Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisa Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Fabrikasi Baja pada Fabrikasi Baja Majalengka Bima Wicaksono, Arie; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.726

Abstract

Prefabrikasi merupakan metode konstruksi inovatif yang dibuat untuk meminimalkan kegiatan konstruksi untuk memastikan kualitas produk dengan baik. Perbedaan utama antara sistem prefabrikasi dan bangunan konvensional sistem adalah bahwa sebagian besar komponen bangunan diproduksi di luar area konstruksi. Produktivitas secara umum yaitu kemampuan menghasilkan sesuatu atau didefinisikan sebagai rasio ukuran input terhadap outputnya. Rendahnya Produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian dimulai pengumpulan data dengan menggunakan observasi langsung dan kuisioner. Kuisioner merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan tiap responden berdasarkan metode work study observasi langsung dilakukan pengamatan di lapangan. Data berupa observe time yang kemudian di olah menjadi basic time dan standard time. Tiap pekerjaan konstruksi baja akan dianalisis produktivitas pekerjanya untuk berbandingan aktualisasi dilapangan dengan yang direncanakan.Sehingga dapat disimpulkan perbedaan output, faktor relaxation allowanes dan jumlah pekerja menjadi faktor produktivitas pada pemotongan WF250 (regel). Faktor faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah (1) Kualitas atau jumlah tenaga kerja. (2) Tingkat keahlian tenaga kerja. (3) faktor lingkungan dan keluarga terhadap pendidikan formal. (4) Kemampuan tenaga kerja untuk menganalisis situasi yang sedang terjadi dalam lingkup pekerjaannya (5) Minat tenaga kerja yang tinggi terhadap jenis pekerjaan yang ditekuni. Dalam menganalisa nilai produktivitas pada pekerjaan fabrikasi baja, Metode work study yang digunakan dan pengumpulan data berdasarkan observasi di lapangan. Selanjutnya akan didapatkan nilai produktivitas berdasarkan jenis pekerjaannya yaitu didapatkan marking pelat sebesar 563,25 kg/orang/hari dan WF: 886,47 kg/orang/hari. Lalu untuk pemotongan pelat: 891,85 kg/orang/hari dan WF 259,53 kg/orang/hari. Dan yang terakhir untuk nilai produktivitas pada perakitan didapatkan 282,43 kg/orang/hari.
Analisis Potensi Keuntungan Pekerjaan Grouting Metode Downstage dan Upstage pada Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Zeriqo Mahardika Asy’ari, Muhammad; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.732

Abstract

Dalam pembangunan bendungan urugan kekuatan pondasi sangat penting. Pondasi harus dipastikan memiliki daya dukung yang kuat, maka dilakukan perbaikan pondasi dengan cara grouting. Terdapat dua metode saat pekerjaan grouting dilakukan yaitu metode downstage dan metode upstage. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode mana yang memberikan keuntungan lebih banyak. Metode upstage memiliki biaya sebesar Rp2.704.279.000 dan waktu selama 2350 menit, sedangakan metode downstage memiliki biaya sebesar Rp3.660.159.000 dan waktu selama 2620 menit. Hasil dari analisis ini diperoleh bahwa metode upstage memiliki keuntungan lebih banyak daripada metode downstage baik dari segi biaya maupun waktu. Kata Kunci: d
Analisa Produktivitas Excavator dan Dump Tuck pada Pekerjaan Timbunan Random Proyek Bendungan Jragung Prasetiyo, Didik; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.735

