Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

NGEMONG (Permainan Tradisioanal Sebagai Ajang Kreativitas) Putri Lilis Dyani
RITME Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan modern sudah banyak memangkas dengan kejam ruang alami anak untuk bermain, dahulu setiap hari terdengar lagu anak-anak seperti Tong karo entong dingklik kendi gentong karo maron jun  Cir k ucar k acir cidui… cir k ocar k acir yoban  dimana suara itu…kini yang terdengar trang…trang…trang…suara pedang ..dan dar der dor suara tembakan dari sebuah game on line warung internet…Anak-anaktelah kehilangan hak-haknya untuk bermain. Munculnya arus globalisasi  menyebabkan  terjadinya perubahan tata nilai tradisional yang didukung oleh hadirnya produk-produk modern yang mempengaruhi tingkah laku anak, dan keberadaan permainan anak tradisional tergantikan oleh bentuk permainan modern dan canggih tersebut, secara langsung mempengaruhi pula seluruh area perkembangan anak dan tidak memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar tentang dirinya sendiri, orang lain dan lingkungannya. Permainan anak dapat memberikan kebebasan untuk berimajinasi, mengembangkan potensi diri/bakat,dan untuk berkreativitas.  Maka motivasi bermain pada anak harus muncul dari dalam diri mereka sendiri dan anak-pun bermain untuk menikmati aktivitas mereka tidak boleh dipaksa. Hadirnya seni tari disinimenjadi penting karena seni tari tidak mencetak anak menjadi penari yang professional, tetapi seni tari menjadi jembatan penyampai nilai-nilai pendidikan yang menjadikan anak semakin cerdas, pintar, disiplin, mandiri dan kreatif.
Production of Shadow Puppet Performances in Building Artistic Entrepreneurship Juju Masunah; Putri Lilis Dyani; Vanessa Gaffar; Maya Sari
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 3 No. 2 (2022): January
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v3i2.1221

Abstract

Purpose: This research describes the efforts to promote entrepreneurial motivation through shadow puppet performances. Research Methodology: This research used a project-based approach, and the activities are initiated by: 1) diagnosing the problems of performing arts entrepreneurship, 2) creating art incubation designs, 3) implementing activity plans, and 4) evaluating activities through performances. The participants were students with educational backgrounds in dance, music, and fine arts at Universitas Pendidikan Indonesia, as well as partners in the Indigo Moon Theater, a community-based in London. Results: A production of shadow puppet performance art with a Jungle Book story can foster students’ entrepreneurial motivation, shown through paid performances and business planning sales of show packages, merchandise, and a shadow puppet workshop model for children and families. Limitations: This research cannot assist the participants in managerial work to continue their business. Contributions: This research contributes to developing art entrepreneurship in the performing arts field as part of Indonesia’s creative industry sub-sector.
Program Pendidikan Tari Di Sanggar Seni Putri Galuh kurnia cakra putri; putri lilis Dyani; sri dinar munsan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50214

Abstract

Sanggar Seni Putri Galuh merupakan salah satu sanggar yang masih berperan aktif dalam mengembangkan kesenian tradisional. Dipimpin oleh Ibu Ina Rachmawati didirikan pada tanggal 23 Desember 2003 dan telah mencapai usia 19 tahun. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mempertahankan eksistensinya yaitu pengelolaan manajemen yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana pengelolaan manajemen di sanggar seni putri galuh, meliputi aspek fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuacting), pengawasan (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta untuk menguji keabsahan data dipergunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sanggar seni putri galuh menerapkan manajemen secara tradisional yaitu manajemen yang menerapkan berdasarkan keputusan bersama anggota organisasi yang disesuaikan dengan keadaan sanggar. Pengelolaan dilakukan menggunakan pola kekeluargaan, kekompakan, dan saling menghargai. Setiap keputusan yang terkait dalam kegiatan sanggar bergantung kepada pimpinan sanggar. Pengelolaan Sanggar Seni Putri Galuh terdiri dari aspek perencanaan (planing) meliputi kegiatan perencanaan SDM, administrasi, perekrutan siswa, materi, pentas seni, dan iuran siswa. Aspek pengorganisasian (organizing) meliputi struktur organsasi dan tugas pengurus sanggar, Pelaksanaan (actuacting) dilakukan secara bertahap dalam pelaksanaan jadwal kegiatan. Pengawasan (controlling) setiap kegiatan diawasi langsung oleh pimpinan sanggar, seperti dalam proses latihan atau pementesan tari. Dari aspek-aspek tersebut dapat menunjukan keberhasilan pengelolaan yang dilakukan oleh Sanggar Seni Putri Galuh dalam pengelolaannya sudah melaksanakan sesuai dengan fungsi manajemen hal ini menjadikan sanggar tersebut dapat mempertahankan eksistensinya.
PENGELOLAAN SANGGAR SENI PUTRI GALUH KABUPATEN BOGOR Kurnia Cakra Putri; Putri Lilis Dyani; Sri Dinar Munsan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 01 (2023): Februari, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i01.55583

