Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT STRES KERJA KARYAWAN PADA PT. KAROSERI NEW NIAGA PURWOREJO Agus Dwi Ponggo; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.116 KB)

Abstract

Sebuah pekerjaan pada lingkungan tertentu merupakan sebuah stimulus bagi seseorang, yang terkadang mampu menjadi penyebab terjadinya kecemasan berlebihan dan menjadi benih dari bibit stres kerja. Hal ini dapat terjadidipengaruhi oleh faktor lingkungan, tempat kerja, kegiataan organisasi dalam perusahaan, dan dari diri sendiri (personal). Untuk menghadapi dan mengurangi kejadian stres, maka perlu dukungan dan perhatian dari pihak perusahaan dengan adanya bimbingan atau konseling serta kesadaran diri sendiri dengan perhatian terhadap kebutuhan diri sendiri seperti jenis makanan, dan waktu istirahat yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis tingkat stres kerja karyawan pada PT Karoseri New Niaga dan mengidentifikasi faktor–faktor dominan yang menyebabkan stres kerja karyawan pada PT Karoseri New Niaga berdasarkanskor rataan terhadap kecemasan dalam menghadapi lingkungan PT Karoseri New Niaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 unsur sampel kuesioner menunjukan beberapa yang cukup tinggi. Responden penelitian yang memiliki hubungan pada dimensi intrinsik yang tergolong tinggi sebanyak 10 orang (50%). Besar responden penelitian yang memiliki hubungan kerja yang tergolong tinggi sebanyak 8 orang (40%). Responden penelitian yang memiliki peran dalam organisasi cukup mempengaruhi yang terlihat dari hasil yang tergolong tinggi, yaitu sebanyak 8 orang (40%). Sedangkan besar responden penelitian yang memiliki gejala stres awal yang tergolong tinggi sebanyak 10 orang (50%).
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) DAN OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS) Dircia Fernandes Correia; Muhammad Yusuf; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.113 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri adalah perusahaan yang memproduksi spare part, alat – alat pertanian dan pertambangan.Pada penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis postur pekerja pada para pekerja di bagiandevisi pengangkatan cairan logam dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan OvakoWorking Posture Analysis (OWAS).Pengamatan postur tubuh dengan metode RULA skor total divisi pengangkatan cairan logam pada bagian tubuh kanan dan kiri masing-masing memiliki skor total antara lain : Pada pencairan dan peleburan logam bagian tubuh kanan memiliki skor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7. Pada pembuatan cetakan bagian tubuh kanan memiliki skor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7.Pada penuangan cairan logam bagian tubuh kanan memilikiskor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7.Itu menunjukan adanya resiko yang tinggi bagi pekerja, sehingga perlu tindakan secepatnya agar resiko pekerjaan tidak terus berlanjut.Berdasarkan metode OWAS pada devisi pengangkatan cairan logam, penentuan skor postur kerja pada pencairan dan peleburan termasuk kategori risiko 2 (perlu dilakukan perbaikan), pembuatan cetakan termasuk dalam kategori risiko 2 (perlu dilakukan perbaikan), penuangan cairan logam termasuk dalam kategori risiko 4 (perbaikan perlu dilakukan sekarang juga).
Analisis Persediaan Bahan Baku pada Industri Keripik Belut Sumber Rejeki Eka Nur Prastya; Petrus Wisnubroto; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.474 KB)

