Catur Iswayudi
Unknown Affiliation

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN QUALITY OF SERVICE (QOS) FIRMWARE DEFAULT DAN FIRMWARE OPENWRT PADA ACCESS POINT TP-LINK MR3020 Dedi setiawan; Joko Triyono; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Access point berfungsi sebagai pusat pemancar dan penerima sinyal radio pada jaringan nirkabel. Kinerja access point tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi perangkat keras dalam access point tersebut, tetapi juga oleh firmware. Firmware bawaan dalam access point TP-LINK TL-MR3020 masih memiliki banyak kekurangan. Salah satu solusi mengatasi kekurangan tersebut adalah mengupgrade firmware asli dengan firmware OpenWRT yang bersifat open source. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan kinerja acces point dengan firmware default dan firmware OpenWRT. Hasil pengujian pada parameter throughput menunjukkan bahwa kualitas bandwidth aktual menggunakan firmware openWRT memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan firmware default dengan selisih rata-rata 26.9%. Sedangkan pada parameter delay diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari titik asal ke titik tujuan menggunakan firmware openWRT lebih cepat dibandingkan access point dengan firmware default dengan rata-rata selisih 22.9ms. Pada pengujian parameter Jitter diketahui bahwa variasi kedatangan paket lebih rendah firmware openWRT dibandingkan dengan access point firmware default dengan rata-rata selisih 0.31ms. Pada pengujian parameter packet loss diketahui bahwa jumlah paket yang hilang lebih rendah pada firmware default dibandingkan firmware OpenWRT dengan rata-rata selisih 1.6%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa firmware OpenWRT lebih unggul pada parameter throughput, delay, dan jitter, sedangkan firmware default unggul pada parameter packet loss.
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN NIRKABEL BERBASIS CAPTIVE PORTAL MENGGUNAKAN SIMPLE QUEUE PADA MIKROTIK DI SMP AL - AZHAR 26 YOGYAKARTA Septi Ade Pamuji; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern seperti sekarang ini manusia tidak terlepas dengan adanya teknologi. Teknologi sangat diperlukan untuk mempermudah pekerjaan kita dalam kehidupan dalam penggunaan jaringan nirkabel. Pada SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta tidak menerapkan jenis pengamanan otentikasi WPE maupun otentikassi Captive Portal, sehingga semua orang di luar lingkungan sekolah dapat dengan mudah mengakses jaringan nirkabel, serta penggunaan bandwidth setiap user yang tidak dimanajemen dengan baik sehingga antar user saling berebut dalam penggunaanbandwidth. Pada tahap ini untuk menentukan kecepatan akses pada pengguna setelah login router akan melakukan limitasi kecepatan berdasarkan aturan konfigurasi bandwidth sesuai dengan user profil hotspot yang digunakan pada jaringan nirkabel dengan menangkap akses login. . Penggunaan bandwidth disetiap pengguna pada jaringan nirkabel dengan menggunakan captive portal adalah upload 14.8 kBps dan download 25.7 kBps serta penggunaan pada user guru 130,4 kBps untuk download dan upload 48.8 kBps. Prosentase penggunaan adalah 75,4% penggunaan untuk download terhadap total bandwidth dan penggunaan bandwidthupload 24,6% pada total bandwidth setelah menggunakan simplequeue pada jaringan nirkabel captiveportal.