Abstract

Setiap pekerjaan konstruksi sangat memerlukan bantuan alat berat tidak terkecuali pekerjaan timbunan bendungan. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan penggunaan alat berat adalah lokasi dan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, fungsi dan jenis alat berat yang akan digunakan seperti untuk menggali, mengangkut, menggusur, atau meratakan. Excavator CAT 320 GC memiliki produktivitas per hari 548,57 m3, excavator Komatsu PC 200-8M0 produktivitas perharinya 486,76 m3, dump truck Hino 260 TI memiliki produktivitas 102,40 m3 dan dump truck Hino 500 FG 235 JJ produktivitas perharinya 88,90 m3. Jumlah alat berat efektif adalah 1 excavator CAT 320 GC, 1 excavator Komatsu PC 200-8M0, 6 dump truck Hino 260 TI dan 5 dump truck Hino 500 FG 235 JJ. Alat berat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan timbunan random sesuai dengan target adalah 5 kombinasi yaitu 5 excavator CAT 320 GC, 5 excavator Komatsu PC 200-8M0, 30 dump truck Hino 260 TI dan 25 dump truck Hino 500 FG 235 JJ.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Timbunan Main Dam Bendungan Jragung Ichsanurrizki, Rifaldi; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.736

Abstract

Pembangunan Bendungan Jragung banyak sekali membutuhkan tenaga kerja dan alat berat. Sehingga dalam pekerjaan proyek konstruksi tersebut memiliki banyak risiko kecelakaan kerja yang dapat mengganggu jalannya sebuah proyek konstruksi. Diperlukan adanya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan konstruksi (SMKK) untuk mengendalikan risiko dan menjamin terwujudnya keselamatan konstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk untuk memahami resiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada pekerjaan timbunan maindam Bendungan .Jragung. Penilaian tingkat resiko berpedoman pada standar Australia Standart/New Zealand Standart (AS/NZS) 4360:2004. Dari hasil penelitian diperoleh total 15 risiko bahaya. Didapatkan 2 (13%) tingkat risiko dalam kategori rendah (Low), 4 (27%) tingkat risiko dalam kategori sedang (Medium) dan 8 (60%) tingkat risiko dalam kategori tinggi (Hard). Berdasarkan hasil analisis didapatkan risiko dominan masuk ke dalam kategori tinggi (Hard) dengan presentase 60%.
Evaluasi Pelaksanaan Dan Produktivitas Alat-Alat Berat Terhadap Waktu Pelaksanaan Proyek Pembangunan Jalan Ruas Prambanan-Gayamharjo Segmen B6 Tahun Anggaran 2024 Nugroho Wisudawantoro; Muhammad Nur Sahid; Tsulis Iqbal Khairul Amar; Budi Priyanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proyek Jalan Ruas Prambanan-Gayamharjo segmen B6 belum sesuai rencana, dengan deviasi pada pekerjaan galian 21%, timbunan -22%, struktur beton 16%, dan lapis fondasi agregat kelas A -30%. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian rencana dan realisasi serta menganalisis produktivitas alat berat di lapangan. Metode yang digunakan berupa analisis data primer dan sekunder dengan membandingkan produktivitas rencana dan aktual serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi. Hasil menunjukkan produktivitas aktual lebih rendah akibat kondisi medan, cuaca, dan waktu kerja yang kurang efektif. Optimalisasi penggunaan dan kombinasi alat berat serta peningkatan manajemen pelaksanaan diperlukan agar progres pekerjaan dapat ditingkatkan dan target proyek tetap tercapai.
Kajian Kebutuhan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Perencanaan Investasi Pembangunan Ruko Muhammad Syamsuddin Allamsyah; Muh. Nur Sahid; Budi Priyanto; Tsulis Iqbal Khairul Amar
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Pandeyan, Kecamatan Grogol, merupakan kawasan strategis yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan ruko, namun belum didukung oleh kajian kelayakan investasi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pasar ruko, menghitung total rencana anggaran biaya investasi, serta menilai kelayakan ekonomi pembangunan ruko di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara, serta data sekunder dari instansi terkait. Analisis kebutuhan pasar dilakukan menggunakan uji kecukupan data, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji korelasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Kajian ekonomi dianalisis menggunakan indikator NPV, IRR, PP, ROI, BEP, BCR, dan IP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pasar ruko didominasi oleh ruko tipe 1 (150/75 m²) sebesar 70% dan tipe 2 (288/96 m²) sebesar 30%. Total biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan kawasan ruko sebesar Rp15.501.492.267,31. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan nilai NPV sebesar Rp1.414.311.729,40 yang bernilai positif, IRR sebesar 18,33% per tahun, PP selama 23,72 bulan, dan ROI sebesar 48,89% per tahun. Titik impas proyek tercapai pada penjualan 11 unit ruko, dengan BCR sebesar 1,10 serta IP sebesar 1,08-1,10 yang lebih besar dari satu. Berdasarkan seluruh indikator tersebut, proyek pembangunan ruko di Kelurahan Pandeyan dinyatakan layak dan menguntungkan secara finansial serta direkomendasikan untuk direalisasikan.
Korelasi Nilai CBR Laboratorium dan DCP terhadap kondisi Proyek Pembangunan Jalan Tepus – Jerukwudel II Riandana Rizky Praja; Budi Priyanto
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 02 (2022): Desember: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v5i02.58

