Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Bentuk Gerak Tari Keje Rami Lubuklinggau Rahman, Suci Anita; Aprilia, Neha; Marcella Zalianty; Rully Rochayati
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 5 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v5i3.1890

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk menentukan jenis pengembangan tari Keje Rami yang dipusatkan pada gagasan kajian jenis gerak Y. Sumandoyo Hadi yang terdiri dari (1) Solidaritas, (2) ) Ragam, (3) Pengulangan, (4) Progres (perbaikan), (5) Deret, (6) Korelasi, (7) Puncak. Strategi eksplorasi yang digunakan dalam ujian ini adalah strategi subjektif yang jelas dengan Metode Assortment Persepsi, Wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan ulasan tersebut, para ahli dapat beralasan bahwa tari Keje Rami merupakan tari konvensional yang memiliki seperangkat pengalaman yang tercipta di wilayah Lubuklinggau. Sepanjang keberadaan tari Keje Rami sebagai tarian penyambutan di kota Lubuklinggau, tarian ini memanfaatkan tepak yang berisi daun sirih sebagai isyarat sapaan bagi pengunjung yang datang. Tarian ini umumnya dipentaskan pada acara-acara yang sebenarnya dan sebagai tanda mengundang tamu-tamu penguasa seperti tamu dari organisasi kota, hajatan, perayaan hari jadi Kota Lubuklinggau. Tarian ini dibawakan pada saat pembukaan acara dan biasanya digerakkan oleh para remaja putri, namun penghibur tepak sirih adalah Bujang Dere. Penelitian tentang kekhususan tari, khususnya Tari Keje Rami yang mendorong tarian sumbangan atau penyambutan, sangat penting untuk dilakukan
ICE BREAKER GAMES: MENCIPTAKAN MOTIVASI BELAJAR SENI BUDAYA DI SMA NEGERI 1 SUMBER JAYA LAMPUNG BARAT Hera, Treny; Nurdin; Rully Rochayati; Deria Sepdwiko; Efita Elvandari; Rio Eka Putra; Auzi Madona Adoma; Nofroza Yelli
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v6i2.4819

Abstract

Ice Breaker Games: Menciptakan Motivasi Belajar Seni Budaya Di SMA Negeri 1 Sumber  Jaya Lampung Barat” merupakan salah satu tridarma dosen untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, merealisasikan program kerja Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas PGRI Palembang, memberikan kumpulan permainan penggugah semangat belajar siswa melalui pemanfaatan ice breaking sebagai permainan edukasi dalam mengadakan keterampilan memberi penguatan, dan memberikan pengalaman kepada siswa sebagai Ice breaker gamer dalam system pembelajaran masa kini. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa pemateri terampil dalam memberi penguatan kepada peserta dan mampu mengubah suasana kebekuan dalam kelompok PkM melalui ice breaking games untuk pembelajaran seni budaya di sekolah menengah atas.  Keberhasilan strategi pendahuluan pada pembelajaran ditunjukkan pada meningkatnya motivasi dan peserta kompak dapat mengikuti Ice Breaking Games dalam pola Bunga Rampai, Pengamatan, dan Kursi Goyang dengan sangat antusias sehingga suasana PkM berjalan dengan sangat kondusif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui Ice Breaker Games Dapat Menciptakan Motivasi Belajar Seni Budaya Di SMA Negeri 1 Sumber Jaya Lampung Barat.
Tata Rias dan Tata Busana Tari Milok Sambatan Karya Raden Gunawan di Banyuasin III: Penelitian Mevia; Rully Rochayati; Deria Sepdwiko
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1510

Abstract

Milok Sambatan Dance is a creative dance in Banyuasin which was created in 2003 in Banyuasin precisely in Pangkalan Balai, which tells about the joy of Banyuasin children when helping their parents in the rice fields by working together. Milok Sambatan means milu bergotong royong or working together. The research method used is a qualitative descriptive method. The results of the study showed that the Milok Sambatan dance tells of solidarity between the Banyuasin people in working together. And in the makeup of the Milok Sambatan dance, it is a simple or unobtrusive makeup and the clothes used are also fairly simple dance clothes that are adjusted to the dance, namely people working in the rice fields.
KONSEP GARAP TARI SAMBUT KAPO ILIM Amanda Siti Nadrah; Ade Febrianti; Tiara Andini; Rully Rochayati
Jipmor: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Humaniora Vol 1 No 2 (2023): December
Publisher : Institut Pendidikan Alfatah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jipmor.v1i2.8

Abstract

Abstrak: Karya tari yang berjudul “ Tari Sambut Kapo Ilim” merupakan karya yang terinsprirasi dari Tari Setabik yang berasal dari Musi Banyuasin. Terbentuknya sebuah karya tari ini tidak terlepas dari konsep garapan. Konsep garapan merupakan kerangka yang berisi bagian-bagian pembentukan sebuah karya tari. Konsep garapan tari memberi sebuah pengetahuan serta penyajian yang dapat membantu penonton untuk menginterpretasikan maksud dan tujuan dari tari tersebut. Banyak proses yang harus dilalui agar konsep tersebut dapat terlaksana secara utuh terbentuk secara visual dan kinestik.. Metode yang digunakan dalam penyusunan Tari Sambut Kapo Ilim adalah eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan pembentukan. Setelah terbentuk tari secara lengkap kemudian dideskripsikan dalam bentuk tulisan secara teratur dan jelas. Konsep garapam tari sambut Kapo Ilim terdiri dari ide gagasan,judul, tema, gerak, penari, pola lantai, tata rias, tata busana, properti, music iringan tari, tata pangggung, dan tata cahaya. Ditambah dengan proses penyusunan tari sambut Kapo Ilim berdasarkan proses penciptaan tari yang meliputi eskplorasi, improvisasi, evaluasi, dan pembentukan. Hasil yang dicapai dalam penulisan ini bahwa tari sambut Kapo Ilim sebagai bentuk karya tari yang dapat dijelaskan dari aspek-aspek garapan dan proses penggarapan dialurkan dan di deskripsikan secara jelas dan teratur. Abstract: The dance work entitled "Tari Sambut Kapo Ilim" is a work inspired by Setabik Dance from Musi Banyuasin. The formation of this dance work is inseparable from the concept of arrangement. The concept of arrangement is a framework that contains parts of the formation of a dance work. The concept of dance provides knowledge and presentation that can help the audience to interpret the purpose of the dance. There are many processes that must be passed so that the concept can be fully realized visually and kinestically. The methods used in the preparation of Sambut Kapo Ilim Dance are exploration, improvisation, evaluation, and formation. After the dance is fully formed, it is then described in written form in an organized and clear manner. The concept of Kapo Ilim welcome dance consists of ideas, titles, themes, movements, dancers, floor patterns, makeup, fashion, properties, dance accompaniment music, stage management, and lighting. Coupled with the process of preparing Kapo Ilim welcome dance based on the dance creation process which includes exploration, improvisation, evaluation, and formation. The results achieved in this writing are that the Kapo Ilim welcome dance as a form of dance work that can be explained from the aspects of the arrangement and the arrangement process is channeled and described clearly and regularly. Kata Kunci: Tari Sambut Kapo Ilim, Tari Setabik