Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGUATAN PROGRAM KEMITRAAN PENGGEMUKKAN TERNAK BABI PADA KELOMPOK TANI SEHATI KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Redempta Wea; Defrys Ridolof Tulle; Andy Yumima Ninu; Cytske Sabuna; Stormy Vertygo; Helda Helda; Yelly M Mullik; Bernadete Barek Koten; Aholiab Aoetpah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.966 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v6i2.552

Abstract

Kelompok Tani Sehati merupakan kelompok tani yang telah bermitra dengan  Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam kegiatan penggemukkan ternak babi  sejak Tahun 2019. Kegiatan kemitraan ini telah memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan anggota kelompok tani tentang manajemen dan model kemitraan penggemukan ternak babi dalam kerangka peningkatan skala usaha dan pendapatan dari usaha penggemukan. Namun kegiatan ini telah terhenti  akibat mengalami kerugian yang disebabkan oleh wabah penyakit virus African Swine Fever (ASF). Kendala modal merupakan salah satu faktor penghambat dalam memulai lagi usaha penggemukkan babi selain faktor terbatasnya pengetahuan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit khususnya penyakit seperti African Swine Fever (ASF) serta bagiamana memperkuat sistem kemitraan yang dibangun menuju kemandirian kelompok tani. Tujuan kegiatan adalah menerapkan program kemitraan melalui aktifitas penggemukan ternak babi di kelompok Sehati. Metode kegiatan meliputi: diskusi bersama pengurus  kelompok tani, pengadaan dan distribusi sarana produksi ternak, penyuluhan dan demplot serta monitoring dan evaluasi.. Hasil kegiatan adalah usaha ternak babi (penggemukkan) tetap dijalankan dengan penguatan sistim kemitraan yang telah dilaksanakan sebelum wabah penyakit  African Swine Fever (ASF), telah memenuhi harapan mitra dengan jumlah bibit yang digemukan sebanyak 8 ekor dan telah meningkatkan pengetahuan peternak tentang biosecurity dalam  pengendalaian wabah penyakit menular.
Analisis Laju Perkecambahan Kacang Tanah (Arachis hypogaea (L.) Merr.) yang Diberikan Kombinasi Perlakuan Suhu dan Lama Perendaman Asap Cair (Liquid Smoke) Basry Yadi Tang; Stormy Vertygo; Abner Tonu Lema; Wahyu Dani Swari
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 20 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v20i1.1482

Abstract

The research aims to get to analyze the effect of temperature and liquid smoke soaking combination on the velocity of peanut germination. Parameters measure were; Mean Germinatin Time (MGT), Mean Germinatin Rate (MGR), Final Germintaion Percentage (GT), Coefficient Velocity Of Germination (CVG), Germination Rate Index (GRI). The treatment combinations used were temperature 250C (1), 300C (2), 350C (3) dan 400C (4) and liquid smoke in which the seeds were soaked for 1 hour (a), 2 hours (b) and 3 hours (c). This resulted in 12 treatment combinations. Results showed that the best treatments were control 1 (K0 250C), control 4 (K0 400C) and 4a (K1 400C), with germination velocity as folows: 1.67 cm.day-1, 1.50 cm.day-1 and 2.00 cm.day-1 respectively . However, it is recommended to use soaking in liquid smoke for an hour (1a) in order to further initiate germination development that could hopefully lead to a much higher peanut crop yield during cultivation.
PELATIHAN TEKNISI LABORATORIUM BIOMOLEKULER KESEHATAN MASYARAKAT PROVINSI NTT UNTUK PERSIAPAN PENANGANAN SAMPEL COVID-19 SECARA POOLED-TEST Stormy Vertygo; Fainmarinat S. Inabuy2; Alfredo Kono; Ermi Ndoen; Dominggus Elcid Li
Bakti Cendana Vol 4 No 1 (2021): Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/bc.4.1.2021.20-36

