Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Plastik Jenis PET (Poly Ethylene Terephthalate) Pada Pembuatan Beton Mutu Rendah Di Kota Palangka Raya Kamaliah Kamaliah; Noviyanthy Handayani
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol 5 No 1 (2020): Media Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.551 KB) | DOI: 10.33084/mitl.v5i1.1347

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan limbah plastik jenis PET (Poly Ethylene Terephthalate) terutama dalam bidang teknik sipil belum begitu banyak dilakukan di Palangka Raya. Padahal setiap hari di Palangka Raya, jenis limbah plastik ini cukup besar jumlahnya. Pengelolaan limbah jenis ini pun masih belum maksimal, sehingga sampah jenis ini dapat mengganggu lingkungan di Palangka Raya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian agar limbah plastik tersebut dapat digunakan sebagai bahan bangunan teknik sipil dalam hal ini sebagai bahan campuran beton mutu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah limbah plastik jenis PET (Poly Ethylene Terephthalate) dapat digunakan sebagai bahan campuran untuk beton mutu rendah di Kota Palangka Raya dan sejauh mana pengaruhnya terhadap kuat tekan beton mutu rendah. Penelitian ini menggunakan metode percobaan di laboratorium. Mutu beton yang direncanakan adalah K 225 yang termasuk klasifikasi beton mutu rendah. Pengujian dilakukan dalam 7, 14, dan 28 hari. Limbah plastik jenis PET sendiri akan digunakan sebagai bahan pengganti agregat kasar. Variasi penggunaan plastik jenis PET terhadap berat agregat kasar adalah 5%, 10% dan 15%. Jumlah sampel untuk masing-masing kondisi adalah 3 buah sampel, sehingga total sampel yang digunakan adalah sebanyak 36 buah. Nilai kuat tekan beton menurun seiring dengan penambahan kadar limbah plastik PET. Kuat tekan rata-rata untuk variasi campuran agregat kasar limbah plastik PET 0% (normal), 5%, 10%, dan 15% berturut-turut sebesar : 272,40 kg/cm2, 246,27 kg/cm2, 239,82 kg/cm2, dan 206,31 kg/cm2.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH TEMPURUNG SEBAGAI BAHAN FILTRASI AIR Norseta Ajie Saputra; Noviyanthy Handayani; Kamaliah; Mariaty
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i1.1560

Abstract

Kebutuhan air bersih sebagai bahan baku air minum merupakan masalah yang sering ditemui pada masyarakat di bantaran sungai. Sebagian masyarakat Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangkaraya, yang tinggal di sekitaran Sungai Rakumpit menghadapi permasalahan dengan air sungai yang menjadi sumber air baku masyarakat sehari-hari. Air dari Sungai Rakumpit di saat musim kemarau semakin keruh dan kotor akibat masih terjadinya aktifitas penambangan emas oleh masyarakat sekitar. Diantara solusi untuk mengatasi permasalahan air sungai yang keruh adalah dengan membuat media penyaringan (filtrasi) air sungai dengan memanfaatkan karbon aktif yang dibuat dari limbah tempurung kelapa. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang cara membuat karbon aktif dari limbah tempurung kelapa untuk filtrasi air. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan penyuluhan dengan ceramah, diskusi, dan praktek langsung. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan peserta kegiatan telah memahami kriteria air bersih dan cara mengolah air sungai agar menjadi air standar baku melalui filtrasi dengan karbon aktif. Melalui praktek langsung, peserta telah dapat membuat karbon aktif dari tempurung kelapa melalui proses pembuatan yang sederhana. Hasil pengujian arang aktif yang telah dibuat terhadap air sungai yang keruh, karbon aktif terbukti dapat mengubah warna air sungai menjadi lebih bersih.
Beton Serat Limbah Pengolahan Besi Norseta Ajie Saputra; Noviyanthy Handayani; Amelia Faradila
Buletin Profesi Insinyur Vol 6, No 3 (2023): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v6i3.184