Abstract

Masalah yang sering dihadapi oleh industri rumahan adalah masalah produksi. Salah satu cara penekananbiaya produksi adalah dengan menekan persediaan bahan baku seminimal mungkin. Upaya meminimumkan biaya persediaan tersebut dengan cara menggunakan analisis EOQ. Dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah bagaimanakah perhitungan trend persediaan bahan baku?Berapa total biaya persediaan bahan baku bila industri rumahan menetapkan kebijakan EOQ, berapa batas atau titik pemesanan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri rumahan selama masa tenggang (reorder point)?.Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui trend persediaan bahan baku, mengetahui frekuensi pembelian bahan baku dan jumlah kebutuhan bahanbaku yang optimal, mengetahui total biaya persediaan, mengetahui titik pemesanan kembali (reorder point) bahan baku selama masa tenggang.Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dimana penelitian dilakukan secara intensif, terinci danmendalam terhadap suatu objek yang diteliti. Metode penelitian ini adalah metode wawancara dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini adalah persediaan dan penggunaan bahan baku. Analisis yang digunakan adalah metode EOQ. Penelitian dan hasil perhitungan yang dilakukan, apabila menggunakan metode EOQ dalam pengadaan bahan baku akan didapatkan penghematan biaya, jika penyelenggaraan bahan baku didasarkan pada metode EOQ terdapat penghematan biaya tahun 2015 sebesar Rp. 5.520,- tahun 2016 sebesar Rp. 18.360,- tahun 2017 sebesar Rp. 3.320,- tahun 2018 sebesar Rp. 160,336,- Dengan demikian berarti ada penghematan biaya yangsangat nyata antara kebijaksanaan persediaan yang dilakukan menurut perusahaan dengan perhitungan menurut EOQ. Melihat hasil diatas dapat disimpulkan bahwa persediaan bahan baku mengalami peningkatan persediaan bahan baku, frekuensi pembelian bahan baku bila menggunakan metode EOQ, batas atau titik pemesanan bahan baku yang dibutuhkan oleh sumber rejeki keripik belut bila menggunakan metode EOQ tahun 2015 sebesar 1.852kg, tahun 2016 sebesar 1.440kg, tahun 2017 sebesar 1.780kg dan tahun 2018 sebesar 1.717kg. Total biaya persediaan bahan baku yang dihitung menurut EOQ lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan oleh perusahaan, maka ada penghematan biaya persediaan bahan baku bila sumber rejeki keripik belut menggunakan EOQ dalam persediaan bahan bakunya.
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTYRE BODY ASSESSMENT (REBA) OVAKO WORKING ANALYSIS SYSTEM (OWAS) DAN JOB STRAIN INDEX (JSI) PADA PEKERJA PABRIK KERUPUK RESTU DI PURWOREJO Muhamad Rifqi; Risma Adelina Simanjuntak; Rahayu Khasanah
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.496 KB)

Abstract

Pabrik kerupuk restu di purworejo merupakan salah satu pabrik yang memproduksi kerupuk, dalamproses produksinya masih terdapat berbagai kegiatan yang menggunakan metode manual dan para pekerja seringmengeluhkan nyeri atau sakit pada beberapa anggota tubuhnya. Dalam proses produksinya terdapat berbagai stasiunkerja diantaranya yaitu mulai dari proses pengadukan adonan adonan, proses pencetakan kerupuk, prosespengeringan kerupuk, dan proses penggorengan kerupuk. Hasil analisis postur kerja yang terdapat pada pekerjapabrik kerupuk restu dengan menggunakan metode REBA, menunjukan bahwa postur kerja pada pekerja 1 dibagianpengadukan adonan berada pada level resiko yang tinggi dengan skor REBA sebesar 6 OWAS skor 3 dan JSI skorsebesar 40, pada pekerja 2 dibagian pencetakan kerupuk berada pada level resiko rendah dengan REBA skor sebesar2 OWAS skor 1 dan JSI skor sebesar 2, pada pekerja 3 dibagian pengeringan berada pada level resiko tinggi denganREBA skor 5 OWAS skor 3 dan JSI skor sebesar 6, dan pada pekerja 4 bagian penggorengan berada pada levelresiko rendah dengan REBA skor sebesar 3 OWAS skor 1 dan JSI skor sebesar 2. Hal ini menunjukan bahwainvestigasi atau tindakan korektif perlu dilakukan pada postur kerja pekerja 1 pada bagian pengadukan adonan dan pada pekerja 3 dibagian pengeringan kerupuk untuk mencegah terjadinya gangguan otot musculosceletal.
ANALISIS RISIKO KERJA TERHADAP PEKERJAAN BERULANG DENGAN METODE MANUAL TASK RISK ASSESMENT (MANTRA) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESMENT (RULA) Agung Kriswantoro; Risma Adelina Simanjuntak; Imam Sodikin
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.049 KB)

