Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : REKA RUANG

Strategi Penghidupan Berkelanjutan Petani Lahan Pasir Berbasis Aset Natural dan Aset Fisikal di Pesisir Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulonprogo Candra Ragil; Vita Alusia Eris
REKA RUANG Vol 1 No 1 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v1i1.778

Abstract

Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo terletak di pesisir selatan Pulau Jawa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupun lahannya cenderung berpasir dan rentan banjir, tetapi pertanian di Desa Bugel memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Beberapa bentuk nyata dari peningkatan kesejahteraan tersebut yang dapat dilihat dari semakin baiknya kondisi rumah, kendaraan, kesehatan, pendidikan, kepemilikan lahan pertanian yang cukup luas. Para petani menggunakan metode dan teknologi yang lebih modern daripada petani tradisional pada umumnya, sehingga strategi petani dalam menghadapi keterbatasan kondisi alam inilah yang akan menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian ini sehingga dapat dikembangkan untuk diterapkan pada lahan pertanian di daerah lain.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif kualitatif dengan penentuan sampel secara purposif dan snowball, kemudian validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset natural dan aset fisikal sangat berperan dalam menentukan kemajuan pertanian di Desa Bugel.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Pariwisata Pantai Parangtritis Achmad Andi Rif'an; Candra Ragil
REKA RUANG Vol 2 No 2 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v2i2.1476

Abstract

Parangtritis merupakan salah satu wisata pantai yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Parangtritis memiliki banyak pengunjung karena memiliki beberapa tempat wisata yang menarik. Daya Tarik Wisata (DTW) ini telah melibatkan masyarakat setempat pada pengelolaannya. Masyarakat setempat menyediakan beberapa fasilitas dan tempat wisata untuk menarik pengunjung untuk mengunjungi, seperti: andong, persewaan ATV, food court, area parkir, toilet dan penginapan. Ini memberikan keuntungan baik bagi masyarakat lokal dan pemerintah daerah, sebagai penyelenggara. Partisipasi masyarakat setempat membantu pemerintah daerah untuk mengatur dan mengelola DTW ini. Masyarakat setempat menganggap bahwa DTW tersebut milik mereka, sehingga mereka akan mengelola dengan sepenuh hati. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengidentifikasi karakteristik DTW Parangtritis dan pengelolaannya; mengidentifikasi beberapa masalah yang berkaitan dalam pengelolaannya; dan memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari wilayah studi. Strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah di daerah penelitian adalah: mengatur ulang regulasi zonasi penggunaan lahan DTW; Pemerintah Daerah memberikan pelatihan dan pendidikan secara teratur untuk masyarakat setempat tentang pengetahuan kepariwisataan; dialog dan komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat dan juga antara sesama masyarakat.
Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana di Wilayah Lereng Gunung Merapi Studi Kasus Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Candra Ragil; A Yunastiawan Eka Pramana; Hatta Efendi
REKA RUANG Vol 3 No 1 (2020): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v3i1.1586

Abstract

Indonesia adalah negara yang rawan bencana geologis gempa bumi, tanah longsor, erupsi gunung api, dan tsunami. Sebagai konsekuensi kewajiban negara untuk melindungi rakyatnya maka pemerintah diharapkan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi risiko dan mempunyai rencana keadaan darurat untuk meminimalkan dampak bencana. Kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan upaya yang cepat dan tepat dalam menghadapi kejadian bencana. Tujuan dalam penelitian ini adalah merumuskan model konseptual living in harmony with disaster (mitigasi berbasis kearifan lokal) masyarakat lereng Gunungapi Merapi Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sasarannya adalah mengidentifikasi kondisi eksisting masyarakat dalam aspek tanggap bencana dan mengidentifikasi pola proses mitigasi berbasis kearifan lokal masyarakat lereng Gungungapi Merapi Kabupaten Sleman yang disebut living in harmony with disaster dalam lingkup tata ruang kawasan. Metode penelitian secara studi kasus yang bersifat induktif-kualitatif eksploratif. Pola konseptual inilah yang akan dikembangkan menjadi model di kawasan-kawasan lereng gunungapi lainnya.
Dinamika Penggunaan Lahan Kecamatan Temon Sebagai Kawasan Bandara Internasional Yogyakarta Nurkukuh, Dwi Kunto; Candra Ragil
REKA RUANG Vol. 6 No. 2 (2023): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v6i2.4008

Abstract

Development in Indonesia aims to prosper the people. Infrastructure development such as airports is also hoped to bring prosperity to the community. However, in addition to these positive impacts, there are also negative impacts, namely causing changes in the use of the surrounding land. Yogyakarta is building Yogyakarta International Airport in Temon District, Kulonprogo Regency. Therefore, this study aims to determine the dynamics of land use in Temon District before and after the construction of the Yogyakarta International Airport. The research method uses a qualitative approach with an analysis of the classification of satellite imagery from 2012-2022. The dynamics of land use in 2012-2017 showed the conversion of dry land agriculture to ponds of 260 ha and the conversion of paddy fields to settlements of 14.50 ha. Whereas in 2017-2022 the conversion of dry land agriculture to airports was 329.48 ha, conversion of ponds to airports was 74.06 ha, conversion of paddy fields to airports was 70.06 ha, and residential conversions to airports were 66.73 ha. The most changes in land use in Temon District are dry land agriculture, ponds, rice fields, settlements into airports.