Abstract

Pemakaian beton sebagai bahan penyusun pada bidang konstruksi memerlukan kualitas beton yang kuat dan efisien, sehingga saat ini banyak dilakukan peningkatan standar kualitas dari pembuatan beton konstruksi. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas beton adalah mencampur bahan penyusun beton dengan material lain, dalam hal ini mencampur beton tersebut dengan limbah hasil mesin bubut berupa potongan serat besi halus memiliki tujuan selain mengurangi limbah hasil mesin bubut, juga menaikkan kuat tarik, kuat lentur serta ketahanan beton terhadap retak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan kuat tekan beton saat pencampuran limbah pengolahan besi (besi bubut) dan pengaruhnya terhadap kuat tekan beton pada umur beton 28 hari. Sampel pada penelitian ini berbentuk silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan campuran potongan besi yang digunakan bervariasi, dari 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Hasil penelitian memberikan nilai kuat tekan beton tanpa penambahan serat yaitu 20,12 N/mm2, penambahan serat 1%, 2%, 3% dan 4% berturut-turut adalah 20,65 N/mm2, 19,48 N/mm2, 18,43 N/mm2, dan 12,5 N/mm2.Kata kunci : serat bubut, beton serat, kuat tekan beton
Study Komparasi Penambahan Palm Oil Ash Dengan Bantuan Semen Berdasarkan Nilai California Bearing Ratio: Comparative Study Of Addition Of Palm Oil Ash With Support Of Cement Based On California Bearing Ratio Norseta Ajie Saputra; Noviyanthy Handayani; Benny Santoso
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 3 (2023): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v11i3.5347

Abstract

High water content, water saturation, and low carrying capacity are characteristics of clay soils. The road body may have an uneven surface. On the other hand, in the dry season it will harden and have a high  carrying capacity so that a lot of dust is scattered on the road and blocks the driver's view. As a result, the neighborhood can experience traffic jams and accidents. Check the CBR and PI values to see if there is an increase in clay after stabilization using a mixture of Palm Oil Fuel Ash and cement with variations (0%  POFA + 2% Cement), (3% POFA + 2% Cement), (5% POFA + 2% Cement), and (7% POFA + 2% Cement). Test method Sieve Analysis, Atterberg Limit, Specific Gravity, Moisture Content, Compaction and CBR. Cement and palm oil bunch ash produced a CBR value of 7.4% compared to a natural soil CBR value of 1.59%. The CBR value of the soil will increase, the dry unit weight value will decrease, and the plasticity  value will decrease with the higher proportion of Oil Palm Bunch Ash and cement
Pengaruh Perkuatan Kolom Pasir terhadap Kekuatan Tanah Lempung Hernina, Nor Hazriatun; Handayani, Noviyanthy; Saputra, Norseta Ajie
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v7i2.9127

Abstract

Tanah lempung Kota Palangka Raya mempunyai kemampuan yang sangat rendah untuk mendukung beban. Berdasarkan hal itu maka perlu dilakukan perkuatan tanah (soil reinforcement) dengan memberikan material sisipan ke dalam lapisan tanah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perkuatan kolom pasir (sand column). Model perkuatan ini adalah memasukkan pasir padat ke dalam lubang pada tanah lempung pada diameter tertentu. Penelitian ini dengan melakukan permodelan kolom pasir dengan diameter  yang bervariasi yaitu dia. 1cm, dia. 1,5cm dan dia. 2cm. Adapun pasir yang digunakan adalah pasir Palangka Raya, yang mana pasir tersebut merupakan pasir yang sering digunakan untuk pembangunan di Palangka Raya. Penelitian ini meliputi pengujian sifat tanah asli dan pengujian mekanis seperti Kuat Geser Langsung (Direct Shear Test) dan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compresion Test) melakukan perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan perkuatan kolom pasir. Berdasarkan hasil pengujian Kuat Geser Langsung, sesudah dilakukan perkuatan kolom pasir, sudut geser (φ) mengalami peningkatan  dan pada nilai kohesi (c) mengalami penurunan. Nilai kuat geser tertinggi pada dia. 2cm sebesar 0,141 kg/cm² dan kuat geser terendah pada dia. 1,5 cm sebesar 0,132 kg/cm². Hasil Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compresion Test) pengujian A dan B menunjukkan nilai kuat tekan bebas (qu) tertinggi pada diameter (í˜) 1,5 cm sebesar 1,89 kg/cm2 dan nilai kuat tekan bebas (qu) terendah pada dia. 2cm sebesar 0,95 kg/cm2. Hal ini menunjukkan bahwa tanah dengan kolom pasir pada dia.1,5 cm lebih efektif dalam meningkatkan kuat tekan bebas (qu).   Kata Kunci : tanah lempung, kolom pasir, kekuatan tanah.
Evaluasi Desain Struktur Gedung Pengadilan Agama Sendawar Terhadap Beban Gempa Handayani, Noviyanthy; Pramadi Atmajaya; Ridho Saleh Silaban
AGREGAT Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v10i1.26500

