Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAULINAN BARUDAK SEBAGAI SUMBER AJAR DALAM PENCIPTAAN TARI ANAK DI SEKOLAH DASAR Ayo Sunaryo
RITME Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini adalah konsep pembelajaran dalam praktik komposisi tari bagi anak usia 7-12 Tahun.Komposisi bagi anak usia tersebut, sumber gagasannya diambil dari kakawihan dan kaulinan barudak.Untuk melihat implementasi konsep-konsep konstruktivisme akan dibahas proses kreatif komposisitari, kakawihan dan kaulinan barudak, karya komposisi tari anak, serta pengetahuan anak mengenaikomposisi tari. Data-data yang diperoleh melalui kajian pustaka mengenai teori konstruktivisme dankomposisi tari, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta pengalaman pribadi sebagai pengajar tari. Temuan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa proses komposisi tari mampumengkonstruksi pengetahuan anak mengenai unsur-unsur tari, bentuk tari, kakawihan dan kaulinanbarudak serta nilai-nilai hidup.
Pemberdayaan Komunitas Seni Melalui Produksi Pertunjukan Berbasis Kearifan Lokal Untuk Penguatan Desa Wisata Juju Masunah; Trianti Nugraheni; Ayo Sunaryo
ABMAS Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Abmas, Juni 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.726 KB) | DOI: 10.17509/abmas.v21i1.35470

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melaporkan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka pemberdayaan komunitas seni melalui produksi karya inovasi pertunjukan seni wisata di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Subang. Metode yang digunakan adalah partisipatory action research. Tahapan kegiatan adalah: 1) membuat perencanaan dan perancangan produksi karya seni wisata berbasis kearifan lokal; 2) mengimplementasikan rancangan produksi karya inovasi; 3) melakukan observasi dan refleksi. Kelompok sasarannya adalah seniman muda Subang yang tergabung dalam Komunitas LIKA 04. Hasil kegiatan PkM ini adalah karya pertunjukan berjudul “Rampak Buluh”. Rampak artinya permainan secara bersama, buluh berarti bamboo, dengan kata lain rampak buluh artinya memainkan alat musik bamboo secara bersama. Rampak buluh disusun secara medley mulai dari helaran, rampak kohkol, perkusi jembatan, rampak toleat, ansambel angklung, dan jaipongan. Melalui kegiatan ini diharapkan komunitas seni dan masyarakat di Desa Cibuluh, Subang mendapatkan nilai tambah secara social, budaya, dan ekonomi
Desain Multimedia Pembelajaran Tari Rakyat Berbasis Android Sebagai Self Directed Learning Mahasiswa Dalam Perkuliahan Heni Komalasari; Agus Budiman; Juju Masunah; Ayo Sunaryo
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i1.1260

Abstract

Pendekatan sumber belajar konvensional saat ini lambat laun mulai beralih atau bertransformasi menuju pendekatan sumber belajar digitalisasi. Tujuan penelitian ini ingin mengembangkan protipe pembelajaran tari rakyat berbasis android yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai pendekatan pembelajaran self directed learning pada perkuliahan tari rakyat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Data penelitian diperoleh dari hasil studi dokumentasi dan studi literatur. Analisis data disajikan secara kualitatif untuk mendeskripsikan secara detail mengenai langkah-langkah proses penyusunan prototipe multimedia pembelajaran tari rakyat berbasis android. Temuan menunjukan bahwa protipe sumber belajar multimedia tari rakyat berbasis android yang dikembangkan memiliki karakteristik dalam mendorong mahasiswa untuk dapat melakukan belajar secara mandiri tanpa harus dibimbing dan dilatih langsung oleh dosen di dalam jam perkuliahan. Model media yang dikembangkan menyajikan beberapa menu pilihan belajar yang dapat diakses oleh mahasiswa melalui berbagai perangkat teknologi seperti komputer, laptop, seluler, dan lain sejenisnya.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATERI KEMBANG TANJUNG PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP ISLAM CIBUNGUR Sri Anisa Mustafa; Ayo Sunaryo; Ria Sabaria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.36645

