Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Dedikasi

PREV PREVALENSI ALENSI PENY PENYAKIT AKIT CACING MA MATA (OXYSPIRURIASIS) PADA AY AYAM AM BURAS DI MALANG DAN UP UPAYA PENGOBA PENGOBATANNY ANNY ANNYA Zalizar, MS, Drh. Lili; Hendraningsih, MP, Ir. Listiari; M.Si, Ir. Suyatno,
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.236 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.913

Abstract

Kegiatan dilaksanakan di 5 desa dan 2 tempat pemotongan ayam di KabupatenMalang. Kegiatan ini meliputi penyuluhan baik secara individual dan komunal,pengamatan pengobatan pada ayam yang terinfeksi dan monitoring.Jenis ayam yang diamati terdiri dari beberapa ayam buras yaitu: ayam jawa,arab, kate, kedu dan Bangkok dengan jumlah 488 ekor.Respon peternak terhadap penyuluhan cukup baik, karena merupakan informasibaru dan juga obat yang dibutuhkan murah.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa angka prevalensi oksispiruriasis diKabupaten Malang adalah 4,71 % (23 dari 488 ekor ayam). Prevalensi tertinggiterjadi pada ayam jawa 95,65 % (22 dari 23 ekor ayam), dan pada umur 3-12 bulan95,65 % (22 dari 23 ekor ayam).Rendahnya nilai prevalensi oksispiruriasis di Kabupaten Malang erat kaitannyadengan sanitasi kandang yang sudah baik dan pengamatan pada musim kemarau.
PEMANFAATAN “BIOLACTA” SEBAGAI SUPLEMENT VITAMIN MINERAL PADA PAKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH PFH DL WII.AYAH KUD DAU Hidayati, Asmah; Hendraningsih, Listiari
Jurnal Dedikasi Vol 1, No 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.018 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.884

Abstract

Analisis SituasiJawa Timur merupakan salah satupenghasil susu terbesar di Indonesia denganjumlah populasi sekitar 111.000 ekor atau32,16% ekor atau 32,16% darijumlah seluruhpolpulasi di Indonesia (Deptan, 1996). Salahsatu kendala yang dihadapi petemak sapi perahdi Jawa Timur adalah keseimbangan akanketersediaan hijauan pakan ternak, khususnyapada saat musim kemarau.Untuk mernecahkan kendala tersebut, makasampai saat ini telah dicari upaya dari berbagaiaspek diantaranya adalah mengoptimalkanlimbah pertanian sebagai sumber bahan pakanpengganti hijauan. 3i Indonesia , yang berikiimtropis mempunyai karakteristik terhadapkualitas tanaman khususnya yang digunakansebagai pakan ternak yaitu rendahnya kadarprotein kasar dan tingginya kadar serat kasar,lignin maupun silica, yang ketiga zat tersebutberperan penting untuk tegaknya tanaman.Kandungan gizi yang demikian tentunya akanberpengaruh pula pada limbahnya yaitu sisatanaman yangjelas diambil buahnya saat panen.Kendala kuantitas dan kualitas limbah yangharus dicarikan pemecahan supaya dapatditingkatkan kualitas gizi bagi ternak yangdiberi pakan asal bahan hijauan ini. Salah satualtematif upaya untuk mengefektifkan danmengefisiensikan sumber pakan hijauan adalah“Biolacta”, yaitu suatu bahan yang terdiri atasvitamin dan mineral, yang dapat ditambahkanpada bahan pakan guna lebih mengoptimalkanpenyerapan dan proses metabolisme bahanpakan dalam tubuh ternak.Biolacta potensial dikembangkan untuk daerahpetemak sapi perah seperti di kota Malang,karena mempakan sentra produksi susuterutama di Malang di dataran tinggi. Produksisusu di Jawa Timur sekitar 30,22% dan totalproduksi nasional dan setiap wilayah koperasirata-rata mencapai 1-544 juta liter (GKS 1).Dau meruapkan wilayah produksi susu diMalang, dan ketiganya belum dapat mencapaiproduksi maksimal sehubungan dengankendala ketersediaan hijauan pakan terutamapada saat kemarau. Di samping itu, Daumelimpah tanaman pangannya, yang dapatdimanfaatkan limbahnya untuk pakan sapiperah. Dilihat dan sistem oragnisasi koperasisapi perah dan sumber daya manusianya sangatmemungkinkan untuk diterapkannya lptekkhususnya penggunaan “Biolacta” sebagaipemacu metabolisme dan penyerapan nutrisidan bahan pakan khususnya limbah pertanianuntuk sapi perah.
PEMANFAATAN “BIOLACTA” SEBAGAI SUPLEMENT VITAMIN MINERAL PADA PAKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH PFH DL WII.AYAH KUD DAU Asmah Hidayati; Listiari Hendraningsih
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 2 (2004): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i2.884

