Catur Iswayudi
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERANCANGAN DAN MANAJEMEN JARINGAN HOTSPOT MENGGUNAKAN CAPTIVE PORTAL DI KANTOR MECCATLARENTCAR CITY TOUR Khaidir Bin Mahdi; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan jaringan hotspot yang tidak teratur merupakan kendala pada pengguna hotspot ketika mengakses jaringan yang salah satunya pemakain password yang dapat di pakai secara bersama-sama. Permasalahan utama pada jaringan yang telah ada di Kantor Meccaylarentcar City Tour berupa pengawasan pengguna hotspot (pemakai internet) terhadap akses jaringan serta gangguan saat satu password digunakan secara bersama sehingga server yang diakses mengalami kelambatan maka diperlukan penelitian untuk mengindentifikasi jaringan hotspot yang telah ada. Subjek dalam penelitian ini adalah rancang bangun hotspot menggunakan captive portal. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, motode studi literatur. Sistem yang dibangun adalah captive portal menggunakan routerboard mikrotik. Penyusunan meliputi dengan prosedur antara identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan jaringan, perancangan sistem serta implementasi jaringan hotspot menggunakan motode captive portal.sedangkan pengujian sistem dilakukan dengan browser mozila firefox. Hasil penelitian dapat bekerja dengan optimal pada rancang bangun sistem hotspot menggunakan captive portal dan sistem yang mampu meningkatkan keamanan akses jaringan di Kantor Meccaylarentcar City Tour, sehingga mempermudahkan admin dalam memantau kegiatan pengguna yang sedang memakai jaringan hotspot. Berdasarkan hasil uji coba tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem captive portal dapat diterapkan pada sistem hotspot di Kantor Meccaylarentcar City Tour.
IMPLEMENTASI TEKNIK LOAD BALANCING METODE PER CONNECTION CLASSIFIER (PCC) DENGAN FUNGSI QUEUE UNTUK MANAJEMEN BANDWIDTH (Studi Kasus Pada Laboratorium Komputer Jaringan, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta) Galih Tegar P. Aji; Catur Iswayudi; Joko Triyono
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Load balancing PCC bertujuan untuk mencegah terjadinya overload yang nantinya akan menimbulkan koneksi lambat atau putus, Dengan menyeimbangkan beban trafik maka akan memperkecil respone time dan memperbesar throughput. load balancing metode PCC berhasil mendistribusikan beban trafik koneksi pada kedua jalur koneksi berdasarkan IP header packet. pada penelitian ini, beban trafik ISPA dan ISPB terbagi mendekati seimbang. Kemudian dengan failover, router akan melakukan perpindahan jalur koneksi Internet apabila salah satu koneksi Internet mati. Pada penelitian ini failover dapat berjalan dengan baik. Bandwidth manajemen pada jaringan menggunakan queue tree metode PCQ, Pada jaringan praktikan kondisi sepi nilai rata-rata delay yaitu 72,7 ms sedangkan pada kondisi sibuk rata-rata delay yaitu 73,43ms, nilai rata-rata jitter kondisi sepi yaitu 64,6 ms sedangkan saat sibuk yaitu 66.76 ms. Nilai rata-rata throughput pada saat kondisi sepi yaitu 61,01 KB sedangkan saat kondisi sibuk yaitu 60,56 KB, nilai packet loss pada jaringan praktikan sibuk dan sepi yaitu sebesar 0%. Sedangkan Pada jaringan workshop kondisi sepi nilai rata-rata delay yaitu 78,48 ms sedangkan saat kondisi sibuk rata-rata delay yaitu 82,45 ms, nilai rata-rata jitter saat kondisi sepi yaitu 71 ms sedangkan saat kondisi sibuk yaitu 74,88 ms. Nilai rata-rata throughput saat kondisi sepi yaitu 117,45 KB sedangkan saat kondisi sibuk yaitu 114,96 KB, nilai packet loss saat jaringan workshop sibuk dan sepi yaitu sebesar 0%.