Abstract

Pekerja kuli gendong di Pasar Beringharjo masih menggunakan cara manual dalam melakukan pekerjaanya yaitumengangkat dengan tangan kosong dan dengan bantuan kain gendong. Dalam melakukan aktivitasnya pekerjamembungkuk dengan posisi leher mendongak ke atas, tangan pekerja juga terpelintir saat mengangkat beban danpekerja membawa beban diatas berat beban yang diijinkan. Hal ini merupakan sikap kerja yang tidak ergonomis,yang akan menyebabkan risiko kerja untuk pekerja misalnya cedera otot, keseleo dan kelelahan berlebih. Pekerjaanini dilakukan berulang kali dalam satu hari dan akan diakumulasikan dalam waktu yang lama. Keadaan ini perludievaluasi lebih lanjut. Evaluasi risiko kerja terhadap pekerjaan berulang dilakukan dengan pendekatan Manual TaskRisk Assesment (ManTRA) untuk menganalisis perlu atau tidaknya dilakukan tindakan lebih lanjut dan pendekatanRapid Upper Limb Assesment (RULA) untuk menentukan tingkat aksi yang diperlukan berdasarkan skor yang ada.Berdasarkan penelitian dengan metode ManTRA didapatkan faktor risiko pengerahan tenaga dengan skor 5 danjumlah nilai 8, sedangkan perhitungan akhir ManTRA menunjukan skor 15 sampai 18 yang menunjukan perludilakukan tindakan lebih lanjut. Grand Skor RULA memiliki skor 7 yang berarti perlu dilakukan adanya investigasidan tindakan secepat mungkin. Risiko kerja dapat dimimalkan dengan melakukan tindakan sesuai dengan hasilpenelitian. Tindakan yang dapat diambil adalah dengan memperbaiki postur kerja, mengurangi berat beban danmengurangi jam kerja.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA PEMBUATAN EMPING MELINJO UNTUK MENGURANGI KELUHAN DENGAN STANDAR NORDIC QUESTIONNAIR (SNQ) (STUDI KASUS PADA HOME INDUSTRY DESA MURANGAN YOGYAKARTA) Iyas Supitra; Risma Adelina Simanjuntak; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.376 KB)

Abstract

Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari biji melinjo yang telah tua, tanaman melinjo banyak manfaat,Pembuatan emping melinjo diawali dengan penjemuran biji melinjo untuk mengurangi tingkat kadar air yang terdapatdalam biji melinjo,proses pembuatan emping melinjo bisa memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam satu hari bisa membuat6 kg biji melinjo. Pekerja merasakan kesulitan saat proses pengerjaan dikarenakan posisi yang duduk dilantai dan alatbantu hanya menggunakan batu. Dilihat dari cara pembuatanyang sangat tradisonal pekerja merasakan keluhan-keluhanotot pada bagian anggota tubuh, seperti lengan atas kanan.Perlu ada tindakan segera yang bisa mengurangi ataumenghilangkan keluhan-keluahan otot bagian tubuh pekerja, serta mampu meningkatkan produktivitas.Telah diuraikan,adanya keluhan otot bagian tubuh yang dirasakan oleh pekerja diakibatkan proses kerja yang tidak ergonomis.Bagaimana merancang fasilitas kerja yang ergonomis untuk mengurangi keluhan otot bagian tubuhyang dirasakan olehpekerja dan meningkatkan produktifitas.Rancangan fasilitas kerja yang ergonomis berdasarkan antropometrimendapatkan bentuk, dengan ukuran tinggi tempat duduk 40cm, lebar tempat duduk 30cm, panjang tempat duduk 40cm,tinggi sandaran tempat duduk 50cm, lebar sandaran tempat duduk 35cm, tinggi meja 65cm, lebar kedepan meja 54cm,panjang meja kesamping 76cm. Setelah dilakukan perancangan keluhan Muskuloskeletal lengan atas kanan 13,7%. Sikukanan 10,9%. Lutut kiri dan kanan 3,9%. Pinggang 1,9%. Pengukuan produktivitas berdasarkan pendekatan angkaindeks. Produktivitas meningkat 33,3%.
Re-Design Kemasan Produk Keripik Tempe Dengan Menggunakan Metode Kansei Engineering Engelberth Ivangelist Lamalouk; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v5i1.838

