Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisa Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Fabrikasi Baja pada Fabrikasi Baja Majalengka Bima Wicaksono, Arie; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.726

Abstract

Prefabrikasi merupakan metode konstruksi inovatif yang dibuat untuk meminimalkan kegiatan konstruksi untuk memastikan kualitas produk dengan baik. Perbedaan utama antara sistem prefabrikasi dan bangunan konvensional sistem adalah bahwa sebagian besar komponen bangunan diproduksi di luar area konstruksi. Produktivitas secara umum yaitu kemampuan menghasilkan sesuatu atau didefinisikan sebagai rasio ukuran input terhadap outputnya. Rendahnya Produktivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian dimulai pengumpulan data dengan menggunakan observasi langsung dan kuisioner. Kuisioner merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan tiap responden berdasarkan metode work study observasi langsung dilakukan pengamatan di lapangan. Data berupa observe time yang kemudian di olah menjadi basic time dan standard time. Tiap pekerjaan konstruksi baja akan dianalisis produktivitas pekerjanya untuk berbandingan aktualisasi dilapangan dengan yang direncanakan.Sehingga dapat disimpulkan perbedaan output, faktor relaxation allowanes dan jumlah pekerja menjadi faktor produktivitas pada pemotongan WF250 (regel). Faktor faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja adalah (1) Kualitas atau jumlah tenaga kerja. (2) Tingkat keahlian tenaga kerja. (3) faktor lingkungan dan keluarga terhadap pendidikan formal. (4) Kemampuan tenaga kerja untuk menganalisis situasi yang sedang terjadi dalam lingkup pekerjaannya (5) Minat tenaga kerja yang tinggi terhadap jenis pekerjaan yang ditekuni. Dalam menganalisa nilai produktivitas pada pekerjaan fabrikasi baja, Metode work study yang digunakan dan pengumpulan data berdasarkan observasi di lapangan. Selanjutnya akan didapatkan nilai produktivitas berdasarkan jenis pekerjaannya yaitu didapatkan marking pelat sebesar 563,25 kg/orang/hari dan WF: 886,47 kg/orang/hari. Lalu untuk pemotongan pelat: 891,85 kg/orang/hari dan WF 259,53 kg/orang/hari. Dan yang terakhir untuk nilai produktivitas pada perakitan didapatkan 282,43 kg/orang/hari.
Analisis Potensi Keuntungan Pekerjaan Grouting Metode Downstage dan Upstage pada Proyek Pembangunan Bendungan Jragung Zeriqo Mahardika Asy’ari, Muhammad; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.732

Abstract

Dalam pembangunan bendungan urugan kekuatan pondasi sangat penting. Pondasi harus dipastikan memiliki daya dukung yang kuat, maka dilakukan perbaikan pondasi dengan cara grouting. Terdapat dua metode saat pekerjaan grouting dilakukan yaitu metode downstage dan metode upstage. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode mana yang memberikan keuntungan lebih banyak. Metode upstage memiliki biaya sebesar Rp2.704.279.000 dan waktu selama 2350 menit, sedangakan metode downstage memiliki biaya sebesar Rp3.660.159.000 dan waktu selama 2620 menit. Hasil dari analisis ini diperoleh bahwa metode upstage memiliki keuntungan lebih banyak daripada metode downstage baik dari segi biaya maupun waktu. Kata Kunci: d
Analisa Produktivitas Excavator dan Dump Tuck pada Pekerjaan Timbunan Random Proyek Bendungan Jragung Prasetiyo, Didik; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.735

Abstract

Setiap pekerjaan konstruksi sangat memerlukan bantuan alat berat tidak terkecuali pekerjaan timbunan bendungan. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan penggunaan alat berat adalah lokasi dan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan, fungsi dan jenis alat berat yang akan digunakan seperti untuk menggali, mengangkut, menggusur, atau meratakan. Excavator CAT 320 GC memiliki produktivitas per hari 548,57 m3, excavator Komatsu PC 200-8M0 produktivitas perharinya 486,76 m3, dump truck Hino 260 TI memiliki produktivitas 102,40 m3 dan dump truck Hino 500 FG 235 JJ produktivitas perharinya 88,90 m3. Jumlah alat berat efektif adalah 1 excavator CAT 320 GC, 1 excavator Komatsu PC 200-8M0, 6 dump truck Hino 260 TI dan 5 dump truck Hino 500 FG 235 JJ. Alat berat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan timbunan random sesuai dengan target adalah 5 kombinasi yaitu 5 excavator CAT 320 GC, 5 excavator Komatsu PC 200-8M0, 30 dump truck Hino 260 TI dan 25 dump truck Hino 500 FG 235 JJ.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Timbunan Main Dam Bendungan Jragung Ichsanurrizki, Rifaldi; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 5 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i5.736

Abstract

Pembangunan Bendungan Jragung banyak sekali membutuhkan tenaga kerja dan alat berat. Sehingga dalam pekerjaan proyek konstruksi tersebut memiliki banyak risiko kecelakaan kerja yang dapat mengganggu jalannya sebuah proyek konstruksi. Diperlukan adanya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan konstruksi (SMKK) untuk mengendalikan risiko dan menjamin terwujudnya keselamatan konstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk untuk memahami resiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada pekerjaan timbunan maindam Bendungan .Jragung. Penilaian tingkat resiko berpedoman pada standar Australia Standart/New Zealand Standart (AS/NZS) 4360:2004. Dari hasil penelitian diperoleh total 15 risiko bahaya. Didapatkan 2 (13%) tingkat risiko dalam kategori rendah (Low), 4 (27%) tingkat risiko dalam kategori sedang (Medium) dan 8 (60%) tingkat risiko dalam kategori tinggi (Hard). Berdasarkan hasil analisis didapatkan risiko dominan masuk ke dalam kategori tinggi (Hard) dengan presentase 60%.