IMPLEMENTASI SECURE SOCKET LAYER PADA REAL-TIME VIDEO SURVEILLANCE MENGGUNAKAN ZONEMINDER DAN APACHE WEBSERVER Nanda Adi Pratama; Joko Triyono; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan merupakan aspek yang sangat penting bagi jalannya pertukaran data dalam video surveillance. Pada umumnya data video surveillance yang dikirim hanya ditunjukan bagi pihak-pihak tertentu saja. Suatu data harus sampai pada pihak yang berhak dengan kerahasiaan yang tetap terjaga, tanpa harus diketahui oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Oleh karena itu untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data video surveillance, perlu adanya metode enkripsi data, yang merupakan ilmu untuk menyembunyikan informasi dari pihak ketiga. Salah satu metode yang cukup handal dalam mengamankan transmisi data secara real-time adalah SSL (Secure Socket Layer). SSL dapat diimplementasikan pada webserver yang memiliki public hosting. Pada penelitian ini, akan diimplementasikan Zoneminder video surveillance system pada webserver, kemudian SSL akan melakukan enkripsi pada transmisi data antara server Zoneminder dan client. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video surveillance yang terlindungi SSL, aman dari tindakan packet sniffing dan hasil perbandingan peforma tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS JARINGANMULTIPLESERVICE SET IDENTIFIER DENGAN ACCESS POINT DAN VIRTUAL ACCESS POINT PADA SATU ANTARMUKA WIRELESS MIKROTIK (Studi Kasus Pada OSZ STORE Yogyakarta) Nurina Ivana Luthfia Wilaksono; Joko Triyono; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam analisis dan perbandingan perangkat wireless dan kualitas traffic jaringan sangat penting, terutama pada perangkat yang digunakan untuk mengelola jaringan, khususnya analisis perbandingan kualitas jaringan Multiple Service Set Identifier (SSID) yanga ada pada Access Point (AP) dan Virtual Access Point (VAP) pada satu Interfaces Wireless Mikrotik. Dengan menggunakan aplikasi wireshark dan Mikrotik pada kualitas jaringan dianalisis dengan Quality Of Service (QOS) sesuai dengan paramater delay, jitter, packet loss dan throughput. Perbandingan interface Access Point (AP) dengan Virtual Access Point (VAP) dengan nilai kulitas jaringan dikondisi sepi, Access Point (AP) lebih baik dari kualitas jaringan Virtual Access Point (VAP) dengan nilai delay 61 ms, jitter 0.041 ms, packet loss 22,29 %, throughput 6,28 bps, untuk kondisi ramai kualitas jaringan Access point (AP) lebih baik dari kualitas jaringan Virtual Access Point (VAP) dengan nilai delay 116 ms, jitter 0,079 ms, packet loss 6,19 %, throughput 1179 bps. Seluruh penilaian kualitas jaringan dengan berdasarkan parameter QOS dan kondisi waktu, kulitas jaringan Virtual Access Point (VAP) memiliki nilai parameter throughput tertinggi 13638 bps.
OPTIMALISASI KINERJA SERVER MENGGUNAKANMANAJEMEN DNS OPTIMIZING SERVER PERFORMANCE USING DNS MANAGEMENT (STUDI KASUS : IST AKPRIND YOGYAKARTA) Taufik Hidayat; Catur Iswayudi; Suraya -
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia teknologi informasi terutama di era digital ini yang sangatcepatsehinggamendorong seorang individumaupunkelompokuntuk menerapkanya dalamkehidupansehari-hari. Kelebihandaritekhnologiinformasi sekarang iniadalah menyediakan kecepatanakses, penyampaianinformasiyang cepat, efisien dalamhalwaktutenaga danbiayaserta penggunaannyayangmudah. Internet merupakan salah satu media penyampaian informasi yang sudah sangat melekat pada kehidupan masyarakat. Kebutuhan akan internet pada suatu instansi besar seperti perusahaan, kampus, dan macam-macam lainnya untuk menunjang pelayanan dan kebutuhan informasi. Penelitian ini membahas tentang optimalisasi kinerja server menggunakan manajemen DNS (Domain Name System), manajemen DNS ini dilakukan untuk memberikan efisiensi terhadap server tersebut. Rancangan yang dilakukan adalah membuat virtualisasi server pada virtualisasi tersebut digunakan sebagai server untuk meningkatkan kinerja layanan. Manajemen yang dilakukan adalah membuat DNS master-slave yang nantinya antara 2 server akan menjadi backup apabila salah satu server mengalami kendala, konfigurasi yang digunakan adalah menggunakan BIND. Pengujian dilakukan dengan menggunakan dua koneksi yaitu koneksi public dan juga koneksi local. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan melakukan manajemen DNS dan juga pada server dilakukan virtualisasi dapat meningkatkan layanan dan menghemat ruang fisik.