IMPLEMENTASI SPANNING TREE PROTOCOL (STP) DALAM PERANCANGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) Tengku Rhedza Alifyaa; Catur Iswayudi; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Virtual local area network (VLAN) banyak kelebihan yang dapat diperoleh dari konsep tersebut, dengan VLAN memungkinkan kita membuat banyak jaringan komputer (segmentasi) dan mendistribusikan hanya menggunakan sebuah media jalur distribusi serta mampu menghubungkan sebuah local area network (LAN) tanpa mengikuti letak geografisnya. Dengan penelitian akan dibuat sebuah rancangan jaringan baru untuk asrama Linggam Bertuah. Dari jaringan Local Area Network (LAN) ke Virtual Local Area Network (VLAN) bertujuan agar adanya sistem jaringan baru di asrama Linggam bertuah dan jaringan internet yang teratur. Dengan menggunakan konsep Virtual Local Area Network (VLAN) didapatkan keuntungan, dimana traffic lalu lintas pada jaringan lebih baik dan meminimal terjadinya collition (tabrak) pada saat jaringan sedang sibuk. Dan dengan menggunakan Virtual Local Area Network (VLAN) pengguna internet yang umumnya berbeda area dengan VLAN lain, makan pengguna tidak bisa saling ganggu. Dalam artian pengguna yang yang berbeda VLAN akan bebas dari gangguan gangguan yang bersifat pencurian data atau sejenisnya
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI REVERSE PROXY SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI CLIENT SERVER MENGGUNAKAN APACHE (Studi Kasus Pada Lab. Jaringan Komputer IST AKPRIND YOGYAKARTA ) Ariyadi Dwi Utomo; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet di zaman postmodernis seperti saat ini bukanlah sesuatu hal lagi yang menjadi mitos perkembangan peradaban zaman pada manusia juga dunia bahkan kedengarannya sudah sangat tak asing di telinga, baik di desa maupun di kota internet sangatlah dekat dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi internet ini tentu diimbangi dengan teknologi jaringan komputer yang menaungi akses internet dimanapun ia berada. Internet adalah barang komoditas bagi setiap penggunanya baik untuk mencari informasi maupun sampai keperluan berinteraksi. Salah satu metode penyeimbang beban web dapat menggunakan reverse proxy, yaitu proxy yang memiliki maksud yang berkebalikan dengan forward proxy yaitu menjadi perantara user-user di internet terhadap akses ke web-web server yang berada pada LAN, sehingga seolah-olah user di internet mengakses langsung web server yang dimaksud padahal sesungguhnya user di internet mengakses web-web server yang terdapat di LAN melalui reverse proxy tersebut. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah berdasarkan perbandingan analisis hasil pengujian akses web server menggunakan media reverse proxy terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan oleh klien terhadap akses pada web server dengan sejumlah 60% dan pengurangan beban kinerja web server dalam melayani permintaan klien menggunakan media reverse proxy sejumlah 54%, sehingga dalam pengoptimalisasi dan kestabilan akses web server dapat dinyatakan telah berhasil sesuai yang diinginkan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN CONNECTION TRAFFIC RATE PRIORITY (STUDY KASUS LABORATORIUM KOMPUTER JARINGAN INSTITUT SAINS &TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA) Cahyana -; Joko Triyono; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan internet di lingkungan IST AKPRIND Yogyakarta cusaat ini memiliki mobilitas yang tinggi, baik digunakan untuk browsing informasi, download menyebabkan proses dalam mengakses internet tidak stabil hal ini disebabkan karena belum adanya penerapan manajemen bandwidth yang optimal. Conection traffic rate priority berfungsi untuk mengalokasikan bandwidth berdasarkan kebutuhan kecepatan akses masing – masing unit komputer dengan mengutamakan koneksi yang diprioritaskan agar pengguna dalam mengakses internet mendapat jatah bandwidth yang sesuai dengan koneksi yang disediakan ke dalam tiga kategori yakni bandwitdh dengan ukuran kecil, sedang serta bandwidth dengan ukuran besar untuk selanjutnya memberikan aturan prioritas. Penentuan prioritas ditentukan berdasarkan besar bandwidth yang dibutuhkan pengguna, sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam mengakses internet dan jaringan menjadi lebih stabil. Berdasarkan hasil analisi yang dilakukan hasil tanpa connection traffic rate priority dan jaringan sebelumnya terdapat selisih perolehan nilai rata-rata pada parameter QoS Throughput tanpa connection traffic rate priority 1.14 % connection traffic rate priority 76 % dari total bandwidth yang ada pada jaringan.
PERANCANGAN DAN MANAJEMEN JARINGAN HOTSPOT MENGGUNAKAN CAPTIVE PORTAL DI RSUD CHATIB QUZWAIN Luvi Ferdiansyah; Catur Iswayudi; Uning Lestari
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Permasalahan yang sering dihadapi di RSUD Chatib Quzwain berhubungan dengan akses adalah koneksi internet menjadi lambat dan putus-putus pada saat melakukan download maupun upload, bahkan kadang tidak bisa melakukan akses internet sama sekali dan belum tersedia jaringan hotspot pada ruang tunggu. Kondisi ini membawa sebuah rencana untuk mengelola bandwidth LAN dan mengelola penggunaan hotspot di RSUD Chatib Quzwain menggunakan Captive Portal.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, metode studi literatur.Sistem yang dibangun adalah captive portal menggunakan routerboard mikrotik. Penyusunan meliputi dengan prosedur antara identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan jaringan, perancangan sistem, serta implementasi jaringan hotspot menggunakan metode captive portal, sedangkan pengujian sistem dilakukan dengan browser google crome. Hasil penelitian dapat bekerja dengan optimal pada rancang bangun sistem hotspot menggunakan captive portal dan sistem yang mampu meningkatkan keamanan akses jaringan di RSUD Chatib Quzwain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bandwidth LAN dan hotspot dapat dibagi sesuai dengan semestinya, serta tersedia jaringan hotspot pada ruang tunggu sehingga mempermudah pengunjung untuk mengakses internet. Berdasarkan hasil uji coba dapat disimpulkan bahwa sistem captive portal ini dapat diterapkan pada sistem hotspot di RSUD Chatib Quzwain. Sebelum menggunakan router mikrotik, sistem bandwidth jaringan pada RSUD tidak ada yang mengatur sehingga terjadi rebutan bandwidth, antara user 1 hingga user 5 dalam jaringan hotspot user5 memperoleh bandwidth 729.5 kbps sedangkan user 4 hanya 3.5 kbpsnamun setelah adanya router mikrotik manajemen bandwidth dapat dilakukan sehingga tidak terjadi lagi berebutan bandwidth, suser5 memperoleh bandwidth 11.9 kbpssedangkan user 4 hanya 2.3 kbpssehingga masing-masing user tidak melebihi 256kbps dalam menggunakan bandwidth.
