Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisa kinerja simpang BCP (bekasi cyber park) saat pembangunan tol becakayu section 2A menggunakan PTV vissim Sukmayu Saputri, Utamy; Ayusdira, Adi Iranda; Rozandi, Ardin; Iqbal KA, Tsulis
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v3i2.88

Abstract

Tingginya tingkat pertumbuhan masyarakat menimbulkan adanya peningkatan kebutuhan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, khususnya di bidang transportasi, sarana dan prasarana. Seiring dengan meningkatnya penggunaan moda transportasi menyebabkan bertambahnya mobilitas masyarakat dan mengakibatkan peningkatan kapasitas lalu lintas yang menyebabkan kemacetan. Sebagaimana kasus kemacetan pada simpang BCP (Bekasi Cyber Park) yang terkena dampak dari pembangunan Tol Becakayu Section 2A. Sistem pelayanan sinyal pada simpang tersebut masih menggunakan cara manual searah jarum jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa, mengevaluasi, dan memodelkan sebagaimana kinerja pada simpang tersebut. Metode yang digunakan dalam mengkaji permasalahan ini dengan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan pemodelan software PTV VISSIM Student Version, data yang digunakan yaitu volume jam puncak. Hasil analisis kinerja Simpang BCP 2 fase dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan melalui pemodelan PTV VISSIM pada kondisi eksisting atau saat pembangunan tol Becakayu, menunjukan tingkat rata-rata pelayanan (LOS_E), Panjang antrian rata-rata (Qlen) sebesar 115 m, dan tundaan simpang (VehDelay) sebesar 52.69 det/skr. Dengan hasil kondisi eksisting tersebut maka sangatlah penting adanya evaluasi dalam meningkatkan kinerja lalu lintas, terkait kondisi simpang BCP dikarenakan kondisi existing saat pembangunan Jl. KH Noer Ali & Jl. Mayor Madmuin Hasibuan masih beroperasi.
COMPARISONAL ANALYSIS OF FLY ASH (CASE STUDY AT PLTU PORT RATU) Ismail; Ardin Rozandi; Danang Purwanto; Tsulis Iqbal Khairul Amar; Matrunevich Oksana Viktorovna
INTERNATIONAL JOURNAL ENGINEERING AND APPLIED TECHNOLOGY (IJEAT) Vol. 3 No. 2 (2020): International Journal of Engineering and Applied Technology (IJEAT)
Publisher : Nusa Putra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.978 KB) | DOI: 10.52005/ijeat.v3i2.41

Abstract

Fly ash can include toxins from high levels of bottom ash in some circumstances, such as burning of solid waste to generate power (resource recovery facilities or waste-to-energy conversion), and combining fly ash and bottom ash together delivers corresponding quantities of contaminants. Under some conditions, fly ash can be classified as non-hazardous waste, but if it is not blended, it can be classified as hazardous waste. The goal of this research was to find out about the differences between fly and bottom ash, as well as the influence of fly ash on bottom ash in terms of avoiding abrasion. In addition, the study's goal was to see how fly ash affected coconut fiber's resistance to abrasion. This study employed a quantitative technique in which the researcher used primary data sources such as questionnaires and observations, as well as secondary data sources such as prior studies. The findings revealed that fly ash had no effect on bottom ash in terms of avoiding abrasion. Furthermore, it is well known that neither fly ash nor bottom ash are effective against coconut fiber. Fly ash has a coarser texture than bottom ash, according to the findings. The regression test revealed that there was no difference between fly ash and bottom ash, as well as coconut coir, in terms of reducing abrasion
Analisis Faktor Keterlambatan Proyek Pembangunan Pusat Informasi Dengan Metode Regresi Linier Sederhana Dede Muhamad Nurdin Jaya; Danang Purwanto; Tsulis Iqbal Khairul Amar; Okost Maksim Viktorovich
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v4i1.108

Abstract

Pembangunan Pusat Informasi dan Infrastruktur Ekowisata Tenaga Surya adalah adalah salah satu proyek pembangunan yang berada di Pulau Miosara Kecil, SAP Raja Ampat. Dalam proses pembangunan Pusat Informasi mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan proyek pembangunannya, Keterlambatan penyelesaikan proyek pembangunan ini diakibatkan oleh waktu pelaksanaan yang tidak termaksimalkan, ataupun dikarenakan Manajemen sumber daya manusia dan uang proyek yang kurang baik sehingga menyebabkan beberapa item pekerjan lewat dari waktu yang sudah di rencanakan. Tujuan dari pada penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh sehingga proyek kontruksi pembangunan mengalami keterlambatan. Metode yang akan di lakukan adalah penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek yang dijadikan acuan untuk melakukan wawancara terlebih dahulu supaya kuisioner yang dibagikan kepada pekerja yang berada di sekitaran pembangunan ini merupakan data yang lebih mendekati valid. Kemudian hasil dari survey kelapangan peneliti akan membagikan 30 kuisioner untuk pihak-pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan Pusat Informasi dan Infrastruktur Ekowisata Tenaga Surya, hasil data tersebut di Uji Validitas Data, Uji Reilabilitas, dan Analisis Faktor untuk mengetahui tingkatan pengaruh dari faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa perubahan desain pekerjaan dengan nilai .591 dan pekerjaan tambah dalam jumlah besar dengan nilai .476 merupakan faktor dominan yang menyebabkan keterlambatan.
Analisis harga pokok produksi desain eksperimen batako berbahan bottom-ash Tsullis Iq'bal Khairul Amar; Paikun; Utamy Sukmayu Saputri; Muhammad Hidayat
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v4i2.134

