p-Index From 2021 - 2026
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Keslingmas
Arif Widyanto
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektifitas Berbagai Bahan Larvitrap Terhadap Jumlah dan Densitas Larva Aedes sp. yang Terperangkap Hany Pratiwi Hidayati; Arif Widyanto; Mela Firdaust
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.5989

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Indonesia beriklim tropis sehingga cocok untuk pertumbuhan nyamuk Aedes sp. Oleh karena itu perlunya pengendalian vektor untuk menurunkan populasi vektor serendah mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai bahan larvitrap terhadap jumlah dan densitas larva Aedes sp. yang terperangkap. Jenis penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan Post test dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel sebanyak 58 rumah yang dipasang 3 bahan larvitrap per rumah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandak Kecamatan Baturraden dan Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Tiga bahan larvitrap adalah paralon PVC, bambu dan gelas plastik.  Hasil penelitian menggunakan bahan larvitrap dengan uji statistik kruskall-wallis diperoleh nilai signifikan p = 0,000 0.05, uji u-mann whitney didapatkan rata-rata signifikan terbanyak adalah larvitrap paralon PVC. Hasil uji kruskall-wallis berdasarkan hari pengamatan nilai signifikan p = 0,000 0,05, uji u-mann whitney menjelaskan bahwa ada perbedaan jumlah larva yang terperangkap pada hari pengamatan dan waktu puncak untuk mendapatkan jumlah larva Aedes sp. yang terperangkap paling banyak pada hari ke-8 dan hari ke-10. Hasil larvitrap Indeks menunjukkan bahwa pada larvitrap paralon PVC sebesar 50,8%, larvitrap bambu sebesar 36,41% dan larvitrap gelas plastik sebesar 47,41%.  Presentase tertinggi pada larvitrap paralon PVC yang berhasil menjebak larva Aedes sp. Simpulan dari penelitian ini bahwa larvitrap paralon PVC memiliki daya tarik lebih kuat bagi larva, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian larva Aedes sp. yang efektif. Bila rutin dilakukan pemasangan, maka jumlah nyamuk akan semakin berkurang dan mengurangi potensi nyamuk menjadi vektor.
Kontaminasi Telur Cacing Parasit Usus pada Lalapan Pecel Lele Pedagang Kaki Lima di Purwokerto Agus Subagiyo; Arif Widyanto; Ratih Lukmitarani
Buletin Keslingmas Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i1.9630

Abstract

Prevalensi kecacingan masyarakat Indonesia tinggi. Upaya mewujudkan tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui upaya pengawasan terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat. Pemeriksaan kualitas lalapan kubis, daun kemangi, selada dan mentimun merupakan jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat menjadi fokus dalam upaya pengawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kontaminasi telur cacing parasit usus pada lalapan pecel lele yang dijual pedagang kaki lima di sekitar Kampus 7 dan Kampus 8 Poltekkes Kemenkes Semarang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada tempat pecel lele pedagang kaki lima sekitar Kampus 7 dan Kampus 8 Poltekkes Kemenkes Semarang Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan 3 (37,5%) sampel lalapan kubis yang diambil pada tempat pecel lele pedagang kaki lima positif mengandung telur cacing parasit usus. Teridentifikasi telur cacing parasit usus dari jenis Ascaris lumbricoides dan Enterobius vermicularis. Hasil observasi kondisi sanitasi pada tempat pedagang kaki lima menunjukkan sebesar 100% tempat tidak memiliki tempat sampah tertutup, 5 (62,5%) tempat yang tidak memiliki fasilitas cuci tangan yang memenuhi syarat yaitu tersedia tempat cuci tangan, tersedia sabun cuci tangan serta air yang mengalir, dan 7 (87,5%) tempat yang tidak memiliki fasilitas tempat mencuci peralatan yang terdiri dari lebih dari 2 bak pencucian. Puskesmas setempat perlu memberikan penyuluhan terkait prinsip higiene sanitasi makanan dan sanitasi tempat penjualan makanan kepada pedagang kaki lima di sekitar kampus 7 dan kampus 8 Poltekkes Kemenkes Semarang agar kualitas dan keamanan makanan yang dijajakan meningkat serta tidak menjadi media penularan infeksi parasit usus.
Kombinasi Ovitrap Berbahan Plastik dan Atraktan terhadap Telur Aedes Aegypti yang Terperangkap Ferly Tiraningtyas Nusa Dewi; Nur Utomo; Iqbal Ardiansyah; Aris Santjaka; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i3.10432

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan penular vektor nyamuk Aedes aeypti. Kasus DBD pada tahun 2021 terdapat 73.518 kasus dengan jumlah kematian mencapai 705 kasus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas ovitrap berbahan plastik dengan jenis atraktan terhadap jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap. Penelitian ini dengan jenis eksperimen dengan desain Quacy Experiment dengan Posttest only design with nonequivalent groups sebagai rancangan penelitian. Jenis bahan plastik yang digunakan yaitu PET (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyenthylene), dan PP (Polypropylene) dan atraktan yang digunakan yaitu air rendaman sabut kelapa konsentrasi 25% dan air rendaman jerami konsentrasi 25%. Analisis Faktorial Anova menunjukkan bahwa jenis atraktan mendapatkan hasil p ≤ 0,05, sehingga Ho ditolak artinya terdapat perbedaan signifikan berbagai jenis atraktan. Adapun jenis atraktan yang paling efektif yaitu air rendaman jerami konsentrasi 25%. Simpulan jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap dipengaruhi oleh jenis atraktan dan tidak dipengaruhi oleh jenis bahan plastik yang digunakan.