Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE EFFECT OF DATE JUICE AND HONEY ON INCREASING HEMOGLOBIN IN PREGNANT WOMEN WITH ANEMIA Alfiah Rahmawati; Rr Catur Leny Wulandari; Atika Zahria Arisanti; Alivia Nurrokhmah
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 3 No. 2 (2022): International Journal of Islamic and Complementary Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55116/IJICM.V3I2.43

Abstract

Pregnancy is a physiological change in women. There are changes in the body during pregnancy, one of which is in the blood vessel system. These changes make the volume of plasma in the blood increase, this results in dilution of the blood. From these changes, pregnant women are prone to anemia, where the condition of the body lacks blood. Globally, the incidence of anemia reaches 29.9% in women of childbearing age or more than half a billion women aged 15-49 years have anemia. With a prevalence of 29.6% in non-pregnant women of childbearing age and 36.5% in pregnant women of childbearing age. Anemia in pregnancy has several effects such as premature birth and postpartum hemorrhage. So anemia during pregnancy requires serious treatment. There are pharmacological and non-pharmacological treatments for anemia. One of the non-pharmacological treatments that can be done is using dates and honey. Dates and honey contain iron, vitamin C, vitamin B complex and folic acid which are needed in the formation of blood cells. In this case, the researcher conducted a search for evidence of foreign literature traced through electronic media facilities with keyword guidance. There were 6 relevant articles, each of which represented an effect of giving dates and honey in cases of anemia during pregnancy, especially in pregnant women who have anemia.  
Adolescent Psychological Impact On Mental Health During Pregnancy Rr. Catur Leny Wulandari; Yunita Setiya Aryani; Arum Meiranny
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v5i2.1536

Abstract

Pregnancy in adolescents can cause serious conditions such as physical and psychological conditions. Pregnancy among adolescents in low, middle, and high income countries is a problem that occurs globally. According to Who data (2012). There are around 16 million adolescents aged 15-19 giving birth each year. Meanwhile, in low income countries there are around 14% of pregnancies out of wedlock. Pregnancy is associated with significant risk to women’s mental health, one of which is the psychological condition of the expectant mother. The minimum age for a women to get married should be 21-22 years because she is considered physically and mentally capable. Adolescent who are pregnant less than the productive age of years will have an impact on their mental conditions such as anxiety, stress and depression. This study aims to find out more about the psychological impact on teenage pregnancy with existing studies by reviewing several research articles. The research design used a literature review with sources from computerized systematic search studies (Google Scholar and Pubmed) with the last 10 years recorder from 2014-2023. There were 60 articles obtained and after conducting a proper review of the title, there were 23 with 19 national articles and 4 international articles. The criteria for finding the key to searching the literature review are “mental health” and “adolescent pregnancy”
Pola Hubungan Seksual Selama Kehamilan Remaja : Literature Review: Pettern of Sexual Relations During Pegnancy : Literature Review Rr Catur Leny Wulandari; Rifa Rindiani; Arum Meiranny
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.138 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2284

Abstract

Latar Belakang: Pola seksual ibu selama hamil pasti akan berbeda dibandingkan sebelum hamil dikarenakan ketika hamil ibu mengalami beberapa perubahan baik psikoligis, fisik, maupun hormonal. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi hubungan seksual pasangan suami istri sehingga hubungan seksual mengalami penurunan. Tujuan: Untuk mengetahui pola hubungan seksual ibu hamil selama kehamilan. Metode: Tinjauan ini diambil dari beberapa sumber yang didapatkan melalui studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (google,pubmed). Kriteria penentukan kata kunci ialah “hubungan seksual, “ibu hamil”, “posisi hubungan seksual”. Artikel yang diperoleh dan ditelaah sesuai judul sejumlah 3 artikel nasional dan 4 artikel international. Hasil: Ibu hamil paling aktif berhubungan seksual pada trimester kedua. Posisi sponning, misionari dan doggy merupakan posisi seksual yang paling nyaman dan banyak disukai oleh para ibu hamil dan pasangannya. Kesimpulan: Pola seksual setiap ibu hamil sangat bervariasi. Mayoritas ibu hamil aktif berhubungan pada trimester kedua dengan frekuensi 2 kali selama seminggu, dikarenakan pada trimester pertama dan ketiga ibu hamil mengalami berbagai perubahan seperti: lemas, mual muntah, sakit kepala, rasa cemas dan khawatir akan bayi yang dikandungnya sehingga ibu hamil kurang aktif dalam berhubungan seksual dengan beragam posisi yang di pilih diantaranya Posisi sponning, misionari dan doggy.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1: Literature Review: Factors Affecting Nausea, Vomiting in ist Trimester Pregnant Women: Literature Review Susilawati; Emi Sutrisminah; Rr Catur Leny Wulandari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4740

Abstract

Latar belakang: Mual muntah merupakan suatu ketikdaknyamanan yang dirasakan selama hami Trimester 1. Menurut WHO angka kejadian mual muntah yaitu 1-3% dari seluruh kehamilan diswedia,0,5% dicalifornia, 0,8% dichina, 0,9% di norwegia, 2,2% dipakistan, 1,9% diturki, diamerika serikat prevalensi mual muntah pada ibu hamil adalah 0,5% - 2% dan diindonesia, 0,3 %. Mual muntah saat kehamilan dialami dipagi hari hingga setiap waktu, gejala ini dialami saat usia 6 minggu sampai 10 minggu dan mual muntah sebanyak 60 %-80% pada primigravida 40%-60% multigravida. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Metode: penelitian ini menggunakan literatur review dengan data base pencarian pubmed, publish or perish dan google scholar. Data yang diambil adalah artikel penelitian dari tahun 2018-2023, dengan kata kunci “kehamilan”, “factors nausea and vomiting” “kejadian mual muntah”, “faktor mual muntah”, “ibu hamil”. Hasil: Penelitian menemukan faktor yang mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil trimester adalah nilai , kecemasan (p=0,018), depresi (p=0,022), usia (OR = 0,91, 95% CI = 0,87–0,94), paritas p=0,003 dan stres p-value 0,001. Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi mual muntah adalah faktor kecemasan, depresi, usia, paritas, dan stress
Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Melalui PIK-R Nia Supiana; Lutfiyah Rizqulloh; Achmad Syaifudin; RR. Catur Leny Wulandari
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23022

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja menjadi isu krusial dengan prevalensi tertinggi pada usia 17-18 tahun. Kota Semarang, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2023, terdapat sekitar 8,5% remaja usia sekolah yang mengalami gangguan mental emosional. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 yang hanya 6,7%. Penelitian ini bertujuan merekomendasikan intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental remaja di Kota Semarang. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling pada 258 siswa SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang. Instrumen yang digunakan adalah Self Reporting Questionnaire (SRQ) dari WHO untuk skrining gangguan kejiwaan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Usia 16-18 tahun merupakan fase kritis perkembangan remaja. Remaja perempuan menunjukkan gejala gangguan mental emosional lebih tinggi (61,2%) dibandingkan laki-laki. Gejala tersering adalah kelelahan sepanjang waktu (90,5%), diikuti kesulitan pengambilan keputusan (70,7%) dan sakit kepala (68,1%). Kesimpulan: Tingginya prevalensi gangguan mental, terutama pada remaja perempuan, menunjukkan perlunya intervensi berbasis sekolah. Pendirian Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang, bekerja sama dengan BKKBN, direkomendasikan sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah kesehatan mental siswa.