Abstract

Sanggar Seni Putri Galuh merupakan salah satu sanggar yang masih berperan aktif dalam mengembangkan kesenian tradisional. Dipimpin oleh Ibu Ina Rachmawati didirikan pada tanggal 23 Desember 2003 dan telah mencapai usia 19 tahun. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mempertahankan eksistensinya yaitu pengelolaan manajemen yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana pengelolaan manajemen di sanggar seni putri galuh, meliputi aspek fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuacting), pengawasan (controlling). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta untuk menguji keabsahan data dipergunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sanggar seni putri galuh menerapkan manajemen secara tradisional yaitu manajemen yang menerapkan berdasarkan keputusan bersama anggota organisasi yang disesuaikan dengan keadaan sanggar. Pengelolaan dilakukan menggunakan pola kekeluargaan, kekompakan, dan saling menghargai. Setiap keputusan yang terkait dalam kegiatan sanggar bergantung kepada pimpinan sanggar. Pengelolaan Sanggar Seni Putri Galuh terdiri dari aspek perencanaan (planing) meliputi kegiatan perencanaan SDM, administrasi, perekrutan siswa, materi, pentas seni, dan iuran siswa. Aspek pengorganisasian (organizing) meliputi struktur organsasi dan tugas pengurus sanggar, Pelaksanaan (actuacting) dilakukan secara bertahap dalam pelaksanaan jadwal kegiatan. Pengawasan (controlling) setiap kegiatan diawasi langsung oleh pimpinan sanggar, seperti dalam proses latihan atau pementesan tari. Dari aspek-aspek tersebut dapat menunjukan keberhasilan pengelolaan yang dilakukan oleh Sanggar Seni Putri Galuh dalam pengelolaannya sudah melaksanakan sesuai dengan fungsi manajemen hal ini menjadikan sanggar tersebut dapat mempertahankan eksistensinya
The Characteristic Analysis of Characters in Gatotkaca Gandrung Dance by R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah Sarah Sampepadang; Trianti Nugraheni; Putri Lilis Dyani
Jurnal Seni Tari Vol 12 No 2 (2023): Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v12i2.74407

Abstract

It started with the appreciation of a dance artist from Sumedang, R. Ono, for the Gatotkaca Gandrung dance in the Solo style. Then, he attracted his attention to create a Gatotkaca Gandrung dance piece in the Kasumedangan style. Different from the Solo style, the dance created by R. Ono is played by four dancers, namely Gatotkaca, Pergiwa, Pergiwati, and Cakil, with their distinctive characters full of meaning in life. The purpose of this research is to analyze the characteristics of the characters in the Gatotkaca Gandrung dance by R. Ono through the study of choreography, makeup, and costume. This study used a descriptive analysis research method using a qualitative approach. The researchers collected data using observation, interviews, documentation, and literature study. The data obtained is analyzed by reducing the data, presenting the data in narrative form, and drawing conclusions. The results obtained are Gatotkaca, as the main character, has the character of monggawa lungguh from his hiber movement, makeup, and costumes reflecting his independence, strength, toughness, responsible, courage, sacrifice, agility, and calmness in dealing with problems. Pergiwa and Pergiwati, as supporting characters, have the character of putri lungguh who reflects a graceful and cheerful nature. In addition, Cakil is a symbol of the lust of human anger. As a supporting actor, he also reflects the nature of cunning, mischievous, crotchety, agile, and brave. This character research can be used as an artistic reference in formal and informal learning that can be applied in life.
Production of Shadow Puppet Performances in Building Artistic Entrepreneurship Masunah, Juju; Dyani, Putri Lilis; Gaffar, Vanessa; Sari, Maya
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 3 No. 2 (2022): January
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v3i2.1221

Abstract

Purpose: This research describes the efforts to promote entrepreneurial motivation through shadow puppet performances. Research Methodology: This research used a project-based approach, and the activities are initiated by: 1) diagnosing the problems of performing arts entrepreneurship, 2) creating art incubation designs, 3) implementing activity plans, and 4) evaluating activities through performances. The participants were students with educational backgrounds in dance, music, and fine arts at Universitas Pendidikan Indonesia, as well as partners in the Indigo Moon Theater, a community-based in London. Results: A production of shadow puppet performance art with a Jungle Book story can foster students’ entrepreneurial motivation, shown through paid performances and business planning sales of show packages, merchandise, and a shadow puppet workshop model for children and families. Limitations: This research cannot assist the participants in managerial work to continue their business. Contributions: This research contributes to developing art entrepreneurship in the performing arts field as part of Indonesia’s creative industry sub-sector.
GLORIFICATION OF LOCAL CULTURAL WISDOM IN THE IMPLEMENTATION OF FLS2N IN THE FIELD OF CREATIVE DANCE Sunaryo, Ayo; Hapidzin, Rivaldi Indra; Dyani, Putri Lilis; Santana, Fifiet Dwi Tresna
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 21 No. 1 (2024): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v21i1.31092