Abstract

Produk adalah barang yang ditawarkan oleh produsen yang harus diketahui, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi oleh konsumen pasar untuk dapat hidup. Produk yang ditawarkan adalah bisnis dimana produsen ingin mendapatkan keuntungan dari produk yang ditawarkan dan konsumen memiliki permintaan. Dalam industri makanan tradisional, produsen masih perlu mengoptimalkan kualitas rasa dan desain kemasan produk agar dapat bersaing dengan produk lain  di pasaran. Dalam industri makanan tradisional, produsen juga perlu meningkatkan kualitas rasa dan desain kemasan produk yang menarik agar dapat bersaing dengan  makanan yang diproduksi di pasaran. Jika metode desain Kansei digunakan dalam redesain kemasan, diperlukan data responden untuk menganalisis penilaian konsumen terhadap desain kemasan produk Keripik Tempe. Sebagai hasil evaluasi konsumen terhadap fase Kansei, dibuat 30 kata Kansei untuk desain kemasan produk dan 17 kata Kansei untuk rasa produk, setelah itu  kata Kansei dengan makna yang sama dikelompokkan bersama dan kata Kansei dihilangkan. kelompok ini. dan dilakukan uji regresi linier. Dari hasil tahap ekstraksi kata kansei  desain kemasan, dipilih 12 (dua belas) kata kansei  yaitu: bagus, warna cerah, bahan plastik bagus, merek, komposisi, nomor handphone, tanggal kadaluarsa, tanggal makanan . persiapan, alamat produksi, lain dari yang lain, elegan dan berlogo, kalau untuk selera. Diantara produk tersebut dihasilkan 6 (enam) kata kansei terpilih yaitu: berbeda dari yang lain, tidak mudah lembab, tidak berminyak, matang, renyah dan enak. Hasil  tahap eliminasi kemudian digunakan untuk melakukan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, ditemukan bahwa kata kansei lebih penting daripada alfa dalam desain paket. hingga 5  kansei word yaitu warna terang, komposisi, nomor telepon, tanggal pembuatan makanan dan alamat pabrik, sedangkan kansei word tidak lebih penting dari alpha untuk rasa produk.
USULAN PERBAIKAN METODE KERJA BERDASARKAN MICROMOTION STUDY DAN PENERAPAN METODE 5S UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS Risma Adelina Simanjuntak; Dian Hernita
Jurnal Teknologi Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia industri manufaktur dan jasa semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu sehingga setiap pelaku industri harus siap berkompetisi dengan kompetitornya. Oleh karena itu masalah dan faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan produktifitas semakin menonjol dan perlu untuk diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di industri pembuatan tas ”Pinus Bag’s Specialist”. Pada penelitian ini yang diteliti yaitu metode kerja dan layout kerja operator, kemudian dilakukan usulan perbaikan dengan menerapkan metode 5S pada lingkungan kerja Setelah dilakukan pengolahan data dan pembahasan terhadap data pengukuran waktu perakitan, analisis metode 5S pada layout baik sebelum dan sesudah usulan perbaikan dan jumlah hasil produksi masing-masing layout kerja ternyata jumlah hasil produksi pada layout sesudah usulan perbaikan dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan layout sebelum usulan perbaikan dilakukan. Hal ini dibuktikan dengan indeks produktifitas yang meningkat dari sebelum usulan perbaikan dilakukan dimana indeks produktifitas sebelum usulan perbaikan adalah sebesar 97,5 %, sedangkan indeks produktifitas pada layout kerja sesudah usulan perbaikan 115 %. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa micromotion study dan metode 5S telah membawa efek yang baik bagi perbaikan metode kerja dengan menghilangkan gerakan tidak efektif dan menata lingkungan kerja agar lebih bersih dan rapi sehingga meningkatkan produktifitas kerja operator.