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), suatu metode pemeriksaan diagnostik yang dapat menganalisa sampel dalam jumlah banyak dengan waktu singkat menjadi sangat imperatif untuk dilakukan. Menyikapi hal ini, sejumlah putra-putri NTT yang tergabung dalam organisasi Forum Academia NTT (FAN) memprakarsai penerapan metode pooled-test untuk analisa diagnostik sampel COVID-19 yang diharapkan dapat mengoptimalkan program pemerintah dalam mempercepat penanganan penyakit ini di wilayah NTT. Pada Maret 2020 lalu, sebanyak 13 teknisi laboratorium (laboran) telah berhasil diseleksi yang akan ditempatkan pada Laboratorium Biomolekuler Kesehatan Masyarakat Provinsi NTT, khususnya untuk menjalankan prosedur analisis sampel menggunakan metode tersebut di atas. Akan tetapi, sebelum para laboran ini siap beraktivitas, diperlukan suatu pelatihan khusus yang dapat membekali mereka dengan kompetensi dan keterampilan dasar yang diperlukan. Pada Juni 2020, pelatihan Biomolekuler tahap I telah dilaksanakan yang memiliki maksud dan tujuan tersebut. Topik pelatihan yang diajarkan berupa: Pengenalan Biosafety Lab dan Biosafety Cabinet, Teknik Penggunaan Mikropipet, Teknik Analisis DNA/RNA menggunakan metode Elektroforesis, Nano-Spektrofotometer, PCR dan qPCR, serta Pengenalan metode Pooled-test. Berdasarkan hasil observasi, para peserta dianggap telah cukup menguasai berbagai teknik Biomolekuler Dasar yang diajarkan yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap hasil penanganan analisis sampel yang lebih akurat, terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
THE GERMINATION OF INDOGOFERA ZOLLINGERIANA BY SOAKING IN LIQUID SMOKE WITH DIFFERENT CONCENTRATIONS Yelly Magdalena Mulik; Stormy Vertygo; Vivin E. Se’u; Basry Y. Tang
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 3 No 1 (2021): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v3i1.892

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of immersion using liquid smoke with different concentrations on the germination viability of Indigofera zollingeriana. The design used was a completely randomized design with 4 treatments: A0 = 0% liquid smoke, A20 = 20% liquid smoke, A40 = 40% liquid smoke, A100 = 100% liquid smoke, each treatment with 4 replications. The parameters observed were the germination viability, mean germination time, and mean daily germination. ANOVA analysis showed that the treatment had a significant effect on germination viability but insignificant on the germination rate and mean germination time. Treatment A0 was the treatment with the highest germination viability (75%), but the highest germination rate (0.34 cm/day) was in treatment A20. The higher the concentration of liquid smoke, the lower the germination viability, the germination rate and the mean germination time.
ANALISIS KANDUNGAN NUTRISI CACING LAUT NYALE PADA PERAIRAN PANTAI WANOKAKA, SUMBA BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR Stormy Vertygo
Indigenous Biologi : Jurnal Pendidikan dan Sains Biologi Vol 5 No 2 (2022): Indigenous Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v5i2.328

Abstract

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang menyimpan kekayaan alam dan potensi pariwisata yang tak kalah luar biasa eksotismenya. Salah satu potensi alam biotik yang unik di daerah ini adalah cacing laut Nyale yang terdapat di perairan kabupaten Sumba Barat. Cacing ini memiliki keunikan tersendiri karena memiliki tampilan morfologis yang berwarna-warni serta hanya muncul ke permukaan air sekali dalam setahun. Secara budaya, kemunculannya di perairan pesisir pantai ini harus diikuti pula oleh suatu ritual yang dipimpin oleh para ketua adat yang disebut Rato dan menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Cacing ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat lokal baik sebagai pangan maupun obat. Akan tetapi, kajian ilmiah terhadap cacing laut yang berada di daerah ini masih sangat minim dilakukan khususnya terkait analisis kandungan nutrisinya. Dalam penelitian ini, sampel cacing Nyale diambil dari perairan pantai Wanokaka pada bulan Maret 2022 dan dilanjutkan ke analisis proksimat. Parameter yang diukur adalah kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, BETN dan aktivitas antioksidan. Hasil analisis memperoleh kadarnya secara berturut-turut adalah 6.22%, 10.41%, 52.34%, 9.61%, 0.51%, 27.13% dan 53.59%. Hasil ini menunjukkan bahwa cacing ini dapat dijadikan sebagai pangan alternatif bersumber protein yang dapat menggantikan sumber-sumber protein lainnya seperti ikan, daging, telur, tahu dan tempe. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat semakin memberikan informasi-informasi baru terkait cacing ini yang dapat membantu peningkatan aspek pendidikan, riset/penelitian, pariwisata, pangan & nutrisi, serta konservasi & pelestarian lingkungan terkhususnya di daerah kabupaten Sumba Barat, NTT.
PBL Dissemination: Introduction of RABAL Probiotic to Livestock Farmers in Cibal Village, Manggarai District, NTT Province Dedy Dorens Mesak; Familianus Fourenal; Stormy Vertygo
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v10i1.11644

