeda dengan waktu penyiangan gulma 30 HST (P2) dan penyiangan gulma 45 HST (P3) masing-masing dengan hasil 4,8ton ha-1 dan 4,87 ton ha-1.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI BIOCHAR DAN BIOURIN SAPI B. P, Iswarno; Laude, Syamsuddin; Syakur, Abd.
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i1.1594

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of combining biochar and cow bio-urine on the growth and yields of cayenne pepper plants. The research was conducted between April and July 2019 in Lagarutu of Tanamodindi Village, Palu City, Central Sulawesi Province. A randomized block design was employed with 5 treatments: control with no biochar and bio-urine added (P1), 64.43 g husk charcoal /plant with no bio-urine (P2), 64.43 g husk charcoal + 40 ml bio-urine/plant (P3), 64.43 g coconut shell charcoal with no bio-urine (P4), and 64.43 g coconut shell charcoal + 40 ml bio-urine/plant. The results of the study indicated that the combination of biochar and cow bio-urine had a significant effect on plant height, number of leaves, number of productive branches, time of flower appearance, number of fruits, and fruit weight. Notably, the treatment of shell charcoal biochar combined with cow bio-urine (P5) resulted in the most favorable growth and yields for cayenne pepper plants.
PENGARUH DOSIS PUPUK KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascolanicum L.) sumardi, sumardi; Laude, Syamsuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i4.2281

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kotoran walet terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Bawang Merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2022 di Lokasi Transmigrasi Desa Oluboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan sebagai berikut : P0 = kontrol ( 0 ), P1 = 5 ton/ha (P2 = 10 ton/ha, P3 = 15 ton/ha, P4 = 20 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Dosis Pupuk Kotoran Walet Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah berpengaruh nyata pada pada parameter tinggi tanaman sedangkan pada komponen hasil berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi per rumpun tetapi berpengaruh nyata pada parameter berat segar per rumpun, berat umbi basah per rumpun, dan hasil per hektar. Hasil tertinggi pada dosis 10 ton/ha dengan hasil rata – rata 5,37 ton/ha namun tidak berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun dan jumlah anakan
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L. ) TERHADAP BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH AIR TAHU S, Ismail; Laude, Syamsuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2550

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui respons pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada berbagai Dosis limbah cair tahu, Penelitian dilaksanakan di Screen house kebun akademik dan lab Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kota Palu. penelitian dimulai pada 11 Desember 2021 sampai 19 Januari 2022, Penelitian ini digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: T0 = Tanpa Limbah Cair Tahu (kontrol), T1 = Limbah cair tahu dengan Dosis 100 ml/tanaman, T2 = Limbah Cair Tahu dengan Dosis 150 ml/tanaman, T3 = Limbah Cair Tahu dengan Dosis 200 ml/tanaman, T4 = Limbah Cair Tahu dengan Dosis 250 ml/tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 unit percobaan, setiap unit percobaan terdiri atas 3 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai limbah tahu cair berperngaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, barat basah dan volume akar. Dosis terbaik pada pemberian Limbah Cair Tahu 250ml/tanaman.