Abstract

Pembelajaran seni berbasis kearifan lokal merupakan suatu pelajaran penting yang sudah seharusnya diimplementasikan di sekolah. Hal itu disebabkan karena melalui pembelajaran seni peserta didik dapat lebih dekat dengan kebudayaan lokalnya dan tidak berfokus kepada budaya populer yang berasal dari barat. Maka dari itu, diperlukan suatu alternatif bahan ajar yang dapat mempertemukan antara prinsip sekolah dengan pembelajaran seni agar tetap dapat diimplementasikan. Tujuan dari penelitian ini dibuat yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana bahan ajar seni berbasis kearifkan local terkhusus tari kembang tanjung diimplementasikan di SMP Islam Cibungur dengan merepresentasikan bagaimana proses pelaksanaan pembelajarannya. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Islam Cibungur sebanyak dua puluh tujuh siswa. Selanjutnya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan pembelajaran tari kembang tanjung pada kelas VII di smp Islam cibungur yaitu dengan cara melakukan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang secara teoritis kegiatan yang dilakukan guru seni pada kegiatan pembelajaran dari tiga tahap itu sudah cukup baik pelaksanaannya. Pelaksanaan pembeljaran tari kembang tanjung ini dikelompokan dengan empat gerak pokok selama empat pertemuan. Siswa menguasai gerak tari kembang tanjung pada pertemuan keempat. Maka tari kembang tanjung sebagai bahan ajar pada kelas VII di SMP Islam Cibungur ini terlaksana dengan efektif.
Strategi Guru Musik Dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa Melalui Pemanfaatan Aplikasi Moises Ai Dalam Latihan Musik Band Asep Rizwan Nurfalah; Yudi Sukmayadi; Ayo Sunaryo
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v5i3.533