Abstract

Analisis SituasiJawa Timur merupakan salah satupenghasil susu terbesar di Indonesia denganjumlah populasi sekitar 111.000 ekor atau32,16% ekor atau 32,16% darijumlah seluruhpolpulasi di Indonesia (Deptan, 1996). Salahsatu kendala yang dihadapi petemak sapi perahdi Jawa Timur adalah keseimbangan akanketersediaan hijauan pakan ternak, khususnyapada saat musim kemarau.Untuk mernecahkan kendala tersebut, makasampai saat ini telah dicari upaya dari berbagaiaspek diantaranya adalah mengoptimalkanlimbah pertanian sebagai sumber bahan pakanpengganti hijauan. 3i Indonesia , yang berikiimtropis mempunyai karakteristik terhadapkualitas tanaman khususnya yang digunakansebagai pakan ternak yaitu rendahnya kadarprotein kasar dan tingginya kadar serat kasar,lignin maupun silica, yang ketiga zat tersebutberperan penting untuk tegaknya tanaman.Kandungan gizi yang demikian tentunya akanberpengaruh pula pada limbahnya yaitu sisatanaman yangjelas diambil buahnya saat panen.Kendala kuantitas dan kualitas limbah yangharus dicarikan pemecahan supaya dapatditingkatkan kualitas gizi bagi ternak yangdiberi pakan asal bahan hijauan ini. Salah satualtematif upaya untuk mengefektifkan danmengefisiensikan sumber pakan hijauan adalah“Biolacta”, yaitu suatu bahan yang terdiri atasvitamin dan mineral, yang dapat ditambahkanpada bahan pakan guna lebih mengoptimalkanpenyerapan dan proses metabolisme bahanpakan dalam tubuh ternak.Biolacta potensial dikembangkan untuk daerahpetemak sapi perah seperti di kota Malang,karena mempakan sentra produksi susuterutama di Malang di dataran tinggi. Produksisusu di Jawa Timur sekitar 30,22% dan totalproduksi nasional dan setiap wilayah koperasirata-rata mencapai 1-544 juta liter (GKS 1).Dau meruapkan wilayah produksi susu diMalang, dan ketiganya belum dapat mencapaiproduksi maksimal sehubungan dengankendala ketersediaan hijauan pakan terutamapada saat kemarau. Di samping itu, Daumelimpah tanaman pangannya, yang dapatdimanfaatkan limbahnya untuk pakan sapiperah. Dilihat dan sistem oragnisasi koperasisapi perah dan sumber daya manusianya sangatmemungkinkan untuk diterapkannya lptekkhususnya penggunaan “Biolacta” sebagaipemacu metabolisme dan penyerapan nutrisidan bahan pakan khususnya limbah pertanianuntuk sapi perah.
PREV PREVALENSI ALENSI PENY PENYAKIT AKIT CACING MA MATA (OXYSPIRURIASIS) PADA AY AYAM AM BURAS DI MALANG DAN UP UPAYA PENGOBA PENGOBATANNY ANNY ANNYA Drh. Lili Zalizar, MS; Ir. Listiari Hendraningsih, MP; Ir. Suyatno, M.Si
Jurnal Dedikasi Vol. 1 No. 1 (2004): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v1i1.913

Abstract

Kegiatan dilaksanakan di 5 desa dan 2 tempat pemotongan ayam di KabupatenMalang. Kegiatan ini meliputi penyuluhan baik secara individual dan komunal,pengamatan pengobatan pada ayam yang terinfeksi dan monitoring.Jenis ayam yang diamati terdiri dari beberapa ayam buras yaitu: ayam jawa,arab, kate, kedu dan Bangkok dengan jumlah 488 ekor.Respon peternak terhadap penyuluhan cukup baik, karena merupakan informasibaru dan juga obat yang dibutuhkan murah.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa angka prevalensi oksispiruriasis diKabupaten Malang adalah 4,71 % (23 dari 488 ekor ayam). Prevalensi tertinggiterjadi pada ayam jawa 95,65 % (22 dari 23 ekor ayam), dan pada umur 3-12 bulan95,65 % (22 dari 23 ekor ayam).Rendahnya nilai prevalensi oksispiruriasis di Kabupaten Malang erat kaitannyadengan sanitasi kandang yang sudah baik dan pengamatan pada musim kemarau.