Abstract

Pulau Kalimantan saat ini memiliki risiko gempa yang lebih rendah dibandingkan dengan pulau-pulau lain di Indonesia karena jaraknya yang lebih jauh dari titik pertemuan lempeng tektonik. Meskipun demikian, terdapat beberapa sesar aktif yang dapat menyebabkan gempa sewaktu-waktu. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan struktur bangunan yang mampu bertahanselama dan setelah gempa. Gedung Pengadilan Agama Sendawar, yang baru dibangun di Kutai Barat, Kalimantan Timur, berada di zona gempa 1, bersebelahan dengan zona gempa 2, namun tidak dirancang dengan beban gempa. Karena itulah penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi kembali struktur gedung tersebut menggunakan beban gempa yang sesuai dengan SNI-03-1726-2019. Tahapan penelitian meliputi persiapan, pengumpulan data sekunder, analisis data menggunakan perangkat lunak SAP2000 dan validasi dengan ETABS, serta penyajian hasil dan pembahasan. Analisis menggunakan beban gempa dinamis respons spektrum zona gempa 1 dan zona gempa 2 mencakup cek partisipasi massa, perbandingan gaya geser statis dan dinamis, simpangan antar lantai, dan cek kekuatan penampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada gaya normal, lintang, dan momen maksimal antara zona non-gempa, zona gempa 1, dan zona gempa 2. Struktur berada dalam batas aman terhadap beban gempa zona 1 dan zona 2, tanpa overstress. Namun, penampang struktur dapat terkategori boros atau kurang efisien
Pembuatan alat filtrasi air bersih sederhana menjadi air baku Saputra, Norseta Ajie; Handayani, Noviyanthy; Kamaliah, Kamaliah; Akbar, Reza Zulfikar
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i2.18698

Abstract

Kebutuhan air bersih sebagai bahan baku air minum merupakan masalah yang sering ditemui pada masyarakat di bantaran sungai. Salah satunya masyarakat desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit Kota Palangkaraya. Masyarakat desa masih mengandalkan air sungai sebagai bahan baku utama pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi SMA Negeri 9 di Desa Mungku Baru Kota Palangka Raya tentang persyaratan air baku sebagai air bersih serta memberikan ilmu tambahan untuk mengolah alat filtrasi air bersih sederhana dari bahan material yang mudah ditemukan. Dalam kegiatan ini tahapan pelaksanaan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan mengenai pengolahan air baku dengan sistem filtrasi sederhana memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di Desa Mungku Baru. Pendampingan dilakukan dengan mendemonstrasikan alat filtrasi dengan percobaan filtrasi air sungai. Percobaan filtrasi dilakukan 2-3 kali penyaringan agar mendapatkan hasil maksimal. Dari percobaan yang dilakukan filtrasi air sungai mengalami perubahan yang sangat signifikan dilihat dari warna dan baunya, sebelum percobaan air sungai berwarna coklat keruh dan setelah difiltrasi air sungai berwarna bening dan tidak berbau. Perlunya penelitian lebih lanjut seperti pengukuran TDS, pH, suhu, kadar bakteri, kandungan zat besi dan sebagainya agar air sungai tidak hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari tetapi juga dapat dikonsumsi
Penggunaan Limbah Abu Batu Sebagai Campuran Pada Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton: Use Of Stone Ash Waste As A Mixture In Fine Aggregate On Compressive Strength Of Concrete Fatwa, Rinaldi; Handayani, Noviyanthy; Faradila, Amelia
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2024): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v12i2.7427

