Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Formulasi Air Kelapa Muda dan Daging Kelapa Muda (Cocos Nucifera L.) Terhadap Minuman Instan Coconut Flavor Hadjatu, Adhan D; Laboko, Asriani L
Jurnal : Agricultural Review Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v2i2.469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan air kelapa muda dan daging kelapa muda terhadap kadar air, kadar abu dan kadar gula serta uji organoleptik pada pembuatan minuman instan Coconut flavor. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan yaitu C1 = Air kelapa 100 ml + sari daging kelapa 100 ml, C2 = Air kelapa 125 ml + sari daging kelapa 75 ml dan C3 = Air kelapa 150 ml + sari daging kelapa 50 ml. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu dan kadar gula serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan C3 (Air kelapa 150 ml + sari daging kelapa 50 ml) dengan nilai 5,39% dan terendah pada perlakuan C1 (Air kelapa 100 ml + sari daging kelapa 100 ml) dengan nilai 2,67%. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan C2 (Air kelapa 125 ml + sari daging kelapa 75 ml) dengan nilai 0,83% dan terendah pada perlakuan C1 (Air kelapa 100 ml + sari daging kelapa 100 ml) dengan nilai 0,75%. Kadar gula tertinggi terdapat pada C3 (Air kelapa 150 ml + sari daging kelapa 50 ml) dengan nilai 16,80% dan terendah pada perlakuan C2 (Air kelapa 125 ml + sari daging kelapa 75 ml) dengan nilai 8,11%. Hasil uji organoleptik minuman instan coconut flavor terhadap aroma yang paling disukai panelis terdapat pada perlakuan C3 dengan skor (4,4), pada rasa terdapat pada perlakuan C3 dengan skor (3,8), dan pada warna terdapat pada perlakuan C3 dengan skor (4,6).
Karakteristik Fisikokimia dan Hedonik Terhadap Pembuatan Minuman Herbal Binahong (Anredera Cordifolia) dengan Penambahan Kayu Manis Pagune, Jufrin; Laboko, Asriani L; Anto, Anto; Pou, Marni
Jurnal : Agricultural Review Vol. 2 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v2i2.652

Abstract

Mayoritas masyarakat Gorontalo menggunakan daun binahong sebagai tanaman herbal dengan konteks tradisi secara turun temurun sehingga sudah menjadi kebiasaan. Binahong sering dipakai oleh masyarakat sebagai tanaman herbal yang berkhasiat. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik fisikokimia dan hedonik terhadap pembuatan minuman herbal binahong (Anredera cordifolia) dengan penambahan kayu manis terhadap kadar air, kadar abu, antioksidan, dan juga mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap uji organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu S1 = air rebusan binahong 500 ml + bubuk kayu manis 5 g, S2= air rebusan binahong 500 ml + bubuk kayu manis 10 g, dan S3 = air rebusan 500 ml + bubuk kayu manis 15 g. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, dan antioksidan serta uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan (1) kadar air tinggi terdapat pada perlakuan S3 (air rebusan 500 ml + bubuk kayu manis 15 g) dengan nilai 3,55% dan terendah terdapat pada perlakuan S2 (air rebusan binahong 500 ml + bubuk kayu manis 10 g) dengan nilai 1,56% dan kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan S3 (air rebusan 500 ml + bubuk kayu manis 15 g) dengan nilai 0,52 dan terendah terdapat pada perlakuan S1(air rebusan binahong 500 ml + bubuk kayu manis 5 g) dengan nilai 0,23%. (2) Uji organoleptik minuman herbal binahong serbuk terhadap aroma yang disukai panelis terdapat pada perlakuan S3 dengan skor (4,40), pada rasa yang disukai terdapat pada perlakuan S3 dengan skor (3,73), dan pada warna terdapat pula pada perlakuan S3 dengan skor (4,50), serta (3) uji antioksidan hasil perlakuan terbaik dari uji organoleptik terdapat diperlakuan S3 (air rebusan 500 ml + bubuk kayu manis 15 g) dengan nilai 69 ppm.
Pengaruh Penambahan Kulit Dan Daging Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Pewarna Pada Pembuatan Stik Bawang: Effect Of Adding Skin And Flesh Of Red Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus) As Dyeing In The Manufacturing Of Onion Sticks Pagune, Jufrin; I.Laboko, Asriani; Adam, Veni Alvionita
Jurnal : Agricultural Review Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v3i1.770