Abstract

Band music learning at SMAN 8 Bandung often faces obstacles, such as limited rehearsal time, difficulty understanding song structures, lack of appropriate backing tracks and lack of rhythmic accuracy and coordination between band members. Music teachers need innovative strategies to overcome these challenges and improve students' competence in playing music. One solution that can be applied is the utilization of the Moises AI application, which allows for more flexible and interactive instrument separation, tempo setting, and rehearsal. This study aims to analyze music teachers' strategies in utilizing Moises AI to improve students' competence in band music practice. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the use of Moises AI helped students more easily understand song structures, improve rhythm accuracy, and develop creativity and improvisation in music playing. In addition, the strategies applied by teachers include exploration of AI features, project-based exercises, and collaborative approaches to learning. With the right strategies, Moises AI becomes an effective tool in enhancing students' learning experience. Therefore, music teachers are advised to more actively integrate AI technology to create innovative, interactive and effective music learning.
INOVASI KONTEMPORER DALAM SENI PERTUNJUKAN: TEKNOLOGI MAPPING DAN HOLOGRAPHIC PADA TARI KOLOSAL KESAH CAHAYA Rani Tiara FL; Tri Karyono; Ayo Sunaryo
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 2 (2025): "Ruang Kreatif Mencipta Tari"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penerapan teknologi projection mapping dan holographic dalam pertunjukan tari kolosal Kesah Cahaya serta kontribusinya terhadap pembentukan estetika pertunjukan kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan observasi partisipatif, data dikumpulkan melalui pengamatan proses kreatif serta dokumentasi pertunjukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teknologi visual digital memperluas ruang representasi panggung dan memperkuat penyampaian narasi melalui efek visual yang imersif. Visualization mapping membantu membangun transisi suasana dan struktur dramaturgi, sedangkan holografi menghadirkan elemen simbolik yang memperkaya imajinasi visual penonton. Kolaborasi teknologi dan koreografi tersebut menciptakan karakter visual yang dinamis serta menunjukkan kecenderungan estetis seni pertunjukan kontemporer. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan inovasi digital memiliki peran strategis dalam pengembangan karya tari kolosal di era modern.
TARI SEBAGAI TREN DIGITAL DI TIKTOK: ANALISIS GERAK, PARTISIPASI PENGGUNA, DAN LITERASI TEKNOLOGI KREATOR Zahrah Luthfi Kholifah; Tri Karyono; Ayo Sunaryo
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 2 (2025): "Ruang Kreatif Mencipta Tari"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan platform digital seperti TikTok telah mengubah cara masyarakat memproduksi, membagikan, dan memaknai tarian sebagai bentuk ekspresi budaya modern. Fenomena ini menunjukkan pergeseran bahwa tarian tidak hanya tampil sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai tren digital yang dibentuk oleh kreativitas kreator dan partisipasi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tarian berkembang sebagai tren di TikTok melalui kajian terhadap pola gerak, bentuk keterlibatan pengguna, serta literasi teknologi yang dimiliki kreator konten tari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data daring, termasuk analisis konten video, komentar pengguna, serta simulated interview yang disusun berdasarkan pola umum strategi kreator tari di TikTok. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi karakteristik gerak, dinamika interaksi digital, dan kompetensi teknologi yang muncul dalam proses produksi konten tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren tarian di TikTok terbentuk melalui gerak yang sederhana, repetitif, dan mudah direplikasi, sehingga mendorong partisipasi pengguna secara luas. Kreator juga memanfaatkan fitur digital seperti sinkronisasi musik, efek visual, dan teknik penyuntingan dasar untuk meningkatkan daya tarik konten. Temuan ini menegaskan bahwa literasi teknologi menjadi aspek penting dalam keberhasilan kreator dalam membangun identitas digital dan mempertahankan keterlibatan audiens. Penelitian menyimpulkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi ruang penyebaran tarian populer, tetapi juga ekosistem pembelajaran digital yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan adaptasi teknologi dalam praktik seni tari. Implikasi penelitian ini mengarah pada pentingnya integrasi literasi digital dalam pendidikan seni agar peserta didik mampu merespons perkembangan budaya digital secara kritis dan produktif. ABSTRACT DANCE AS A DIGITAL TREND ON TIKTOK: AN ANALYSIS OF MOVEMENT, USER PARTICIPATION, AND CREATOR TECHNOLOGY LITERACY, DECEMBER 2025. The development of digital platforms such as TikTok has changed the way people produce, share, and interpret dance as a form of modern cultural expression. This phenomenon shows a shift in which dance is not only presented as a performing art, but also as a digital trend shaped by the creativity of creators and user participation. This study aims to analyze how dance has developed as a trend on TikTok by examining movement patterns, forms of user engagement, and the technological literacy of dance content creators. The study uses a qualitative approach utilizing online data, including video content analysis, user comments, and simulated interviews based on common patterns in the strategies of dance creators on TikTok. The data is analyzed thematically to identify movement characteristics, digital interaction dynamics, and technological competencies that emerge in the dance content production process. The results show that dance trends on TikTok are formed through simple, repetitive, and easily replicable movements, thereby encouraging widespread user participation. Creators also utilize digital features such as music synchronization, visual effects, and basic editing techniques to enhance the appeal of their content. These findings confirm that technological literacy is an important aspect of creators' success in building a digital identity and maintaining audience engagement. The study concludes that TikTok is not only a space for spreading popular dances, but also a digital learning ecosystem that encourages collaboration, creativity, and technological adaptation in dance practice. The implications of this study point to the importance of integrating digital literacy into arts education so that students are able to respond to developments in digital culture critically and productively. Keywords: Technology Literacy, Dance, TikTok, Digital Trends.
DESAIN APLIKASI WEB MINIPIANO: PENGENALAN TANGGA NADA PADA ANAK DI ERA PEMBELAJARAN DIGITAL Dhea Elvionita Surya; Tri Karyono; Ayo Sunaryo; Salomo Julio Elsada Lautt
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38229

Abstract

This study aims to design and develop the MiniPiano web application as an interactive learning medium to introduce the concept of musical scales to children aged 6–11 years. The background of this study stems from the low interest and understanding of children in basic music theory due to learning methods that are still predominantly conventional, verbal, and lack visual and audio stimulation. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The application was developed through a prototype design process using Figma and code implementation using Visual Studio Code with the integration of multimedia elements in the form of text, images, animations, and audio. The results of the study show that MiniPiano has excellent feasibility based on the assessments of media and material experts, as well as generating positive responses from limited trials with children. This application has been proven to help children understand basic note sequences, increase their interest in learning music, and create an enjoyable learning experience. This study confirms that the use of web-based media and interactive multimedia has the potential to enrich basic music learning and can be an alternative solution in music education for elementary school children.