Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KURVATEK

ARAHAN PERENCANAAN RTH (RUANG TERBUKA HIJAU) KABUPATEN KULON PROGO Candra Ragil
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.741

Abstract

Jumlah penduduk terus bertambah, sedangkan ruang yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk pembangunan relatif tetap. Lahan tidak terbangun atau open space menjadi sasaran limpahan pemenuhan kebutuhan akan ruang yang mengakibatkan semakin menurunnya fungsi lingkungan secara umum. Ketersediaan RTH yang cukup merupakan salah satu upaya mempertahankan kualitas fungsi lingkungan secara optimal. RTH menjadi unsur penting untuk keberlangsungan kehidupan manusia khususnya sebagai penyeimbang unsur bangunan di lingkungan perkotaan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang setiap Kabupaten/ Kota diwajibkan menyediakan sekurang-kurangnya 30% Ruang Terbuka Hijau (RTH). RTH tersebut dimaksudkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga lingkungan perkotaan yang berkelanjutan secara ekologi dengan peningkatan nilai lahan RTH sekaligus merupakan ruang publik yang memiliki manfaat rekreatif dan rasa nyaman karena faktor estetikanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretasi citra dengan tahapan analisis: GIS (geographic information system), analisis kuantitatif dan triangulasi. Dari hasil penelitian akan ditemukan gambaran mengenai kondisi eksisting RTH dan arahan perencanaan RTH di kawasan perkotaan Kabupaten Kulon Progo.   Kata kunci: perkotaan, perencanaan, ruang terbuka hijau
IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAPANEWON KALASAN DENGAN PENDEKATAN KERUANGAN Maria Gloria De Aroyo Tania Mali; Amithya Irma Kurniawati; Candra Ragil
KURVATEK Vol 8 No 1 (2023): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v8i1.4018

Abstract

Abstract - Land use change is the change from the previous land use function to another function, one of which is the change from agricultural land to non-agricultural land. Land use change in Kapanewon Kalasan is driven by various community activities. This is due to the rapid population growth and the location of Kapanewong Kalasan, which is the center of crowds near Yogyakarta city. It is in Central Java and is traversed by the Yogyakarta-Surakarta road. The purpose of the study on land use change in Kapanewon Kalasan by spatial approach is to (1) identify land use change from 2010 to 2020, and (2) identify land use change based on the type of spatial approach for a specific time. The research method is a quantitative method by used spatial process analysis with the overlay technique on ArcGIS ArcGIS. The findings show that over the past decade, Kapanewon Kalasan land use increased by 78.1%, land use designated for dry farming increased by 23.1%, paddy field use increased by 90.5%. Overlay results show that many agricultural drylands are being converted to paddy fields and residential areas, thus the increase in agricultural dryland use is small. Keywords: Land use change, Spatial approach, Spatial process analysis, ArcGis, Overlays