Abstract

Pengembangan inovasi bahan konstruksi dibutuhkan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pasar. Batako sebagai komoditi besar di sektor pembangunan ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan kekuatan namun dengan harga yang sesuai. Sebagian besar penelitian mengenai pengembangan bahan penyusun batako melakukan subtitusi agregat halus dengan material bottom-ash. Material sisa ini seringkali tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga jumlahnya melimpah tanpa manfaat. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui nilai kuat tekan batako dengan agregat bottom-ash, kemudian dihitung analisis biaya kebutuhan produksi dengan metode full-costing. Sehingga disimpulkan kelayakan batako untuk dapat dipasarkan. Studi terdahulu menunjukan campuran 1PC:5BA termasuk kategori mutu II, III, dan IV menurut SNI 03-0349. Hasil perhitungan dengan komposisi tersebut menghasilkan harga produksi Rp. 2.254,2 per batako. Hal ini menunjukan dari segi harga, batako campuran bottom-ash layak untuk dipertimbangkan sebagai komoditi baru.
Analisis Komparasi Quantity Take Off Pekerjaan Struktur Berdasarkan Metode Konvensional Dan Metode BIM Studi Kasus : Perencanaan Omah DW Alfia Maghfirona; Tsulis Iq'bal Khairul Amar; Abdul Aziz Muhammad Habib Failasufa
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2023): Next Issue on, September 2023
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v5i2.272

Abstract

Rumah merupakan kebutuhan primer untuk menjamin kelangsungan hidup bagi manusia. Quantity Take Off (QTO) adalah pengukuran detail bahan dan bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan Quantity Take Off pekerjaan struktur dengan metode yang berbeda. Metode yang digunakan berupa analisis menggunakan metode konvensional menggunakan Microsoft Excel dan metode BIM menggunakan Autodesk Revit 2023. Jenis penelitian yang dilakukan berupa studi kasus (case study) perencanaan OMAH DW dengan luas tanah 80 m2 dan luas bangunan 117 m2 dengan struktur bangunan 3 lantai pada perhitungan berat besi tulangan, volume beton, dan kebutuhan bekisting beton. Hasil perhitungan analisis QTO pekerjaan struktur menggunakan BIM dan metode konvensional menghasilkan selisih 0,55% untuk perhitungan berat besi tulangan, 0,38% untuk perhitungan volume beton, dan 0,31% untuk perhitungan kebutuhan bekisting. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan metode BIM dinilai lebih efisien dibandingkan dengan konvensional.
RETRACTED: Construction Schedule Management for Densely Populated Areas Using CPM-Crashing Tsulis Iq'bal Khairul Amar; Fresti Febria Astuti; Vivi Tri Wulandari
UKaRsT Vol. 7 No. 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v7i2.4815

Abstract

This article has been retracted: please see U Karst Policy on Article Withdrawal. (https://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/ukarst/article-retraction) This article has been retracted at the request of the Editor-in-Chief. This decision was taken because it was discovered that almost the same article had been published earlier on October 31, 2023, in the Jurnal Teknik Sipil: Rancang Bangun (https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/rancangbangun/article/view/2632). The author was identified as having made multiple submissions, namely submitting a manuscript in the U Karst Journal on July 3, 2023, and also submitting almost the same manuscript in the Jurnal Teknik Sipil: Rancang Bangun on August 24, 2023. The Editors deplore the practice of simultaneous multiple submissions of papers to different journals. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes a very strong view on this matter, and we apologize to the journal readers that this was not detected during the submission process.
STRATEGI PERCEPATAN PROYEK DENGAN METODE CRASHING PADA PEMBANGUNAN DRAINASE DI PEMUKIMAN PADAT PENDUDUK Amar, Tsulis Iq'bal Khairul; Fresti Febria Astuti; Vivi Tri Wulandari
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v9i2.2632