Abstract

Buah naga adalah salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi dan memiliki strategi yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Limbah yang jarang dimanfaatkan yaitu kulit buah naga merah. Kulit dari buah naga mengandung antioksidan yang cukup banyak, Pemanfaatan pada kulit buah naga yaitu dengan mengekstraknya sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penambahan kulit dan daging buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pewarna pada stik bawang terhadap kadar abu, analisis warna, analisis tekstur, (2) mengetahui pengaruh terhadap uji antioksidan dan (3) mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap uji organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu S0 = tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g, S1 = tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g + kulit buah naga 80 g, S2 = tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g + daging buah naga 80 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan S1 (tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g + kulit buah naga 80 g) dengan nilai 2.53 % dan terendah terdapat pada perlakuan S2 (tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g + daging buah naga 80 g) dengan nilai 2.11 %. Analisis warna L dengan tingkat kecerahan terdapat pada perlakuan S0 (tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g) dengan nilai 57.18 dan yang terendah terdapat pada perlakuan S2 (tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g + daging buah naga 80 g) dengan nilai 43.85. Analisis tekstur tertinggi terdapat pada perlakuan S0 (tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g) dengan nilai dengan nilai 6.70 dan yang terendah terdapat pada perlakuan S1 (tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g + kulit buah naga 80 g) dengan nilai 5.78. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tingkat yang disukai panelis pada aroma terdapat di perlakuan S2 dengan skor 3.94, rasa pada perlakuan S2 dengan skor 4.10, tekstur terdapat pada perlakuan S2 dengan skor 3.69, dan warna terdapat pada perlakuan S2 dengan skor 4.59, serta uji antioksidan dari hasil uji sensori yang terbaik terdapat pada perlakuan S2 (tepung tapioka 100 g + tepung terigu 200 g + daging buah naga 80 g) dengan nilai 15.109 ppm.
Uji Orgoleptik Mutu Terasi Ikan Sagela dengan Menggunakan Metode Fermentasi INAYAH, ASTRINA NUR; Laboko, Asriani; Mahieu, Olyvia Carnevia
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 3 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v3i1.885

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki banyak kekayaan alam salah satunya dengan beraneka ragam jenis ikan. Di Sulawesi Utara ikan sagela mempunyai nama lokal yaitu Ikan Roa (Herihamphus sp). Upaya untuk menghambat pembusukan dilakukan proses pengawetan dan pengolahan. Kegiatan pengolahan ikan sagela dalam pembuatan terasi yang paling umum adalah melakukan pengolahan minimal dengan cara pengeringan, pengasinan dan fermentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan yang terbaik terhadap pembuatan terasi ikan sagela. Metode yang digunakan menggunakan tiga perlakuan yaitu T1 = ikan sagela 25 g, T2 =ikan sagela 50 g, T3 = ikan sagela 75 g, menggunakan uji organoleptik yaitu metode hedonik atau uji kesukaan panelis membutuhkan sebanyak 25 orang meliputi tekstur, warna, aroma, rasa. Hasil uji prganoleptik menunjukkan bahwa rasa tingkat kesukaan panelis rata-rata menyukai T2 dengan nilai (3.56), pada aroma (3.48), tekstur (3.72), rata-rata menyukai T2 (3.68).
Optimalisasi Xanthan gum sebagai Agen Pengental Kestabilan Viskositas dan Kualitas Kecap Manis Air Kelapa Zainuddin, Asniwati; Laboko, Asriani I.; Pade, Satriawati; Fitriani, Andi Nur
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 8 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.4037

Abstract

Air kelapa merupakan sumber daya alam yang melimpah di Provinsi Gorontalo, namun masih belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian tentang formulasi xanthan gum yang tepat untuk kecap manis berbasis air kelapa belum banyak dilakukan, padahal xanthan gum memiliki potensi besar sebagai agen pengental alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan xanthan gum terhadap viskositas, pH, total gula dan uji sensoris pada kecap manis air kelapa. Perlakuan pada penelitian ini adalah K0 Kontrol (Kecap manis komersial), K1 (Konsentrasi xanthan gum 250 ppm), K2 (Konsentrasi xanthan gum 500 ppm), K3 (Konsentrasi xanthan gum 750 ppm). Penelitian ini menggunakan rancangan acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 4 perlakuan model sistematis dengan 3 kali ulangan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah K3 (750 ppm xanthan gum), karena memiliki viskositas tinggi (56,95 P) setara dengan kecap manis komersial, pH stabil (3,9), dan total gula tertinggi (61,04%), yang dapat meningkatkan kualitas rasa dan tekstur kecap manis. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jenis sampel berpengaruh nyata terhadap viskositas kecap manis (p0,05). Uji lanjut Duncan mengidentifikasi dua sampel berbeda nyata, yaitu K1 (45,98? P) dan K2 (48,42? P). Total gula lebih tinggi (60,60?–61,04?%) dibanding kecap komersial (51,56?%). Penggunaan xanthan gum pada konsentrasi tinggi (750 ppm) direkomendasikan untuk menghasilkan kecap manis dengan tekstur kental dan rasa yang lebih manis, tanpa perubahan signifikan pada stabilitas pH.
Penerapkan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Stunting Melalui Metode Pendekatan Sharing Peer Group Untuk Mengatasi Ketidak Tersedian Pangan Hatta, Herman; Badu, Franning Deisi; Laboko, Asriani I; Datukramat, Aprilia; Mandagi, Rosalina Clarita A
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3759