Abstract

Stone ash is a fine aggregate that passes through sieve no. 4 (diameter 4.75mm) but is retained on sieve no. 200 (0.075mm), thus making stone ash a waste that is useful as a mixture of construction building materials because stone ash can function as a fine aggregate as a substitute for sand in concrete mixtures. The purpose of this research is to find out whether stone ash can be a suitable and good material as a substitute for some of the fine aggregate (sand) in a normal concrete mixture or not, to find out the results of the compressive strength test of concrete by stone ash in a normal concrete mixture, and what percentage composition stone ash which produces optimal concrete compressive strength tests or according to plan. The test object used was a 150 × 300mm cylinder with a total of 36 samples. Stone ash waste with composition ratios of 15%, 25% and 35% has a fairly good bond as an added material to normal concrete mixtures as a substitute for fine aggregate and can even increase the compressive strength of concrete significantly. The composition of stone ash used as a mixture for fine aggregate is 15%, 25% and 35% with a planned concrete quality of 20 MPa and a concrete age of 7, 14 and 28 days. The compressive strength produced by normal concrete without a mixture of stone ash aged 7, 14, and 28 days produces concrete compressive strengths of 13.63 MPa, 19.57 MPa, and 20.53 MPa. Next, for concrete with a rock ash composition of 15% of fine aggregate with an age of 7, 14 and 28 days, the concrete compressive strength is 15.75 MPa, 18.02 MPa, 22.03 MPa. Concrete with a stone ash composition of 25% of fine aggregate with an age of 7.14 and 28 days produces a concrete compressive strength of 15.96 MPa, 19.02 MPa, 21.16 MPa. Concrete with a stone ash composition of 35% of fine aggregate with an age of 7, 14 and 28 days produces a concrete compressive strength of 23.49 MPa, 24.31 MPa, 24.95 MPa. From the research conducted, the 35% composition has the highest compressive strength value of concrete among the other compositions
Evaluasi Efektivitas Penambahan Polimer Dan Biopolimer Terhadap Tanah Lempung Bereng Bengkel Ditinjau Dari Kekuatan Geser Tanah: Evaluation Of The Effectiveness Of Polymer And Biopolymer Additives On Clay In Terms Of Soil Shear Strength Ansyari, Rizkan Maulidi; Faradila, Amelia; Handayani, Noviyanthy; Saputra, Norseta Ajie
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2025): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v13i1.9312

Abstract

Clay soil has high plasticity and low shear strength characteristics, making it a challenge in construction projects, especially in areas with high water content, such as Bereng Bengkel District, Palangkaraya City. To address this issue, polymers and biopolymers have been used as stabilization materials to enhance the shear strength of the soil. This study aims to evaluate the effect of adding polymers and biopolymers on the mechanical parameters of clay soil, particularly cohesion (CC) and internal friction angle (ϕ). Laboratory experiments were conducted following SNI 2825:2015 standards for direct shear testing. Clay soil samples were collected from Bereng Bengkel and mixed with polymer (polyacrylamide) and biopolymer (xanthan gum) at concentrations of 0.5%, 1.0%, 1.5%, and 2.0%. Shear strength parameters were analyzed to determine the effectiveness of each stabilization material, with the optimal concentration determined based on maximum cohesion and internal friction angle values. The results showed that the addition of polymer could increase cohesion by up to 70% and the internal friction angle by up to 130% at concentrations of 1.0% to 1.5%, while biopolymers could increase cohesion by up to 39% and the internal friction angle by up to 313% at concentrations of 1.0% to 2%, compared to the initial values. These findings indicate that soil stabilization with polymers and biopolymers significantly improves the shear strength of Bereng Bengkel soil. The study concludes that the optimal combination of stabilization materials can significantly enhance the mechanical properties of clay soil and opens opportunities for further research with other additive materials such as lime or cement.