Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL SWARNABHUMI

MENGEMBANGKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS MATA PELAJARAN IPS (GEOGRAFI) KELAS VII SMP NEGERI 2 PENUKAL Nina Damayati; Muhamad Idris; Marisah Oktasari; Monanisa Monanisa; Nuranisa Nuranisa
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i1.5933

Abstract

Masalah pada penelitian ini masih ada beberapa siswa yang belum mempunyai kesadaran tanggung jawab untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh guru, siswa sering tidak mengerjakan tugasnya sendiri melainkan mencontek punya temannya dan mengumpulkannya tugas tidak tepat waktu yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan pembelajaran karakter tanggung jawab siswa melalui metode pemberian tugas pada mata pelajaran IPS (geografi) kelas VII SMPN 2 Penukal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya guru mengerkembangan katakter tanggung jawab siswa melalui metode pemberian tugas mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Penukal membuahkan hasil dapat dilihat dari  siswa bertanggung jawab melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik, dan penuh kesiapan dalam pelaksanaanya seperti melakukan persiapan sebelum melalukan kegiatan, siswa termotivasi dan mempunyai rasa semangat untuk mengerjakan tugas dan tugas, tekun mengerjakan tugas walaupun harus diingatkan oleh guru serta memiliki ketelitian.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN BAYANG SANI DI KECAMATAN BAYANG Nuranisa Nuranisa
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.229 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v2i2.1450

Abstract

ABSTRAKSebuah objek wisata akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menyediakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah apabila objek wisata tersebut ramai dikunjungi oleh wisatawan. Untuk menarik wisatawan tentunya sebuah objek wisata harus memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah objek wisata. Agar sebuah objek wisata memenuhi syarat-syarat tersebut maka sebuah objek wisata wisata perlu di kembangkan dan direncanakan dengan baik. Ojek wisata alam air terjun Bayang Sani belum dikembangkan dengan optimal sehingga belum banyak dilirik oleh pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata Alam Air Terjun Banyang Sani dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Camat Bayang, Walinagari Koto Baru, masyarakat sekitar objek wisata Bayang Sani, dan pengunjung Objek wisata air terjun Bayang Sani. Wawancara mendalam dilakukan terhadap responden yang ditentukan dengan mengunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data utama adalah peneliti sendiri dengan menggunakan instrument wawancara dan observasi dokumentasi. Untuk menentukan strategi pengembangan objek wisata Bayang Sani mengunakan analisis SWOT (Strengths/ Kekuatan, Weakness/ Kelemahan, Opportunities/ Peluang, dan Treats/ Ancaman). Selanjutnya, teknik analisis data adalah reduksi, display, klasifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian merumuskan 11 Strategi Alternatif pengembangan objek wisata yang harus dilakukan pemerintah terhadap objek wisata Air terjun bayang sani yaitu 1) Melakukan pemberdayaan, penyuluhan agar menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya masyarakat Sadar Wisata, 2) Bekerjasama dengan Pihak Investor Swasta untuk menanamkan modal, 3) Mengembangkan Atraksi Pariwisata, 4) Memperbaiki dan mengadakan fasilitas sarana prasarana objek wisata, 5) Membangun dan mengadakan Aksesibilitas pariwisata, 6) Mengadakan Akomodasi pariwisata, 7) Mempertahankan dan memelihara keindahan dan keasrian lingkungan sekitar objek wisata, 8) Melakukan pengawasan dan pemeliharaan fasilitas- fasilitas yang telah ada dilokasi objek wisata, 9) melakukan pengawasan yang tegas terhadap pelaksanaan pelaku wisata yang tidak sesuai dapat mengancam kerusakan objek wisata, 10) Melakukan promosi dengan memanfaatkan berbagai media termasuk media sosial, 11) Peningkatan Kualitas Tenaga Profesional.Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Bayang Sani
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA SMA NEGERI 2 BANYUASIN 1 Eva Yulianti; Meilia Rosani; Nuranisa Nuranisa
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.723 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i2.2598

Abstract

Model pembelajaran merupakan suatu model yang akan diterapkan kepada siswa dalam suatu pembelajaran yang sedang berlangsung dan guna untuk mencapai tujuan pendidikan. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa yaitu dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis setelah diterapkan dengan model pembelajaraan Problem Based Learning di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 banyuasin 1 tahun ajaran 2018/2019. Variabel penelitian ini adalah kemampuan berpikir analitis pada mata pelajaran geografi siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas eksperimen dan juga kemampuan berpikir analitis geografi siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional/langsung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan tes. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, kemampuan berpikir analitis siswa setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada kelas eksperimen dengan rata-rata 75,6, sedangkan pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional/langsung memiliki rata-rata 61,36. Maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: ada pengaruh dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Negeri 2 Banyuasin 1 tahun ajaran 2018/2019.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI INTERAKSI SOSIAL DENGAN ISPRING SUITE 8 PADA MATA PELAJARAN IPS (GEOGRAFI) DI SMP NEGERI 35 Indah Yustika Sari; Nuranisa Nuranisa
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v8i1.6000

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran geografi dan mengetahui hasil uji coba di lapangan dalam pembelajaran interaksi sosial dengan media Ispring Suite 8 di SMP NEGERI 35 Palembang. Masalah dalam penelitian ini bagaimanakah hasil pengembangan media materi interaksi sosial dengan Ispring Suite 8. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D mengggunakan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data melalui angket. Teknik analisis data yang akan diperoleh yaitu berupa data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Pengembangan Media Pembelajaran Materi Interaksi Sosial dengan Ispring Suite 8 pada Mata Pelajaran IPS (Geografi) Di SMP NEGERI 35 Palembang dapat dipergunakan untuk suatu kegiatan pada proses belajar di dalam kelas maupun digunakan sebagai suatu bahan ajar untuk melaksanakan belajar mandiri dalam memberikan kepada peserta didik. Kekurangan pada produk ini dapat diperbaiki pada penelitian pengembangan selanjutnya yang relevan.