Abstract

The livestock subsector in East Nusa Tenggara (NTT) contributes 28.51% to the regional GDP and employs 51.4% of the workforce; however, its economic growth remains slow, ranking only seventh among 17 economic sectors. One of the primary causes of this slow growth is low livestock productivity, which is largely attributed to poor feed processing practices that limit nutrient absorption and result in suboptimal average daily weight gain in cattle. To address this root cause, students at Politeknik Pertanian Negeri Kupang introduced Rabal Probiotics to farmers in Rado Village through the Student Community Service Program (KKBM). Rabal Probiotics, a locally developed probiotic containing Saccharomyces cerevisiae and Lactobacillus casei, improves feed digestion and nutrient absorption, thereby directly enhancing livestock growth rates. The students conducted training activities comprising lectures, demonstrations, and hands-on practice to increase farmers' understanding and practical skills in producing Rabal Probiotics, promote sustainable livestock practices, and demonstrate successful project-based learning implementation. The results showed that all participating farmers (100%) mastered the theoretical aspects, while practical understanding of proportional scaling increased to 70%.
PELATIHAN SELEKSI TELUR, PENAMPUNGAN SEMEN, INSEMINASI BUATAN DAN PENETASAN TELUR AYAM DI P4S AFRO FARM, DESA BAUMATA, KABUPATEN KUPANG Arnold Ch. Tabun; Catootjie Lusje Nalle; Dina V. SinlaE; Helda Helda; Damai Kusumaningrum; Stormy Vertygo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v11i1.7552

Abstract

P4S AFRO FARM melakukan pembibitan dan budidaya ayam Kelantang Unggulan Balitbangtan. Pembibitan yang dilakukan di P4S Afro Farm masih menggunakan metode perkawinan alamiah dari ayam-ayam jantan dan betina KUB yang dibudidaya untuk menghasilkan telur konsumsi sekaligus telur tetas. Bibit DOC ayam KUB yang dipelihara P4S Afro Farm masih didatangkan dari luar provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk itulah kegiatan pelatihan seleksi telur, penampungan semen, inseminasi buatan dan penetasan telur ayam dilakukan. Ternak ayam jantan yang digunakan untuk kegiatan pelatihan penampungan semen adalah ayam Bangkok dan ayam Filipina, sedangkan untuk kegiatan inseminasi buatan digunakan ayam ras petelur komersial. Telur yang diseleksi adalah telur-telur ayam KUB, sedangkan telur-telur yang ditetaskan adalah telur-telur ayam KUB dan telur hasil inseminasi buatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kompetensi mitra di bidang seleksi telur tetas, penampungan semen dengan metode pijat perut dan inseminasi buatan meningkat 100% setelah kegiatan pelatihan. Hasil IB antara ayam ras petelur betina dengan pejantan unggul menghasilkan berhasil menghasilkan telur. Rata-rata daya tetas telur hasil kegiatan adalah 92,3%. Simpulannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terbukti efektif karena menyelesaikan permasalahan yang mitra. Ketercapaian ini karena pemilihan metode yang tepat dan antusiasme mitra serta mahasiswa yang tinggi.