Abstract

Pembangunan sebuah proyek konstruksi harus memperhatikan faktor resiko di sekitar lokasi. Pembangunan drainase di Pekalongan adalah salah satu contohnya. Demografis yang padat memerlukan strategi tersendiri untuk mengatasinya. Percepatan proyek direkomendasikan untuk menjadi solusi alternatif penyelesaian. Metode yang diadopsi adalah percepatan crashing, dimana pekerjaan yang dianalisis adalah pekerjaan kritis. Data yang dibutuhkan adalah RAB, AHSP, dan Kurva-S. Pekerjaan kritis didapatkan dengan bantuan metode CPM yang divisualisasikan aplikasi Microsoft Project 2019. Waktu percepatan proyek dipilih 1 hari, 7 hari, dan 30 hari. Hasil menunjukan bahwa percepatan waktu 30 hari merupakan pilihan yang paling tepat dengan tambahan biaya Rp 33.517.144 disimpulkan dari biaya slopenya. Percepatan waktu dari durasi awal 180 hari menjadi 150 hari dapat dihandalkan sebagai acuan proyek serupa. Sehingga permasalahan proyek yang mungkin timbul di daerah padat penduduk dapat diminmalisir.
Analysis of Factors Affecting Labor Productivity in Fixing and Formwork Work on the Joglo Fly Over Rail Project Azhari, Muhammad Khalid Hasyim; Amar, Tsulis I’qbal Khairul
ASTONJADRO Vol. 13 No. 3 (2024): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v13i3.15783

Abstract

The study investigates factors influencing worker productivity in construction projects, recognizing the challenge of balancing a sufficient workforce without compromising efficiency. Employing work sampling and regression analysis, eight variables are identified: experience, education, health, family dependents, wages, field conditions, weather, and K3. The results reveal that, collectively, these variables fall below established standards, indicating a lack of significant impact on labor productivity. Notably, experience emerges as the most influential factor, although its significance level remains below the threshold. Despite this, the variable's calculated t value of 1.772 suggests its relative importance compared to others. The study underscores the need for meticulous labor selection, emphasizing experienced individuals to enhance overall productivity. While no single variable surpasses the significance threshold, the findings provide valuable insights for construction project management, urging a focus on experienced workers to improve productivity levels. Ultimately, the study contributes to understanding the nuanced dynamics of worker productivity in construction, urging practitioners to consider experience as a pivotal factor in their labor selection process.
The Influence of Travel Time and Transportation Costs on the Use of Online Motorbike Taxi in Palembang City Rozandi, Ardin; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Permadi, Dio Damas
ASTONJADRO Vol. 14 No. 1 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i1.16335

Abstract

One of the cities in Indonesia that usually uses motorbike taxis or online motorbike taxi services for transportation is Palembang. Mode selection is the main stage in transportation planning and policy. Urban areas need to provide space for mobility modes and transportation infrastructure because the choice of mode affects how efficiently people can move around. The choice of transport mode is determined by competition between transport modes, which takes into account travel demand and can benefit both private and public transport. Data-based online motorcycle taxi applications facilitate consumer access by making it easier for the general public and students to confirm the driver's identity. Online transportation is becoming increasingly common in big cities like Palembang as the transportation sector develops to better serve people's demand for efficient mobility. This research aims to analyze how travel time and transportation costs can influence the use of online motorcycle taxi transportation in Palembang City. This research uses quantitative descriptive research, this research uses non-probability samples with a purposive approach, namely a technique for determining samples with certain opinions, so the number of samples in this research is 96 people in the city of Palembang who use online motorbike taxi transportation. Data collection techniques using questionnaires, and data analysis using multiple linear regression. Based on the research results, travel time has a significant influence on the use of online motorcycle taxis in Palembang City (0.003 < 0.05), and transportation costs have a significant influence on the use of online motorcycle taxis in Palembang City (0.000 < 0.05). Travel time and transportation costs have a significant influence on the use of online motorcycle taxis in Palembang City (0.000 < 0.05), with a model capability of 70.5%, while the remaining 29.5% of online motorcycle taxi use in Palembang City is influenced by factors others not examined in this study.
Evaluasi Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Peningkatan Jalan Ngadirojo-Giriwoyo Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2024 dengan Metode Least Cost Analysis Aziz, Sani Atika; Amar, Tsulis Iqbal Khairul; Sahid, Muh. Nur; Priyanto, Budi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2025: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Peningkatan Jalan Ngadirojo-Giriwoyo merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Wonogiri. Namun dalam pelaksanaannya proyek ini mengalami keterlambatan pelaksanaan sebesar 9,185% pada minggu ke-19, yang berpotensi menyebabkan tidak tercapainya target waktu pelaksanaan. Untuk mengatasi hal ini dilakukan percepatan proyek (crashing) menggunakan metode Least Cost Analysis guna memperoleh alternatif percepatan dengan waktu dan biaya tambahan seminimal mungkin. Analisis dilakukan pada aktivitas sisa yang berada di lintasan kritis menggunakan metode Precendence Diagram Method (PDM) melalui Microsoft Project 2019. Penelitian ini membandingkan tiga alternatif percepatan yaitu penambahan jam kerja (lembur), penambahan tenaga kerja dan kombinasi keduanya. Hasil menunjukkan bahwa alternatif kombinasi yaitu penambahan jam kerja 4 jam dan tenaga kerja tambahan memberikan hasil terbaik dalam percepatan proyek. Alternatif ini menghasilkan durasi pelaksanaan selama 42,62 hari kerja dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp 5.524.152.481,44. Dengan demikian penerapan metode Least Cost Analysis memberikan hasil yang efisien dalam menentukan strategi percepatan proyek, terutama pada proyek jalan dengan keterbatasan waktu pelaksanaan.