Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OUTBOUND TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA MTS NEGERI 1 EMPAT LAWANG Muhammad Syaifudin; Achmad Wahidy; Barkudin Barkudin
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 18 No. 3 (2020): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v18i3.4897

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini mengenai apakah ada pengaruh model pembelajaran Outbound terhadap kemampuan menulis puisi. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh metode pembelajaran Outbound terhadap kemampuan menulis puisi. Penelitian ini menggunakan metode Design Only Posttest Control. Variabel bebas dalam penelitian ini model pembelajaran Outbound dan variabel terikat yaitu menulis puisi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 6 kelas, sampel penelitian siswa kelas VIII.6 kelas eksperimen dan kelas VIII.3 kelas kontrol. Pengumpulan menggunakan teknik tes, teknik analisis data menggunakan uji t. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis bahwa Ho diterima jika thitung < ttabel dan Ha diterima jika thitung > ttabel oleh karena itu thitung dengan nilai 11,71 lebih besar dibandingkan ttabel dengan nilai 1,66 sehingga ada pengaruh metode Outbound dalam menulis puisi siswa kelas VIII MTS N 1 Empat Lawang.Kata Kunci : Model Pembelajaran Outbound, Menulis Puisi
PENERAPAN METODE KOMUNIKATIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI WAWANCARA Barkudin Barkudin; Muhamad Nasir; Yuspar Uzer
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.13486

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by students' low learning outcomes in Indonesian language learning, particularly in interview materials. The study aimed to examine the improvement of students' learning outcomes through the implementation of the communicative method. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 18 seventh-grade students at SMPN 16 Palembang. Data were collected through essay tests and analyzed using descriptive statistics as well as inferential statistical analysis appropriate to the research design. The findings revealed that the students' mean score increased from 54.83 on the pretest to 79.83 on the posttest. If inferential analysis yielded a significance value (p < 0.05) or an N-Gain score, these results should be reported in this section to strengthen the evidence for the effectiveness of the communicative method. The improvement indicates that the communicative method effectively enhanced students' understanding of interview materials while encouraging their active participation in the learning process. These findings contribute to the development of Indonesian language teaching strategies by demonstrating that the communicative method can serve as an effective alternative for improving students' learning outcomes and classroom engagement in interview learning at the junior secondary school (SMP) level. Therefore, the communicative method is recommended as one of the effective instructional strategies for Indonesian language learning at the junior secondary school (SMP) level.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode komunikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri dari 18 siswa kelas VII SMPN 16 Palembang. Data dikumpulkan melalui tes esai dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji statistik inferensial sesuai dengan rancangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 54,83 pada pretest menjadi 79,83 pada posttest. Apabila berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh nilai p < 0,05 atau nilai N-Gain, hasil tersebut perlu dicantumkan pada bagian ini untuk memperkuat bukti efektivitas metode komunikatif. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi wawancara sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menunjukkan bahwa metode komunikatif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi siswa pada materi wawancara di jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Dengan demikian, metode komunikatif layak dipertimbangkan sebagai salah satu strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama (SMP).
Analisis Kesiapan Mental Peserta Didik SMP Terhadap Penggunaan Media Sosial Barkudin Barkudin; Helmi Qodrat Ichtiat; Syaiful Bahri Djamarah; Marzuki Marzuki; Sri Mulyeni
Indonesian Journal of Social Science Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v4i1.174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan mental peserta didik tingkat SMP dalam menggunakan media sosial, khususnya pada aspek kedewasaan berinteraksi, kesadaran terhadap risiko digital, kemampuan mengelola waktu, dan literasi digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 86 siswa SMPN 3 Cisarua yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen berupa angket skala empat pilihan yang mengukur kesiapan mental peserta didik pada masing-masing indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori “Siap” dan “Kurang Siap” dalam berbagai aspek penggunaan media sosial. Pada aspek kedewasaan berinteraksi, 59% siswa tergolong sangat siap, namun 17% masih kurang siap. Pada aspek kesadaran risiko digital, 48% sangat siap dan 28% kurang siap. Kemampuan mengelola waktu menunjukkan 45% sangat siap, sementara 29% kurang siap. Adapun pada literasi digital, hanya 7% sangat mampu, sedangkan 60% berada pada kategori kurang mampu. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian siswa memiliki kesiapan mental yang baik, masih diperlukan penguatan literasi digital dan pendampingan penggunaan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan sekolah dalam merancang program edukasi digital yang lebih terarah.