Abstract

Stunting menjadi permasalahan, karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian khususnya di negara miskin dan berkembang maupun negara maju. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembentukan kader kesehatan teraltih untuk masyarakat yang terdampak stunting, memberi penyuluhan kesehatan dan pelatihan, pemanfaatan lahan pekarangan serta cara pengolahan hasil pertanian untuk olahan jadi produk atau tanaman obat keluarga dalam meningkatan kesadaran kesehatan dan pemulihan ekonomi desa. Kegiatan dilaksanakan selama 40 hari yakni pada tanggal 2 September sampai dengan 12 Oktober 2024, Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat meliputi: selama 40 hari melalui metode pendekatan sharing peer group dalam meningkatan kesehatan dan pemulihan ekonomi dengan memberikan penyuluhan edukasi kesehatan dan cara pemulihan ekonomi desa serta memberikan pelatihan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak stunting. Jumlah balita dalam keluarga dapat berhubungan dengan status gizi balita. Dengan adanya anak balita lebih dai satu dalam keluarga maka perhatian keluarga akan terbagi. Berhasil kegiatan pengabdian memberikan pengaruh pemberian penyuluhan pencegahan stunting terhadap pengetahuan stunting diperoleh hasil statistik diperoleh nilai X² hitung (10.216) > X² tabel (3,841) dan nilai p (0,001) < 0,05, analisisis pengaruh pemberian penyuluhan pencegahan stunting terhadap pengetahuan mengenai pencegahan stunting diperoleh statistik diperoleh nilai X² hitung (9.761) > X² tabel (3,841) dan nilai p (0,003) < 0,05. Hal ini diperburuk dengan adanya kesibukan orang tua dengan urusan lain. Adanya kecederungan bahwa balita yang lebih tua menderita kekurangan gizi kerena perhatian orang tuanya yang terbagi dengan adanya balita yang lebih muda. Pengetahuan ibu tentang gizi akan menentukan perilaku ibu dalam menyediakan makanan untuk anaknya. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baik dapat menyediakan makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak balita.
Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Sebagai Pupuk Kompos Alternatif Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan Lalla, Milawati; Sudiarta, I Made; Laboko, Asriani I
Jurnal Likhitaprajna Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/peduli.v8i2.590

Abstract

Anorganic fertilizers that are used continuously for a long time will result in land degradation and farmers’ dependence on the use of anorganic fertilizers. For the reason, needs to be accompanied by the organic fertilizer in form of compost. Compost row materials are easy to obtain because they come from agricultural and livestock waste whitch has not been utilized optimally. Making compost from agricultural and livestock waste must continue to be developed by providing training. The aim of activity is to increase participants’ knowledge and skills in making organic fertilizer so that they can reduce the use of anorganic fertilizer. The activity was carried out in the form of a demonstration on how to make compost fertilizer. The organic materials use are goat dung, cow dung, swallow dung, banana weevil, pineapple peel, Chromolaena leaves, Gliricidia leaves, rice straw, EM4, brown sugar and water. The activity begins with preparing tools and materials, weighing the ingredients, mixing ant storing them in container for fermentation. As a result of this activity is that participants understand how to make compost fertilizer, the materials that can be used and produce compost products.
Aktifitas Antioksidan dan Sensori Herbal Kunyit Asam Lemon Cui Laboko, Asriani; Zainuddin, Asniwati; Karim, Agung Prasetyo; Lamiun, Noviyani; Pade, Satriawati; Fitriani, Andi Nur
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2273

Abstract

This research aims to determine the antioxidant activity and consumer preference levels for an herbal drink made from turmeric, tamarind, and lemon (Cui) through sensory evaluation. Additionally, the study seeks to assess the quality of the instant turmeric, tamarind, and lemon drink as a functional beverage. The study was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of one factor and three replications. The parameters observed included antioxidant activity, sugar content, and sensory attributes such as taste, aroma, and color. The results indicated that the highest antioxidant activity categorized as very strong was found in treatments H1 and H2, both with a value of 0.24 ppm. The sugar content that aligns with industry standards is approximately 7%; the closest value was observed in treatment H1, with a sugar content of 11.82%. Based on sensory evaluations conducted by 30 panelists, treatment H1 received the highest preference score in terms of taste.