Abstract

Soil in a construction must have a high soil density value, a high soil density value affects the carrying capacity of the soil in carrying the load on it. dynamic cone penetration test / DCP (Dynamic Cone Penetrometer) is often performed. To get the CBR value, the DCP test results are correlated with a DCP-CBR Value Correlation formula. However, to anticipate deficiencies in the CBR-DCP correlation test, it is necessary to correct it with the DCP-CBR Correlation Formula from the Ministry of Public Works and Housing which is generally accepted for all regions of Indonesia. This research was conducted by conducting DCP tests at 8 points in the field and then taking soil samples which would then be taken to the laboratory to test the physical properties of the soil. After all the data has been obtained, then analyze and formulate the DCP – CBR correlation formula and compare it with the correlation formula. After doing the research, it is found that the DCP – CBR correlation formula model studied has the formula Log CBR = 3.2322 – 1.512 Log DCP, where this formula is generally in accordance with the DCP – CBR correlation formula from the Ministry of Public Works because of the position of the curve. slightly above the curve of the DCP-CBR Correlation formula of the Ministry of PUPR
Analisis Produktivitas Alat Berat Untuk Pekerjaan Galian Pada Proyek Pembangunan Jalan Tepus-Jerukwudel II (STA 25+100-25+225) Rizky Nugrahing Nur Assyifa; Budi Priyanto
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 02 (2022): Desember: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v5i02.59

Abstract

Technically, heavy equipment resources are the main factor in implementing a road project. The use of heavy equipment is urgently needed in the process of accelerating the implementation of road works in accordance with predetermined targets. In this project there are several stages of work planned and implemented, one of which is earthworks. Earthworks include excavation work that requires Rock Drill Breaker heavy equipment to speed up work time. This research was conducted at the Tepus-Jerukwudel Road Development Project Phase II, Gunungkidul Regency, with the aim of knowing the work productivity of heavy equipment and knowing the time needed for heavy equipment to complete excavation work. The method used is the manual calculation method using the productivity formula, time calculation and soil excavation volume calculation to produce the effective time during the use of Rock Drill Breaker . Based on the results of productivity calculations on excavation work using a Rock Drill Breaker with an hourly production of 23.86 m3/hour, daily production of 166.9 m3/day with a time of 83 days. The results of this study indicate that good management and utilization of heavy equipment can accelerate the expected target time.
Analisis Produktifitas Alat Berat Concrete Paver Pada Pekerjaan Rigid Pavement Proyek Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Riztira Yeca Tiya Milleda; Budi Priyanto
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 02 (2022): Desember: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v5i02.61

Abstract

Every toll road project development will require heavy equipment to facilitate work, one of which is rigid pavement work. Rigid pavement is a pavement construction using aggregate as raw material and using cement as a binder, so it has a relatively high level of stiffness, especially when compared to asphalt pavement (flexible pavement), so it is known and referred to as rigid pavement. The tool used for rigid work is the concrete paver, this tool is used because it is more efficient and can maintain the quality of the concrete. This study aims to be able to determine the productivity of the concrete paver heavy equipment. The data used is in the form of primary data obtained by observation, interviews and field data as well as manual calculations. The results obtained are the productivity of concrete paver heavy equipment with rigid work along 180 m wide 6, 7 is 43,5 while the ready mix productivity is 42.8 m³/hour with a production time of 6 hours 20 minutes.