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE (SWAT) Risma Adelina Simanjuntak; Muhammad Yusuf; Dedi Apriyanto Situmorang
Jurnal Teknologi Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan konsekuensi dari kegiatan yang diberikan kepada pekerja. Aktivitas pekerja pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas mental. Dalam prakteknya beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Pengukuran beban mental secara subjektif didasarkan pada persepsi pekerja diantaranya metode SWAT Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban mental di bagian pengisian- pengemasan di PT. Sari Husada Tbk Yogyakarta. Metode SWAT merupakan metode pengukuran beban mental secara subjektif yang didasarkan pada persepsi pekerja, dengan menggunakan kombinasi dari tiga dimensi dengan tingkatannya.Dimensi tersebut adalah beban waktu, beban usaha mental dan beban tekanan pskologis. SWAT sebagai sebuah skala multidimensional melakukan 2 (dua) tahapan pekerjaan, yaitu : pembuatan skala dan pemberian nilai terhadap hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan kondisi beban kerja antara ketiga shift mempunyai perbedaan secara nyata. Nilai beban kerja dari SWAT score untuk shift pagi menunjukkan kategori rendah; shift sore menunjukkan kategori rendah dan sedang, untuk shift malam beban kerja kategori sedang. Secara keseluruhan pekerja lebih mementingkan faktor waktu (39,08%), kemudian tekanan stress (33,21%) dan terakhir usaha mental (27,71%) dalam mempertimbangkan faktor beban kerja mental. Kata kunci : Beban kerja mental, shift kerja, pengukuran subjektif , SWAT
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY DAN ALGORITMA BLOCPLAN UNTUK MEMINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING Joko Susetyo; Risma Adelina Simanjuntak; João Magno Ramos
Jurnal Teknologi Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata letak fasilitas pabrik memiliki dampak yang cukup significant terhadap performansi perusahaan seperti ongkos material handling, work-in process inventory, lead times, produktivitas, dan performansi pengantaran. Desain fasilitas pabrik yang baik adalah yang mampu meningkatkan keefektifan dan keefisienan melalui penurunan perpindahan jarak material, dan ongkos material handling. Dalam penelitian ini perancangan ulang tata letak fasiltas mesin pada perusahaan logam yang memproduksi berbagai macam produk logam. Berdasarkan permasalahan yang ada, perancangan dilakukan dengan mengunakan group teknologi yaitu mengelompokkan produk yang memiliki kesamaan desain atau kesamaan karakteristik manufaktur atau gabungan dari keduanya. Hasil pengelompokan ini berupa formasi mesin yang membentuk cell-cell. Metode penyusunan mesin didalam cell ini menggunakan metode rank order clustering (ROC). Sedangkan untuk menghitung jarak material handling dan ongkos material handling menggunakan metode algoritma bolcplan yaitu menghitung jarak rectilinear dan jarak euclidean. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa relayout yang dirancang lebih baik dari layout. Relayout memiliki jarak rectilinear perpindahan material yang lebih kecil, selisihnya 116 m atau penurunan jaraknya sebesar 13,36% dari kondisi awal. Begitu juga dengan penurunan ongkos material handling berdasarkan jarak rectilinear adalah Rp 18.900/hari atau penurunan ongkos ongkos material handling sebesar 16%.