PERANCANGAN DAN OPTIMASI KINERJA JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN METODE TOP DOWN Syifa Nurul Huda; Catur Iswayudi; Prita Haryani
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Pengadilan Agama Kota Cilacap sebagai Badan Pelaksana Kekuasaan Kehakiman memiliki tugas pokok untuk menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang ada. Kinerja jaringan yang ada di Pengadilan Agama memiliki kendala lambatnya kinerja jaringan, komputer tidak dapat terdeteksi oleh komputer lain dan masih ada ruangan yang belum terdeteksi oleh jaringan. Optimasi kinerja jaringan di setiap ruangan pada Pengadilan Agama. Dengan persoalan atau masalah-masalah tools maka dilakukan penelitian untuk mengoptimalkan rancangan jaringan dengan metode Top Down menggunkan Cisco Packet Treacer. Dalam penelitian ini optimasi kinerja jaringan menggunakan metode Top Down. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian antara lain metode observasi, metode wawancara dan studi pustaka. Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam perbandingan kinerja jaringan lama dengan kinerja jaringan baru menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracert. Optimasi jaringan dengan metode Top Down dengan menggunakan perancangan topologi jaringan dengan pengujiannya menggunakan test PING. Perbedaan pada rancangan desain jaringan Top Down untuk merancang sebuah jaringan dengan sesuai kebutuhan dan dapat di kembangkan, optimasi perangkat jaringan hardware pada rancangan jaringan dapat mempengarui kinerja jaringan yang akan diuji dengan test PING untuk titik yang terkafer oleh jaringan. Berdasarkan hasil dari uji coba kinerja jaringan, maka kinerja jaringan di ruangan sidang 1 dan 2 sebelumnya yang tidak ada koneksi jaringannya sekarang mendapatkan koneksi jaringan.
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOP DOWN Yosi Iman Setiadi; Catur Iswayudi; Erna Kumalasari Nurnawati
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Pengadilan Agama Kota Pekalongan sebagai badan pelaksana kekuasaan kehakiman memiliki tugas pokok untuk menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara. Perancangan jaringan di pengadilan agama mempunyai kendala lambatnya performa jaringan, komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain dan masih terdapat ruangan yang belum terkoneksi jaringan. Perancangan jaringan menggunakan Metode Top Down, dinilai dari kualitas kinerja jaringan dengan pengujiannya menggunakan PING dan Traceroute.Analisis perangkat jaringan untuk membandingkan kinerja jaringan di beberapa ruangan pengadilan agama sehingga dalam kinerjanya lebih efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data.Sedangkan metode yang digunakan untuk perancangan jaringan adalah metode Top Down. Observasi dilakukan pengamatan langsung mengenai kondisi jaringan existing sedangkan metode wawancara mengajukan pertanyaan mengenai kondisi jaringan sebelum penelitian. Metode Top Down digunakan sebagai metode untuk perancangan jaringan yang diusulkan dengan menggunakan aplikasi Cisco Packet Traceroute. Analisis perbandingan perancangan jaringan dengan metode Top Down menggunakan topologi star.Perbedaan pada rancangan desain jaringan Top Down untuk merancang sebuah jaringan sesuai kebutuhan dan mudah dikembangkan, analisis kebutuhan hardware pada rancangan jaringan mempengarui kinerja jaringan yang diuji dengan PING dan Traceroute untuk titik yang terhubung oleh jaringan.Berdasarkan hasil ujicoba perbandingan kualitas kinerja jaringan, rancangan jaringan usulan dengan menggunakan metode Top Down dari rancangan topologi, hardware dan kinerjanya lebih baik dibandingkan dengan rancangan jaringan existing.
ANALISA PENGUKURAN LINE RATEDAN SIGNAL NOISE TO RATIO (SNR) SEBAGAI PARAMETER UNTUK MENGETAHUI KUALITAS JARINGAN WIRELESS DI KANTOR PEMERINTAHAN KABUPATEN BUOL PROVINSI SULAWESI TENGAH Fauzul Rachman Zulfikar; Uning Lestari; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan wireless yang tersedia di Kantor Pemerintah Kabupaten Buol tidak selalu stabil terkadang mengalami beberapa kendala seperti lambat diakses, susah melakukan download dan upload, bahkan tidak bisa digunakan sama sekali. Jaringan wirelessmemiliki banyak kekurangan apabila berkaitan dengan faktor cuacadan kualitas dari kabel yang digunakan. Seperti yang diketahui beberapa jaringan wireless sangat rentan bila berhubungan dengan perubahan cuaca, apalagi pada saat musim hujan, air yang sangat menganggu kualitas jaringan wirelesstersebut. Kemudian kabel atau access point yang sudah tua yang dapat menurunkan kualitas kecepatan yang dapat berpengaruh besar pada kualitas jaringan internet yang digunakan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software wavemon, dan speedtest.Pengujian dilakukan pada jaringan wireless Gratis yang ada diKantor pemerintah Kabupaten Buol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan Line rate (kecepatan) dan Signal Noise to Ratio (kualitas sinyal) antara jaringan wireless yang berada didalam gedung dan diluar gedung. Pada hasil pengukuran Line Rate, perbandingan kecepatan rata-rata yang pada pengujian di dalam gedung dengan nilai 2142,71. Sedangkan kecepatan rata-rata pengujian di luar gedung dengan nilai 405,75. Pada hasil pengukuran SNR (Signal to Noise Ratio), perbandingan nilai SNR (Signal to Noise Ratio) rata-rata yang pada pengujian di dalam gedung dengan nilai 141,88 db. Sedangkan perbandingan nilai SNR (Signal to Noise Ratio) rata-rata yang pada pengujian di luar gedung dengan nilai 42,30 db. Hal ini disebabkan jarak access point lebih dekat dan tidak terhalang dinding gedung daripada pengguna yang berada diluar gedung.