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN NIRKABEL (WLAN) STUDI KASUS DI JOGJAKARTA MONTESSORI SCHOOL MENGGUNAKAN METODOLOGI PPDIOO Muhammad Faisal Fahlepi; Catur Iswayudi; Edhy Sutanta
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jogjakarta Montessori School membutuhkan teknologi jaringan yang dapat membantu dalam sharing data dan akses internet yang handal. Hal terebut dibutuhkan untuk membantu staf pengajar dalam mencari bahan ajar sehingga dapat mempersiapkan proses belajar mengajar yang lebih menarik dan tidak membosankan. Penelitian ini bertujuan membangun suatu sistem jaringan komputer di Jogja Metosori School (JMS) berbasis wireless sehingga memudahkan para staf dapat terkoneksi baik dengan jaringan internet dan data storage. Analisis dan perancangan jaringan wireless LAN dilakukan mengunakan Mikrotik board dan winbox. Sedangkan konfigurasi pengamanan jarignan menggunakan firewall. Selain dari itu, penelitian ini juga melakukan alokasi bandwidth sehingga koneksi internet dapat digunakan dengan maksimal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu berupa perencangan jaringan komputer berbasis wirelesss yang ditempatkan di empat lantai gedung JMS. Sistem jaringan wireless yang diterapkan menggunakan Mikrotik Routerboard versi 2011 dengan dukungan internet berbasis wireless bandwidth 2048 Kbps tipe koneksi dedicated 1:1. Jaringan terhubung dengan beberapa komputer desktop dan notebook untuk para staf manajemen dan pengajar.
PEMANFAATAN TWITTER API UNTUK MENGAKSES JADWAL BIMBINGAN DOSEN PADA IST AKPRIND YOGYAKARTA La Ode Malik Hasan; Muhammad Sholeh; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 4 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Twitter adalah sebuah situs jejaring sosial yang sedang berkembang pesat saat ini. karena dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya dari komputer ataupun perangkat mobile. Pengguna twitter terdiri dari berbagai macam kalangan. Berdasarkan hasil survei lapangan di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND, untuk melakukan bimbingan, mahasiswa harus mencari dosen pembimbing dan terkadang mahasiswa sulit untuk bertemu dengan dosen pembimbing dikarenakan jadwal belajar-mengajar dan kegiatan diluar kegiatan belajar-mengajar yang padat, sehingga proses bimbingan tidak sesuai dengan harapan dan jadwal bimbingan mahasiswa, Dari hasil survei maka, bagaimana menghubungkan antara media sosial twitter dengan sistem informasi, dimana twitter sebagai antarmuka untuk mahasiswa mengirim data, sedangkan sistem informasi sebagai penerima, pengumpul dan pengelola data yang dikirim dari twitter Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan teknologi antara handphone, jejaring sosial twitter dan sistem informasi berbasis PHP, MySQL, dan Web Service dengan menerapkan teknologi Crontab dan API (Application Programming Interface). Dengan menggunakan handphone dan jejaring sosial twitter sebagai antarmuka atau interface, sedangkan sistem informasi sebagai penerima, pengumpul dan pengelola data dapat dengan mudah dipahami dalam penggunaanya, penerapan aplikasi crontab pada sistem ini dapat membantu dalam memberikan respon cepat untuk setiap mention yang masuk. Pengujian dilakukan dengan menggunakan browser desktop dan browser mobile yang bertujuan untuk menguji dan mengamati kinerja aplikasi pada crontab, serta mengamati respon balik yang dikirim dari sistem ke twitter. Setelah dilakukan pengujian, respon balik menggunakan crontab dengan waktu minimal 1 menit berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan, sehingga proses pengambilan data jadwal bimbingan lebih cepat, namun tidak membebani fungsional sistem.