Samuel Marpaung
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN YURIDIS TERHADAP ALAT BUKTI PENYADAPAN DITINJAU DARI HAK ASASI MANUSIA Samuel Marpaung; Syafruddin Kalo; Mahmud Mulyadi
Jurnal Mahupiki Vol 1, No 02 (2016)
Publisher : Jurnal Mahupiki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSamuel Pebrianto Marpaung*Syafruddin Kalo**Mahmud Mulyadi*** Penyadapan suatu fenomena cepatnya perkembangan teknonologi informasi dan komunikasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dapat dilihat dengan lahirnya berbagai media, berbagai macam alat komunikasi serta beragam jasa lainnya dibidang teknologi informasi dan komunikasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini telah berdampak pada seluruh sector kehidupan, perubahan sosial, ekonomi, budaya, moralitas, bahkan di bidang penegakan hukum. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut berdampak dengan adanya “globalisasi kejahatan” dan meningkatnya kuntitas serta kualitas tindak pidana. Hal tersebut juga harus diiringi dengan perkembangan hukum serta pola penegakan hukum yang dilakukan secara signifikan berlangsung cepat. Sehingga keberadaan hukum dalam melindungi kepentingan-kepentingan yang timbul dalam masyarakat. Kecanggihan peralatan yang digunakan membuat para penegak hukum semakin sering menemukan bentuk-bentuk tindak pidana baru yang sulit pembuktiannya. Oleh karena itu, dalam menghadaoi tindak pidana seperti ini pada umumnya aparat penegak hukum biasanya menggunakan teknik pengintaian (surveillance) dan teknik penyadapan (wiretapping). Penyadapan disisi lain memiliki kecenderungan yang berbahaya atas peenghormatan terhadap hak asasi manusia khususnya hak privasi seseorang. Kecenderungan penyalahgunaan penyadapan dapat terjadi oleh karena sifat kerahasian dari penyadapan. Perlindungan hak asasi manusia terhadap hak privasi sesuai dengan pasal 12 Universal Declaration of Human Right (UUDHR), UUD NRI 1945 dan Pasal 29 Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Sehingga perlu dikaji penyadapan yang dilakukan oleh penegak hukum telah sesuai dengan perlindungan hak asasi manusia. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dalam penulisan ini akan membahas bagaiaman alat bukti penyadapan yang akan ditinjau dari perlindungan hak asasi manusia. Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan data sekunder, serta dengan melakukan penelitian di perpustakaan (library research). Pelaksanaan tindakan penyadapan masih sering menimbulkan kontroversi. Penyadapan dikhawatirkan akan menyampingkan atau meniadakan sama sekali hak asasi manusia, sehingga diperlukan suatu aturan yang sesuai dan tegas untuk hal ini
TEST OF THE INHIBITOR EFFECTIVENESS OF THE COMBINATION OF ETHANOL EXTRACT OF LEMON LEAVES (Cymbopogon citratus) AND GREEN BETEL LEAF (Piper betle L.) AGAINST Staphylococcus aureus BACTERIA Octora, Debi Dinha; Samuel Marpaung; Jhoti Sumitra
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i1.1860

Abstract

The discovery of natural substances has the potential for applications in the development of pharmaceuticals or natural alternatives to combat bacterial infections. Green betel leaves (Piper betle L.) and lemongrass stems (Cymbopogon citratus) may aid in treating infections due to their specific strength in bacteria eradication. Staphylococcus aureus is one of the pathogenic bacteria types that can cause serious infections and skin disorders under conducive conditions, such as acne and boils. The aim of this study is to determine the antibacterial activity using the maceration and disk diffusion methods on lemongrass stem and green betel leaf extracts against Staphylococcus aureus bacteria. The research conducted is qualitative in nature and aims to assess the inhibitory effect of the combination of ethanol extracts from lemongrass and green betel leaves at various concentrations on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. Different concentrations of green betel leaf and lemongrass stem extracts were also tested to determine the most effective concentration in inhibiting bacterial growth. The results demonstrate that specific concentrations of green betel leaf and lemongrass stem extracts have a stronger antibacterial effect compared to other concentrations. The combination of ethanol extracts from lemongrass stems and green betel leaves can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria using the paper disk method, with inhibition zone diameters observed for each extract concentration and the positive control Ciprofloxacin, which had a diameter of 25.92 mm. The best concentration formula for the combination of lemongrass stem (Cymbopogon citratus) and green betel leaf (Piper betle L.) ethanol extracts is at 15% concentration, resulting in an average diameter of 18.90 mm. Keywords: Antibacterial, Piper betle L., Cymbopogon citratus, Staphylococcus aureus