OPTIMASI ROUTER UNTUK PEMBAGIAN BEBAN DAN PENANGANAN KEGAGALAN KONEKSI MULTI ISP Octario Harjanto Pinanggih; Catur Iswayudi; muhammad Sholeh
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet, dalam perkembangannya mengalami kemajuan yang cukup pesat. Diiringi dengan pertumbuhan kebutuhan yang juga cukup signifikan, membuat permintaan akan peralatan penunjang pengaksesan internet meningkat. Tidak hanya peralatan, jalur dan cara pengaksesan pun dituntut untuk mengikuti permintaan. Pemanfaatan yang hampir tidak boleh terputus dan dituntut untuk stabil dalam kondisi apapun menjadikan koneksi internet selalu diandalkan. Kedua topic bahasan tersebut dikenal dengan Load Balancing dan Failover. IST AKPRIND Yogyakarta merupakan kampus yang akan memanfaatkan pembagian beban dan penanganan kegagalan. Karena, dengan cara tersebut internet dapat dinikmati tanpa harus khawatir dengan beban yang tidak terbagi rata dan koneksi yang terputus akibat tidak adanya penanganan kegagalan. Pada penelitian ini, akan dibahas bagaimana konfigurasi Load Balancing dan Failover berikut juga simulasi konfigurasi beserta penerapan. Dalam pengaturan Load Balancing, digunakan metode Per Connection Classifier. Sedangkan failover menggunakan metode static routing. Hasil penelitian yang didapatkan, beban terbagi secara merata sehingga berdampak pada kecepatan akses koneksi internet. Begitu juga dengan Failover, hasil yang didapatkan koneksi dapat berpindah secara otomatis.
IMPLEMENTASI CACHE PROXY FILTERING KONTEN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PERL Fendhy Pamungkas; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proxy server adalah sebuah komputer atau kumpulan komputer yang diletakkan sebagai pelayanan pelanggan yang meminta pelayanan data baik dari pusat komputer yang disebut dengan server. Proxy server disebut sebagai media cache terhadap konten dari sebuah website, squid adalah program yang saat ini paling banyak digunakan oleh administrator jaringan sebagai program dalam menjalankan proxy server. Dalam dunia pendidikan di laboratorium komputer jaringan di Institut Sains & Teknologi AKPRIND terdapat jaringan internet yang masih belum ada penanganan masalah konten internet yang diakses berulang kali sehingga membuat bandwidth internet menjadi tidak efektif dalam penggunaanya tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penyimpanan konten yang diakses ke dalam proxy server mengarahkan koneksi pengguna internet ke proxy server melakukan pemfilteran konten menggunakan pemrograman perl. Penelitian ini dilakukan dengan proxy server, terutama dalam fungsi caching dan filtering pada proxy server tersebut dengan menggunakan pemrograman perl dan regex pada perl. Hal ini berfungsi untuk melakukan pencocokan pola yang masuk pada proxy server dan mengolah pola tersebut menjadi konten url statik sehingga dihasilkan suatu pola konten yang bisa di cache pada proxy server dan memudahkan untuk membuat refresh_pattern dalam melakukan batasan waktu konten tersebut bisa bertahan pada proxy server. Hasil dari penelitian ini adalah presentase penggunaan proxy untuk semua protokol HTTP dan HTTPS dari penelitian dengan menggunakan pemrograman perl protokol HTTP akses loading dari jumlah total koneksi yang masuk dengan efektifitas penggunaan proxy server adalah 82%. Penggunaan pada protokol HTTPS adalah 67% Dan penggunaan koneksi tanpa menggunakan proxy sever akses loading hanya 15% untuk protokol HTTP dan 33% untuk penggunaan koneksi tanpa menggunakan pemrograman perl pada proxy server.