Abstract

This scientific article aims to create creative dance works based on the local cultural wisdom of West Java, specifically Sukabumi Regency, for the FLS2N competition. The organization of FLS2N at the high school level is an effort to develop the artistic spirit of elementary school students. Through FLS2N at the high school level, a love for the arts will be fostered, which will inspire them to preserve Indonesian art and protect the nation's cultural heritage, based on the local cultural wisdom of each region. The method used is action research. Through a qualitative paradigm, this method is used to describe data in an actual, realistic, and systematic manner in creating dance works for FLS2N needs. Data collection is conducted through interviews, participatory observation, document studies, focus group discussions, and reflection. The results of the study show that art and culture teachers in Sukabumi Regency can enhance their understanding and skills in creating creative dance works for FLS2N at the high school/MA level based on local cultural wisdom. Keywords: Breeding, Local Cultural Wisdom, FLS2N
Production of shadow puppet performances in building artistic entrepreneurship Masunah, Juju; Dyani, Putri Lilis; Gaffar, Vanessa; Sari, Maya
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 3 No. 2 (2022): January
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v3i2.1221

Abstract

Purpose: This research describes the efforts to promote entrepreneurial motivation through shadow puppet performances. Research Methodology: This research used a project-based approach, and the activities are initiated by: 1) diagnosing the problems of performing arts entrepreneurship, 2) creating art incubation designs, 3) implementing activity plans, and 4) evaluating activities through performances. The participants were students with educational backgrounds in dance, music, and fine arts at Universitas Pendidikan Indonesia, as well as partners in the Indigo Moon Theater, a community-based in London. Results: A production of shadow puppet performance art with a Jungle Book story can foster students’ entrepreneurial motivation, shown through paid performances and business planning sales of show packages, merchandise, and a shadow puppet workshop model for children and families. Conclusions: The Jungle Book-inspired shadow puppet production boosts art entrepreneurship motivation. The Puppetry Community, in collaboration with Indigo Moon Theater, expands its business with various products, workshops, and paid experiences, offering educational opportunities for children, families, and the community. Limitations: This research cannot assist the participants in managerial work to continue their business. Contributions: This research contributes to developing art entrepreneurship in the performing arts field as part of Indonesia’s creative industry sub-sector.
Tourism Edupreneur: Pembinaan Wirausaha Seni untuk Wisata Pendidikan Masunah, Juju; Sunaryo, Ayo; Nugraheni, Trianti; Dyani, Putri Lilis; Kurniawati, Leli
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.65274

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2020 telah menghasilkan kelompok-kelompok wirausaha mahasiswa yang memiliki produk karya seni tari dan permainan anak-anak. Namun demikian, pengelolaan produk tersebut belum optimal dalam penyajian untuk segmen pasar anak-anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membina kembali mahasiswa dalam mengelola usaha di bidang seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak dalam rangka mendukung program pengembangan wisata pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Metode yang digunakan adalah project-based approach atau pendekatan berbasis proyek. Partisipan adalah tujuh mahasiswa S1 dan seorang alumni Program Studi Pendidikan Seni Tari, UPI dan dua orang mahasiswa program studi Pendidikan Seni jenjang Master. Langkah kegiatan diawali dengan mendiagnosis partisipan, mendesain proyek, mengimplementasikan proyek, dan mengevaluasi. Data kegiatan dikumpulkan melalui partisipasi observasi, studi dokumentasi, dan kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisis secara triangulasi. Hasil pengabdian ini adalah terbangunnya kelompok wirausaha baru mahasiswa bernama Projek Seni Anak company atau Prosean Co. yang menjalankan model bisnis canvas. Prosean Co. mengelola produk dan jasa seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak, serta memasarkannya melalui sosial media dan pertunjukan Virtual yang disebut Virevale melalui TV UPI digital. Prosean Co. sebagai kelompok wirausaha baru berhasil mengelola produk karya seni tari dan permainan anak dalam alur cerita dan desain visual yang dapat diapresiasi oleh anak-anak.Kata Kunci: pendidikan seni; tari anak; wisata pendidikan; wirausaha seni