Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Potensi UMKM di Desa Musir Lor: Strategi Pendampingan dan Peningkatan Kinerja Arum Pratiwi, Sekar; Prima Rini, Hesty
PADMA Vol 4 No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v4i1.1347

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran penting dalam ekonomi Indonesia, namun sering menghadapi tantangan manajemen dan pemasaran. Kuliah Kerja Nyata Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN-T MBKM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di Desa Musir Lor bertujuan memberdayakan UMKM melalui pelatihan manajerial dan rebranding. Metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, sosialisasi ide bisnis, dan pelaksanaan rebranding. Hasilnya menunjukkan peningkatan penjualan dan kesadaran merek serta minat konsumen. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas manajerial dan daya saing UMKM, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Manajemen Risiko pada Pekerjaan Beton Proyek Pembangunan Bendungan Jlantah Arum Pratiwi, Sekar; Priyanto , Budi
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i3.660

Abstract

Pekerjaan konstruksi adalah salah satu pekerjaan dengan risiko yang besar karena dapat memicu kegagalan proyek. Proyek pembangunan Bendungan Jlantah juga tidak luput dari risiko khususnya pada pekerjaan beton. Pekerjaan beton dilaksanakan pada lokasi dan waktu pengerjaan yang berbeda-beda sehingga membutuhkan penanganan risiko masing-masing. Risiko dapat berpengaruh pada kualitas bangunan yang dihasilkan hingga memunculkan keterlambatan yang menyebabkan penambahan waktu dan anggaran biaya. Dalam menghindari keterlambatan pekerjaan beton, maka perlu dilakukan identifikasi faktor risiko pekerjaan beton. Dengan menggunakan metode kualitatif yang diperoleh melalui proses wawancara maupun observasi di lokasi penelitian didapatkan beberapa faktor risiko pekerjaan beton yaitu kurangnya ketersediaan peralatan, keterlambatan kedatangan material, material yang akan digunakan tidak memenuhi spesifikasi, kerusakan alat saat persiapan pengecoran maupun saat pengecoran berlangsung, cuaca, dan produk beton mengalami keretakan permukaan. Sedangkan metode studi literatur digunakan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang mungkin terjadi pada pekerjaan beton pada pelaksanaan proyek konstruksi. Dalam menghindari keterlambatan pekerjaan beton, maka perlu dilakukan identifikasi manajemen risiko dengan adanya pengendalian dari faktor risiko.
Peran Budaya Organisasi dan Disiplin Kerja dalam Membentuk Workplace Deviant Behavior pada Perusahaan Manufaktur Arum Pratiwi, Sekar; Korika Swasti, Ika; Marthina Rosyanti, Daisy
Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jrpe.v11i1.12849

Abstract

This study aims to analyze the role of organizational culture and work discipline on deviant behavior in the workplace at a flexible packaging materials manufacturing company located in Sidoarjo Regency. This study employs a quantitative approach using a survey method. The sample consisted of 86 respondents, selected through purposive sampling based on the criterion of permanent employees who had been working for at least one year. Data were collected via a questionnaire using a Likert scale and document analysis, then analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that organizational culture plays a significant role in reducing the occurrence of deviant behavior in the workplace, as well-internalized values and norms can shape employee behavior in a more positive manner. On the other hand, work discipline is also involved in creating order, although its impact has not yet shown a significant influence. A strong organizational culture and consistent enforcement of work discipline can reduce the potential for deviant behavior, thereby enabling companies to maintain operational stability and enhance long-term effectiveness. This study also fills a gap in the literature, as most previous research has focused more on the influence of organizational culture and work discipline on performance rather than on deviant behavior in the workplace. These findings contribute theoretically by expanding our understanding of the factors influencing deviant behavior in the workplace, particularly within the manufacturing sector in Indonesia. Practically, the results of this study can serve as a guide for company management in developing more effective strategies to strengthen cultural values and work discipline systems, thereby reducing the risk of deviant behavior and improving work productivity.